Barcelona berkunjung ke markas Real Madrid, Santiago Bernabeu dalam lanjutan La Liga pada minggu malam kemarin. Pasukan Xavi Hernandez masih dalam masa sulit setelah meraih hasil buruk di pertandingan sebelumnya. Kali ini, Xavi kembali harus tertunduk setelah Barcelona dilumat habis oleh anak asuh Ancelotti dengan skor 3-1.
Barcelona sudah terpuruk sejak babak pertama. Real Madrid pun bisa mendominasi jalannya pertandingan. Karim Benzema akhirnya bisa memecah kebuntuan ketika laga baru 12 menit berjalan. Sebelum babak pertama usai, sang rising star Federico Valverde mencetak gol dan menggandakan keunggulan Real Madrid di menit ke-35.
Di babak kedua, Barcelona mencoba melakukan pressing yang lebih ketat lagi. Hasilnya di menit ke-82 Ferran Torres berhasil menorehkan skor berkat kerjasamanya bersama Ansu Fati. Namun, Real Madrid berhasil menjauh setelah Rodrygo dengan mudah mencetak gol penalti di menit ke-90.
Fede Valverde terpilih sebagai pemain terbaik di laga #ElClasico malam ini. 💫 pic.twitter.com/QA0sZacG3P
— Extra Time Indonesia (@idextratime) October 16, 2022
Laporte Labrak Wasit
Banyak yang menilai pertandingan ini kontroversial. Terutama ketika wasit memberikan hadiah penalti ke Real Madrid di penghujung laga. Sanchez Martinez, sang hakim lapangan di pertandingan itu disinyalir mendapatkan saran untuk memeriksa layar monitor di pinggir lapangan sebelum memutuskan untuk memberikan penalti kepada El Real.
Keputusan itu dinilai tidak adil. Pasalnya, sebelumnya Lewandowski juga mendapatkan pelanggaran yang sama oleh Dani Carvajal. Namun, wasit malah tidak membunyikan peluit pelanggaran untuk Los Blancos. Tentu keputusan itu membuat beberapa pihak marah. Tidak terkecuali Presiden Barcelona itu sendiri, Joan Laporta.
Joan Laporta tidak senang dengan kinerja sang pengadil lapangan. Dikutip dari ESPN, Ketika pertandingan sudah selesai, dan wasit serta para official kembali ke ruang ganti, Laporta masuk dan berkali-kali meminta penjelasan tentang situasi-situasi “kontroversi” di lapangan. Namun, akhirnya Laporta diminta untuk meninggalkan ruang ganti tanpa adanya masalah lebih lanjut.
insiden seperti ini bukan insiden baru untuk Barca. Sebelumnya, Xavi juga pernah melakukan hal yang serupa. Xavi meminta wasit untuk memberikan konferensi pers setelah pertandingan terkait apa yang xavi anggap kontroversi ketika timnya kalah melawan Inter Milan di Liga Champions.
Xavi Mulai Khawatir
Meskipun begitu, di pertandingan El Clasico kali ini Xavi sama sekali tidak memberikan komentar terkait keputusan wasit di pertandingan itu. Padahal kekalahan ini membuat Barcelona mengakhiri tujuh pertandingan tak terkalahkan di La Liga.
Xavi mengatakan bahwa ia semakin cemas dengan performa Barcelona. Ia juga mengakui Barca tidak bermain cukup bagus.
“Saya khawatir kami tidak menyerang dengan baik, dan kami tidak memanfaatkan momen kami. Kami harus lebih kritis pada diri sendiri. Saya sangat kecewa, kami harus menjadi lebih dewasa dan bersaing lebih baik lagi.”
Xavi juga tidak mau menyalahkan pemain atas kekalahannya ini. Ia lebih suka menjadi sosok yang bertanggung jawab daripada harus menyalahkan anak asuhnya.
“Saya tidak mau menyalahkan pemain. Saya yang bertanggung jawab, saya akan ceritakan apa yang terjadi, tapi saya tidak akan menyalahkan pemain saya. Saya adalah kapten kapalnya.” Ungkap Xavi.
Pertandingan selanjutnya tidak semakin mudah untuk Xavi. Ia berdiri di posisi yang sulit karena Barca akan menghadapi Villareal dan Atletico Madrid di La Liga. Dan juga menghadapi nasib di tingkat Eropa ketika melawan Bayern Munchen di Champions League.


