Menjelang bergulirnya EURO 2020, para pemain dari negara-negara yang lolos ke ajang paling bergengsi di Eropa itu berlomba-lomba untuk tampil impresif. Ada pula yang berpacu dengan waktu untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Semua itu dilakukan demi mendapat panggilan tim nasional untuk EURO 2020.
Sayangnya, meski sudah berjuang hingga pertandingan terakhir musim ini, punggawa Spanyol di Real Madrid tak satupun yang memikat pelatih timnas Spanyol, Luis Enrique. Secara mengejutkan, entrenador 51 tahun itu tak membawa satupun pemain Madrid ke ajang EURO 2020.
Former Barcelona manager Luis Enrique becomes the first Spain manager to name a squad for a major tournament with no Real Madrid players 😅 pic.twitter.com/gblcQrTKEe
— ESPN FC (@ESPNFC) May 24, 2021
Keputusan paling kontroversial dari Enrique tentu saja dicoretnya Sergio Ramos dalam skuad La Furia Roja. Padahal, Ramos adalah kapten tim sekaligus pemegang rekor penampilan internasional terbanyak dengan 180 caps. Tak ayal, keputusan Enrique itu memunculkan dugaan: Apakah Luis Enrique anti Real Madrid?
Pertanyaan tersebut wajar dilontarkan mengingat status Enrique yang pernah membawa Barcelona meraih treble winners pada 2015 silam. Namun, apa alasan sesungguhnya dari Luis Enrique mencoret semua pemain Madrid dari daftar skuad timnas Spanyol di EURO 2020?
Daftar Isi
Cedera dan Tampil Buruk Jadi Alasan Enrique Tinggalkan Pemain Madrid
Penampilan buruk di musim ini adalah alasan utama Enrique tak menyertakan pemain Madrid dalam skuad pilihannya. Selain itu pemain Madrid juga lebih banyak berkutat dengan cedera ketimbang tampil prima di musim ini. Itu juga yang jadi alasan utama Enrique tak membawa Sergio Ramos. Musim ini, Ramos lebih banyak masuk meja operasi dan hanya mencatat 7 penampilan bersama Real Madrid di tahun 2021.
“Ramos tidak mampu bersaing di musim ini, dia belum bisa berlatih dengan tim ini. Saya meneleponnya tadi malam, itu sungguh sulit. Tentu, saya melihat ini adalah keputusan yang rumit. Saya merekomendasikan bahwa dia harus jadi egois agar dia mendapatkan kembali levelnya untuk bermain di klubnya dan di timnas,” kata Enrique dikutip dari Goal.
BREAKING: Sergio Ramos has been left out of Spain’s squad for Euro 2020 🤯 pic.twitter.com/MHQ4ihj1mD
— ESPN FC (@ESPNFC) May 24, 2021
Terakait hal itu, Ramos telah membuat pernyataan resmi melalui instagram pribadinya. Ia mengaku ikhlas dan mendoakan yang terbaik bagi Spanyol di Piala Eropa nanti.
“Sungguh menyakitkan tidak mewakili negara Anda, tetapi Anda harus jujur dan tulus. Saya berharap yang terbaik untuk semua rekan tim saya dan saya berharap kami memiliki Piala Euro yang hebat. Saya akan bersorak dari rumah.” tulis Sergio Ramos di instagram pribadinya.
Ramos bukan satu-satunya punggawa Madrid yang dicoret. Sejak menjadi pelatih La Furia Roja usai gelaran Piala Dunia 2018, Ia juga beberapa kali memanggil Dani Carvajal, Marco Asensio, dan Isco. Lalu mengapa pemain-pemain ini tak dipanggil?
Masalah Dani Carvajal mirip dengan Sergio Ramos. Bek kanan itu menderita beragam cedera sepanjang musim ini. Terbaru, Carvajal mengalami cedera otot sejak awal Mei lalu. Imbasnya, ia hanya bermain 13 kali bersama Madrid di La Liga musim ini.
Real Madrid are ready to part ways with Marco Asensio this summer, if a good offer arrives. [https://t.co/mqlQ0XtZkK] pic.twitter.com/dy2TZYr0mg
— cricketsoccer (@cricketsoccer) May 26, 2021
Sementara bagi Marco Asensio, winger kanan itu sejatinya sedang tidak cedera. Namun, Asensio yang mencatat 35 penampilan di La Liga musim ini, hanya mampu mencetak 5 gol dan 2 asis. Bisa dibilang bahwa performanya memang tengah menurun.
Lain halnya dengan Isco yang sudah lama tak dipanggil Enrique. Terakhir kali Isco berseragam La Furia Roja terjadi di tahun 2019. Lagipula, musim ini Isco hanya tampil 8 kali sebagai starter. Setali tiga uang, Nacho Fernandez dan Lucas Vazquez yang tampil di Piala Dunia 2018 bahkan sudah tak pernah mendapat panggilan sejak era Luis Enrique.
The disrespect Luis Enrique showed Nacho is unforgivable
Nacho Fernandez had a stellar season he deserved a called up to the Spanish National Team #Injustice #Spain #EURO2020 pic.twitter.com/RzRmdnMjKv
— Juan Ramón Uriarte (@JRUG_17) May 24, 2021
Dengan berbagai alasan dan pertimbangan tadi, maka keputusan Enrique untuk tak memanggil satupun pemain Real Madrid sangat bisa dipahami. Lagipula, sangat riskan baginya membawa pemain asal-asalan untuk ajang sekelas EURO. Lalu, bagaimana wajah skuad timnas Spanyol pilihan Luis Enrique untuk ajang EURO 2020? Berikut daftar lengkapnya.
Daftar Lengkap Skuad Spanyol di EURO 2020
Not one single Real Madrid player has been included in Luis Enrique’s Spain squad for Euro 2020 🇪🇸 pic.twitter.com/R2f5dLHSiY
— FootballJOE (@FootballJOE) May 24, 2021
Kiper
Di posisi kiper, Luis Enrique memilih David De Gea (Manchester United), Unai Simon (Athletic Bilbao), dan Robert Sanchez (Brighton & Hove Albion). Dari nama-nama tadi, masuknya kiper Brighton, Robert Sanchez jadi kejutan. Kiper 23 tahun itu bermain 27 kali dan mencatat 10 clean sheets di Premier League. Tampil di EURO 2020 menjadi debutnya bersama timnas Spanyol.
Brighton have more players in Spain’s Euro 2020 squad than Real Madrid 😳
Goalkeeper Robert Sanchez was selected ahead of Kepa. pic.twitter.com/6aTrQyQ1r6
— ESPN UK (@ESPNUK) May 24, 2021
Masuknya Sanchez sekaligus menggeser poisisi Kepa Arrizabalaga dari jatah kiper La Furia Roja di Piala Eropa tahun ini. Bersama De Gea, Sanchez sepertinya bakal jadi pelapis kiper Athletic Bilbao, Unai Simon. Pasalanya, di tahun 2021 ini, Unai Simon selalu jadi pilihan pertama.
🚨OFICIAL | Unai Simón es CONVOCADO por Luis Enrique para la EUROCOPA. Se queda FUERA Iñigo Martínez. pic.twitter.com/f23U1SXJiD
— Bilbosport TB (@BilbosportTB) May 24, 2021
Bek
Untuk mengawal lini pertahanan, Luis Enrique memanggil 7 bek. Mereka adalah Aymeric Laporte, Eric Garcia (Manchester City), Pau Torres (Villareal), Diego Llorente (Leeds United), Cesar Azpilicueta (Chelsea), Jose Gaya (Valencia), dan Jordi Alba (Barcelona).
Gelandang
Sementara di posisi gelandang, tak banyak kejutan diberikan oleh Luis Enrique. Sebanyak 7 pemain dipanggil untuk mengisi lini tengah. Mereka adalah Sergio Busquets, Pedri (Barcelona), Marcos Llorente, Koke (Atletico Madrid), Rodri (Manchester City), Thiago Alcantara (Liverpool), dan Fabian Ruiz (Napoli).
Spain’s captain for the Euros.
SERGIO BUSQUETS pic.twitter.com/Dek5UMTqEC— Aalam Bains 🎗 (@AalamBainsFCB) May 24, 2021
Dengan absennya Sergio Ramos, secara otomatis ban kapten jatuh ke lengan Sergio Busquets. Gelandang 32 tahun itu telah tampil 122 laga sejak debut di tahun 2009. Sebagai wakilnya, Luis Enrique menunjuk Koke. Kapten tim Atletico Madrid itu juga cukup berpengalaman dan pernah tampil di Piala Dunia 2014 dan 2018.
A player that rarely gets enough credit: Koke.
One of the only players remaining from Atletico’s miracle La Liga 13/14 win. He rejected moves to Barcelona and other giants to stay with his boyhood club.
Now? He gets to lift La Liga as a captain. A legend of La Liga and Atleti. pic.twitter.com/fq0PKrDIIt
— EiF (@EiFSoccer) May 22, 2021
Penyerang
Luis Enrique juga memanggil 7 nama untuk mengisi sektor penyerang. Striker tajam Gerard Moreno sepertinya bakal jadi ujung tombak. Pasalnya, ia jadi pemain Spanyol dengan total gol tertinggi di La Liga musim ini dengan torehan 23 gol. Moreno bakal bersaing dengan bomber Juventus, Alvaro Morata yang juga kembali dipanggil Enrique.
🇪🇸 LaLiga – 2⃣3⃣
🇪🇺 Europa League – 7⃣🟡 Gerard Moreno scores Villarreal goal number 𝙩𝙝𝙞𝙧𝙩𝙮 for the season to put the Yellow Submarine ahead in Gdansk#UELfinal pic.twitter.com/zaDYinr6RX
— WhoScored.com (@WhoScored) May 26, 2021
Sayap kanan jadi posisi yang paling ramai diperebutkan. Di posisi tersebut, ada 3 pemain yang bersaing. Mereka adalah Pablo Sarabia (PSG), Ferran Torres (Manchester City), dan Adama Traore (Wolverhampton).
Masuknya Adama Traore jadi kejutan lain yang dibuat Enrique. Sebab, penampilan pemain yang nyaris membela timnas Mali itu dinilai menurun bersama Wolverhampton. Adama hanya mencetak 2 gol dan 3 asis dalam 37 laga. Namun, kecepatan lari yang luar biasa dari Adama akan sangat berguna bagi Spanyol.
No player in Europe’s top five leagues has completed more successful dribbles than Adama Traore 💪 pic.twitter.com/HqqR1mnKOF
— ESPN FC (@ESPNFC) May 21, 2021
Di sayap kiri, Dani Olmo dari RB Leipzig difavortikan mengisi posisi tersebut. Olmo selalu jadi pilihan Enrique sepanjang tahun 2021 ini. Namun, ia bakal dapat saingan sulit dari penyerang tajam Real Sociedad, Mikel Oyarzabal yang sudah mengemas 11 gol dan 8 asis musim ini.
Dani Olmo is going to play #EURO2020 with Spain 🇪🇸🔥🙌⏳
VAMOS 👏🏼⚽️ @daniolmo7 #FIRS1 #Convocation pic.twitter.com/379EvBPMmP
— FIRS1 (@FIRS1_Sports) May 24, 2021
Dengan pilihan pemain-pemain tadi, Luis Enrique punya banyak opsi di lini serang. Sejauh ini, Enrique banyak memakai formasi 4-3-3 atau 4-1-4-1. Hal itu tak lepas dari kekayaan lini tengah dan pemain sayap yang dimiliki Spanyol.
OFFICIAL: Spain have announced their squad for the 2020 European Championship. 🇪🇸#EURO2020 pic.twitter.com/YWsEwOJZyy
— Squawka News (@SquawkaNews) May 24, 2021
Lalu, dengan rataan usia 26,5 tahun, siapa saja yang bakal jadi pemain kunci Luis Enrique di EURO 2020?
Masuk sebagai pengganti Sergio Ramos, Aymeric Laporte jelas jadi andalan baru di lini belakang. Pemain keturunan Basque dan kelahiran Prancis itu baru saja memilih untuk membela Spanyol setelah tak pernah dipanggil timnas senior Prancis. Masuknya Laporte sempat memunculkan tuduhan bahwa dirinya adalah penyebab Ramos didepak Enrique.
OFFICIAL: Defender Aymeric Laporte is named in Spain’s squad for the Euros—his first call-up after switching nationality from France 🇪🇸 pic.twitter.com/Z5PT0c9NQm
— B/R Football (@brfootball) May 24, 2021
Pasalnya, Luis Enrique dikabarkan turun langsung untuk melobi Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) untuk mengizinkan Laporte membela La Furia Roja. Namun, dalam sesi konferensi pers, dirinya membantah tuduhan negatif itu dan mengklaim bahwa keputusannya murni karena performa sang pemain.
“Dia (Laporte) adalah pemain level atas, dia adalah penguat yang hebat untuk tim. Saya ingin Anda tidak menghubungkan ketidakberadaan Ramos dengan pemain lain. Ada kemungkinan Ramos bisa pulih sebelum kompetisi dimulai, tapi menurut saya itu sulit,” tutur Luis Enrique dikutip dari indosport.com.
Punggawa Manchester City lainnya, Rodri juga bakal jadi pemain kunci yang diandalkan. Musim ini ia tampil impresif dan membantu The Citizens juara Liga Premier. Rodri adalah gelandang solid yang mampu memainkan peran playmaker.
