Tersandung Kasus, Newcastle United Terancam Miskin Lagi?

spot_img

Setelah kasus Manchester City mencuat beberapa pekan lalu, kini Newcastle United menjadi sasaran baru Premier League. Pihak Liga Inggris tengah menyelidiki laporan keuangan Newcastle United yang performanya kian moncer pasca diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF) dari Arab Saudi.

Pihak Operator Liga mencurigai ada yang tidak beres dalam status pengambilalihan Newcastle United tahun lalu. Premier League mencurigai bahwa Arab Saudi memiliki kendali atas Newcastle United pasca dibeli dari pemilik sebelumnya. Tentu praktek seperti itu sangat dilarang oleh Liga Inggris. Jika terbukti bersalah, bisa jadi Newcastle akan kena getahnya. 

Dari Awal Sudah Bermasalah

Semua perkara yang menimpa Newcastle United berakar pada penjualan klub pada tahun 2021 lalu. Kedatangan konsorsium besar yang dipimpin PCP Capital Partners, yang berisikan Public Investment Fund (PIF) milik Kerajaan Arab Saudi, serta perusahaan properti dan investasi, Reuben Brothers menggemparkan Inggris saat itu.

Awalnya sudah menimbulkan masalah. Sebetulnya para penggemar langsung meminta Mike Ashley, pemilik lama klub untuk segera menandatangani proposal akuisisi yang kemudian dikirim ke pihak Premier League. Akan tetapi, ketika melihat ada perusahaan asal Arab Saudi yang terlibat, proses ini tidak berjalan mulus. 

Proses penjualan Newcastle United kepada pihak Arab Saudi mendapat tentangan dari Direktur Amnesty International Inggris, Kate Allen, menyusul isu pelanggaran Hak Asasi yang sempat mencuat. Mohammed bin Salman selaku orang berpengaruh di Arab Saudi disebut memiliki rekam jejak yang buruk soal Hak Asasi. Salah satunya ia diduga terlibat kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Bahkan perlawanan untuk mencegah negosiasi ini juga datang dari perusahaan penyiaran televisi dari Qatar yang memegang hak siar Liga Inggris selama ini, Bein Sport. Mereka tak terima Arab Saudi merampas hak siar Liga Inggris melalui saluran BeoutQ.

Namun, setelah rangkaian drama dan melewati jalan berliku, akhirnya pada Oktober 2021 kemarin, Liga Inggris menyetujui pengakuisisian 80% saham The Magpies oleh PIF. Namun, dengan jaminan berupa pembukaan blokir Bein Sport dan PIF harus berani menjamin akuisisi tersebut tak ada hubungannya dengan pemerintah Arab Saudi.

Peninjauan Kembali

Belum genap 18 bulan dari akuisisi tersebut, Newcastle justru digoyang dengan gugatan status kepemilikan klub pada awal Maret 2023. Kecurigaan itu muncul setelah terdapat dokumen mencurigakan di turnamen LIV Golf yang dikelola oleh PIF di Amerika Serikat.

Dokumen tersebut terungkap di pengadilan Amerika Serikat yang sedang menangani kasus antara penyelenggara tur golf profesional, PGA Tour dengan Liv Golf pekan lalu. Dokumen itu berisi tentang status Public Investment Fund yang memang bukan pihak ketiga dari Arab Saudi, melainkan perpanjangan tangan dari pemerintah Arab Saudi secara resmi. 

Jadi, PIF dan pemerintah Arab Saudi memiliki kedekatan yang lebih dari apa yang diketahui selama ini. Dianggap memalsukan beberapa dokumen, akhirnya Amnesty Internasional tegas meminta Premier League untuk kembali memeriksa surat jaminan yang dibuat oleh pemilik Newcastle satu tahun lalu.

Pemilik Newcastle Ternyata Pejabat Arab Saudi?

Selain status Public Investment Fund yang kembali dipertanyakan, muncul gugatan lain untuk membuktikan pemimpin Newcastle sekaligus Gubernur PIF, yakni Yasir Al-Rummayan benar-benar tidak memiliki keterlibatan dalam pemerintahan Arab Saudi secara langsung. Dan ternyata eh ternyata, Al-Rummayan kini berstatus sebagai Dewan Menteri yang berada di bawah raja Arab Saudi langsung.

Selain tertulis sebagai Gubernur Public Investment Fund, bos Newcastle tersebut juga merupakan ketua dari Aramco, badan usaha milik negara Arab Saudi yang bergerak di bidang Petroleum. Nah, dari beberapa dugaan ini muncullah satu permasalahan.

Berarti dana yang selama ini dikeluarkan oleh PIF untuk mendanai operasional dan transfer pemain Newcastle bukanlah dana investasi perusahaan. Melainkan murni berasal dari rekening negara untuk disuntikan ke klub yang bermarkas di St James Park tersebut. 

Padahal Premier League telah menyetujui pengambilalihan klub dengan jaminan berkekuatan hukum bahwa Arab Saudi tak akan ikut campur dalam pengelolaan Newcastle United. 

Kenapa Dipermasalahkan?

Selain mengkhianati kesepakatan yang berkekuatan hukum, ini menjadi masalah karena Premier League punya aturan ketat yang melarang keterlibatan suatu negara di sepak bola mereka. CEO Premier League, Richard Masters mengatakan bahwa sudah diputuskan bahwa negara tidak boleh terlibat dalam kepemilikan klub Liga Inggris. 

Premier League juga takut apabila Arab Saudi ikut andil, mereka akan menggunakan Newcastle dan powernya di Inggris untuk melancarkan operasi Sportwashing yang lebih luas. Sport Washing sendiri merupakan praktek di mana Arab Saudi menggunakan olahraga untuk caper di mata dunia.

Sementara itu, Public Investment Fund yang terlibat justru berdalih bahwa perusahaan sudah pernah membuktikan ke Premier League, kalau mereka sama sekali tidak terkait dengan pemerintah Arab Saudi. Di tengah kasusnya yang meledak, PIF bahkan enggan bersaksi di kasus yang melibatkan LIV Golf kemarin.

Jika Terbukti Benar, Bagaimana Nasib Newcastle?

Kasus ini sedang berada di tahap investigasi. Apabila terbukti, pihak Premier League bisa saja mengusir konsorsium tersebut dari Liga Inggris. Richard Masters pernah mengatakan pada November 2021 kemarin, jika organisasinya menemukan bukti adanya keterlibatan negara dalam menjalankan sebuah klub, konsorsium dapat dicopot sebagai pemilik.

Apabila kepemilikan Public Investment Fund dicopot akan berdampak buruk pada Newcastle United. Ini menjadi semacam ironi. Sebab klub kini tengah membaik dan sedang dalam upaya lolos ke Liga Champions. Kalau beneran PIF lepas, bukan tidak mungkin Newcastle kembali menjadi klub gurem.

Dengan begitu, Newcastle juga terancam menjual beberapa pilarnya karena kesulitan finansial. Untuk saat ini pemain The Magpies yang memiliki gaji tinggi adalah Aleksander Isak dan Bruno Guimaraes dengan besaran gaji sekitar 120 ribu pounds (Rp2,2 miliar) per pekan. 

Tentu fans Newcastle tak mau kehilangan kedua pemain itu musim depan bukan? Apalagi Bruno sendiri merupakan pemain penting di lini tengah yang mengangkat performa skuad asuhan Eddie Howe sejak pertengahan musim 2021/22. Namun, tenang ini baru dugaan sementara, belum terbukti kebenarannya.

Apakah Bisa Berdampak Pada Klub Lain?

Kasus Newcastle United ini bisa menciptakan efek domino di Liga Inggris. Dilansir Sky Sport, setelah adanya kasus ini pihak Premier League pasti akan lebih ketat dalam menyeleksi investor yang akan menanamkan modalnya di klub-klub Liga Inggris. Jadi, jangan terkejut apabila setelah ini ada klub lain yang jadi sasaran pemeriksaan.

Meski masih dalam penyidikan, kasus ini bakal jadi alarm bahaya bagi Manchester United yang sedang dalam tahap pergantian kepemilikan ke tangan Sheikh Jassim bin Hamad Al-Thani. Pasalnya, calon kuat pemilik Setan Merah itu merupakan orang yang cukup berpengaruh di Qatar. 

Aliran dana Sheikh Jassim pasti akan mendapat perhatian lebih dari Premier League. Meski kalau secara dokumen tercatat, Sheikh Jassim tidak sedang menduduki jabatan resmi di pemerintahan Qatar. 

Tapi itu juga yang terjadi pada Newcastle. Awalnya sih aman-aman saja, Al-Rummayan tak tercatat sebagai pejabat Arab Saudi. Tapi sepandai-pandainya Arab Saudi menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga. Patut dinanti apakah dugaan yang ditujukan ke Newcastle ini benar atau tidak.

https://youtu.be/vUTL0h81B3M

Sumber: ESPN, The Athletic, Sky Sport, GMS, BBC

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru