Kebahagiaan seluruh pencinta sepakbola tanah air, bukan semata-mata datang dari kemenangan dramatis atas Korea Selatan. Kebahagiaan lain fans merah putih juga didapat setelah musuh yang selama ini meremehkan dan mencurangi kita, akhirnya kena karmanya.
Qatar gugur di perempat final. Sementara itu tetangga berisik Malaysia, juga tepongkeng tak berdaya. Lagian sih.. Berani-beraninya senggol timnas. Sebelum puas melihat penderitaan Qatar dan Malaysia, alangkah baiknya subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Qatar Main Curang
Masih berasa kesel nggak sih, baru laga pertama Piala Asia U-23, eh..Timnas Indonesia sudah langsung dicurangi. Brengseknya lagi, yang mencurangi kita adalah sang tuan rumah Qatar. Ya, panitia turnamen tersebut seperti tak punya malu mengerjai tim debutan macam Indonesia.
Kotor bener ya mainnya Qatar ternyata. 🤐 pic.twitter.com/SJUy9Nlsa4
— Extra Time Indonesia (@idextratime) April 15, 2024
Banyak terjadi kejanggalan pra pertandingan maupun keputusan kontroversial wasit Nasrullah Kabirov di atas lapangan. Hal tersebut membuat seluruh publik sepakbola tanah air geram. Langsung deh, netizen +62 jarinya bergerak menyerang habis Qatar lewat media sosial.
Coach Shin bahkan menganggap laga kontroversial melawan Qatar tersebut hanyalah sebuah komedi. Pihak PSSI pun tak tinggal diam saat itu. Mereka langsung melayangkan protes kepada AFC berkat kejanggalan laga tersebut.
Susah emang kalo berlaga di Qatar Cup gini hahah. Lawannya panitia🔥
Qatar curang woy @theafcdotcom @afcasiancup #GiveFreeTrophyToQatar pic.twitter.com/I7KOlopWJ7
— Garis Tengah (@garistengah_id) April 15, 2024
Tak hanya melawan Indonesia saja lho, Qatar diuntungkan wasit. Di laga melawan Yordania pun begitu. Saat laga hampir berakhir seri, wasit memutuskan masa injury time sepuluh menit lamanya. Di masa injury time itulah, gol kontroversial Qatar lahir.
Para pemain Yordania pun sempat melancarkan protes keras karena merasa ada pelanggaran yang dilakukan pemain Qatar sebelumnya. Berkat peristiwa tersebut, netizen Yordania pun ikut-ikutan seperti netizen Indonesia. Mereka rame-rame menghujat Qatar.
Qatar Kena Karma
Namun yang namanya karma itu pasti ada. Dan Alhamdulillah.. tak perlu menunggu lama Qatar akhirnya merasakan karma tersebut. Melawan Jepang di perempat final mereka akhirnya gugur tak berdaya.
SELESAI!
Jepang lolos ke semifinal.
Qatar gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.Sokor! pic.twitter.com/xodcmGTijy
— A. Ainur Rohman (@ainurohman) April 25, 2024
Timnas Qatar dibantai Jepang 4-2. Menariknya, di laga tersebut wasit tak lagi menguntungkan mereka. Wasit bahkan berani mengeluarkan kartu merah bagi kiper Qatar di babak pertama. Aksi diving pemain Qatar di kotak penalti Jepang juga tak digubris wasit.
Bagi Qatar yang memasang target menjadi juara di ajang ini, tersingkir di babak perempatfinal merupakan aib. Qatar tak hanya menanggung malu gugur di perempat final, namun mereka juga dibuat malu oleh hujatan netizen Indonesia maupun Yordania.
Qatar Dihujat
Akun media sosial Timnas Qatar digeruduk netizen dengan komentar yang bermacam-macam. Ada yang mengatai Qatar kena karma, ada juga yang mengatai Qatar zalim karena mencurangi Timnas Indonesia dan Yordania.
Ya, netizen Indonesia tampaknya merasa puas mengeluarkan rasa kekesalan yang masih tersisa. Mereka benar-benar bahagia melihat penderitaan yang dialami Qatar saat ini.
Betapa malunya Qatar sekarang. Mereka kini hanya jadi bahan olok-olokan bangsa lain. Yang lebih tambah menyesakan mereka, Indonesia, tim yang mereka curangi, justru lolos ke semifinal.
Malaysia Sepelekan Indonesia
Selain Qatar yang coba curangi timnas, Malaysia juga awalnya menganggap remeh performa anak asuh Shin-Tae yong di Piala Asia U-23 ini. Malaysia juga sempat meledek Timnas Indonesia yang statusnya hanya sebagai tim debutan di ajang ini.
Malaysia meragukan target tinggi yang dipasang Timnas Indonesia, yakni perempat final. Bahkan ada akun TikTok netizen Malaysia @bonjr09 yang mengatakan, “Oh…. situ baru pertama kali ikut Piala Asia U-23? Ngomongnya kok kayak sudah 10 kali ikut?”
Kapten Malaysia U-23 Dihujat karena Curhat Dirujak Netizen https://t.co/JGMnqCTCto
— CNN Indonesia (@CNNIndonesia) April 25, 2024
Padahal Malaysia juga pede memasang target tinggi di ajang ini. Maklum, di ajang ini mereka sudah pernah mencapai perempat final pada tahun 2018 lalu. Di edisi kali ini Malaysia lewat federasi sepak bolanya, FAM bahkan menargetkan tiket Olimpiade 2024.
Kepedean Malaysia
Untuk mencapai target tinggi tersebut, persiapan matang pun dipersiapkan Malaysia. Persiapan mereka ikut turnamen ini sudah dimulai sejak awal bulan Maret lalu. Beda dengan Timnas Indonesia, yang training camp-nya saja baru dimulai pada awal April.
Pelatih yang disiapkan juga nggak kaleng-kaleng. Mereka mengimpornya langsung dari Spanyol, yakni Juan Torres Garrido. Dengan gemblengan mantan pemandu bakat Barcelona tersebut, diharapkan Malaysia tambah mengerikan performanya.
‘Pemain Malaysia Keletihan Dan Kurang Tenaga’ – Juan Torres Garridohttps://t.co/WkzEwRnOxa
— VOCKET (@thevocket) April 24, 2024
Selain itu, Malaysia juga lebih banyak melakoni laga uji coba. Tercatat empat kali mereka melakoni laga uji coba jelang turnamen ini. Oh iya, saking seriusnya menatap ajang ini, dua pekan dari pembukaan turnamen, mereka sudah tiba duluan di Qatar. Katanya, hal itu sengaja mereka lakukan untuk beradaptasi dengan cuaca Qatar. Hmmm.. Kirain mereka piknik duluan?
Beda dengan persiapan timnas kita yang mepet. Beberapa pemain andalan seperti Justin Hubner maupun Nathan Tjoe-A-On awalnya juga dikabarkan tak bisa ikut gabung timnas. Ditambah hasil kurang meyakinkan di laga uji coba melawan Arab Saudi, makin membuat musuh menyepelekan kita.
Malaysia Menanggung Malu
Namun, saat memasuki turnamen yang sesungguhnya performa Harimau Malaya yang sok kepedean itu, justru bak macan ompong. Satu grup dengan Vietnam, Uzbekistan, dan Kuwait mereka tak pernah menang dan bahkan hanya ciptakan satu gol saja. Malaysia akhirnya harus rela menjadi juru kunci klasemen Grup D. Bahkan nih, mereka dicap sebagai tim terburuk di ajang ini. Duh kasian banget ya mereka.
Skuad Harimau Malaya B-23 kendalian Juan Torres Garrido di Hamad International Airport, Doha untuk berlepas pulang ke tanah air selepas menamatkan kempen Piala Asia B-23 2024.
Penerbangan diuruskan oleh @MAS Rakan Penerbangan Rasmi FAM.#FAM #HarimauMalaya #AFCU23 pic.twitter.com/ryCXuPr4xF
— FA Malaysia (@FAM_Malaysia) April 24, 2024
Penderitaan Malaysia makin bertambah setelah melihat Timnas Indonesia tampil mengesankan di ajang ini. Para netizen Malaysia awalnya jengkel dengan performa timnas. Sampai-sampai ada yang mendoakan agar langkah timnas terhenti oleh Korea Selatan.
Namun setelah Timnas Indonesia mengalahkan Korea Selatan, sikap publik Malaysia berubah. Melihat prestasi sensasional Indonesia ini, mereka akhirnya berkaca dan makin malu terhadap timnas mereka sendiri. Bahkan nih, kini kebanyakan netizen Malaysia mengaku lebih senang menonton Timnas Indonesia daripada timnasnya sendiri.
Publik sepakbola Malaysia pun kini sedang menagih janji federasi yang terlalu pasang target muluk-muluk hingga lolos Olimpiade. Para fans Harimau Malaya malah menuntut federasinya agar bisa meniru permainan sepakbola modern yang diperagakan Timnas Indonesia.
Indonesia Kebanggaan ASEAN
Kini, media negara Asia Tenggara ramai-ramai mengucapkan selamat atas kelolosan Timnas Indonesia ke semifinal Piala Asia U-23. Timnas Garuda bagaimanapun sedang menjadi kebanggaan sepakbola ASEAN di mata dunia.
Thailand saja yang katanya rajanya sepakbola ASEAN, nyatanya tak bisa berbicara banyak di ajang ini. Negeri Gajah Putih bahkan hanya jadi juru kunci di Grup C. Malu-maluin juga nggak sih?
𝐆𝐀𝐌𝐄 𝐎𝐕𝐄𝐑!
🇹🇭 Thailand 0️⃣-1️⃣ Tajikistan 🇹🇯
Tim Gajah Perang tersingkir dari Piala Asia U-23 setelah menjadi juru kunci grup C dan mengakhiri jalan impian mereka menuju Olimpiade 2024 👋🏼#ThailandU23 #Tajikistan #PialaAsiaU23 #AsianCupU23 #AFCU23 pic.twitter.com/PlTUK7zI2J— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) April 22, 2024
Jika nantinya Timnas Indonesia bisa mencapai final dan bahkan juara, tak terbayangkan betapa kagumnya publik sepakbola Asia pada Indonesia. Ya, doakan saja semoga hal itu dapat tercapai. Yang terpenting bagi timnas sekarang, tetap ilmu padi, tetap fokus, dan tetap selalu optimis. Teruslah terbang tinggi Garudaku!
Sumber Referensi : bolasport, bola.com, bola.okezone, superball, bolanas, sportdetik, tvonenews


