Tak Disukai Klub, 10 Pemain Ini Disarankan Segera Angkat Kaki

3 min read

Tidak ada yang mengetahui, bagaimana nasib seorang pemain sepakbola. Meski sempat menjadi andalan di tim yang dibelanya, seiring berjalannya waktu, pemain tersebut mulai temui kendala hingga dicampakkan oleh tim.

Seperti pada deretan pemain berikut ini, mereka yang sempat menjadi andalan, kini menjadi terbuang dan jarang digunakan.

Jesse Lingard

Jesse Lingard sudah mendapat sinyal akan disingkirkan oleh Manchester United. Seperti diketahui, Lingard tak menjadi pilihan utama di MU. Sampai saat ini, dia belum pernah mencicipi satu kesempatan main pun.

Sebetulnya, Lingard sempat menjadi andalan MU dalam beberapa musim, baik ketika MU dilatih Mourinho atau Solskjaer. Namun sejak musim lalu, performa Lingard menunjukkan tren penurunan dan belum kunjung bangkit kembali. Alhasil Solskjaer mulai mencadangkannya di pertandingan-pertandingan yang dijalani MU.

Bahkan, MU pun dikabarkan sudah mencari pengganti sang pemain, dan siap melepasnya jika memang ada klub lain yang berminat.

Xherdan Shaqiri

Xherdan Shaqiri hanya bermain sebanyak 11 pertandingan di seluruh ajang kompetisi bersama The Reds di musim 2019/20 lalu. Waktunya lebih sering digunakan untuk menjadi penghangat bangku cadangan Liverpool.

Padahal, sejak bergabung dengan Liverpool, Shaqiri sempat menjadi andalan dengan gol-gol yang diciptakannya. Dia menjadi bagian dari tim yang berhasil meraih gelar Liga Champions Eropa, Piala Super Eropa, dan Liga Primer Inggris.

Dengan datangnya Jota dari Wolves, keberadaan Shaqiri pun semakin tenggelam. Jika ingin menjaga performa, dirinya disarankan untuk mencari klub lain.

John Stones

John Stones sempat menjadi salah satu pemain termahal dunia ketika diboyong Manchester City dari Everton. Stones langsung mendapatkan tempat utama di lini pertahanan Manchester City. Namun, perannya mulai berkurang musim lalu dan hanya bermain sebanyak 12 kali selama 904 menit.

Namun begitu, Pep Guardiola meragukan masa depannya di Etihad Stadium. Pep Guardiola mengaku, masih ingin bekerja sama dengan John Stones. Namun, dirinya tak mungkin memaksakan kehendak jika sang pemain sudah berkeinginan untuk hengkang. Terlebih, ada beberapa klub Liga Primer, termasuk Arsenal dan Chelsea yang begitu tertarik dapatkan jasanya.

Antonio Rudiger

Antonio Rudiger sudah merasa tidak betah berada di Chelsea, dan ingin segera pindah dari klub asal London tersebut. Seperti diketahui, Chelsea termasuk ke dalam tim yang sangat sibuk pada bursa transfer musim panas lalu. Dengan begitu, mereka berniat mengurangi pemain demi keseimbangan keuangan, dimana salah satunya adalah Antonio Rudiger.

Antonio Rudiger dikabarkan sudah dibiarkan pergi, namun pada bursa transfer lalu ia belum juga mendapat destinasi baru.

Antonio Rudiger sendiri sudah berseragam Chelsea sejak tahun 2017. Dia diboyong dari AS Roma, serta sudah mengemas 115 kali penampilan di seluruh kompetisi dengan sudah menyabet trofi Piala FA dan Liga Europa. Saat ini, dia kalah bersaing dengan Kurt Zouma, Andreas Christensen, dan Fikayo Tomori. Apalagi ada Thiago Silva, bek tengah gaek asal Brasil yang didatangkan Chelsea secara cuma-cuma setelah kontraknya habis dari PSG.

Olivier Giroud

Sejak tahun lalu sudah ada banyak gosip mengenai masa depan Giroud. Setelah ia tidak menjadi striker utama Chelsea di era Frank Lampard.

Situasi Giroud semakin sulit setelah Chelsea mendatangkan Timo Werner di musim panas kemarin. Sehingga ia diberitakan ingin cabut dari Stamford Bridge. Giroud pun mengaku ingin segera pindah dari London.

Namun begitu, ia juga menyadari kalau untuk saat ini ia masih ingin berkarir di level tertinggi. Namun ia mengakui ingin tutup karir di MLS.

Kontrak Giroud di Chelsea akan berakhir dalam waktu dekat ini. Ia akan meninggalkan Stamford Bridge sebagai free agent di tahun 2021 mendatang.

Christian Eriksen

Gelandang Inter Milan, Christian Eriksen, mengakui semakin tidak sabar berada di Inter karena kurangnya menit bermain. Eriksen pindah dari Tottenham Hotspur pada Januari 2020 lalu dan mencatatkan 28 kali pertandingan sejauh ini, serta hanya tiga kali tampil penuh di semua kompetisi.

Atas situasi yang dialaminya itu, Eriksen mulai menyampaikan pesan kepada pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Ia tak betah terus-terusan duduk di bangku cadangan. Ia pun tak ingin duduk kursi tersebut selama satu musim.

Eriksen mengungkapkan duduk di bangku cadangan tak pernah menyenangkan dan pemain cenderung kurang sabar seiring bertambahnya pengalaman. Eriksen memiliki ekspektasi besar bersama Inter, yaitu memberikan perbedaan kepada tim, namun itu tak terjadi.

Sergio Romero

Nasib Sergio Romero di Manchester United semakin tidak jelas. Pasalnya, upaya untuk meninggalkan The Red Devils terus mengalami kegagalan.

Seperti yang telah dikabarkan, usaha Romero untuk bergabung dengan klub Major League Soccer, Inter Miami gagal terwujud. Dengan begitu, penjaga gawang asal Argentina harus bertahan hingga setidaknya Januari mendatang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dia baru bisa pergi ketika kontraknya berakhir pada 30 Juni 2021.

Di MU, Romero sendiri bukanlah pilihan utama. Sejak didatangkan dari Sampdoria pada 2015, dia hanya dijadikan pelapis David De Gea.

Donny Van de Beek

Setelah jarang mendapat kesempatan, banyak yang mengatakan kalau Donny Van de Beek salah memilih klub.

Sebelumnya, Van de Beek didatangkan The Red Devils dari Ajax dengan banderol 39 juta euro. Akan tetapi, Van de Beek belum berhasil menembus skuat The Red Devils secara konsisten. Sebelumnya, manajer Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, sudah membeberkan alasan tak kunjung memainkan Van de Beek. Menurut Solskjaer, saat ini Van de Beek belum siap tampil sebagai starter karena masih menjalani masa adaptasi.

Dengan pernyataan tersebut, dirinya pun diminta untuk segera mencari klub baru, tanpa memikirkan iming-iming gaji besar.

Luka Jovic

Luka Jovic, sampai saat ini belum juga temui titik cerah di tim ibukota.

Pemain asal Serbia itu sebelumnya didatangkan Real Madrid dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer mencapai 60 juta euro atau sekitar 953 milyar. Kehadirannya pun diharapkan bisa mempertajam barisan lini depan.

Tapi, pada musim pertamanya bermain untuk raksasa Liga Spanyol. Ia gagal membuktikan kelasnya sebagai seorang striker yang tajam. Di mana, ia masih kesulitan untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya.

Dirinya bahkan sudah mendapat persetujuan dari Zidane untuk angkat kaki dari Bernabeu.

Momen ini pun menjadi kesempatan baginya untuk segera angkat kaki, mengingat masih ada beberapa klub Eropa yang tertarik dapatkan jasanya.

Mesut Ozil

Ozil tercatat sama sekali tak pernah dimainkan oleh pelatih Mikel Arteta sejak kompetisi kembali bergulir usai sempat berhenti akibat lockdown.

Meski bisa hengkang pada jendela transfer musim panas kemarin, Ozil memilih bertahan di Arsenal, di mana ia menjadi pemain dengan gaji tertinggi, yakni 350 ribu poundsterling per pekan.

Dirinya bahkan tidak dimasukkan ke dalam skuad Liga Primer Inggris Arsenal. Hal itu sudah sangat jelas, bahwa klub menginginkannya pergi. Situasinya disana sudah tak sehat, dan hengkang menjadi langkah yang paling ideal.

Namun entah mengapa, Ozil tampak sabar dan masih ingin membuktikan bahwa ia layak untuk dipertahankan.

Pemain Yang Berhasil Temui Kesuksesan Berkat Diasuh Pep Guardiola

Pep Guardiola menjadi salah satu pelatih terbaik dalam sepuluh tahun terakhir. Kontribusinya bagi tim-tim yang dibesutnya sudah sangat terasa. Mulai dari FC Barcelona, FC...
startingeleven
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *