Terbitnya James Rodriguez di Piala Dunia 2014

spot_img

Dengan tidak lolosnya Kolombia ke Piala Dunia 2022, kita tak akan melihat nama James Rodriguez tampil di ajang empat tahunan itu. Memang, performa James di kualifikasi zona CONMEBOL tahun ini terbilang buruk. Bahkan ia baru bisa bergabung dengan skuad Kolombia pada akhir tahun lalu, lantaran selalu berkutat dengan cedera.

Meski kini performa James Rodriguez sudah jauh menurun. Faktanya performa James di Piala Dunia 2014 tak akan terlupakan. Penampilan individu yang luar biasa menjadikanya pemain termahal Kolombia saat itu. 

Untuk mengingat kembali kisah tersebut. Mari kita sedikit bernostalgia saat terbitnya James Rodriguez di Piala Dunia 2014.

Terbentuk di FC Porto

James Rodriguez mulai dikenal ketika ia bermain untuk raksasa Liga Portugal, FC Porto. James yang lahir dengan DNA sepak bola dari ayah biologisnya tentu tak kesulitan untuk mencintai olahraga paling populer di dunia ini.

Singkat cerita, tawaran dari FC Porto pun datang. Porto jadi gerbang pembuka karier James Rodriguez di sepak bola Eropa. Bersama Porto James dididik dan ditempa dengan baik. 

Tentu di usianya yang masih 18 tahun, James yang berbekal bakat yang ia miliki, didukung penuh oleh metode kepelatihan dari Andre Villas-Boas. Bersama Porto era Villas-Boas, James pun berhasil menjelma jadi pemain nomor sepuluh paling menjanjikan kala itu.   

Di musim 2010/11 jadi musim di mana Porto memperkenalkan talenta muda berbakat dari Kolombia kepada dunia. James tergabung dalam skuad Porto yang memenangkan treble, ia berhasil menyabet satu gelar Liga, Portugal Cup, dan gelar Europa League.

Fase Grup C Piala Dunia 2014

James pun konsisten memberikan gelar liga kepada Porto selama tiga musim sebelum ia berlabuh ke AS Monaco. Kontribusinya yang luar biasa bersama Porto, membuat James dipanggil oleh sang juru taktik Kolombia kala itu, Jose Pekerman untuk memperkuat Timnas kolombia di Piala Dunia 2014.

Di Brazil, Kolombia tergabung dalam Grup C bersama Yunani, Pantai Gading dan Jepang. James mengawali penampilan perdananya di Piala Dunia 2014 dengan baik. Dalam pertandingan yang berlangsung di Belo Horizonte, Kolombia berhasil menundukkan Yunani dengan skor telak 3-0.

Pablo Armero menghukum Yunani di menit-menit awal dengan gol cepatnya. Gol tersebut tak terlepas dari pergerakan cerdik James yang melakukan gerak tipu dummy sehingga bola langsung tertuju pada Armero. Gol itu mengakibatkan Yunani berinisiatif untuk lebih banyak menguasai bola lantaran ingin mengejar ketertinggalan.

Namun, penampilan mencolok yang ditunjukan oleh James Rodriguez tak terbendung. Pemain yang telah berusia 22 tahun tersebut tampil luar biasa, terutama ketika membelah pertahanan The Ethinki.

James acap kali memberikan umpan terobosan dan umpan silang yang membuahkan peluang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol. Selain itu, ia juga kerap melakukan tusukan ke dalam kotak dua belas pas Yunani untuk bisa menciptakan peluang bagi dirinya sendiri.

James mengakhiri penampilan yang luar biasa tersebut dengan satu gol di menit-menit akhir yang memantapkan kemenangan Kolombia dengan skor 3-0. James pun keluar sebagai man of the match dalam pertandingan tersebut.

Mengingatkan Dengan Messi

Di pertandingan kedua kontra Pantai gading. James kembali menampilkan performa yang luar biasa. Ia menyumbang satu gol dan terlibat dalam proses terjadinya gol kedua. Kolombia pun berhasil mengalahkan Pantai gading dengan skor 2-1.

Kolombia di atas angin. Dengan dua kemenangan di pertandingan awal fase grup, membuat James Rodriguez cs tampil lebih lepas kala melawan wakil Asia, Jepang.

Padahal, Jepang masih berisikan pemain-pemain sekelas Shinji Okazaki, Shinji Kagawa hingga Keisuke Honda. Mereka dibuat kocar-kacir oleh permainan lihai dari James Rodriguez di lini tengah. Ia berkontribusi besar dengan dua gol yang berhasil dilesatkan oleh Jackson Martinez.

Seakan belum puas, James Rodriguez menutup kemenangan Kolombia dengan gol cantik di menit akhir lewat skema serangan balik. Dengan sedikit goyangan, Maya Yoshida yang satu lawan satu dengan James dibuat tak berkutik. James pun menaklukkan kiper Jepang dengan tendangan chip kaki kiri. 

Akhirnya skor 4-1 pun tersaji di akhir laga. Ketika melihat tayangan replay gol James Rodriguez, sang komentator pun tak ragu untuk mengatakan bahwa gol tersebut mengingatkannya terhadap Messi. Teknik yang dilakukan James cukup mirip dengan apa yang biasa dilakukan Messi.

Cetak Gol Fantastis vs Uruguay

Dengan kemenangan tersebut, Kolombia berhasil menyapu bersih pertandingan babak penyisihan grup dan Kolombia keluar sebagai juara Grup C dengan nilai sempurna. 

Perjalanan James di Piala Dunia 2014 pun terus berlanjut. Di babak 16 besar, Kolombia dipertemukan dengan wakil Amerika Selatan lainnya, Uruguay.

Dengan cederanya Radamel Falcao, dan larangan main bagi Luis Suarez lantaran ia tertangkap basah menggigit Chiellini di pertandingan sebelumnya. Sudah dipastikan laga kali ini bakal jadi panggung bagi James Rodriguez.

Benar saja, James Rodriguez mendominasi jalannya pertandingan. Di menit ke 28, James yang dikelilingi oleh lima pemain bertahan Uruguay, berusaha memanfaatkan bola liar di udara. Melihat Diego Godin yang tak memberikan tekanan, James langsung melakukan tendangan berputar yang menghujam gawang Fernando Muslera.

Gol yang dieksekusi dengan sempurna oleh James itu, keluar sebagai pemenang FIFA Puskas Award di akhir tahun 2014. James kembali mencetak gol di menit 50. Skor 2-0 pun bertahan hingga akhir laga.

Mencapai Perempat Final Untuk Pertama Kali

Dua gol James Rodriguez berhasil mengantarkan Kolombia menembus babak Perempat Final Piala Dunia untuk yang pertama kali dalam sejarah. Sialnya, Kolombia harus menghadapi Brazil di perempat final.

Kolombia takluk 2-1 dari Tim Samba. Meski James memperkecil ketinggalan melalui titik penalti, hal itu tak cukup untuk meningkatkan semangat tim. Dengan demikian Brazil lolos ke semifinal dan bertemu Jerman.

Meski perjalanan James terhenti di perempat final, pencapaian ini sudah sangat cukup bagi masyarakat Kolombia. Setidaknya, dengan munculnya James Rodriguez, mereka yakin masa depan sepak bola Kolombia berada di tangan yang tepat.

Di akhir turnamen, James dinobatkan sebagai top scorer dengan torehan 6 golnya. Bersinarnya James di Piala Dunia 2014, membuat Real Madrid tergoda untuk mendatangkannya. Ia ditebus dengan mahar 75 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun dari AS Monaco.

Sayangnya, karier James di Madrid tak bertahan lama. Sejak kedatangan Zinedine Zidan, ia mulai terpinggirkan lantaran Zidane lebih suka memasang Marco Asensio ketimbang dirinya. Praktis setelah dari Madrid, kariernya tak jelas, ia bahkan kerap bergonta-ganti klub. 

Mungkin James tetap bisa hadir di pertandingan Piala Dunia, namun hanya sebagai penonton biasa, lantaran ia kini bermain di Liga Qatar bersama Al Rayyan.

Sumber: The Football Times, Liga Laga, Goal, Bundesliga, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru