Liverpool Bantai Man United! Catatan Penting Pembantaian 7-0 di Anfield

spot_img

Liverpool mengingatkan Manchester United bahwa mereka masih bisa jadi mimpi buruk mereka di Premier League. Pembantaian Ini jadi tamparan bagi setan merah yang meraih hasil positif di pertandingan-pertandingan sebelumnya. United terlalu jumawa dengan rangkaian kemenangan yang mereka dapatkan dan trofi Carabao yang mereka menangkan. Sampai lupa kalau Liverpool masih jadi ancaman.

Bertandang ke stadion kebanggaan Anfield setan merah dicambuk tanpa ampun dengan tujuh gol tanpa balas. Dua gol masing-masing dari Coady Gakpo, Darwin Nunez, dan Mohamed Salah, ditambah gol penutup dari Bobby Firmino akan jadi mimpi buruk Erik Ten Hag tiap malam. Catatan penting apa saja yang bisa didapatkan dari pembantaian tersebut?

Rekor Liverpool

Pertama adalah rekor membanggakan bagi Liverpool. Ini menjadi kemenangan terbesar mereka melawan United di semua kompetisi. Sebelumnya, Liverpool tidak pernah bisa mengalahkan Manchester United dengan selisih tujuh gol. Rekor kemenangan terbesar merseyside lawan United sebelumnya adalah 7-1 di tahun 1895. Ini tentu jadi sejarah manis untuk Jurgen Klopp.

Liverpool juga diam-diam menyimpan catatan mengerikan. Anak asuh Jurgen Klopp tidak pernah kalah dari Manchester United jika bermain di Anfield. Kekalahan terakhir mereka adalah di tahun 2016. Sejak saat itu, the kop tidak pernah kalah ketika menjamu United di rumahnya. Dengan rincian hasil empat kali menang dan tiga kali kalah.

Sedangkan untuk lawan mereka, rekor buruk harus tertulis dalam buku catatan Ten Hag. Ini jadi kekalahan terburuk mereka di semua kompetisi. Setan merah tidak pernah dipermalukan dengan cara kebobolan tujuh kali oleh tim manapun di kompetisi apapun sejak tahun 1930.

Liverpool juga terbukti masih jadi lawan yang paling berat bagi red devils. Dibandingkan tim manapun, merseyside merah jadi lawan yang paling sering mengalahkan mereka di Premier League. Total mereka sudah dikalahkan 19 kali oleh rival abadinya itu. Juga United telah kebobolan 21 gol dalam lima laga terakhir melawan Liverpool.

Ten Hag Murka

Manajer United, Erik Ten Hag tentu murka dengan hasil yang mereka dapatkan ini. Manajer asal Belanda itu berpendapat kalau anak asuhnya tidak bermain secara profesional. Meskipun ia juga masih menganggap kalau timnya bermain lebih baik di babak pertama.

“Ini tidak profesional. Saya belum pernah melihat bentuk seperti ini dalam tim saya. Saya rasa ini bukan kami. Ini merupakan performa yang sangat buruk. Saya berbicara soal babak kedua tentunya. Karena di babak pertama kami bermain cukup bagus.” Ucapnya dikutip dari the Athletic.

Mu menang bermain cukup baik di babak pertama. Atau setidaknya sampai Coady Gakpo mencetak gol di menit ke-43. Kemudian tidak lebih dari dua menit di babak kedua, Gakpo kembali cetak gol dan setelah itu United bermain sangat berantakan.

Sependapat dengan Ten Hag, Jurgen Klopp berpikir kalau anak asuhnya tidak bermain sesuai rencana di babak pertama. Tapi Klopp senang dengan hasil ini. Tentu saja, sebab anak asuhnya bermain dengan sangat fantastis.

“Kami memainkan permainan yang baik melawan tim yang sedang dalam performa baik. Di babak pertama, sempat tidak sesuai harapan kami. Mereka sedikit melangkah lebih depan daripada kita. Tapi kemudian kami yang mencetak gol pertama. Di babak kedua semua berjalan dengan baik. Tidak bisa berkata-kata. Ini adalah pertandingan yang spektakuler.”

Salah Catat Rekor

Liverpool memang memainkan permainan yang sangat memukau, dan Salah adalah bintangnya. Ia jadi landasan utama Liverpool bisa membantai United. Ia mendominasi keseluruhan permainan dan membuat Uinted runtuh.

Sebelum pertandingan dimulai, pemain Mesir itu punya kesempatan untuk menyamai rekor gol Robbie Fowler. Semua orang mengira kalau ia hanya akan menyamakan rekor itu. Tapi dua golnya membuat Salah melampaui rekor legenda the kop itu.

Robbie Fowler sudah seperti orang yang disembah di Anfield. Ia memiliki catatan 128 gol di tingkat domestik untuk the reds. Kini, Mo Salah telah mengoleksi 129 gol yang menjadikannya sudah melampaui julukan “King” di Anfield. Dia juga sudah punya 12 gol, yang mana terbanyak dari siapapun dalam sejarah duel ini.

Salah mengaku senang dengan apa yang ia capai di pertandingan ini. Meskipun begitu, ia tetap mewanti-wanti Liverpool untuk tetap rendah hati. Sebab, dirinya merasa Liverpool sedang berada di tempat yang tidak baik musim ini.

“Ini sangat istimewa. Sejak musim pertama, saya selalu mengejar rekor itu. Kami hanya perlu tetap rendah hati dan terus memenangkan pertandingan karena saat ini kami tidak berada di posisi yang kami inginkan.”

Gakpo Unjuk Gigi

Selain Salah, Gakpo juga bersinar terang di laga ini. Sang pembelian anyar Liverpool seakan memberikan pembuktian kalau harga yang ditebus Klopp tidak kemahalan. Itu juga jadi pukulan tambahan mengingat Gakpo adalah incaran MU di bursa transfer kemarin.

Gakpo menampilkan penampilan yang telah ditunggu-tunggu publik Anfield selama ini. Gol pertamanya adalah pergerakan khas Gakpo yang sering ia tunjukan di PSV. Dan gol keduanya di awal babak kedua juga membantu Liverpool kembali mendapatkan momentum.

Apresiasi juga layak didapatkan oleh Andy Robertson. Ia memberikan assist di laga itu yang merupakan assist ke-55nya. Membuat catatan assistnya jadi lebih unggul dari Eden Hazard, Ozi, dan Juan Mata. Ini juga jadi assist ke-9nya musim ini. Hanya Kevin De Bruyne yang punya assist lebih banyak darinya.

MU Masih Terlena Kemenangan Carabao

Untuk United sendiri, bisa jadi mereka masih merasa terlena dengan rentetan kemenangan yang didapatkan di pertandingan sebelumnya. Apalagi setelah menjuarai Carabao Cup beberapa hari lalu.

Erik Ten Hag tidak terlalu memberikan perubahan di starting line-up final Carabao Cup. Tapi timnya tidak bisa bermain seperti di final Wembley lawan Newcastle itu. Alejandro Garnacho dan McTominay dimasukan setelah setengah jam berjalan. Tapi tidak ada dampak selain kartu kuning yang didapatkan McTominay.

Sederhananya, mereka tidak seperti pemain-pemain yang menang di final Carabao Cup tujuh hari lalu. Hasil ini membuat harapan untuk memuncaki klasemen yang sebelumnya sudah tipis, malah jadi mati.

Mungkin United harus belajar dari Liverpool. Mereka dibantai 5-2 oleh Madrid di Anfield. Tapi itu malah jadi motivasi. Tujuh gol yang tercipta di laga lawan Madrid itu dibalaskan kembali di laga ini. Bedanya, kali ini tujuh gol itu semuanya dicetak oleh Liverpool.

Sumber referensi: Mirror, Sky, Athletic 1, Athletic 2, Athletic 3

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru