Old Trafford kembali jadi tempat yang angker buat para lawan Manchester United. Bagi penggemar United yang sudah agak tua, mungkin masih ingat bagaimana Old Trafford dulu jadi tempat yang menakutkan untuk dikunjungi lawan. Setan merah seolah punya kekuatan lebih bermain di stadion kebanggan mereka itu.
Sama seperti Anfield milik Liverpool, Old Trafford adalah stadion bersejarah dan salah satu yang tertua di Inggris. Sejarah panjang itu menyimpan energi di tribun pendukung tim tuan rumah. Setelah musim lalu Old Trafford terlihat seperti kehilangan magisnya, di musim ini Old Trafford bisa mendapatkan kedigdayaannya lagi.
Daftar Isi
Old Trafford Sempat Tak Angker
Manchester United pernah mengalami masa suram di Old Trafford sebelumnya. Tepatnya ketika setan merah masih dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Mantan legenda United itu pernah membawa anak asuhnya tak terkalahkan ketika berlaga tandang dari Januari 2020 sampai dengan Oktober 2021.
21 bulan tak terkalahkan ketika bertandang memang hal yang sangat impresif dan patut untuk diapresiasi. Tapi disisi lain, performa mereka di Old Trafford sangatlah buruk. Ole pernah mencatatkan agregat kekalahan 7-0 hanya di dua laga kandang berturut-turut United. Yaitu ketika MU dibantai 5-0 dan saat Liverpool berhasil mencuri kemenangan 2-0. Dua kekalahan memalukan itu terjadi di Old Trafford.
Dan catatan buruk itu terus berlanjut sampai musim 2021/22 berakhir. Old Trafford sudah kehilangan sisi angkernya bagi lawan. Ketika United bermain di Old Trafford, tidak ada faktor rasa takut dari tim tamu yang bisa menguntungkan setan merah. Ini yang jadi salah satu perhatian Ten Hag ketika mengambil alih topi nahkoda United.
Pentingnya Bawa Fear Factor
Ten Hag merasa membawa kembali faktor angker di Old Trafford adalah salah satu cara untuk mengembalikan kejayaan Manchester United seperti dulu. Dan Ten Hag bertekad untuk mendapatkan kembali keangkeran Old Trafford yang membuat lawan takut.
“Itu adalah salah satu tujuan kami musim ini untuk mendapatkannya kembali. Ini adalah proses untuk memulihkan Manchester United. Sangat menyenangkan memiliki hubungan baik dengan Old Trafford” Ungkapnya dikutip dari keep up pada tanggal 8 Februari lalu.
“Kami memiliki pendukung yang mengikuti kami dan kami bisa melakukan hal yang sama setiap harinya. Meskipun itu laga tandang. Kami bisa tumbuh lebih baik tapi di saat yang sama kami senang dengan hasil sekarang” Lanjut Ten Hag.
energi dari fans yang ia sebutkan itu memang sangat berpengaruh terhadap performa tim di lapangan. Tinggal bagaimana United bisa menggunakan energi dari fans itu untuk meraih kemenangan di laga penting. Seperti yang mereka lakukan di kemenangan terakhir mereka di Old Trafford. Yaitu melawan West Ham di pertandingan FA Cup. United sempat tertinggal namun akhirnya bisa comeback di depan publik Old Trafford
Menang Lawan West Ham
Setelah MU mendapatkan Carabao Cup, trofi pertama mereka sejak 2017, Erik Ten Hag sudah mewanti-wanti kepada anak asuhnya untuk tidak terlalu terlena. Beberapa hari setelah itu mereka menjamu West Ham di kandang dalam ajang FA Cup.
Anak asuh David Moyes secara impresif bisa menahan imbang red devils di babak pertama. Tapi sembilan menit babak kedua berjalan, United malah tertinggal. Said Benrahma mampu memasukan bola ke gawang De Gea di menit ke-54. Membuat the hammers unggul 1-0.
Tapi anak asuh Erik Ten Hag masih bisa mendapatkan keberuntungan. Di menit ke-77, Nayef Aguerd mencetak gol bunuh diri dan membuat kedudukan jadi imbang. Kedudukan imbang ini memberikan United kesempatan untuk bersikap tenang dan menarik napas panjang.
Sampai akhirnya ketika waktu sudah menunjukan menit ke-90, United bisa membalikan keadaan. Bakat muda Manchester United, Alejandro Garnacho mencetak gol indah ke gawang Areola. Sebelum akhirnya Fred mengunci kemenangan MU dengan golnya di masa injury time.
MU Tak Terkalahkan di Old Trafford
Kemenangan itu membuat MU berhak untuk melangkah ke babak perempat final Piala FA. Selain itu, kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan MU di Old Trafford musim ini menjadi 20 laga.
Ya, United telah menjalani 20 laga di kandang tanpa pernah merasakan sekalipun kalah. Yang hebatnya lagi, dari 20 laga itu, MU hanya pernah dua kali imbang. 18 pertandingan sisanya dijalani Marcus Rashford dan kolega dengan kemenangan yang manis.
Man Utd's last 20 games at home.
— UF (@UtdFaithfuls) March 1, 2023
Making Old Trafford a fortress again 💪 pic.twitter.com/K61az5cEmv
Terakhir kali anak asuh Erik Ten Hag merasakan kekalahan di kandang adalah pada bulan September 2022. Saat itu MU kalah melawan Real Sociedad di ajang Europa League. Itu adalah kekalahan yang memalukan.
Sebelum itu Ten Hag juga pernah dipermalukan di kandang. Yaitu ketika melawan Brighton di laga pertamanya. Saat itu ia kalah dengan skor 2-1, dan sempat memunculkan keraguan di kalangan para pundit dan suporter.
Selanjutnya Untuk United
Tapi dengan performa yang sudah meyakinkan akhir-akhir ini, fans sudah bisa mempercayakan Old Trafford sepenuhnya ke Ten Hag. Penting bisa mencatatkan laga tak terkalahkan di kandang. Tapi penting juga bagi United untuk Ten Hag mengetahui pentingnya mengembalikan sisi angker Old Trafford.
Ten Hag telah berkata bahwa ia masih belum puas hanya dengan gelar Carabao Cup di musim ini. Ia menuntut anak buahnya tidak terlena dan tidak ingin ada penurunan performa. MU sendiri masih berkompetisi di tiga turnamen musim ini. MU masih lanjut di FA Cup. United juga masih dalam perburuan gelar juara Liga Inggris, meskipun itu target yang sangat sulit. Kemudian juga masih berkompetisi di Europa League.
Sumber referensi: Athletic, Keepup, Man United, ESPN, Sky, Marca