This is our City! This is our trophy!! 🏆🏆 So proud of this outstanding team! 💙 #PremierLeague #ManCity pic.twitter.com/4MZbffyYp2
— Ferran Torres (@FerranTorres20) May 23, 2021
Di lini depan, selain Gerard Moreno, sosok Ferran Torres dipastikan jadi tumpuan Luis Enrique. Ferran Torres sepertinya jadi favorit Enrique. Pemain 21 tahun itu pernah mencetak hattrick dalam kemenangan 6-0 atas Jerman, November tahun lalu. Selain itu, Ferran Torres mampu memainkan berbagai posisi di lini serang, mulai dari gelandang serang, pemain sayap di kedua sisi, hingga striker.
Risiko Luis Enrique yang Hanya Membawa 24 Pemain
Sayangnya, Luis Enrique mengambil risiko besar dalam EURO 2020. Bukan soal tidak membawa pemain Madrid. Namun, Enrique tak memaksimalkan kuota pemain di EURO 2020. Total, ia hanya membawa 24 pemain dari total 26 pemain yang diizinkan.
Padahal, UEFA menambah kuota pemain sebagai antisipasi bila terjadi kasus penularan virus di dalam tim peserta. Lagipula, akibat dari keputusan kontroversial itu, ada beberapa pemain Spanyol yang sebetulnya tampil apik musim ini, tetapi luput dari panggilan.
Dari skuad juara Atletico Madrid misalnya. Nama Mario Hermoso tak dipanggil Enrique. Padahal, bek tengah 26 tahun itu tampil solid musim ini dengan 261 pressing, 47 blok, 34 intersep dan mencetak 1 gol serta 1 asis dalam 37 laga. Namun, Enrique justru lebih memilih Eric Garcia yang baru tampil 6 kali di Liga Primer musim ini.
Luis Enrique t’as intérêt à sélectionner Mario Hermoso ! 🇪🇸🏆 pic.twitter.com/7CbYhtHZWQ
— CHAMPION D’ESPAGNE 🏆🇫🇷 (@AtletiFrancia) May 22, 2021
Selain Hermoso, nama Jesus Navas juga hilang dalam daftar. Meski sudah berusia 35 tahun, Navas yang bertransformasi menjadi bek kanan sejak kembali ke Sevilla baru saja terpilih dalam daftar La Liga Team of the Season. Menjadi kontroversi juga kala Enrique hanya membawa satu bek kanan murni, yakni Cesar Azpilicueta.
Hilangnya nama Iago Aspas juga jadi sorotan. Striker 33 tahun itu telah mencetak 14 gol dan menjadi top asis La Liga musim ini dengan 13 asis. Sepertinya, Luis Enrique lebih memilih mempercayakan La Furia Roja di kaki pemain-pemain muda.
Los grandes olvidados de la @SeFutbol:
– Iago Aspas
– Sergio Canales
– Jesús Navas
– Nacho Fernández
– Mario Hermoso
– Sergio RamosLuis Enrique se permite el lujo de llevar a 24 futbolistas, en lugar de 26. Y no creo que España vaya sobrada de efectivos para esta Eurocopa. pic.twitter.com/rfqSmKG12d
— Alberto Estévez Ingelmo (@albertoestevezi) May 24, 2021
Buktinya, hanya ada 2 pemain tersisa dari skuad juara EURO 2012, yakni Sergio Busquets dan Jordi Alba. Spanyol memang sedang berbenah. Meski menjuarai EURO 2008, EURO 2012, dan Piala Dunia 2010, pencapaian La Furia Roja di 2 turnamen akbar terakhir tidak cukup bagus.
Spanyol terhenti di babak 16 besar EURO 2016 dan Piala Dunia 2018. Meski sempat meraih kemenangan 6-0 atas Jerman, dalam 11 laga terakhir, mereka cuma menang 5 kali. Spanyol memang bukan favorit di EURO 2020 dan skuad mereka bukan lagi generasi emas yang memenangi Piala Dunia dan Piala Eropa. Namun, Spanyol tetaplah Spanyol dengan bakat dan talenta yang tak bisa disepelekan.
Di EURO 2020 nanti, Spanyol tergabung di Grup E bersama Swedia, Polandia, dan Slovakia. La Furia Roja akan memulai turnamen di tanggal 14 Juni nanti. Jadi, mampukah skuad Luis Enrique melangkah jauh di EURO 2020?
***
Sumber Referensi: FourFourTwo, Squawka, Kompas,Goal, Indosport


