Manchester United berada di hari yang mungkin tak akan pernah terbayangkan sampai kapan pun. Meski sebetulnya seorang pemain berhak atas nasibnya sendiri, sang setan justru dipaksa memikul beban berat dengan harus menentukan masa depan bocah berusia 21 tahun bernama Mason Greenwood.
Keputusan pun sudah diambil. Setan Merah memutuskan Greenwood tidak akan bermain untuk United lagi. Keputusan itu diambil setelah investigasi internal selama enam bulan terhadapnya dilakukan. Dengan talenta dan usianya yang masih muda, awalnya ini jadi dilema di jajaran manajemen United.
Kubu Manchester United terbelah. Antara ingin memberikan kesempatan kedua dan menyingkirkan seorang pelaku kekerasan seksual. Namun apa daya, satu langkah pasti sudah dibuat. Apakah keputusan itu jadi yang terbaik?
Daftar Isi
Greenwood Tak Bersalah
Seperti yang sudah kita tahu, Mason Greenwood sudah absen membela Manchester United sejak Januari 2022 lalu. Itu disebabkan oleh laporan dari seorang wanita yang menuduh sang pemain melakukan sejumlah aksi kekerasan terhadapnya. Tak lain dan tak bukan wanita itu adalah Harriet Robson, kekasihnya sendiri.
Melibatkan pemain dari klub sebesar Manchester United, tak sulit menjadikan kasus ini viral. Apalagi tuduhan tersebut diperkuat dengan tersebarnya beberapa foto, video, serta rekaman suara antara Harriet Robson dan Mason Greenwood di media sosial. Jejak digital itu jadi bukti kuat terjadinya kekerasan.
Dengan cepat kasus ini masuk ke level yang lebih serius. Insiden ini beralih ke proses penyelidikan lebih lanjut. Setelah sekitar sepuluh bulan penyelidikan, tepatnya pada Oktober 2022, Crown Prosecution Service atau CPS,yang bertugas mengusut kasus ini pun sempat mendakwa Greenwood atas percobaan pemerkosaan, terlibat dalam perilaku pengendalian dan pemaksaan, serta penyerangan yang menyebabkan cedera fisik.
Namun, pada Februari 2023, semua dakwaan terhadapnya tiba-tiba dibatalkan. Usut punya usut, keputusan itu diambil setelah pengadilan mengetahui bahwa saksi kunci justru menyatakan mundur dari kasus ini, serta adanya materi baru yang terungkap. Singkat cerita, sang pemain pun dinyatakan bebas dari tuduhan. Greenwood diizinkan untuk kembali bergabung dengan skuad Manchester United.
Meski begitu, pemain asal Inggris itu belum bisa bernafas lega. Karena Manchester United tak langsung mengambil sikap. Dilansir The Athletic, United yang mengetahui hal tersebut langsung melaksanakan penyelidikan internal atas kasus Mason Greenwood. Jadi, sang pemain dipaksa untuk kembali bersabar menunggu nasibnya.
Dilema Manchester United
Greenwood boleh lepas dari tuduhan, tapi nasibnya di United masih menggantung. Pihak klub harus memastikan dulu apakah Greenwood masih bisa masuk ke tim reguler. Masih banyak yang harus dibicarakan dengan tim kepelatihan, petinggi klub, dan semua elemen yang terlibat dalam klub yang berbasis di Old Trafford tersebut.
Muncul dilema dari pihak United. Tak dipungkiri, sebelum terseret kasus pemerkosaan dan penganiayaan, sang penyerang sedang dalam performa terbaik. Ia bahkan digadang-gadang bakal jadi salah satu pesepakbola terbaik di Inggris. Bakat dan rekor Greenwood selama membela Setan Merah membuatnya menjadi aset potensial bagi klub di masa yang akan datang.
Dari sudut pandang olahraga, memasukan kembali Greenwood ke skuad Erik Ten Hag adalah langkah yang cemerlang. Apalagi Manchester United kini sedang krisis penyerang tajam. Namun, MU tak mau gegabah. Klub mesti mempertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Apakah akan memasukkan nama Greenwood lagi atau tidak.
Tidak cepat mengambil keputusan ini menjadi penting, mengingat United memiliki basis fans yang besar. Sebagian penggemar United juga menilai kasus ini merupakan catatan hitam bagi Greenwood itu sendiri.
Menjaga Perasaan Wanita
Perasaan para wanita di luar sana juga jadi perhatian Manchester United saat menghadapi dilema ini. Menurut mereka, selain perasaan korban, keberadaan fans wanita adalah hal yang tak boleh dilewatkan. Mengingat mereka juga salah satu elemen penting yang membuat klub tetap hidup sampai saat ini.
Dilansir Goal, sekelompok fans wanita Manchester United bahkan mengancam akan menggelar protes besar-besaran jika klub kembali memasukan nama Mason Greenwood ke daftar skuad utama. Mereka merasa kalau itu benar-benar terjadi, berarti klub menganggap wanita bukan bagian penting dari klub.
Kecaman juga datang dari staf dan tim wanita Manchester United. Karyawan dan pemain wanita merasa akan sangat kejam apabila klub membiarkan para wanita satu atap dengan seorang pelaku pelecehan.
Para wanita yang berkecimpung di dalam klub juga menegaskan kalau keputusan Manchester United akan mencerminkan siapa United, bagaimana kondisi moral klub, dan bagaimana klub memandang hak asasi manusia. Maka dari itu, United sempat kembali menunda keputusan tentang Greenwood karena lonjakan protes yang signifikan.
Demi Nama Baik Klub
Setelah tujuh bulan penyelidikan serta melakukan pembicaraan internal baik dengan manajemen dan pihak Mason Greenwood itu sendiri, keputusan pun telah disepakati. Menurut laporan Independent, Greenwood tidak akan bermain lagi untuk Manchester United.
Namun, kontraknya tetap dibayar dan Greenwood tidak dipecat sampai klub benar-benar bisa memutuskan apakah Greenwood tidak bersalah atas tuduhan itu. Di sisi lain, CEO Manchester United, Richard Arnold menyampaikan pernyataan resminya di situs Manchester United.
Dalam pernyataan resmi itu kesimpulannya adalah bukti yang tersedia dan materi yang diunggah tidak memberikan gambaran secara lengkap dan bahwa Greenwood tidak melakukan pelanggaran yang dituduhkan padanya. Maka dari itu, United memilih untuk mengambil jarak dengan Greenwood. Agar sang pemain bisa menyelesaikan urusannya dari luar Old Trafford.
Sementara itu, Greenwood tetap berdalih bahwa dirinya tidak bersalah. Ia sadar citranya telah buruk atas kasus itu. Greenwood mengerti betul bahwa orang di luar sana akan menilai berdasarkan apa yang muncul di media sosial. Namun, ia tetap menghormati keputusan United.
“Di mana kehadiran saya tidak akan menjadi gangguan lagi bagi klub. Saya berterima kasih kepada klub atas dukungan mereka sejak saya bergabung di usia tujuh tahun,” tulis Greenwood.
Apakah Keputusan MU Sudah Tepat?
Keputusan sudah diambil, amukan masa pun dapat dicegah. Lantas apakah keputusan ini jadi yang terbaik? Dari segi sepak bola, Erik Ten Hag sebetulnya ingin memberikan kesempatan untuk Greenwood. Namun, sebagai klub sepak bola, keputusan United terbilang tepat.
Klub sebesar MU tak sepatutnya membela satu pemain dan mengabaikan kepentingan orang banyak. Manchester City sudah lebih dulu memutuskan nasib Benjamin Mendy beberapa pekan lalu. Kasusnya serupa, bahkan lebih parah karena ia menghadapi enam tuduhan sekaligus. Meski akhirnya Mendy tak bersalah, City enggan memasukan namanya ke skuad Pep Guardiola.
Mendy pun akhirnya justru merapat ke klub Prancis, FC Lorient. Setelah keputusan itu sampai naskah video ini dibuat, belum ada klub yang tertarik untuk meminang Greenwood. Meski demikian sang pemain sedang gencar-gencarnya melakoni latihan pribadi demi mengembalikan performanya setelah hampir dua tahun tak menyentuh si kulit bundar.
Sumber: Man Utd, Daily Mail, Independent, Goal, ESPN


