Dalam beberapa hari terakhir, jagad sepakbola dikejutkan dengan banyak sekali hal yang menyita perhatian. Salah satunya adalah kepergian Antonio Conte, tepat setelah dia berhasil memberikan trofi scudetto buat Inter Milan.
From the bottom of our hearts: Thank you #AntonioConte.
🖤💙#FCIM #Nerazzurri #Suning #Scudetto #IMInter #ImScudetto #SerieA #SerieATIM pic.twitter.com/bUTLpppdIm
— SempreInter (@SempreIntercom) May 26, 2021
Melansir dari bbc, pelatih asal Italia itu putuskan pergi setelah hanya bertahan selama dua tahun, meski sejatinya Conte masih punya sisa kontrak satu tahun lagi. Dalam sebuah pernyataan, Inter sangat berterima kasih kepada Conte atas kerja luar biasanya selama ini. Lebih lanjut, manajemen Inter mengatakan bila perpisahan ini didasari atas keputusan bersama.
Daftar Isi
Membawa Inter Meraih Gelar Juara
Perpisahan ini jelas menjadi sesuatu hal yang sangat tidak diduga-duga. Betapa tidak, Conte menjadi aktor utama dibalik keberhasilan Inter dalam memutus dominasi Juventus selama sembilan tahun lamanya. Seperti diketahui, dia tiba di Meazza pada tahun 2019. Di musim perdananya, Conte berhasil membawa Inter duduk di peringkat kedua klasemen akhir Serie A, sekaligus menempatkan Inter di partai final Liga Europa. Pada musim perdananya di kompetisi Serie A, Inter bahkan hanya tertinggal satu poin saja dari pesaing terdekat, Juventus.
SEVILLA ARE THE KINGS OF EUROPA LEAGUE. THEY RUN THAT COMPETITION. THEY DEFEAT INTER MILAN 3-2 IN THE FINAL. 👑🇪🇸 pic.twitter.com/goiXnzw7Ju
— FutbolBible (@FutbolBible) August 21, 2020
Hal itu seolah sudah menjadi indikasi bahwa Inter memang harus mempertahankan Conte untuk bisa memberi sesuatu yang lebih.
Benar saja, pada musim keduanya, dia berhasil membawa Inter meraih gelar juara setelah dalam sepuluh tahun lamanya klub tersebut sama sekali tak pernah naik ke panggung tertinggi. Inter berhasil mengklaim gelar juara ke 19 mereka sepanjang sejarah. Bahkan, Inter sudah memastikan gelar juara meski kompetisi Serie A masih menyisakan empat pertandingan.
Lebih dari itu, mereka sukses kumpulkan 91 poin, dimana itu menjadi yang tertinggi kedua sepanjang sejarah klub. Seperti yang kita tahu, raihan poin pada musim 2020/21 hanya kalah dari musim 2006/07, ketika Inter mampu meraih gelar juara dengan raihan 97 poin.
Antonio Conte leaves Inter Milan days after lifting the Scudetto:
https://t.co/vD6t6oFRhG#Scudetto #InterMilan pic.twitter.com/ZdxE0IuGAe— Boombuzz Kenya (@BoombuzzKE) May 26, 2021
Namun akhirnya, apa yang telah diberikan Conte hanya tinggal kenangan. Dia pergi dengan sejumlah alasan yang mendasari. Melalui instagram pribadinya, Conte lantas menyampaikan salam perpisahannya kepada seluruh penggemar. Dia mengaku senang bisa bergabung dengan Inter. Lebih dari itu, dia juga bahagia, karena misinya untuk mengembalikan kejayaan Inter di kompetisi Serie A berhasil.
Dalam situasi sulit, dia lalu menyampaikan permintaan maaf sekaligus rasa terima kasihnya kepada para penggemar. Sebagai penutup, dia akan selalu ingat momen ketika mengangkat trofi scudetto di stadio Giuseppe Meazza.
Alasan Conte Tinggalkan Inter
Menjadi kabar yang sangat mengejutkan banyak pihak, apa yang kemudian membuat Conte memilih pergi tinggalkan Inter?
Dalam hal ini, krisis finansial menjadi alasan utama mengapa Conte akhirnya memilih untuk tinggalkan Inter. Diberitakan bahwa Suning Group yang menjadi pemilik Inter tengah mengalami krisis keuangan. Sebagaimana diketahui, klub binaan mereka yang tampil di kompetisi Liga Super China, Jiangsu Suning, juga dinyatakan bangkrut meski baru beberapa bulan meraih gelar juara.
Meski awalnya Inter dikabarkan tidak akan terkena imbas dari permasalahan tersebut, nyatanya kini mereka harus menghadapi kenyataan bahwa memang klub sedang diambang ketidakpastian.
Masalah keuangan Inter juga menjadi jelas setelah mereka memutuskan untuk bergabung dengan Liga Super Eropa, meski pada akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya beberapa saat kemudian. Di masa pandemi ini, menurut republic world, Inter diyakini memiliki hutang senilai lebih dari 500 juta euro dan dituntut untuk aktif mencari investor baru.
Menurut surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport seperti dilansir dari republic world, Inter lalu memutuskan untuk berpisah dengan Antonio Conte karena mereka perlu memangkas biaya operasional di tengah pandemi virus corona. Surat kabar tersebut mengklaim bila Inter ingin memangkas biaya gaji sebesar 15 sampai 20%. Hal tersebut diberlakukan kepada sejumlah pemain termasuk pelatih Antonio Conte.
Antonio Conte’s future at Inter Milan is in doubt, with the club in financial difficulties. He could leave within 48 hours and if he does leave, Real Madrid will be interested.
(Source: AS/Gazzetta dello Sport) pic.twitter.com/BgX7Eu9Fbp
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) May 26, 2021
Awalnya, Conte menyatakan rasa keberatannya akan keputusan tersebut. Namun dia memutuskan bertahan dan rela gajinya dipotong menjadi 7 juta euro per tahun atau setara 121 miliar rupiah di musim terakhir kontraknya.
Akan tetapi, ada hal yang sangat membuat Antonio Conte terusik, yaitu pemotongan gaji yang juga diberlakukan kepada para pemain andalannya. Conte secara tegas menyatakan bahwa ada delapan nama yang tidak boleh disentuh, termasuk pemain pilar seperti Milan Skriniar, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.
😤 | GAME FACES
🇧🇪 Romelu #Lukaku
🇮🇹 Alessandro #Bastoni
🇸🇰 Milan #Skriniar
🇮🇹 Matteo #Darmian #CrotoneInter #FORZAINTER ⚫️🔵 pic.twitter.com/TvTXOEJWCm— Inter 🏆🇮🇹 (@Inter_en) May 1, 2021
Namun ternyata hal tersebut tidak disetujui klub. Pemotongan gaji akan tetap dilakukan kepada para pemain. Yang lebih membuat Conte merasa tidak sejalan dengan keputusan Inter selanjutnya adalah, mereka justru berpotensi menjual sejumlah pemain andalan demi bisa mendapatkan uang yang jumlahnya sekitar 80 juta euro atau setara 1,3 triliun rupiah dalam waktu dekat untuk menutup kebutuhan tertentu.
Sejatinya, segala hal yang telah disiapkan klub itu murni karena alasan mereka ingin menyelamatkan neraca keuangan tim. Selain itu, klub juga sudah menyatakan bahwa meski mereka akan menjual sejumlah pemain pilarnya, tim berjuluk I Nerazzurri berjanji akan fokus pada pengembangan talenta muda. Namun hal tersebut malah membuat Conte tidak senang meski dia tidak benar-benar menentang proyek tersebut.
The season is over and #Inter coach Antonio Conte will reportedly meet with President Steven Zhang and the directors already today. https://t.co/QFi30kssoH#FCIM #SerieA #Nerazzurri #Conte #SerieATIM #UCL #Zhang pic.twitter.com/ClXsYCKvXT
— footballitalia (@footballitalia) May 24, 2021
Conte, yang sebelumnya telah melakukan diskusi dengan klub melalui pembicaraan yang cukup keras, mengatakan bahwa dia justru ingin klub memberikan dana segar baginya untuk membeli pemain anyar. Meski dia sudah cukup puas dengan kekuatan Inter sejauh ini, menurutnya, untuk bisa berjaya di level Eropa dibutuhkan sejumlah pemain lagi yang memang punya kualitas jempolan.
Karena alasan itulah, kedua belah pihak tidak mendapatkan kata sepakat yang tepat. Setelah Conte memutuskan untuk pergi meninggalkan Inter, ketua klub, Steven Zhang, langsung mengeluarkan pernyataan bahwa La Beneamata sudah tidak bekerjasama lagi dengan Conte, yang sejatinya telah memberikan gelar prestige kepada Inter Milan.
Pemain Andalan Bisa Mengikuti Jejak Conte
Setelah kabar ini berhembus sampai ke telinga pemain, banyak yang menyebut kalau Conte akan membawa serta beberapa anak asuhnya di klub barunya nanti. Meski hal ini akan sangat membuat para penggemar marah, tidak bisa dipungkiri bila memang ada beberapa pilar Inter yang berhasil temukan kembali kejayaan ketika berada dibawah asuhan Conte.
Salah satu pemain yang sangat menyesalkan kepergian Conte adalah Romelu Lukaku. Bintang asal Belgia itu benar-benar berterima kasih kepada Conte yang telah memberinya kepercayaan hingga bisa temukan kembali daya magisnya. Disisi lain, dia juga kecewa atas kepergian sang pelatih dan menganggap bahwa tidak ingin hal semacam ini terjadi.
🎙@FabrizioRomano on @podcastherewego: “Inter Milan will try to keep the best players, they want to keep Lukaku 🇧🇪, Lautaro 🇦🇷, Hakimi 🇲🇦 and the players are happy to stay. But if Conte 🇮🇹 leaves it’s gonna be different.” #Inter #UCL pic.twitter.com/uMiIAj9C6w
— RouteOneFootball (@Route1futbol) May 26, 2021
Melalui salam perpisahan yang terbilang menyentuh dari Lukaku, bukan tak mungkin bila beberapa pemain lain termasuk eks Chelsea tersebut, akan bergabung dengan petualangan Conte selanjutnya.
Siapa Pengganti Conte di Inter Milan?
Setelah Conte resmi pergi dan otomatis kursi kepelatihan klub kosong, langsung muncul nama yang berpotensi menjadi suksesor sang manajer. Maurizio Sarri, Paulo Fonseca, dan Sergio Conceicao sempat disebut menjadi pengganti Conte.
OFFICIAL: Lazio announce that manager Simone Inzaghi is leaving the club.
He’s expected to join Italian champions Inter, who parted ways with Antonio Conte on Wednesday ⚫️🔵 pic.twitter.com/dCXB1jSrEh
— B/R Football (@brfootball) May 27, 2021
Namun setelah beberapa waktu, jurnalis ternama asal Italia, Fabrizio Romano, telah mengkonfirmasi bahwa Simone Inzaghi yang putuskan mundur dari Lazio, ditunjuk sebagai allenatore anyar Inter Milan. Dilaporkan, Inzaghi yang sudah berbicara dengan manajemen klub Lazio maupun Inter, berencana tinggal di kota Milan dalam dua musim kedepan.
Sumber referensi: Sky Sport, republic world, BBC, Bolanet


