Timnas Prancis tampil gagah di Piala Dunia 2018. Ketika itu memang musuh yang dihadapi terbilang tidak terlalu sulit. Namun, terlepas dari itu, Timnas Prancis sekali lagi membuktikan bahwa mereka tidak hanya jago sampai final.
Dalam seperempat abad, ada enam Piala Dunia terakhir. Setengah dari keenam Piala Dunia itu Prancis pasti masuk final. Tahun 1998, 2006, dan 2018. Hebatnya lagi, dari ketiga final itu, Les Bleus hanya satu kali gagal meraih trofi.
Itu terjadi pada tahun 2006. Ketika itu Timnas Prancis takluk atas Italia melalui adu penalti. Dengan catatan-catatan manis itu, wajar apabila Timnas Prancis dijagokan di Piala Dunia 2022 nanti.
Sayangnya, untuk Piala Dunia di Qatar mendatang, persiapan Prancis justru gontai. Ada segambreng masalah yang menyelimuti skuad Les Bleus. Apa saja masalah tersebut?
Daftar Isi
Tampil Buruk di UEFA Nations League
UEFA Nations League adalah ajang yang konon tidak terlalu penting. Sekalipun begitu keadaannya, negara-negara elit Eropa akan menganggap serius turnamen ini. Apalagi turnamen ini sedikit banyak mempertaruhkan harga diri bangsa dan negara.
Selain itu, karena main sebelum Piala Dunia, UEFA Nations League bisa menjadi turnamen pemanasan jelang Piala Dunia. Nah, masalahnya tidak semua tim Eropa tampil baik di Nations League. Bahkan itu terjadi pada tim-tim besar seperti Prancis.
Meski tidak terdegradasi sebagaimana yang dialami pasukan Gareth Southgate, tapi Timnas Prancis tampil gontai di ajang itu. Prancis hanya sanggup finis di peringkat ketiga Liga A Grup 1. Pasukan Didier Deschamp sekadar bisa mengumpulkan 5 poin dari 6 pertandingan.
Parahnya, Timnas Prancis cuma bisa menang satu laga. Itu pun ketika menghadapi tim yang ada di posisi juru kunci, Austria. Sisanya, Les Bleus mengumpulkan 2 kali hasil imbang dan menelan 3 kali kekalahan. Yang begini dijagokan Piala Dunia?
France’s 2022 Nations League form 😬 pic.twitter.com/WcCbGy9MQ4
— GOAL (@goal) September 25, 2022
Badai Cedera
Timnas Prancis juga sedang menghadapi badai cedera yang dahsyat. Entah sebelum UEFA Nations League atau setelah mereka gagal memastikan diri ke Final Four. Didier Deschamps tampaknya harus menghadapi masalah yang sulit karena pemain yang cedera di Timnas Prancis sudah bisa membentuk satu Starting XI sendiri.
Gelandang Timnas Prancis sekaligus bintang Juventus, Paul Pogba jadi yang cukup parah. Meniskus Pogba robek. Bahkan karena cederanya itu, Pogba diragukan tampil di Piala Dunia. N’Golo Kante juga mengalami cedera. Karim Benzema juga bernasib sama meski kabarnya ia sudah mulai pulih.
Dilansir ESPN, selain nama-nama tadi, ada beberapa pemain andalan Timnas Prancis yang juga mengalami cedera. Hugo Lloris, Presnel Kimpembe, Hernandez bersaudara, Ibrahima Konate, Boubacar Kamara, Adrien Rabiot, sampai Kingsley Coman.
Kendati belum jelas apakah pemain-pemain tadi bisa tampil di Piala Dunia Qatar. Namun paling tidak ini menjadi sinyal bahaya buat Timnas Prancis. Didier Deschamps, sebagai pelatih harus bisa mengatasi situasi semacam ini.
Skandal Pelecehan
Selain cederanya para pemain, Timnas Prancis juga tengah menghadapi masalah serius. Jelang Piala Dunia 2022, justru mencuat skandal pelecehan di tubuh Timnas Prancis. Tak tanggung-tanggung, skandal itu melibatkan pemimpin federasi mereka, Noel Le Graet.
Mengutip dari laporan The Athletic, Le Graet dituding melakukan pelecehan terhadap wanita melalui pesan teks. Ia diduga mengirim pesan teks yang tidak pantas kepada si wanita tersebut. Kasus ini bahkan membuat pemerintah Prancis turun tangan.
FFF 🇫🇷 Des employées de la Fédération française de football (FFF) assurent avoir reçu des messages à caractère sexuel de la part du président Noël Le Graët, selon des témoignages anonymes publiés par le magazine So Foot pic.twitter.com/N4JmzngZAk
— vaudais toujours (@TFilastin) September 10, 2022
Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera memerintahkan agar dilakukan penyelidikan terhadap federasi sepakbola Prancis. Ia bertemu dengan Le Graet dan manajer umum, Florence Hardouin untuk membahas hal ini. Kabarnya Le Graet dan seluruh anggota federasi sepakbola Prancis akan profesional dalam membantu investigasi.
🚨 Amélie Oudéa-Castéra a invité Noël Le Graët et Florence Hardouin à « un moment d’échange ».
Les thermes abordés : le supportérisme, la Coupe du Monde au Qatar et les révélations de SOFOOT sur les problèmes au sein de la FFF.
(@RMCsport) pic.twitter.com/GBUDRL8od5
— BeFootball (@_BeFootball) September 12, 2022
Di satu sisi, Le Graet sendiri kabarnya akan melaporkan balik majalah So Foot yang memberitakan bahwa ia melecehkan beberapa karyawan perempuan.
Sebelumnya, majalah olahraga asal Prancis itu telah menerbitkan laporan investigasi sebanyak enam halaman. Majalah itulah yang menggambarkan bagaimana dugaan budaya buruk di tubuh federasi sepakbola Prancis. Tak terkecuali soal pelecehan tersebut.
#Harcèlement #Sport
La Fédération Française de #Football (#FFF) a porté plainte pour “diffamation” contre le magazine “So Foot”, suite à la parution cette semaine d’une enquête sur les dérives de la fédération et le comportement problématique de son président Noël Le Graët. (AFP) pic.twitter.com/iOVKlOzvmi— Thomas Pouilly (@thomaspouilly) September 16, 2022
Pemerintah Prancis melalui Menteri Olahraganya secara tegas memberi peringatan pada federasi sepakbola Prancis. Dilansir AP News, Oudea-Castera menyatakan bahwa penting bagi FFF untuk melakukan kegiatannya dengan rasa hormat. Tidak peduli apa pun jabatannya.
Selain itu Oudea-Castera mengatakan, federasi harus bisa memastikan pencegahan dan memerangi segala bentuk diskriminasi, termasuk komentar seksis maupun kekerasan seksual.
Masalah Kylian Mbappe
Kylian Mbappe adalah salah satu pemain Timnas Prancis yang dikagumi penggemar. Semua orang terkesan dengan penampilan Mbappe di Timnas Prancis. Selain itu, pendukung PSG yang tinggal di Paris juga mendukung Mbappe ketika striker itu bisa menjadi pencetak gol andalan Timnas Prancis.
Namun sayang, hubungan Mbappe dan Timnas Prancis sedikit kompleks dan itu sangat merepotkan. Didier Deschamps juga berkali-kali harus menghadapi media soal Mbappe yang tidak mau mengambil sesi foto bersama Timnas Prancis.
Mbappe dan federasi sepakbola Prancis sedang berselisih soal hak gambar. Bintang PSG itu kabarnya tidak mau citranya digunakan untuk mengiklankan makanan cepat saji dan perjudian. Dua perusahaan yang menjalin kerja sama lapis kedua dengan Tim Ayam Jantan.
Masalah ini kemudian juga melebar. Sempat terjadi perang kata-kata antara Mbappe dan perusahaan KFC. Karena itu, federasi sepakbola Prancis pun harus mengeluarkan pernyataan untuk meninjau ulang perjanjian hak gambar dengan pemain tertentu.
𝘊𝘖𝘔𝘔𝘜𝘕𝘐𝘘𝘜𝘌́ pic.twitter.com/qOr79QvnDn
— FFF (@FFF) September 19, 2022
Hal semacam ini sebenarnya juga pernah terjadi di masa lalu dan hanya menjadi masalah kecil saja. Namun, ketika yang memprotes itu adalah Kylian Mbappe, maka ini jadi masalah yang rumit.
Pemerasan Paul Pogba
Paul Pogba tidak hanya dibekap cedera. Sang pemain juga sedang menghadapi masalah pelik dengan kakaknya sendiri, Mathias Pogba. Dilansir France 24, Mathias diduga melakukan pemerasan terhadap bintang Prancis tersebut.
Oleh Mathias Pogba, Paul Pogba dituduh menggunakan ilmu hitam untuk membuat pergerakan rekan senegaranya sendiri, Kylian Mbappe mati. Mathias membuat video soal pengakuan itu dan mencoba memeras Paul Pogba.
Mathias Pogba (saudara Paul Pogba) mengklaim jika Paul Pogba menggunakan dukun atau sihir untuk menetralisir performa Kylian Mbappe dalam comeback bersejarah Manchester United atas PSG di Liga Champions 2019 lalu. 😳🦉
📝 via @GFFN pic.twitter.com/z2Ppez802G
— Extra Time Indonesia (@idextratime) September 23, 2022
Jika Pogba tidak memberikan uang, Mathias mengancam bakal menyebarkan video yang membahayakan itu. Namun, Pogba sendiri dikabarkan sudah memberikan sejumlah uang ke Mathias. Akan tetapi Mathias mengelak.
Kasus ini memang masih dalam tahap penyelidikan. Namun begitu, masalah pemerasan ini juga sedikit banyak mengganggu stabilitas Juventus dan Timnas Prancis itu sendiri, tempat di mana Paul Pogba bermain.
Meski masalah bisa saja terselesaikan, tapi kendala-kendala tadi mengganggu persiapan Timnas Prancis jelang Piala Dunia 2022. Bahkan karena masalah tadi, penggemar Timnas Prancis sendiri menunjukkan ketidakyakinan pada Les Bleus di Piala Dunia Qatar.
https://youtu.be/D5bckS1bp6I
Sumber: TheAthletic, ESPN, WashingtonPost, APNews, France24, CBSSports


