Aneh! Gara-Gara Hal Sepele Pemain Ini Didenda Miliaran Rupiah

spot_img

Sepakbola tak bisa lepas dari hal-hal yang berbau materi. Dari harga, gaji, hingga denda pun menjadi intrik-intrik di dalam olahraga paling populer di dunia ini. Khusus denda, ada banyak jenis dalam sepakbola. Mulai dari hal-hal teknis macam terkena kartu hingga hal-hal sepele seperti terlambat datang ke tempat latihan.

Namun sebagai pesepakbola profesional, mereka harus mengikuti peraturan yang ada. Sekecil apa pun masalahnya jika itu mengharuskan mereka untuk mengeluarkan uang dari kantongnya sendiri, ya mau nggak mau harus dilakukan. Toh uang masih bisa dicari.

Namun, sepakbola juga menyimpan sisi unik bin aneh terkait denda yang diberikan kepada seorang pemain. Bahkan beberapa denda aneh yang pernah diberikan, mungkin tidak pernah terpikirkan oleh football lovers. Kira-kira apa aja denda paling aneh yang pernah terjadi di sepakbola?

Cristiano Ronaldo

Denda aneh yang pertama dialami oleh Cristiano Ronaldo. Saat masih menjadi pemain Manchester United, FA menjatuhkan hukuman berupa denda dan larangan bermain kepada Cristiano Ronaldo November 2022 lalu. Hukuman itu diberikan kepada Ronaldo akibat membanting handphone fans Everton.

Tepatnya pada April 2022 ketika Manchester United bertandang ke markas Everton dalam laga Liga Inggris musim 2021/22. Di laga tersebut Setan Merah kalah dengan skor 1-0. Pasukan Ralf Rangnick menyerah berkat gol tunggal Anthony Gordon. 

Kekalahan itu pun tampaknya cukup mempengaruhi mood Cristiano. Ketika sang pemain berjalan menuju ruang ganti, ada fans Everton yang ingin mengajak foto Ronaldo. Namun karena sedang kesal, Ronaldo pun membanting HP tersebut. Setelah itu, FA pun berusaha menyelidiki kasus ini.

Beberapa bulan setelah penyidikan, Ronaldo akhirnya dihukum skorsing dua pertandingan dan denda 50 ribu poundsterling atau setara dengan Rp931 juta. Sanksi ini jugalah yang membuat debut CR7 di Al-Nassr tertunda.

Jadon Sancho

Tak hanya Ronaldo, bintang muda Manchester United, yakni Jadon Sancho juga pernah didenda karena melakukan hal sepele. Kita ketahui, pesepakbola bukan hanya sekadar atlet, tapi juga publik figur yang memperhatikan penampilannya. Begitupun Sancho yang gemar memangkas rambutnya agar selalu terlihat rapi dan enak dipandang.

Namun, niat Sancho untuk menjaga style rambutnya tetap oke sempat dianggap sebagai suatu pelanggaran saat ia masih memperkuat Borussia Dortmund. Waktu itu, dunia sedang dihantam pandemi Covid-19 dan pemerintah Jerman pun membuat aturan Social Distancing yang cukup ketat untuk penduduknya termasuk para pesepakbola. 

Bersama sejumlah pemain Dortmund lainnya, Sancho melanggar aturan social distancing yang sudah ditetapkan demi memotong rambutnya. Sancho berpikir kalau mengundang tukang pangkas ke rumah itu tidak apa-apa. Jadi ia mengundang penata rambut terkenal, Winnie Nana Karkari untuk memangkas rambut di rumahnya.

Dilansir The Guardian, Sancho akhirnya didenda sebesar 10 ribu euro atau sekitar Rp163 juta setelah foto-foto yang menampilkan dirinya sedang dipotong rambutnya di rumah, dengan sang pemain maupun penata rambut tidak mengenakan alat pelindung seperti masker, atau face shield tersebar di media sosial. 

Nicklas Bendtner

Selanjutnya ada Nicklas Bendtner. Pemain yang satu ini memang dikenal sebagai pemain banyak tingkah dan kerap melakukan hal-hal kontroversial. Di luar sisi jenakanya di lapangan, Bendtner juga pernah mendapat denda yang aneh di kompetisi Euro 2012 silam. 

Tepatnya saat Timnas Denmark kalah 2-3 dari Portugal pada babak penyisihan grup. Dalam pertandingan tersebut, Bendtner yang memborong dua gol Denmark pun melakukan selebrasi dengan memamerkan boxer bertuliskan Paddy Power, salah satu perusahaan judi.

Setelah memborong dua gol sekaligus, Bendtner merasa harus menunjukan celana dalam keberuntungannya itu. Namun, aksinya itu justru dianggap berlebihan oleh UEFA yang langsung menghukum Bendtner dengan larangan satu kali bertanding dan denda 100 ribu euro (Rp1,6 miliar).

Beruntungnya Bendtner tak membayarnya sendiri. Perusahaan judi yang merasa sudah dipromosikan oleh Bendtner membantu untuk membayar dendanya. Paddy Power menanggung 80% dari denda tersebut.

Kingsley Coman

Seorang pemain sepakbola biasanya didenda karena terlambat datang ke tempat latihan. Tapi, tidak demikian dengan winger Bayern Munchen, Kingsley Coman. Ia tetap dikenai denda meski datang tepat waktu ke kamp latihan.

Jadi, Coman didenda bukan karena datang ke tempat latihan tepat waktu. Pemain berkebangsaan Prancis itu didenda sebesar 50 ribu euro (Rp819 juta) karena datang ke tempat latihan dengan mobil yang salah. Emang Bayern mengatur soal penggunaan mobil ya? Secara tidak langsung, iya.

Tepatnya pada tahun 2021 kemarin, Bayern menjadi salah satu klub sepakbola yang disponsori secara penuh oleh salah satu produsen mobil Jerman, Audi. Dengan begitu, semua pemain Bayern pun mendapat akomodasi mobil dari Audi untuk menunjang aktivitas mereka.

Nah kesalahan Coman adalah, menggunakan mobil pabrikan yang salah. Dilansir Sportbible, bukanya menggunakan mobil Audi, Coman malah mengendarai mobil pabrikan Mercedez. Kesalahan konyol itu juga membuat Coman harus memarkirkan mobilnya jauh dari kamp latihan.

Mario Balotelli

Agaknya kurang afdol apabila nama Mario Balotelli tidak masuk dalam daftar ini. Kita semua tahu lah ya, kalau pemain asal Italia ini memang dikenal sulit diatur dan ada aja kelakuan iseng yang ia lakukan.

Mungkin kasusnya di Manchester City jadi yang paling nyeleneh. Dengan niat bercanda, Balotelli melemparkan anak panah ke beberapa pemain akademi Manchester City. Bagaimana bisa ia berpikir melempar anak panah yang memiliki ujung tajam kepada juniornya merupakan suatu hal yang lucu? Namanya juga Balotelli.

Hal itu diungkapkan mantan rekannya di City, Micah Richard. Dikutip dari Give Me Sport, Richard sempat bertugas menjadi pengumpul uang denda di skuad Manchester City, dan berkat ulahnya itu, Balotelli jadi pembayar denda terbanyak di klub.

Lelucon yang bisa membahayakan ini membuat manajemen Manchester City geram dan kemudian menghukumnya dengan denda cukup besar, yakni 100 ribu pounds (Rp1,8 miliar).

Robbie Savage

Selanjutnya ada Robbie Savage yang didenda karena numpang kencing di toilet wasit. Naluri seorang manusia kalau sedang mules atau kebelet buang air kecil ya pasti mencari toilet terdekat. Apalagi jika tak memiliki waktu yang cukup untuk mencari toilet lain.

Hal inilah yang terjadi pada mantan pemain Manchester United tersebut. Pada tahun 2002, ayah dari Charlie Savage ini kebelet buang air besar saat jelang kick off pertandingan Liga Inggris. Sebetulnya itu sah-sah saja selagi tak dilakukan di tengah pertandingan. Namun, toilet yang Savage pakai merupakan toilet pribadi Graham Poll, wasit yang bertugas saat itu.

Mengetahui hal tersebut sang wasit pun mengadu ke federasi sepakbola Inggris kalau Savage telah melakukan kesalahan karena tidak membersihkan sisa kotorannya. Entah apa yang dipikirkan oleh FA, mereka pun mengabulkan tuntutan tersebut dan memberikan denda 10 ribu pounds (Rp186 juta) kepada Savage.

John Hewitt

Yang terakhir melibatkan John Hewitt dan salah satu pelatih tersukses di dunia, Sir Alex Ferguson saat masih menjadi pemain dan pelatih di Aberdeen. Tenang, John Hewitt tak berlaku kasar kepada Sir Alex, melainkan Hewitt di denda karena melakukan hal sepele, yakni menyalip mobil sang pelatih.

Penyerang yang memperkuat Aberdeen pada periode 1979 hingga 1989 ini dihukum denda sebesar 20 pounds (Rp373 ribu) karena menyalip mobil Fergie saat tengah menuju pusat latihan Aberdeen. Selain denda, Hewitt juga kena “hairdryer treatment” dari mantan pelatih Manchester United tersebut.

Sumber: Mirror, Goal, The Guardian, 90min, GMS, Daily Star

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru