Tak Perlu Banyak Gaya, Cukup David Beckham Yang Melakukannya

spot_img

Dalam sejarah sepak bola, banyak sekali pemain yang torehkan prestasi. Dalam setiap generasi, selalu ada satu pemain yang mengisi kolom terbaik sebuah narasi. Untai cerita yang terpahat rapih, tak pernah pudar dimakan durasi. Pada era sepak bola akhir 90an hingga awal 2000 an, ada satu nama yang layak dinanti.

Dia adalah pria tampan dengan kanan yang amat mengesankan. Siapa lagi kalau bukan David Beckham?

David Beckham, yang ceritanya banyak diikuti, sukses menjadi selebriti dalam setiap kisah yang tersaji. Dia juga merupakan sosok yang langsung dikenali kemanapun ia pergi. Nama pria asal Inggris terbalut rapih dalam sebuah popularitas besar. Dari mulai ia meruput di lapangan, sampai menjadi bintang diluar pertandingan. Beckham, tak pernah berhenti tunjukkan aksi.

Memulai karirnya di Manchester United, Beckham menjadi bagi dari pemain yang sukses kuasai dunia. Meski sempat dipinjamkan ke Preston North End, Beckham kembali ke Old Trafford dengan gagah berani.

Langkah pasti yang iringi karir pria berambut rapih, sukses membawanya menuju puncak prestasi, dibawah panji klub bergelimang trofi.

Sedari kecil, ia memang sudah sangat lekat dengan Manchester United. Peringai nya kala membawa bola terlihat menawan. Apalagi ketika dirinya mulai ayunkan kaki kanan, untuk mengarahkan bola kedalam gawang.

Lahir dari keluarga yang sangat mencintai Manchester United, darah Beckham seolah semakin merah dengan luapan semangat yang ia dapat dari segala arah. Seperti yang sudah dijelaskan, Beckham adalah bagian dari sekelompok pemain muda legendaris, bersama Ryan Giggs, Gary Neville, Phil Neville, Nicky Butt, dan Paul Scholes, yang dilatih oleh Eric Harrison.

Masa peminjamannya ke Preston North End kala itu juga benar-benar membuatnya semakin matang. Kala kembali ke MU, Beckham memulai lagi debutnya bersama Setan Merah. Kali ini, ia masih kedalam tim yang menghadapi Leeds United.

Beckham dan kawanan teman kecilnya langsung diplot sebagai pengganti  Paul Ince, Mark Hughes, dan Andrei Kanchelskis, ketika para pemain berpengalaman itu memilih pergi meninggalkan Old Trafford. Meski keputusan Fergie sempat mendapat pertentangan, ia percaya bahwa para pemain mudanya bisa berjaya di masa mendatang.

Beckham, dalam hal ini, menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam tim. Selain dikenal sebagai pemain yang amat piawai mengolah bola mati, penampilannya yang rapih juga selalu mendapat perhatian tersendiri. Beckham, dengan wajah tampannya memang bak selebriti sepak bola. Ia menjadi pemeran utama dalam sebuah dongeng diatas lapangan, yang nantinya, akan menjadi salah satu legenda yang kisah nya terus diangkat khalayak sepak bola.

Beckham dengan cepat memantapkan diri sebagai pemain sayap kanan terbaik milik United. Di musim 1995/96, ia berhasil sumbangkan trofi Liga Primer dan Piala FA. Bersama rekan sejawatnya yang mulai merajut cerita, Beckham, menjadi satu pemain yang tak boleh disingkirkan kegemilangannya.

Pada awal musim 1996/97, saat mulai memakai nomor punggung 10 peninggalan Mark Hughes, Beckham mempertontonkan satu aksi yang layak dihormati. Saat itu, dengan wajah lugu dan dilengkapi dengan rambut pirang yang tertata rapih, Beckham dengan yakin menembakkan bola ke gawang Wimbledon. Satu sontekan kaki kanannya dari tengah lapangan tak mampu dijangkau oleh kiper lawan.

Dengan wajah bahagia, ia mengangkat kedua tangannya sembari dikerubuti oleh rekan setimnya.

Beckham menganggap gol tersebut sebagai yang terbaik dalam karirnya. Apalagi ia mendapat ucapan selamat langsung dari sang legenda, Eric Cantona. Hal tersebut membuatnya makin bahagia.

“Gol favorit ku adalah saat melawan Wimbledon karena semua orang membicarakannya, dan juga karena nilai historis yang terkandung di dalamnya. Tetapi aku lebih bahagia ketika Eric Cantona datang kepada ku dan berkata, ‘Gol yang bagus’,”

“(Ucapan selamat itu) lebih baik ketimbang gol itu sendiri. Eric adalah orang yang pendiam, jarang berkata-kata. Ketika dia berbicara kepadamu, maka ada hal yang spesial. Sebagai pemain yang masih muda pada waktu itu, dia adalah seorang pahlawan,” ungkap Beckham. (via mirror)

Satu gol tersebut menunjukkan bahwa Beckham punya cara sendiri untuk menjadi bintang. Lari kencang tak terlalu dibutuhkannya untuk menjebol gawang lawan. Ia cukup tentukan posisi, pastikan akurasi, dan tinggal menunggu bola yang akan dengan senang hati tuntaskan misi.

Manchester United barangkali menjadi terbaiknya dalam meniti karir. Pasalnya, disana dia menangkan banyak sekali prestasi. Belum lagi gol-gol yang diciptakannya dengan cara yang amat mengagumkan.

Gaya nya di lapangan yang tergolong beda juga semakin membuatnya terlihat lebih menawan. Beckham, yang merupakan selebriti sepak bola terkenal dengan model rambut yang banyak dapatkan pujian. Memang sudah terlahir tampan, gaya apa pun yang diterapkannya dalam keseharian tampak selalu serasi dan pas ketika ia beraksi.

Beckham tampaknya benar-benar memahami betul istilah rambut adalah mahkota. Karena dengan salah satu bagian tubuhnya itu, ia menjadi pemain yang mudah dikenali, sekaligus selalu dihormati. Sulit melepaskan Beckham dari fisik rupawan. Ia banyak diidolai karena punya ketampanan alami.

Apalagi setelah menikah dengan pesohor macam Victoria. Beckham menjadi pria yang semakin digilai. Bermacam gaya rambut pernah ia aplikasikan, mulai dari mohawk, belah tengah, ponytail, plontos, hingga undercut. Tak jarang pula, gaya rambutnya menjadi panutan para pria pada zamannya.

Namun perlu diketahui, semua hal tidak selalu disukai. Artinya, gaya Beckham yang terkesan bak selebriti juga sempat mendapat pertentangan dari manajernya sendiri. Adalah Sir Alex Ferguson, pelatih yang notabene sangat berjasa dalam karirnya itu pernah dibuat marah karena Beckham dianggap terlalu fokus pada penampilan fisiknya, ketimbang performa diatas lapangan.

Hingga pada akhirnya, konflik pun tercipta. Beckham dengan sejumlah gelar bergengsi dibelakangnya memilih pergi dari Old Trafford, dan resmi bergabung dengan raksasa Spanyol, Real Madrid.

Bermain untuk Real Madrid, wajah rupawannya tetap terjaga, pun dengan gaya bermain yang mengandalkan kaki kanannya. Banyak sekali gol-gol indah tercipta dari kaki suami Victoria. Real Madrid benar-benar beruntung pernah miliki pemain setampan Beckham. Selain meningkatkan nilai jual klub asal ibukota, Beckham juga banyak torehkan aksi gila diatas lapangan.

Gol-gol nya begitu menawan. Pun dengan umpan akuratnya yang banyak manjakan sang rekan. Salah satu yang paling diingat tentu umpan matangnya ke arah Zinedine Zidane. Setelah mendapat bola dan melihat situasi sekitar, Beckham yang sudah terapkan rencana langsung melambungkan bola kearah depan. Hasilnya, aliran yang dihantarkannya berhasil dikonversi dengan sangat baik oleh Zinedine Zidane.

Setelah torehkan satu gelar La Liga dan satu Piala Super Espana, Beckham putuskan hengkang ke Negeri Adidaya. Disana, pesonanya sama sekali tak memudar. Malah klub LA Galaxy yang dibelanya sukses mendunia. Kepindahan Beckham bak bintang besar. Selain sukses mengangkat pamor tim yang dibela, sepak bola Amerika juga dijadikannya sebagai tujuan pemain di masa depan.

Masih dengan gaya yang sama, pesona sang bintang sekaligus kaki kanannya yang melegenda masih bisa beri gol terbaik yang masuk kedalam mahakaryanya.

Sempat dipinjamkan ke AC Milan, Beckham kian memesona dengan paras tampannya. Wajah Serie A makin bergairah, apalagi, disana ia sukses berikan sebuah gol melegenda ke gawang Genoa. Sontekan bola mati dari sisi lapangan, melesat mulus kedalam gawang lawan.

Beckham yang pada akhirnya kembali ke Amerika pun tak lupa untuk mampir lagi ke Eropa. Di penghujung karirnya, Paris Saint Germain berhasil dapatkan jasanya. Datang sebagai bintang, Beckham pulang dan akhiri segala perjalanan dalam sepak bola dengan status legenda.

Diakhir karirnya pun, Beckham yang tergolong sudah berusia tua masih tetap lihai dalam bergaya. Ia bahkan menjadi sosok yang kian elegan dengan balutan rupa dan mahkota andalan.

Sebelum menutup kisah sang legenda, ada satu kisah menarik darinya. Yaitu, Beckham berhasil menang telak atas prediksi yang diberikan majalah kenamaan FourFourTwo. Salah satu majalah asal Inggris itu sempat memprediksi akan seperti apa Beckham di tahun 2020. Mereka mengeluarkan prediksi itu pada 1998, atau saat Beckham sedang dalam masa jaya nya.

Dalam prediksi mereka, rambut tipis akan menghiasi kepala Beckham, plus jidat ayah empat anak tersebut akan terlihat lebar.

Akan tetapi, kenyataannya tidak seperti itu. Meski kini telah berusia 44 tahun, Beckham masih terlihat tampan.

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru