Skandal Juventus yang Gagalkan Scudetto Milan di Musim 2011/12

spot_img

1976 hari, atau 11 tahun lamanya Rossoneri harus menanti trofi Serie A pulang ke San Siro. Setelah bertahun-tahun masa sulit dan keterpurukan, di tahun 2022 lalu AC Milan akhirnya bisa kembali merasakan manisnya gelar scudetto.

Itu adalah penantian terlama Il Diavolo Rosso untuk menjadi juara Serie A sejak tahun 1951. Dari harus kehilangan para pemain veteran mereka, ditinggal pemain bintang, gonta-ganti pelatih dan pemilik, sampai strategi keuangan yang buruk. Banyak rintangan, jalan berliku dan ketidakpastian yang harus dilalui AC Milan untuk kembali ke puncak sejak musim 2010/11.

Tapi itu semua mungkin tidak perlu dilalui Milan. Rossoneri pernah nyaris juara Serie A secara back-to-back di musim 2011/12. Dan itu bisa membuat pasukan Massimiliano Allegri menancapkan pondasi kejayaan yang bertahan lama. Ya, itu nyaris kalau saja bukan karena skandal dari Juventus.

Si nyonya tua yang saat itu dilatih oleh Antonio Conte jadi kambing hitam. Dengan cap klub calciopoli yang belum hilang dari jidat mereka, Juventus jadi tersangka utama skandal yang membuat AC Milan gagal mendapatkan scudetto. Peristiwa itu dipercaya akan memantik efek domino yang akan merubah sejarah sepak bola selamanya. Mari kita bahas secara runtut.

Perburuan Scudetto AC Milan

Il Diavolo Rosso memasuki musim 2011/12 dengan rasa bangga dan kepercayaan diri yang besar. Mereka adalah juara bertahan Serie A di musim sebelumnya. Dimana pertama kalinya trofi Serie A berlabuh di San Siro, setelah sebelumnya tersimpan di Giuseppe Meazza selama lima tahun berturut-turut.

Meskipun begitu, skuad Massimiliano Allegri sedang pincang. Sebab Mathieu Flamini menderita cedera di pertandingan persahabatan sebelum musim dimulai. Ia adalah salah satu sosok kunci di AC Milan dan karena cedera tersebut, dirinya harus absen selama delapan bulan.

Rossoneri juga mengawali musim dengan tidak baik. Mereka hanya mampu mengoleksi lima poin dari lima pertandingan pembuka Serie A. Kalah 2-0 melawan Juve di pertandingan kelima itu membuat Milan terlempar ke posisi 10 klasemen.

Namun, perlahan tapi pasti Milan merangkak naik. Itu berkat Ibrahimovic yang kembali pada performa terbaiknya. Il Diavolo Rosso menjalani 12 laga tidak terkalahkan dengan hanya dua kali hasil imbang. Sampai memasuki bulan Januari 2012, Milan berhasil menduduki puncak klasemen. Di peringkat kedua, ada si nyonya tua dengan perolehan poin yang sama dengan Milan.

Milan vs Juve

Dari sini, juara Serie A sebenarnya sudah ditentukan. Yaitu antara Juventus atau AC Milan. Si nyonya tua sempat menyalip Il Diavolo Rosso di pekan ke-18. Milan mendapatkan momentum mereka di pekan ke-23. Rossoneri berhasil mengalahkan Udinese dengan skor 2-1. Sedangkan Juventus hanya bermain Imbang 11 lawan Bologna.

Milan pun kembali merebut posisi puncak dari Juve. Meskipun begitu, pasukan Massimiliano Allegri masih belum aman. Jumlah poin mereka sama dengan Juve. Milan hanya unggul poin dari anak asuh Antonio Conte.

Di matchday terakhir bulan Februari 2012, AC Milan menjamu si nyonya tua di stadion kebanggan mereka, San Siro. Juventus sudah mengalahkan Milan di awal musim dan di leg pertama Coppa Italia. Ditambah, saat ini Juve menempel mereka dengan jumlah poin yang sama. Meskipun Zlatan Ibrahimovic tidak bisa dimainkan karena skorsing, menang melawan bianconeri adalah harga mati.

Meskipun tidak diperkuat pencetak gol utama mereka, Milan memulai pertandingan dengan sangat dominan. Hasilnya sukses, laga baru berjalan 14 menit dan Milan sudah unggul lewat gol dari Antonio Nocerino.

Gol Hantu

Semua orang akan mengira Milan bakal jadi pemenang di laga itu ketika 10 menit kemudian, Sulley Muntari mencetak gol sundulan ke gawang Buffon. Tapi sial, wasit tidak melihat bola itu melewati garis gawang. Bola memang dengan cepat diselamatkan Buffon, tapi terlihat jelas dari rekaman ulang, bola sudah benar-benar masuk.

Para pemain Milan pun kaget. Tapi mau seheboh apa protes mereka, wasit tidak membunyikan peluit. Pertandingan pun berlanjut normal seperti tidak terjadi apapun. Pada akhirnya Juve bisa menyamakan kedudukan lewat gol telat dari Alessandro Matri di menit akhir babak kedua. Pertandingan pun berakhir imbang. Dan dengan hasil ini Milan tidak bisa membuat jarak dengan Juventus.

Bukan hanya para pemain dan pendukung saja yang ngamuk atas insiden ini. Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani melayangkan protes ke presiden asosiasi wasit, Marcelo Nicchi. Ia berkata bahwa ini adalah sebuah aib yang memalukan bagi sepak bola Italia.

Pihak Juve tentu tidak mau mengakui bahwa ini sesuatu yang mereka rencanakan. Buffon mengatakan sejujurnya ia tidak tahu kalau bola sudah melewati garis gawang. Tapi kalaupun dirinya tahu, ia tidak sudi untuk memberitahu wasit.

Sebuah pernyataan yang kontroversial dari Buffon. Tidak heran kalau itu memancing amarah Muntari. Sehingga pemain asal Ghana itu kabarnya mengutuk Buffon tidak akan menjuarai Liga Champions sepanjang karirnya.

Juve Bikin Skandal Lagi?

Terlepas dari itu, ada banyak kejadian yang mengarah bahwa ini semua adalah kongkalikong Juve dengan para wasit, sama seperti calciopoli dulu. Setelah pertandingan imbang melawan Juventus itu, Milan sebenarnya bisa membuat jarak.

Di empat match setelahnya, rossoneri bisa menyabet empat kemenangan meyakinkan. Sedangkan Juventus, hanya sekali menang dan tiga imbang. Dari situ, Milan punya jarak empat poin dengan Juventus. Tapi kejanggalan terjadi di dua laga menjelang akhir musim.

Di pertandingan melawan Catania, Robinho sebenarnya mencetak gol keduanya di laga itu. Tapi dejavu gol hantu Muntari terulang lagi. Wasit tidak menganggap bola sudah masuk ke gawang. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.

https://youtube.com/watch?v=7lLstIo-yuY%3Fstart%3D179

Dua pekan berselang, Milan menjamu Bologna. Tim tamu mampu unggul lebih dulu membuat skor menjadi 1-0. Ibrahimovic punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan lewat tendangan lob cantiknya.

Tapi wasit malah menganggap Ibra sudah berada di posisi offside. Padahal jelas ia berdiri di posisi yang aman. Untungnya Ibra masih bisa mencetak gol di menit akhir. Tapi itu hanya membuat laga berakhir imbang 1-1.

https://youtube.com/watch?v=bJCfV_qxUAw%3Fstart%3D129

Dua pertandingan itu membuat Milan kembali disalip oleh Juve. Si nyonya tua melanjutkan sisa laga dengan hanya sekali imbang. Sisanya mereka tuntaskan dengan kemenangan. Membuat tidak hanya Bianconeri menyalip Rossoneri, tapi juga memberi jarak 1 poin dengan peringkat kedua

Juventus Scudetto, Era Emas Milan Berakhir

Di Derby Milan bulan Mei 2012, Rossoneri ditekuk Inter dengan skor 4-2. Kekalahan itu membuat jarak jadi 4 poin. Dengan hanya menyisakan satu pertandingan, Juve memastikan gelar Scudetto.

Meskipun kecewa, pendukung AC Milan tetap memenuhi San Siro di pertandingan terakhir mereka musim itu, melawan Novara Calcio. Bukan untuk merayakan kegagalan mempertahankan scudetto, melainkan memberikan penghormatan terakhir kepada para legenda mereka.

Ya, sebanyak tujuh pemain veteran Il Diavolo Rosso memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak mereka. Tujuh pemain itu adalah Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, Mark van Bommel, Gianluca Zambrotta, dan Flavio Roma. Itu adalah musim terakhir mereka. Sekaligus jadi sebuah akhir dari era AC Milan yang dihuni para legenda.

Sementara itu, bagi Juve ini adalah era baru mereka. Gelar Scudetto ini merupakan gelar Serie A pertama mereka setelah delapan tahun lamanya. Dan ini mengawali era dominasi Juventus di Italia dengan menjuarai Serie A selama delapan musim setelahnya secara beruntun.

Sejarah yang Diubah

Lebih jauh lagi, ada teori bahwa jika gol Muntari itu tidak dianulir wasit, maka akan memantik efek domino yang cukup seru. Gelandang Milan saat itu, Antonio Nocerino percaya dengan gol Muntari, Milan akan memenangkan pertandingan. Dengan begitu Milan bisa menjaga jarak dengan Juventus sampai akhir musim.

Rossoneri pun mempertahankan gelar scudetto mereka dua musim beruntun. Milan juga akan mendapatkan uang tambahan untuk investasi klub. Itu membuat para pemain besar seperti Ibrahimovic dan Thiago Silva akan mau bertahan di San Siro.

Alih-alih Milan yang merajai Italia, bukannya Juventus. Si nyonya tua harus menunggu lebih lama untuk dapat gelar scudetto. Rossoneri pun tidak perlu menunggu 11 tahun kemudian untuk bisa mendapatkan Scudetto lagi.

Tapi sebelum terlarut dalam imajinasi, mari kita tarik lagi sejenak dengan pertanyaan, apakah gol Muntari itu bisa benar-benar membawa Milan jadi Juara Serie A? Jawaban sejujurnya, tidak.

Alasan Milan tidak mendapatkan gelar Scudetto pada musim itu adalah Juventus yang terlalu kuat. Tidak diragukan, Milan punya punya pemain hebat berpengalaman dengan pelatih yang hebat pula.

Tapi Juventus adalah tim terbaik sepanjang musim di Serie A. Anak asuh Antonio Conte dengan hebatnya menjuarai Serie A secara Invincible dengan 23 kali menang dan 15 hasil imbang, tanpa kalah. Itu adalah catatan luar biasa yang patut untuk diapresiasi.

Sumber referensi: Guardian, Sportbible, Serie A, B/R, Give, Si, Hard Tackle

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru