Simon Kjaer dan Kisah Kepahlawanannya Di Ajang EURO 2020

  • Whatsapp
Kisah Kepahlawanan Simon Kjaer Di Ajang EURO 2020
Kisah Kepahlawanan Simon Kjaer Di Ajang EURO 2020

Pada tahun 2019, ketika tidak terpakai di Sevilla, Simon Kjaer resmi bergabung dengan tim asal Italia, Atalanta, dengan status pinjaman. Sayangnya, kemampuan yang dimiliki tak cukup mampu untuk membuatnya menembus skuad utama. Dia lebih sering duduk di bangku cadangan, dan seperti yang diduga, namanya dikembalikan ke kompetisi La Liga bersama Sevilla.

Akan tetapi, pada awal Januari 2020, ditengah keraguan yang melanda, AC Milan dengan berani membujuk Kjaer untuk mau bergabung dengan mereka. Klub yang bermarkas di San Siro menawarkan kontrak peminjaman kepadanya dengan opsi pembelian. Tanpa disangka, Kjaer yang tengah memiliki karir tak menentu justru mampu membuat semua penggemar terpesona.

Bacaan Lainnya

Berada dibawah asuhan Stefano Pioli, Simon Kjaer berubah menjadi sosok pemain bertahan elegan. Dia mampu meringankan peran Alessio Romagnoli yang dalam beberapa tahun menjadi tumpuan di lini belakang. Kjaer menjelma menjadi sosok perkasa, yang tak hanya berguna di dalam lapangan, namun juga memberi pengaruh di ruang ganti AC Milan.

Berkat sosok kepemimpinannya yang sangat luar biasa, Kjaer banyak dihormati oleh kebanyakan penggawa AC Milan. Teknik dan nalurinya mampu dengan mudah membawanya ke tim utama AC Milan. Sampai statusnya dipermanenkan, Kjaer terus menjadi pemain yang selalu dibutuhkan.

Dia sigap, cepat, dan selalu tepat sasaran.

Berkat ketangguhannya di lini belakang AC Milan itu pula, bukan sebuah kejutan bila pada akhirnya nama Simon Kjaer disiapkan untuk mengisi skuad utama timnas Denmark di ajang Piala Eropa 2020.

Profil Simon Kjaer

Simon Kjaer, sebelum menjadi sosok sehebat sekarang, merupakan pemain yang memiliki perjalanan karir tak konsisten. Pemain yang lahir pada 26 Maret 1989 di Horsens, Denmark ini, memulai karir bermainnya bersama FC Midtjylland pada tahun 2007 silam. Hanya setahun bertahan disana, dia kemudian melanjutkan perjalanannya ke Palermo.

Pada medio 2008 sampai 2010, Kjaer tampil sebagai bek di salah satu kompetisi terbaik dunia, Serie A. Bersama Palermo, Kjaer memainkan peran yang begitu luar biasa. Dia dianggap sebagai salah satu bek tangguh dan punya peran krusial bagi klub tersebut. Menyusul permainan apiknya, dia lalu diboyong VfL Wolfsburg ke kompetisi Bundesliga Jerman. Meski ketika itu dia kerap tampil di skuad utama, performanya dianggap kurang mengesankan.

Karena alasan itulah, dia lalu dikembalikan ke kompetisi Serie A. Namun bukan ke Palermo melainkan AS Roma. Sayangnya, Kjaer gagal berkembang hingga membuatnya harus terbang ke Prancis untuk bergabung dengan Lille.

Datang sebagai pemain buangan, tanpa disangka Kjaer justru tampil mengesankan. Dua tahun bertahan di Stadion Pierre-Mauroy, Kjaer yang berhasil memikat hati para penggemar lalu hijrah ke Fenerbahce sebelum akhirnya hengkang ke Sevilla.

Di timnas Denmark sendiri, Kjaer sudah memulai segalanya sejak tahun 2009. Penampilan hebatnya dalam membela timnas muda Denmark di berbagai jenjang usia membuat pelatih Denmark ketika itu, Morten Olsen, menyiapkannya sebagai penerus mantan bintang AC Milan dan juga timnas Denmark, Martin Laursen.

Dalam perjalanannya di timnas Denmark, Kjaer mendapat banyak sekali rintangan. Dia sempat dikritik karena permainan hingga perilakunya yang dianggap kurang baik. Namun sebanyak apapun kritik yang datang, Kjaer selalu bisa memperbaikinya dengan sigap.

Akhirnya, tepat pada tahun 2016, dia resmi ditunjuk sebagai kapten timnas Denmark untuk pertama kalinya di laga kontra Bosnia & Herzegovina. Dia menggantikan sosok Daniel Agger yang putuskan pensiun dari dunia sepakbola. Di turnamen besar sendiri, dia pertama kali memimpin rekan setimnya di ajang Piala Dunia 2018, dimana dia mampu membawa serta timnas Denmark mencapai babak 16 besar, sebelum akhirnya tumbang dari Kroasia.

Kini, di ajang Piala Eropa 2020 sendiri, dia semakin membuktikan mengapa ban kapten sangat layak melingkar di lengan kirinya.

Kisah Kepahlawanan Simon Kjaer

Memimpin rekan-rekan setimnya untuk bisa tampil di ajang Piala Eropa 2020 saja sudah sangat luar biasa. Namun, bagi Kjaer itu baru permulaan. Dia ingin melangkah lebih jauh demi membawa harum nama negara di kancah persepakbolaan Eropa.

Bermain di laga pembuka melawan Finlandia, seharusnya ini bisa menjadi ajang istimewa bagi Denmark untuk membuka angka. Namun apa daya. Tuhan justru membuka lembar cerita berbeda. Mereka diterpa musibah yang bahkan semua penggemar sepakbola tidak menginginkannya.

Pada laga Denmark melawan Finlandia yang digelar di Stadion Parken, Kopenhagen, pertandingan terpaksa harus dihentikan pada menit ke 43, setelah insiden serius menimpa gelandang andalan Denmark, Christian Eriksen. Pemain yang baru saja memenangkan gelar scudetto bersama Inter Milan itu tiba-tiba kolaps ketika hendak menerima bola lemparan ke dalam.

Sontak, wasit Anthony Taylor langsung meniup peluit untuk menghentikan laga. Joakim Maehle menjadi orang pertama yang memeriksa keadaan Christian Eriksen tepat setelah sang gelandang terjatuh. Selanjutnya, disinilah aksi heroik Simon Kjaer dimulai.

Kapten timnas Denmark tersebut langsung berlari menghampiri Eriksen dan dengan cepat membuat tindakan pencegahan dengan mengamankan area leher Eriksen untuk kemudian memastikan sang pemain tidak menelan lidahnya sendiri, sembari menunggu tim medis datang menghampiri. Hal itu dilakukan agar saluran pernapasan Eriksen tidak terhambat.

Saat dilakukan perawatan yang cukup lama bagi Christian Eriksen, Simon Kjaer meminta rekan-rekan setimnya untuk membentuk sebuah lingkaran, guna mengamankan tim medis yang tengah menangani Eriksen.

Satu hal lain, yang menjadi bentuk dari sisi kepemimpinan luar biasa Simon Kjaer adalah, ketika dirinya tetap menenangkan rekan-rekan setimnya yang terlihat kaget, sekaligus membuat kekasih Eriksen, yang tampak tidak mampu menguasai diri, tetap nyaman.

Bersama dengan kiper Kasper Schmeichel, Simon Kjaer menghampiri Sabrina, kekasih Eriksen, agar tetap tenang. Momen inilah yang pada akhirnya viral dan membuat Simon Kjaer mendapat banyak sekali pujian dari seluruh penggemar sepakbola di dunia.

Bahkan, banjirnya pujian kepada sang kapten juga datang dari penggemar rival sekota klub yang dibelanya, Inter Milan.

Cara yang dipakai penggemar Inter Milan untuk menyampaikan hormat serta rasa terima kasih kepada Simon Kjaer adalah dengan membuatkan banner untuk kapten timnas Denmark tersebut. Dalam banner tersebut, penggemar Inter Milan menulis sebuah pesan yang bernada,

“Hormat kepada Kjaer. Pria dan kapten yang hebat”.

Simon Kjaer, secara tidak langsung telah merobohkan tembok rivalitas antara AC Milan dan Inter Milan. Dia benar-benar menjadi sosok pahlawan yang pantas dipuji aksi kepemimpinannya.

Ya, berkat pertolongan sigap yang salah satunya dilakukan oleh Simon Kjaer, nyawa Christian Eriksen berhasil diselamatkan. Dokter yang sempat menyatakan bahwa Eriksen nyaris tak bernyawa, akhirnya mengumumkan bahwa sang pemain sudah sadar meski saat ini masih harus menjalani perawatan.

Denmark Kalah, Tapi Hidup Menang

Setelah pertandingan sempat ditunda dalam waktu yang cukup lama, perundingan memang pada akhirnya kembali dilanjutkan. Hal itu terjadi setelah semua mendapat kepastian bahwa kondisi Eriksen telah membaik.

Sayangnya, tragedi yang tampak telah memukul moral bertanding para pemain Denmark, membuat mereka harus menyudahi pertandingan dengan sebuah kekalahan. Finlandia mampu mencuri kemenangan lewat aksi Joel Pohjanpalo pada menit ke-60.

Satu hal lain yang patut mendapat pujian disini adalah, Joel Pohjanpalo yang menjadi pahlawan Finlandia di laga melawan Denmark menolak untuk melakukan selebrasi saat mencetak gol. Dia melakukan hal tersebut karena menghormati Eriksen yang tengah berada dalam kondisi yang tidak diinginkan.

Meski di laga itu Denmark mengalami kekalahan, sebuah media disana menuliskan berita yang menggambarkan suasana mencekam ketika itu. Kabar tersebut berbunyi,

“Denmark Kalah, Tapi Hidup Menang”

 

Sumber referensi: indiaexpress, libero, sky, bbc, kumparan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *