Terlempar dari 4 Besar, Ada Apa dengan Newcastle United?

spot_img

Newcastle United tengah digoyang dengan isu tak sedap. Klub berjuluk The Magpies itu tengah tersandung kasus pelik yang membuat status kepemilikan mereka mendapat gugatan.

Pada awal Maret kemarin, ditemukan sebuah dokumen mencurigakan di pengadilan Amerika Serikat yang tengah menangani kasus yang melibatkan PGA Tour dan LIV Golf. Dalam dokumen tersebut, status Public Invesment Fund (PIF) yang memiliki 80% saham Newcastle United bukanlah pihak ketiga dari Arab Saudi, melainkan perpanjangan tangan dari pemerintah Arab Saudi secara resmi.

Tak hanya itu, kini pemilik Newcastle juga didesak untuk membuktikan kalau ketua umum mereka sekaligus Gubernur PIF, yakni Yasir Al-Rumayyan tidak memiliki keterlibatan langsung dalam pemerintahan Arab Saudi. Pasalnya, dalam dokumen tersebut, Al-Rumayyan digambarkan sebagai sosok menteri yang duduk di pemerintahan Arab Saudi.

Apabila kasus yang tengah berada di tahap investigasi tersebut terbukti, maka otoritas Premier League bisa saja mendepak dan mencopot konsorsium asal Arab Saudi tersebut dari kursi kepemilikan Newcastle United. Bagaimanapun juga, Premier League sangat mengecam dan melarang keterlibatan suatu negara di klub sepak bola mereka.

Newcastle United Terlempar dari 4 Besar Premier League

Isu tersebut memperparah situasi The Magpies di atas lapangan hijau. Beberapa hari sebelum berita yang membuat para pendukung ketar-ketir tersebut, Newcastle baru saja kehilangan kesempatan meraih trofi pertama mereka dalam 54 tahun terakhir. Itu terjadi setelah The Magpies tunduk 2-0 dari Manchester United di partai final Piala Liga Inggris 2023.

Penampilan antiklimaks ditunjukkan anak asuh Eddie Howe di laga tersebut. Dan penampilan antiklimaks di final Piala Liga Inggris itu seperti hanya mempertegas problem The Magpies. Pasalnya, di kompetisi Premier League, performa pasukan Eddie Howe juga sedang tak baik-baik saja, bahkan kini mereka telah terlempar dari 4 besar.

Sepekan setelah kekalahan di final Piala Liga Inggris, Newcastle kembali menelan pil pahit dalam lanjutan pekan ke-26 Premier League. Bertandang ke markas Manchester City di Etihad Stadium, pasukan Eddie Howe pulang dengan tangan hampa usai tunduk 2 gol tanpa balas.

Kekalahan tersebut jadi kekalahan kedua The Magpies secara beruntun di Liga Inggris setelah di pekan sebelumnya mereka juga takluk dengan skor yang sama kala menjamu Liverpool di St. James’s Park.

Yang menjadikan alarm di St. James’s Park berbunyi adalah fakta, kalau hasil-hasil minor tadi membuat pasukan Eddie Howe belum pernah menang lagi sejak 1 Februari lalu ketika menundukkan Southampton 2-1 di semifinal leg kedua Piala Liga Inggris.

Di ajang Premier League sendiri, Newcastle malah belum pernah menang lagi sejak menundukkan Fulham 1-0 di pertandingan pekan ke-20 Premier League, 15 Januari 2023. Artinya, Callum Wilson dan kolega telah gagal mencatat satu pun kemenangan di 5 pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris.

Usai menang atas Fulham, Newcastle secara berturut-turut ditahan imbang Crystal Palace, West Ham United, dan Bournemouth, serta tunduk dari Liverpool dan Manchester City. Catatan buruk itu pun membuat Newcastle United terlempar dari empat besar. The Magpies yang tadinya nyaman di peringkat 3, kini harus rela tergusur ke peringkat 6.

Walaupun Newcastle masih menyimpan dua pertandingan tunda dibanding 4 tim yang menghuni 4 besar, tetapi posisi mereka tidaklah aman. Lebih daripada itu, meski masih berpeluang kembali ke 4 besar, ada beberapa masalah yang membuat kami sangsi kalau Newcastle United sanggup melakukannya.

Sinyal Kemunduran Newcastle United

Setelah secara ajaib lolos dari jeratan degradasi di musim lalu, Newcastle United memperpanjang kontrak pelatih Eddie Howe dan memperkuat skuadnya dengan nama-nama baru. Dana tak kurang dari 136 juta euro mereka belanjakan untuk membeli amunisi baru, seperti Alexander Isak, Sven Botman, Matt Targett, hingga Nick Pope.

Tak disangka pasukan Eddie Howe kemudian sukses melampaui ekspektasi di paruh pertama Liga Inggris musim 2022/2023. Mulai menemukan gaya main yang tepat di bawah asuhan pelatih Eddie Howe, Newcastle secara perlahan tapi pasti sukses mencatat hasil positif.

Setelah hanya meraih 1 kemenangan dan 5 hasil imbang dalam 7 pertandingan pertamanya di Liga Inggris musim ini, Miguel Almiron dan kolega sukses mencatat 8 laga tak terkalahkan di pekan-pekan berikutnya. Tambahan 7 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 8 pertandingan membuat The Magpies merangsek dari papan tengah ke peringkat 3 klasemen sebelum jeda Piala Dunia 2022.

Sayangnya, ketika Premier League dilanjutkan kembali pasca Piala Dunia Qatar 2022, performa Newcastle United agak mengendur. Dari sinilah sinyal kemunduran itu terdengar.

Peruntungan The Magpies berubah seiring dengan pergantian tahun. Newcastle hanya memenangkan empat pertandingan di tahun 2023, dengan hanya satu dari kemenangan tersebut yang terjadi di liga dan tiga lainnya di Piala Liga. Mereka juga tersingkir dari Piala FA pada putaran pertama, kalah 2-1 dari tim League One, Sheffield Wednesday.

Absennya beberapa pemain kunci dalam beberapa pertandingan bisa jadi penyebabnya. Seperti Alexander Isak yang sempat absen 3 bulan lamanya karena cedera hamstring. Atau Bruno Guimaraes yang sempat terkena skorsing selama 3 pertandingan. Berikutnya, nama-nama seperti Joe Willock, Callum Wilson, hingga Nick Pope juga sempat absen membela The Magpies.

Absennya beberapa pemain tentu membuat tim jadi tidak seimbang. Namun, masalah utama mereka bukanlah itu. Adalah mulai tertembusnya pertahanan kokoh Newcastle dan seretnya lini serang The Magpies yang jadi soal.

Pasukan Eddie Howe boleh berbangga diri. Di paruh pertama musim, pertahanan mereka tampil begitu solid. Hingga pekan ke-26, Newcastle United adalah tim dengan catatan clean sheets terbanyak, yakni 12. Enam di antaranya bahkan terjadi secara beruntun antara pertengahan November hingga akhir Januari.

Newcastle juga masih mencatatkan dirinya sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di liga. Hingga pekan ke-26, gawang Nick Pope baru bobol 17 kali, jauh lebih baik dari Arsenal dan Manchester City yang sudah kebobolan 25 gol.

Sayangnya, dalam beberapa pertandingan terakhir, pertahanan kokoh Newcastle mulai tertembus. Dari 24 kebobolan di semua kompetisi, 25% di antaranya terjadi dalam 3 pertandingan terakhir. Dari 3 kekalahan terakhir yang mereka derita di semua kompetisi, pasukan Eddie Howe juga tak sanggup bangkit apabila lebih dulu kebobolan.

Mulai tertembusnya pertahanan Newcastle United ini sebetulnya tidak akan jadi masalah jika lini depan mereka tidak seret. Inilah yang membuat The Magpies kehilangan banyak poin. Musim ini, Newcastle baru kalah 3 kali, sama seperti Arsenal. Namun, pasukan Eddie Howe sudah 11 kali meraih hasil imbang.

Penyelesaian akhir yang buruk adalah biang keroknya. Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani di Premier League, Newcastle baru mencetak 35 gol alias 1,5 gol perlaga. Mereka berada di urutan ke-9 untuk statistik gol perlaga.

Newcastle juga hanya menduduki urutan ke-7 untuk jumlah tembakan tepat sasaran perlaga. Dengan statistik 4,9 tembakan tepat sasaran perlaga, rasio konversi tembakan dari pasukan Eddie Howe juga hanya 7,7%.

Catatan tersebut bahkan kalah dari Leicester City yang berada di peringkat 15. Leicester memiliki rasio konversi tembakan sebesar 9,7%. Bahkan, Leicester juga jadi satu dari sembilan tim yang memiliki lebih banyak gol dari Newcastle United.

Paceklik gol yang terjadi di Newcastle juga makin parah sejak pergantian tahun. Hanya mencetak 3 gol dari 7 pertandingan membuat The Magpies tercatat sebagai tim dengan jumlah gol paling sedikit di tahun 2023 ini.

Kran gol Newcastle memang tengah seret. Almiron yang berada di garis paling depan tengah inkonsisten. Meski telah mencetak 10 gol, tetapi sejak tahun 2023, Almiron baru mencetak 1 gol saja. Setelah Almiron, penyumbang gol terbanyak berikutnya adalah Callum Wilson dengan torehan 7 gol, diikuti Bruno Guimaraes dan Alexander Isak yang baru mencetak 3 gol.

Inkonsistensi dan seretnya gol Newcastle United inilah yang membuat mereka baru mengumpulkan 7 poin di tahun 2023. Penurunan performa inilah yang kemudian membuat mereka tersalip dan terlempar dari zona Liga Champions.

Lalu, apakah target lolos ke Liga Champions Eropa musim depan masih realistis?

Memang, masih banyak poin yang diperebutkan. Newcastle juga masih menyimpan dua laga tunda. Namun, melihat tren positif dari para pesaingnya, seperti Liverpool yang mengintip 4 besar pasca membantai MU 7-0 atau Brighton yang terus bersinar pasca jeda Piala Dunia 2022, ada baiknya Newcastle United fokus dan sabar memperbaiki diri sendiri.

Jika ingin kembali ke Eropa untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, pelatih Eddie Howe harus menemukan cara untuk menghentikan laju kemunduran timnya. Tidak ada yang salah dari taktiknya, tetapi pelatih 45 tahun itu harus mengembalikan lagi mentalitas anak asuhnya yang sedikit memudar dan menemukan solusi untuk lini depan The Magpies yang tampil seret.

Untuk saat ini, melihat skuad dan tren Newcastle United yang masih inkonsisten di tahun 2023 ini, agaknya target UCL musim depan agak sulit dicapai. Seperti apa yang dikatakan Alan Shearer pada Oktober silam, “akan menjadi sebuah keajaiban jika Newcastle dapat masuk ke empat besar.”

Rasanya, lolos ke Liga Europa atau Liga Konferensi Eropa jauh lebih realistis. Yang mana pun akhirnya, itu sudah menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa bagi Newcastle United.


https://youtu.be/nvGY0YQ29xY

Referensi: SkySports, Fotmob, The Guardian, chroniclelive.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru