Apa tolak ukur seorang pemain adalah pemain hebat? Mungkin ketika seorang pemain bisa jadi rebutan antara Real Madrid dan Barcelona. Sebab kedua tim itu tidak hanya yang terhebat di La Liga, tapi juga Eropa bahkan mungkin dunia.
Beberapa orang akan mengatakan, jika dihadapkan dengan pilihan itu, pasti lebih memilih Madrid. Karena klub itu punya banyak uang. Tapi belum tentu juga. Terkadang uang tidak selalu jadi alasan. Di daftar ini kita akan membahas, 9 pemain yang lebih memilih Madrid daripada Barca.
Daftar Isi
Vinicius Jr
Pemain pertama adalah Vinicius Junior. Ia sudah mencuri perhatian klub-klub Eropa sejak bersinar bersama Flamengo saat remaja. Di musim panas 2018, dirinya pun memutuskan untuk bergabung bersama Real Madrid. Meskipun begitu, ia mengaku bahwa Madrid bukanlah klub La Liga satu-satunya yang menginginkan tanda tangannya. Melainkan juga Barcelona.
Vinicius Jr. says Barcelona approached him before Real Madrid did 👀 pic.twitter.com/BWzddfuLOZ
— ESPN FC (@ESPNFC) March 20, 2019
Dikutip dari Daily Mail, Ia mengatakan bahwa dirinya memilih Madrid bukan karena uang. Vini bahkan mengaku kalau dirinya tidak tahu nilai kontrak yang ditawarkan Madrid saat itu. Ia menjelaskan bahwa saat itu ayahnya membawa dua proposal. Satu dari Madrid dan satunya lagi dari Barcelona.
Vini hanya mengikuti kata hatinya saja dan memilih untuk bergabung dengan Los Blancos. Meskipun, tawaran dari Barca sudah datang tiga tahun lebih awal daripada Real Madrid.
Ia pun sama sekali tidak menyesali keputusannya itu. Di Bernabeu, Vini mendapatkan pendampingan dari pemain-pemain terbaik dunia. Alhasil, dari 52 pertandingannya untuk Madrid di musim 2021/22, ia telah mencetak 22 gol dan 20 assist. Di umurnya yang baru 22 tahun ini, Vini punya masa depan cerah menantinya bersama El Real.
Rodrygo
Selanjutnya ada kompratriot Vini, Rodrygo Goes. Ketika Real Madrid membayar uang sebesar 45 juta euro untuk bocah 17 tahun, banyak orang terheran-heran. Tapi ternyata bukan hanya Madrid yang rela merogoh kocek sedalam itu untuk merekrut Rodrygo. Barcelona juga berminat untuk memboyong pemain dari Santos itu.
Rodrygo: “There’s pressure at every club but it’s greater here because it’s the best club in the world. Vinicius has told me what it’s like. He explained he came here at a similar stage. We have to be patient, I’m young and I’ve got my future in front of me”.
— Real Madrid Info ³⁵ (@RMadridInfo) June 18, 2019
Tapi akhirnya ia memilih untuk bergabung dengan los merengues di tahun 2019. Alasan utamanya adalah menurutnya Real Madrid adalah klub terbesar di dunia. Dan ketika Madrid menawarkan kontrak, haram hukumnya untuk menolak tawaran tersebut. Tidak peduli berapapun jumlah uang yang ditawarkan.
“Saya selalu berbicara kepada keluarga saya. Tapi ketika tawaran dari Real Madrid datang, saya tidak berpikir panjang lagi. Real Madrid adalah klub terbesar di dunia, jika ada proposal datang dari Real Madrid dan klub-klub lain, yang harus anda pilih adalah Real Madrid. Tidak peduli berapapun uangnya”
Cristiano Ronaldo
Ya, Barcelona sempat nyaris mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Manchester United. Kita bisa saja melihat Messi dan Ronaldo bermain bersama daripada menjadi rival di La Liga. Ini bermula dari keengganan Sir Alex untuk melihat anak kesayangan itu hengkang dari Old Trafford.
Mengetahui Ronaldo dan Real Madrid sudah sangat dekat mencapai kesepakatan, Fergie menelpon pihak Barcelona. Tentu saja Barca dengan senang hati mau membeli Ronaldo. Fergie memang tidak suka menjual pemainnya ke Madrid. Fergie saat itu sampai berkata “Siapapun kecuali Real Madrid.”
Sir Alex Ferguson wanted to sell Cristiano Ronaldo to Barcelona, not Real Madrid (via @GuillemBalague) 👀https://t.co/f1hYRmubnl pic.twitter.com/TANdtNekbL
— B/R Football (@brfootball) October 14, 2016
Tapi meskipun Barcelona akhirnya memberikan tawaran, keputusan Ronaldo sudah bulat. Real Madrid adalah klub impiannya sejak lama. Ia pun bergabung dengan Los Galacticos di tahun 2009. Menarik untuk dibayangkan, andaikan Ronaldo bergabung ke Barcelona. Maka ketimbang jadi rival yang membuat La Liga tambah seru, ia justru jadi rekan setim Messi.
David Beckham
Satu lagi anak emas Sir Alex, David Beckham. Semua orang sudah tahu kalau Beckham pindah ke Real Madrid karena perseteruannya dengan Fergie. Tapi kalau ia hampir berlabuh di Camp Nou, itu tidak banyak orang yang tahu. Bahkan Beckham sendiri tidak tahu kalau dirinya akan dijual ke Barcelona.
Di tahun 2003, Beckham dirumorkan akan dijual oleh Fergie setelah apa yang terjadi diantara mereka. Waktu itu Beckham sedang berlibur bersama dengan istrinya Victoria. Salah satu temannya menelpon dan memberitahu bahwa sky sport memberitakan MU sudah mencapai kesepakatan dengan Barcelona.
Setelah itu, Beckham langsung menelpon agennya dan berkata “Jika saya harus pergi, maka saya hanya akan pindah ke Madrid.” Sehari kemudian, ia bertemu dengan Florentino Perez dan langsung melakukan persetujuan kontrak.
#OnThisDay pada 2003: David Beckham resmi bergabung dengan Real Madrid ✍️
Salah satu transfer paling ikonik dalam sejarah 💰 pic.twitter.com/n8mIgyjVfr
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) July 2, 2021
Barcelona sendiri sendiri tidak terlalu ambil pusing karena gagal merekrut Beckham. Sebab, mereka akhirnya mendatangkan Ronaldinho. Dan ternyata, Joan Laporta hanya menggunakan berita pembelian David Beckham untuk bahan kampanye nya dalam pemilihan presiden Barcelona pada saat itu.
Mesut Ozil
Setelah Piala Dunia 2010, Mesut Ozil adalah pemain paling diincar klub-klub besar. Dan salah satu yang paling dekat untuk mendapatkan tanda tangannya adalah Barcelona. Tapi Pep membuatnya mengurungkan niat untuk berlabuh ke Camp Nou. Ini disebutkan dalam buku biografinya.
“Sebetulnya saya sempat melakukan kunjungan ke Barcelona. Saya condong bergabung ke Barcelona, sebab tidak ada tim yang memainkan sepak bola seindah mereka. Tapi saat itu Pep tidak mau menemui saya untuk melakukan pembicaraan. Ia bahkan tidak memberi saya pesan dan kabar apapun.”
Özil on failed Barça move: “But [Pep] Guardiola did not attend talks & he did not call me either after. He did not even send a text.” #afc pic.twitter.com/GvrT81HyOr
— afcstuff (@afcstuff) March 2, 2017
Perlakuan dingin dari manajer Barcelona itu membuat minatnya turun. Perlakuan sebaliknya ia dapatkan ketika mengunjungi Madrid. Ia pun setuju untuk memperkuat Los Blancos. Keputusan Ozil tidak salah, ia menjelma jadi raja assist di Bernabeu.
Takefusa Kubo
Takefusa Kubo masih belum membuktikan kelasnya di La Liga. Tapi menjadi pemain Asia yang pernah direkrut Barcelona lalu ke Real Madrid di usia muda, merupakan hal yang impresif. Terlebih lagi, pemain yang pernah dijuluki “Japanese Messi” ini pernah menempuh pendidikan di La Masia.
Tapi setelah dipinjamkan ke klub-klub jepang antara tahun 2015-2019, ia memutuskan untuk pindah ke Real Madrid. Kubo berkata bahwa Real Madrid lebih punya rencana yang jelas terkait pengembangan karirnya daripada Barcelona.
OFFICIAL: Real Madrid loan young midfielder Takefusa Kubo to Villarreal for one season ✍️ pic.twitter.com/H8mDpdzhfo
— B/R Football (@brfootball) August 10, 2020
Namun pada akhirnya ia sulit untuk menembus tim utama El Real. Di tahun 2022, ia akhirnya memutuskan untuk hengkang. Tapi dirinya masih tetap di La Liga untuk memperkuat Real Sociedad.
Sergio Ramos
Siapa sangka Sergio Ramos pernah nyaris bergabung dengan Barcelona? Ramos memang sudah tidak mungkin bergabung dengan Barcelona. Ia sudah kadung jadi wajah di Real Madrid, bahkan setelah ia pindah ke PSG. Tapi Ramos nyaris mendarat ke Camp Nou ketika dirinya masih bermain untuk Sevilla.
Itu pernah dikonfirmasi sebelumnya oleh Toni Frexia, mantan calon presiden Barcelona saat itu. Ia mengatakan ketika Ramos masih berseragam Sevilla, dirinya sempat ditawari untuk ke Barcelona. Tapi Real Madrid lebih dulu mendapatkan tanda tangannya.
📅 On this day, in 2014, Real Madrid beat Atlético Madrid in the Champions League final to win La Décima.
Sergio Ramos had equalised in the 93rd minute before Real ran away with it in extra time thanks to goals from Gareth Bale, Cristiano Ronaldo and Marcelo. pic.twitter.com/6pi1guMqSV
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) May 24, 2022
“Saya berharap Ramos datang ketika dirinya masih di Sevilla. Setahu saya dia pernah ditawarkan ke Barcelona, dan saya akan merekrutnya.”
Xabi Alonso
Selanjutnya ada Xabi Alonso. Ketika karir di Liverpoolnya sudah mendekati akhir di tahun 2009, ia dipertimbangkan untuk dijual oleh Rafael Benitez. Salah satu klub yang paling dekat adalah Barcelona. Pep Guardiola yang masih menangani Barca mengaku tertarik dengan Xabi Alonso dan menganggap bahwa gaya permainannya akan cocok di Camp Nou.
Tapi Sergio Busquets muncul dan itu membuat Xabi Alonso menjadi ragu untuk bergabung dengan Barca. Ia menganggap bahwa Pep akan lebih memainkan Busquets daripada dirinya. Akhirnya ia pun memilih untuk bergabung bersama Real Madrid.
Ternyata keputusan Xabi Alonso adalah keputusan yang tepat. Pep menjadikan Busquets sebagai gelandang jangkar andalannya dan Xabi sendiri bisa menikmati kesuksesan bersama los blancos.
Xabi Alonso on Pep Guardiola. pic.twitter.com/FcKLuNtMTY
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) October 20, 2014
Tapi yang namanya jodoh tidak akan kemana. Xabi Alonso dan Pep Guardiola akhirnya dipertemukan di Bayern Munchen pada tahun 2014. Di situ lah Pep membeberkan cerita soal dirinya yang ingin merekrut Xabi di tahun 2009.
Angel Di Maria
Angel Di Maria dikabarkan pernah menjadi rebutan antara Real Madrid dan Barcelona di tahun 2010. Tidak mengherankan, ia memang salah satu pemain muda yang mencuri perhatian ketika dirinya memperkuat Benfica.
Tapi pada akhirnya ia memilih untuk berlabuh di Santiago Bernabeu setelah ditawari kontrak dengan nilai sekitar 33 juta euro. Sekaligus menjadi pembelian pertama Jose Mourinho di Real Madrid. Ia pun membantu Madrid dalam merengkuh gelar La Liga, Copa Del Rey, dan Liga Champions.
Meskipun begitu, hubungan Di Maria dan Real Madrid jadi asam setelah tahun 2014. Ia pun mengaku bahwa hubungan dirinya dengan Real Madrid sudah usai. Pengakuan itu tentu membuat para fans Madrid geram.
Angel Di María offered himself to Barcelona in May, but the club ruled his signing out due to his age.
— @mundodeportivo pic.twitter.com/1KZXlePGZZ
— Barça Universal (@BarcaUniversal) December 20, 2022
Ditambah ia beberapa kali curi-curi kesempatan untuk bergabung dengan Barcelona. Di Maria berkata bahwa ia tidak keberatan untuk memperkuat Barca. Satu-satunya klub yang tidak akan ia singgahi adalah Newell’s Old Boys, sebab dirinya adalah bekas pemain Rosario Central.
Sumber refensi: Daily, B/R, Managing Madrid, Guardian, As, 90min, Marca, CNN


