Bagi beberapa klub sepak bola, pergantian kepemilikan bisa mendatangkan berkah. Namun, bagi sebagian klub lainnya, berganti kepemilikan bisa mendatangkan bencana.
Seperti itulah kiranya kondisi Chelsea saat ini. Pasca dijual Roman Abramovich dan kemudian dibeli oleh Todd Boehly, The Blues dirundung rentetan masalah.
Todd Boehly Datang, Chelsea Ditinggal Pergi Figur-Figur Krusial
Kepergian Roman Abramovich dari pucuk pimpinan Chelsea membuat banyak figur krusial The Blues ikut pergi. Salah satunya, Piet de Visser. Penasihat pribadi Roman Abramovich itu juga ikut angkat kaki dari Stamford Bridge.
Piet de Visser adalah seorang pemandu bakat legendaris yang dulu menemukan dan membawa Ronaldo Nazario, Ruud van Nistelrooy, hingga Jefferson Farfan ke PSV. Dialah yang jadi pembisik transfer Roman Abramovich dalam mendatangkan banyak pemain bintang ke Chelsea. Arjen Robben, Kevin de Bruyne, David Luiz, Romelu Lukaku, dan Eden Hazard adalah beberapa contoh di antaranya.
Selain Piet de Visser, Chairman Bruce Buck, Direktur Marina Granovskia dan Penasihat Teknis Petr Cech seluruhnya juga ikut pergi meninggalkan kursi jabatannya di Chelsea. Ketiga sosok tersebut adalah negosiator ulung yang banyak mengurusi keperluan The Blues di balik layar, termasuk melakukan negosiasi transfer pemain.
It really is a new dawn at @ChelseaFC, and new owners Todd Boehly and Clearlake Capital are making strong announcements of that! Over the last week alone, (from R-L) Chairman Bruce Buck, Director Marina Granovskia and Technical Advisor Petr Cech have all left! #NBSportUpdates pic.twitter.com/OEBKH8gE46
— Desire Derekford Mugumisa (@DMugumisa) June 27, 2022
Kepergian beberapa figur krusial itulah yang kemudian membuat The Blues beberapa kali ditikung di bursa transfer musim panas kemarin. Tak adanya sosok pembisik transfer dan negosiator yang ulung membuat beberapa incaran Chelsea di awal kepemilikan Todd Boehly lepas.
Jules Kounde, Raphinha, hingga Matthijs de Ligt adalah beberapa nama yang gagal Todd Boehly daratkan ke Stamford Bridge. Belakangan, masalah transfer ini pula yang jadi salah satu sebab dipecatnya Thomas Tuchel dari kursi pelatih.
❌ Jules Kounde
❌ Raphinha
❌ Nathan Ake
❌ Matthijs De Ligt
❌ Serge Gnabry
❌ Presnel Kimpembe“I cannot guarantee we will be ready in two weeks,” – Thomas Tuchel.
This transfer period has not been kind on Chelsea.#PL #OptusSport pic.twitter.com/1uXf900EkQ
— Optus Sport (@OptusSport) July 26, 2022
Meski Todd Boehly mengaku kalau keputusannya memecat Tuchel didasari karena perbedaan visi, tetapi belakangan terungkap kalau hubungan keduanya memang buruk.
Boehly dan Tuchel terlibat perselisihan mengenai pemain mana yang harus mereka datangkan. Kontroversi terbesar datang dari penolakan Tuchel yang menentang keinginan pemilik baru Chelsea itu untuk mengontrak Cristiano Ronaldo.
Memang sudah seharusnya urusan kebijakan transfer diserahkan kepada ahlinya, bukan malah dimakan sendiri oleh Todd Boehly yang minim pengalaman. Di bawah komando Todd Boehly yang turun langsung ke bursa transfer pemain, Chelsea seperti terlihat hanya menghabiskan banyak uang saja. Ego dan nafsu sang pemilik terbukti merugikan The Blues yang berulang kali ditikung di bursa transfer pemain.
Di momen inilah Chelsea membutuhkan seorang sporting director yang punya power dan keahlian khusus untuk mengurus perihal transfer pemain. Pasca menunjuk Graham Potter sebagai suksesor Thomas Tuchel, Todd Boehly sendiri sudah langsung bergerak cepat untuk mencari direktur olahraga.
Sejatinya, sejak terakhir kali Roman Abramovich berkuasa di Stamford Bridge, Chelsea secara struktural tak memiliki sporting director. Namun, jabatan krusial tersebut diemban langsung oleh direktur Marina Granovskaia.
Di bawah kendali Marina Granovskaia, kebijakan transfer The Blues begitu terarah dan terukur, baik secara teknis maupun non teknis. Dia dan jajarannya juga terkenal andal dalam bernegosiasi. Maka dari itu, kosongnya jabatan tersebut jelas sangat merugikan bagi Chelsea.
Sayangnya, upaya The Blues dan Todd Boehly mencari sporting director baru sangat tidak mudah dan berliku. Bahkan, seperti yang terjadi di lantai bursa pemain, Chelsea beberapa kali mendapat penolakan.
Ditolak Incarannya, Chelsea Kesulitan dalam Berburu Sporting Director
Baru-baru ini, Chelsea melakukan upaya yang begitu intens untuk mendatangkan Christoph Freund ke Stamford Bridge. Todd Boehly bakal untung besar bila sukses menggaet Freund dari Red Bull Salzburg.
Christoph Freund, the new man for Chelsea project 🔵 #CFC
⭐️ Haaland, Mané, Upamecano, Naby Keita among his best deals;
📊 More than €500m profit with player trading with RB Salzburg;
🤝 Meeting with Boehly for Šesko: how it started…
📲🚨 More: https://t.co/j5HrF2yss4 pic.twitter.com/UqdASIgUXg
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) September 19, 2022
Pria Austria berusia 45 tahun itu telah menjabat sebagai sporting director Red Bull Salzburg sejak 2015 silam. Naby Keita, Sadio Mane, Dayot Upamecano, dan Erling Haaland adalah beberapa pemain yang sukses Freund datangkan untuk kemudian dijual untung ke tim lain.
Selama dipegang Freund, Salzburg berhasil meraup keuntungan lebih dari 500 juta euro hanya dari perdagangan pemain. Freund jelas figur tepat untuk proyek besar Todd Boehly di Chelsea.
Singkat cerita, Chelsea tingal selangkah lagi mendapat jasa Christoph Freund. Graham Potter juga dilaporkan sudah cocok dan sejutu untuk bekerja sama dengannya.
Sayangnya, kesepatakan yang sudah dicapai antara Chelsea dan Freund dibatalkan langsung oleh Red Bull Group. RB Salzburg mengkonfirmasi bahwa mereka telah memutuskan untuk mempertahankan Christoph Freund dari jabatannya.
Official. RB Salzburg confirm they’ve decided to keep Christoph Freund at the club and he will not join Chelsea. 🚨🔵 #CFC
The agreement reached on contract between Freund and Chelsea last Sunday has been cancelled as Red Bull Group will keep the director. pic.twitter.com/bo5h8ntWfl
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) September 20, 2022
Ini bukanlah kali pertama Chelsea gagal menggaet incaran mereka. Pada pertengahan Agustus lalu, mantan sporting director Liverpool, Michael Edwards dengan tegas menolak tawaran Todd Boehly karena masih ingin rehat dari dunia olahraga.
Penolakan dari Michael Edwards dan Christoph Freund hanya dalam dua bulan terakhir menunjukkan kalau mencari pengganti Marina Granovskaia jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Bantuan dari Graham Potter dan jajarannya juga tak serta merta membuat pekerjaan Todd Boehly lebih mudah.
Tantangan lain dari Todd Boehly dan Chelsea saat ini adalah sedikitnya kandidat sporting director hebat yang tengah menganggur. Selain harus merogoh koceknya untuk membayar biaya kompensasi, Boehly harus jeli dalam bernegosiasi.
Kini, Chelsea dilaporkan telah memiliki kandidat baru untuk mengisi jabatan sporting director. The Blues dilaporkan telah mengalihkan incarannya dan tengah mengadakan pembicaraan untuk menggaet direktur olahraga Bayer Leverkusen, Tim Steidten.
Pria berusia 43 tahun itu sebenarnya baru saja menjadi direktur olahraga Leverkusen di musim panas lalu. Namun, sama seperti Christoph Freund, Tim Steidten juga punya pendakatan khusus menggunakan data untuk menemukan pemain incarannya. Inilah yang jadi daya tarik dari Tim Steidten.
Chelsea have held positive initial talks with Bayer Leverkusen Sporting Director Tim Steidten. It’s understood that Kyle Macauley has made a strong impression already on staff at Chelsea and the new sporting director will work with him. (@JacobSteinberg) #CFC pic.twitter.com/sHYM7cfoQP
— Pys (@CFCPys) September 27, 2022
Selain itu, mengutip dari The Guardian, Chelsea juga tengah dikaitkan dengan Paul Mitchell dari AS Monaco, Andrea Berta dari Atlético Madrid, Victor Orta dari Leeds United, dan mantan bek Barcelona dan Paris Saint-Germain Maxwell sebagai kandidat lain untuk mengisi jabatan sporting director.
Sementara itu, mengutip dari DailyMail, kandidat lain yang dirumorkan masuk dalam radar Chelsea adalah Monchi dari Sevilla dan Sebastian Kehl dari Borussia Dortmund. Mantan dirtek FA Les Reed, mantan direktur olahraga Dortmund Michael Zorc, dan mantan direktur olahraga Ajax Marc Overmars juga disebut jadi kandidat lain yang dipertimbangkan.
Todd Boehly mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk menunjuk seorang mantan pemain Chelsea untuk masuk dalam jajaran manajemennya. Sudah banyak tim yang meraih sukses pasca dipimpin langsung oleh legenda mereka. AC Milan misalnya yang menjadikan Paolo Maldini sebagai direktur teknis.
Cara tersebut sebenarnya sudah dilakukan Chelsea di era Roman Abramovich dengan menjadikan Petr Cech sebagai penasihat teknis. Namun, sejak ditinggal Cech, posisi tersebut juga masih kosong.
Siapa pun yang nantinya akan datang ke Stamford Bridge, mereka bakal bekerja sama dengan analis rekrutmen Graham Potter, Kyle Macaulay dalam menentukan arah kebijakan transfer The Blues.
Sepenting Apa Sporting Director untuk Chelsea?
Banyaknya kandidat yang dirumorkan menunjukkan betapa sulitnya Chelsea mencari figur yang mau untuk mengisi jabatan sporting director. Chelsea juga dikejar oleh waktu, sebab Todd Boehly ingin agar jabatan tersebut terisi sebelum Piala Dunia 2022 dimulai agar tak mengganggu aktivitas transfer The Blues di bursa transfer Januari tahun depan.
Meski sulit, upaya yang dilakukan Chelsea saat ini sepadan dengan apa yang mereka butuhkan di awal era baru mereka bersama Todd Boehly. Sporting director bukanlah sekadar perantara yang bertugas untuk menjembatani keinginan pelatih dan pemilik klub. Tugas sporting director juga bukan sekadar meyakinkan pemain untuk mau menandatangani kontrak.
Seorang sporting director juga harus memiliki hubungan yang baik dengan seluruh staff. Ia juga punya tugas untuk memperkerjakan kepala departemen klub dan memastikan seluruh logistik pemain terpenuhi.
Selain bertanggung jawab di pasar bursa tranfer pemain, sporting director juga punya tugas untuk mengembangkan dan memelihara jaringan scouting pemain, mengepalai kepala pemandu bakat, serta merancang dan mengawasi filosofi bermain yang diterapkan di tim utama maupun akademi.
Bayangkan jika semua pekerjaan tersebut diemban seluruhnya oleh Todd Boehly yang belum berpengalaman di sepak bola Eropa. Membiarkan Todd Boehly untuk mengambil alih semua kendali tersebut jelas merupakan sebuah tindakan yang salah.
Kondisi ini tak boleh terus berlarut-larut. Selain bisa mengganggu kinerja Graham Potter, tak adanya sosok yang bisa mengisi jabatan sporting director bisa berakibat fatal. Jika jabatan tersebut masih kosong, sangat mungkin pemain incaran Chelsea di bursa transfer mendatang akan kembali mudah ditikung tim lain, seperti apa yang sudah mereka rasakan di bursa transfer musim panas kemarin.
https://youtu.be/Be7bKgbcK0I
***
Referensi: The Sun, Si, Talksport, The Guardian, Express, DailyMail.


