Sombong Duluan! Klopp Sesumbar Ulangi Final Istanbul Malah Keok Lawan Madrid

spot_img

Real Madrid resmi melaju ke babak perempat final Liga Champions. Anak asuh Ancelotti sukses mengalahkan Liverpool di leg kedua ini dengan skor 1-0. Real Madrid memang tidak perlu tampil sempurna di laga ini. Mengingat mereka sudah melakukan segala kerja keras untuk menang 5-2 di leg pertama.

Tapi tetap saja Liverpool tidak bisa menembus pertahanan los blancos. The Reds tampil tidak berdaya di Bernabeu padahal mereka membutuhkan tiga gol hanya untuk memaksa laga dilanjutkan ke extra time. Justru Madrid yang lebih punya banyak peluang.

Sampai akhirnya di menit ke-78 Benzema mencetak gol ke gawang Alisson. Sekaligus memupuskan harapan Liverpool untuk bernostalgia di final Istanbul. Sang juara bertahan Champions bisa melaju ke perempat final. Sementara Liverpool kini hanya tersisa perebutan empat besar Liga Inggris.

Liverpool Tak Mampu Melawan

Menuju pertandingan ini, Liverpool harusnya sadar kalau mereka menghadapi misi comeback mustahil. Mengembalikan defisit tiga gol harus jadi prioritas utama Jurgen Klopp. Apalagi sejarah mengatakan kalau Liverpool tidak pernah bisa mengalahkan Madrid sejak tahun 2009. Untuk itu, lini depan yang tajam harusnya jadi senjata utama Liverpool di pertandingan ini. Tapi mereka malah melakukan yang sebaliknya.

Memasang Mohamed Salah, Coady Gakpo, Darwin Nunez, dan Diogo Jota sekaligus dalam starting eleven, tidak diragukan kalau Klopp memang ingin menyerang dengan kekuatan penuh. Tapi timnya tidak punya naluri mencetak gol di sepertiga lapangan akhir.

Di babak pertama, Liverpool punya beberapa peluang untuk membangun serangan. Tapi masalah lini depan kembali jadi persoalan. Tendangan-tendangan yang dilayangkan tidak ada yang bisa masuk ke gawang. Kehilangan banyak kesempatan membuat ritme permainan sulit ditemukan.

Kemudian bisa dilihat semangat dan kepercayaan diri the reds menurun drastis di babak kedua. Di 30 menit terakhir permainan sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Carlo Ancelotti. Sampai Akhirnya Benzema bisa mencetak gol di menit ke-78.

Tapi bukan hanya lini serang yang kurang tajam dari Liverpool. Jika Klopp ingin mengambil pelajaran dari kekalahan ini maka ia bisa melihat bagaimana pentingnya lini tengah yang kuat. Seperti yang dimiliki Madrid saat ini, lini tengah yang kokoh mampu membantu pertahanan dan serangan secara bersamaan.

Memang bukan perkara yang mudah untuk mengalahkan Toni Kroos dan Luka Modric tengah lapangan. Tapi Liverpool hanya punya Milner dan Fabinho untuk menantang mereka di laga itu. Tentu saja ini bagaikan pertarungan pistol lawan belati.

Karma Sesumbar?

Mempertajam penyerangan dan memperkuat lini tengah adalah pelajaran yang bisa Klopp ambil dari laga ini. Tapi ada juga pelajaran lainnya yang harus Klopp sadari. Yaitu jangan terlalu jumawa dan sesumbar di awal.

Musim kemarin, Liverpool berhasil melaju sampai final Champions League. Di laga itu, sayangnya the reds harus kalah dari Madrid dengan skor 1-0. Setelah pertandingan, Klopp memberikan tanggapannya dengan berkata:

“Saya memiliki firasat untuk datang lagi di tahun depan. Kami punya tim yang luar biasa dan di tahun depan akan tetap diisi skuad yang luar biasa. Tahun depan dimana? Istanbul? Pesan sekarang hotelnya!” Ungkap Klopp dikutip dari Talksport.

Itu tentu dianggap sebagai komentar yang arogan dari Klopp. Perkataan Klopp itu merupakan ungkapan yang tidak memiliki dasar dan hanya berlandaskan pada rasa sakit hati dan kesombongan semata. Sebab saat itu Liverpool jadi tim unggulan di Champions League. Dengan jadi finalis di tahun 2018, kemudian juara di tahun 2019, dan kembali menjadi finalis di tahun 2022.

Final tahun ini memang diselenggarakan di stadion Ataturk, Istanbul, Turki. Itu adalah stadion yang sama dengan ketika Liverpool juara di tahun 2005. Mereka mengalahkan AC Milan dengan sangat heroik sehingga pertandingan final itu diingat sampai sekarang dengan sebutan “Miracle of Istanbul” atau keajaiban di Istanbul.

Tapi meskipun sudah koar-koar untuk bernostalgia di Istanbul, dan Klopp sudah terlanjur terlalu pede bisa ke final lagi tahun ini, mereka malah keok tak berkutik. Yang lebih menyakitkan adalah mereka kalah melawan musuh familiar, Real Madrid. Real Madrid selalu jadi mimpi buruk di Champions League. Dan sepertinya butuh waktu lama untuk Liverpool bisa membalaskan dendamnya.

Siapa Berani Tantang Madrid?

Faktanya Real Madrid memang terlalu kuat di Liga Champions. Meskipun di kompetisi domestik mereka tampil loyo, tapi di Liga Champions pasukan Ancelotti seperti tim yang berbeda. Mereka seperti belum menemukan penantang yang pantas di Champions League musim ini.

Los Merengues adalah veteran-nya Liga Champions. Sudah terbukti di leg pertama, kala itu anak asuh Ancelotti tertinggal 2-0 hanya dalam waktu 14 menit. Tapi dengan mudahnya mereka masih bisa tenang dan membalikan keadaan sampai skor berubah jadi 5-2 di akhir laga. Dan itu kembali dilakukan oleh Ancelotti di laga ini.

Liverpool sebenarnya tampil cukup bagus di awal pertandingan ini. Mereka punya cukup banyak peluang untuk memperkecil agregat. Tapi apa tanggapan dari Madrid? Mereka tetap tenang dan berusaha sedikit demi sedikit merebut kendali permainan. Madrid punya pemain sayap kiri yang secepat kilat bisa masuk ke jantung pertahanan.

Jika Liverpool bisa mendapatkan bola dan berusaha untuk membangun serangan, maka lini tengah sudah siap menghadang. Dengan kerjasama Toni Kroos, Luka Modric, dan Eduardo Camavinga mampu memberikan masterclass di tengah lapangan.

Madrid bisa bermain sesuka mereka tanpa kehilangan kendali permainan. Itulah kehebatan Madrid saat ini. Jadi, kembali ke pertanyaan penting. Dengan kemampuan Madrid yang begitu hebatnya, siapa yang bisa jadi penantang di turnamen ini?

Sulit untuk menjawab hal itu. Masih ada Bayern Munchen yang dengan gaya serupa, menghempaskan perlawanan PSG. Atau Chelsea dan Man City yang punya misi balas dendam yang masih segar kepada los blancos.

Yang menarik adalah, apabila Madrid bertemu dengan Napoli. Tim kota Naples itu jadi tim kuda hitam yang kebangitannya tidak diduga semua orang musim ini. Dan sama seperti Madrid, Napoli masih belum memiliki penantang yang sepadan di kompetisi ini. Bisa dibayangkan serunya kalau Osimhen dan Kvaratskhelia bisa mengobrak abrik pertahanan Madrid. Dan juga reuni Ancelotti di kota Naples, dimana ia pernah menjadi pelatih Napoli.

Siapa Saja yang Lolos?

Tapi sebelum itu, akan dilakukan undian untuk babak perempat final. Selesai sudah pertarungan babak 16 besar. Menghasilkan 8 tim yang sudah dipastikan melaju ke babak selanjutnya. Mereka adalah AC Milan, Bayern Munchen, Benfica, Chelsea, Inter Milan, Manchester City, Real Madrid, dan Napoli.

Di babak selanjutnya, dua tim yang sudah bertarung di fase grup bisa dipertemukan kembali. Juga tim yang berasal dari negara yang sama sudah bisa menghadapi satu sama lain. Negara yang paling banyak menyumbang kontestan di babak ini adalah Italia.

Tiga wakil dari Serie A lolos ke babak perempat final. Ini terakhir kali terjadi di musim 2005/06. Sedangkan untuk Napoli, ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah mereka bisa tembus perempat final. Undian babak perempat final akan dilakukan pada tanggal 17 Maret waktu setempat.

Sumber referensi: Sporting, Athletic, Athletic 2, Talksport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru