Juventus masih saja belum bisa bangkit ke performa maksimal mereka. Si nyonya tua bahkan keok ketika bertandang ke rumah Maccabi Haifa di Israel. Pada pertandingan yang digelar di Sammy Ofer Stadium, Juve dipermalukan Haifa dengan dua gol tanpa balas. Padahal dibandingkan Juve, Maccabi Haifa adalah tim kroco dari Israel yang statusnya hanya jadi penggembira di Liga Champions. Tapi anak asuh Massimiliano Allegri malah kalah di semua lini.
Maccabi Haifa terlihat tampil apik dari awal. Mereka mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit babak pertama dimulai. Juventus justru jadi tim yang tertekan. Maccabi Haifa hanya butuh waktu tujuh menit untuk memecah kebuntuan lewat gol dari Omer Atzili. Setelah beberapa kali menerima serangan, Juve harus kembali kebobolan. Omer Atzili kembali menjadi mimpi buruk Bianconeri lewat golnya di menit ke-42.
Juventus tidak mampu mencetak gol di babak kedua. Kedudukan 2-0 untuk Maccabi Haifa bertahan sampai peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Dengan hasil ini, Juventus terancam untuk tidak lolos ke fase 16 besar Champions League. Bianconeri bisa terpeleset ke UEFA Europa League musim ini setelah hanya mengoleksi tiga poin dari empat pertandingan.
Presiden Juve Tetap Inginkan Allegri
Saat ini Juve berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup H Champions League. Juventus juga terseok-seok di Serie A Liga Italia setelah hanya bisa duduk di peringkat delapan dengan 13 poin. Meskipun begitu, dikutip dari The Athletic, Presiden Juventus Andrea Agnelli tetap saja tidak mau menyalahkan Massimiliano Allegri.
“Ini malam yang sulit di periode yang juga sulit. Ini adalah salah satu periode tersulit dan waktunya untuk bertanggung jawab. Itu sebabnya saya disini.” ungkap Agnelli.
Andrea Agnelli juga mengatakan hasil buruk ini tidak bisa dilimpahkan kepada satu orang saja. Melainkan sebuah satu kesatuan sebagai tim.
“Di situasi seperti ini, ini bukan tentang satu orang. Ini masalah yang harus dihadapi seluruh grup. Kami merasa malu, kami juga minta maaf kepada para fans.” Lanjutnya
Di akhir pendapatnya, Andrea Agnelli menegaskan bahwa masa depan Allegri di Juventus mash panjang. Allegri akan tetap menjadi pelatih meskipun rentetan hasil buruk yang diperolehnya untuk Juve musim ini.
“Allegri adalah pelatih dari Juventus, dan akan tetap menjadi pelatih untuk Juventus” tegasnya.
Allegri Masih Ngotot Tetap di Juve
Allegri juga tampaknya masih ngotot untuk bisa tetap di Juventus. Allegri justru menganggap bahwa situasi ini menjadi sebuah tantangan baru untuknya.
“Tidak, saya tidak akan mundur, pastinya. Karena sekarang jadi tantangan. Semakin sulit situasinya akan semakin bagus. Dan kita harus bisa keluar dari situasi itu dengan keberanian dan keinginan” tutur Allegri
Allegri juga mengaku tidak mengetahui apa yang salah dari timnya musim ini.
“Sulit dijelaskan apa yang salah, kita hanya perlu tetap tenang karena dari segi karakter, performa kita tidak bagus. Kita harus keluar dari situasi ini dan tetap tenang. Kita terlalu bermain secara individual dan tidak bermain secara tim.” Ungkap Allegri.
Meskipun Allegri berjaya di era pertamanya melatih Juve, namun kali ini berbeda. Situasi yang dihadapi Juve menjadi semakin sulit setiap harinya. Kini anak asuh Allegri harus menghadapi pertarungan untuk bisa lolos dari fase grup. Misi ini terasa hampir mustahil, mengingat PSG dan Benfica, yang juga berada di grup itu sama-sama hanya membutuhkan tiga poin untuk bisa dapat tiket 16 besar Champions League.


