Skandal Terbesar yang Pernah Terjadi di Serie A

spot_img

Klub papan atas Serie A, Juventus tengah menghadapi masalah pelik. Susah payah merembet ke papan atas, Si Nyonya Tua justru tergelincir ke posisi kesepuluh, meski tanpa mengalami 4-7 kekalahan beruntun. Juventus harus disanksi pengurangan 15 poin.

Meski ketika konten ini diproduksi, Juventus sudah merangkak lagi ke posisi sembilan. Federasi sepak bola Italia, FIGC memutuskan sanksi itu setelah mencurigai adanya keanehan laporan keuangan dari pihak klub. Juventus diduga telah memalsukan laporan keuangan yang berkaitan dengan aktivitas transfer mereka.

Well, kasus ini menambah daftar panjang skandal yang ada di Serie A. Selain kasus tersebut, berikut ini adalah skandal yang pernah terjadi di Serie A. Ada yang masih ingat?

Kasus Doping 1990-an

Sepanjang sejarahnya, Liga Italia atau Serie A pernah terkenal dengan kasus doping. Sekitar tahun 1990-an, kasus doping di kompetisi Negeri Pizza tersebut mengemuka. Beberapa pemain, termasuk dua pemain Juventus, Gianluca Vialli dan Alessandro Del Piero pernah dituduh menggunakan doping.

Kasus doping ini bahkan makin menguar ketika Juventus menjuarai Liga Champions 1996. Kala itu, Juventus yang berhasil mengalahkan Ajax melalui adu penalti di final, dituding menggunakan doping. Tudingan itu muncul dari pernyataan seorang pelatih Zdenek Zeman.

Mantan manajer Ajax, David Endt juga meyakini hal yang sama beberapa tahun setelah itu. Lewat perkataannya, Zeman mendorong agar Juventus diselidiki. Juventus juga diduga memiliki semacam rumah sakit kecil untuk melakukan hal itu.

Penyelidikan pun dimulai. Tempat latihan Juventus digerebek. 281 jenis obat-obatan ditemukan. Namun, penyelidik menyimpulkan obat-obatan itu legal sesuai aturan saat itu. Tapi tetap saja, klub dibawa ke meja hijau tahun 2002. Kepala eksekutif kala itu, Antonio Giraudo dan direktur olahraga Luciano Moggi terseret.

Namun, seorang nama muncul sebagai pelaku utama. Ia adalah Riccardo Agricola, dokter tim. Singkat cerita, pada tahun 2004, Agricola akhirnya mendekam di penjara. Ia mendapat hukuman 22 bulan kurungan dan denda 2 ribu euro (Rp32 juta) lantaran memasok pemain Juventus dengan obat peningkat kinerja dengan jumlah yang banyak.

Gol Hantu Muntari Gagalkan AC Milan Scudetto

Sungguh nahas nasib AC Milan. Rossoneri bisa saja meraih scudetto musim 2011/12 jika gol pemainnya ke gawang Juventus, Sulley Muntari tidak dianulir oleh wasit. Awalnya, tampak sangat meyakinkan. Milan masih berada dalam misi untuk mempertahankan gelarnya.

Sampai pula ketika menghadapi Juventus. Musim itu, Bianconeri dan Rossoneri tengah bersaing di puncak klasemen. Pertarungan sengit pun muncul ketika keduanya bertemu pada pekan ke-25 di San Siro. Kejadian dramatis menghiasi laga itu.

Pemain asal Ghana, Sulley Muntari berhasil membobol gawang Gianluigi Buffon melalui sundulannya untuk membawa timnya unggul lebih dulu. Namun, wasit yang memimpin laga, Paolo Tagliavento tak menganggap itu sebagai gol, walaupun sudah melewati garis gawang.

Kala itu teknologi garis gawang belum dipakai. Hakim garis yang bertugas saat itu, Roberto Romagnoli juga tidak menganggap itu gol. Laga pun berakhir imbang 1-1. Milan gagal meraih kemenangan dan di ujung musim, Juventus yang mengangkat trofi.

Imbasnya Milan tidak hanya gagal scudetto. Tapi mereka kekurangan finansial yang akhirnya bikin pemain seperti Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva dijual ke PSG. Mereka juga gagal mendatangkan Carlos Tevez yang justru menyeberang ke Juventus.

Pengaturan Skor 2011/12

Selain soal doping, Serie A juga akrab dengan pengaturan skor. Salah satunya pada musim 2011/12 yang menimpa klub yang baru promosi, Atalanta. Kasus pengaturan skor itu disinyalir sudah terjadi sejak Atalanta berada di Serie B. Pemain Atalanta terlibat dalam kasus ini.

Gelandang Atalanta yang juga bermain di Timnas Italia, Cristiano Doni dan mantan bek Piacenza, Carlo Gervasoni juga dikabarkan terlibat dalam kasus pengaturan skor itu. Kedua pemain diduga melibatkan diri dalam pertaruhan ilegal dan pengaturan pertandingan di Serie A.

Kasus ini pun bikin La Dea harus disanksi pengurangan 6 poin. Sementara Doni diskors selama tiga setengah tahun. Meski sebelumnya, Doni tak pernah mengakui kesalahannya.

Polisi juga menangkap setidaknya 16 orang lainnya yang juga terlibat dalam perjudian ilegal. Tidak hanya pemain Atalanta, setelah diselidiki, kasus ini juga menyeret nama-nama beken lainnya seperti Antonio Conte, Leonardo Bonucci, Domenico Criscito, dan Stefano Mauri.

Para pelaku juga diduga berafiliasi dengan kelompok kriminal dari Singapura dan Eropa Timur. Kasus ini sempat mengguncang publik Italia kala itu. Hal yang sama juga ternyata pernah terjadi pada tahun 2010 yang melibatkan klub Chievo.

Penalti Ronaldo

Pendukung Inter pernah mendapat kenangan pahit di Serie A. Pada perebutan gelar scudetto musim 1997/98, Inter harus bertamu ke markas Juventus pada 26 April 1998. Laga itu kemudian diingat sebagai salah satu laga yang penuh dengan hal-hal kontroversial.

Pada laga itu, Inter sejatinya bisa mendapat hadiah penalti ketika pemain mereka, Ronaldo Nazario dilanggar Mark Iuliano di dalam kotak terlarang. Namun, wasit yang memimpin saat itu, Piero Ceccarini sama sekali tidak menghadiahkan penalti untuk La Beneamata.

Padahal jika itu dianggap penalti, Inter bisa saja menyamakan kedudukan. Sebab, Juve di laga itu sudah unggul lebih dulu di pertengahan babak pertama berkat gol Del Piero. Keputusan itu menjadi kontroversial karena setelah tidak memberikan penalti pada Inter, sang wasit justru memberikan hadiah penalti pada Juventus.

Del Piero dilanggar oleh pemain Inter, Taribo West di dalam kotak penalti. Pelanggarannya tidak separah yang dilakukan Iuliano pada Ronaldo. Tapi wasit memberi Juventus penalti. Namun, untung saja, kiper Inter kala itu, Gianluca Pagliuca berhasil menggagalkan penalti Del Piero.

Skor berakhir 1-0. Inter kalah dan Juventus di akhir musim berhasil menyabet scudetto. Pelatih Inter kala itu, Luigi Simoni mengatakan bahwa timnya adalah korban konspirasi. Tuduhan itu didasari karena Juve juga terlibat dalam kasus Calciopoli yang fenomenal.

Namun, wasit Ceccarini yang tidak memberi penalti pada Inter bersikeras mengatakan keputusannya itu tepat. Bahkan beberapa tahun setelahnya, Ceccarini mengaku, bahwa jikapun sudah memakai VAR, keputusannya tetap tepat. Karena menurutnya, VAR sudah pasti akan mendukung keputusannya.

Calciopoli 2006

Ya, benar sekali. Kasus Calciopoli tahun 2006 menjadi salah satu skandal terbesar di Serie A. Bahkan boleh jadi terbesar di dunia sepak bola. Kasus ini melibatkan klub raksasa Italia, Juventus. Desas-desus sudah dimulai pada dua tahun sebelumnya.

Federasi sepak bola Italia, FIGC melakukan penyelidikan terhadap La Vecchia Signora. Dalam proses penyelidikan diduga ada 20 pertandingan Juventus yang dianggap mencurigakan karena terindikasi terjadi patgulipat dengan wasit.

Kasus Calciopoli menyeret nama-nama besar, termasuk direktur Juventus, Luciano Moggi yang mengambil peran penting dalam kasus ini. Karena kasus ini, Juventus pun langsung dihukum degradasi.

Moggi dilarang berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup. Gelar juara Juventus musim 2004/05 dan 2005/06 juga dicabut. Si Nyonya Tua juga tak berhak tampil di Liga Champions. Selain Bianconeri, kasus ini juga menyeret empat klub lainnya: Reggina, Lazio, AC Milan, dan Fiorentina.

Itulah tadi skandal besar yang pernah terjadi di Serie A. Sebagaimana di negara berkembang, orang-orang di Italia dan klubnya juga bisa nakal, termasuk mengelabui kebijakan.

Namun, karena ketegasan dari pihak federasi menegakkan aturan, maka kasus-kasus yang muncul hampir selalu tuntas. Selain itu, kendati diselimuti skandal besar, Timnas Italia masih bisa juara Piala Dunia. Sangat jauh berbeda dengan negara berkembang penghasil rempah-rempah.

Sumber: ESPN, PunditFeed, 90Min, TheGuardian, AlJazeera, BR, ForzaItalianFootball, FootballCritic

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru