Sihir Stefano Lilipaly di Asian Games 2018

spot_img

Stefano Jantje Lilipaly jadi pemain anyar rasa lama dalam daftar skuad yang dibawa Shin Tae-yong kala menghadapi Bangladesh di ajang FIFA Matchday awal Juni kemarin. Kabarnya pemain yang baru teken kontrak dengan Borneo FC itu juga bakal memperkuat skuad garuda di ajang Kualifikasi Piala Asia 2023.

Penampilan Stefano Lilipaly kala melawan Bangladesh jadi yang pertama sejak beberapa tahun absen membela panji sang merah-putih. Tercatat Lilipaly terakhir membela Timnas kala melakoni laga kualifikasi Piala Dunia tahun 2019 lalu.

Kala itu penampilannya tak begitu mencolok, terlebih ia baru pulih dari cedera lututnya. Mungkin, kontribusi Fano yang paling diingat oleh para suporter Timnas Indonesia adalah ketika ia berduet dengan Beto Goncalves era Luis Milla di ajang Asian Games 2018. 

Penampilannya benar-benar menyihir seluruh penonton di stadion. Di mana ketika itu bermain di kandang sendiri, lantaran Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar se-Asia itu.

Masuk Skuad Luis Milla

Dengan Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018, hal tersebut membuat federasi sepak bola Indonesia menetapkan target yang tinggi bagi Timnas Indonesia U-23. PSSI mengharapkan anak asuh Luis Milla setidaknya mampu mencapai semifinal di ajang tersebut.

Luis Milla yang dibantu oleh Bima Sakti melakukan persiapan Asian Games 2018 dengan membawa tim yang sebagian besar berisikan alumni SEA Games 2017. Namun, pada periode ini Luis Milla diperbolehkan menambah amunisi dengan membawa tiga pemain senior ke dalam skuadnya.

Pada saat pemusatan latihan di Bali, Stefano Lilipaly tergabung dalam 23 pemain yang bakal di seleksi guna mencari 20 pemain terbaik. Coach Milla akhirnya mencoret tiga pemain termasuk Osvaldo Haay.

Lilipaly masuk dalam 20 nama terbaik itu. Selain Lilipaly, Luis Milla membawa dua pemain senior lainnya yaitu Andritany Ardhiyasa sebagai penjaga gawang dan satu lagi pemain naturalisasi yang bakal jadi rekan Fano di lini depan, Beto Goncalves.

Coach Milla lebih memilih Lilipaly ketimbang Osvaldo lantaran kontribusinya bersama Bali United cukup signifikan. Di bawah tangan dingin Stefano Cugurra, Lilipaly yang kerap dimainkan sebagai pemain sayap, menjelma menjadi pemain yang memiliki naluri gol.

Selain itu, Lilipaly juga menjadi kapten cadangan di skuad Bali United. Dengan begitu kedewasaannya di lapangan sangat membantu untuk membimbing skuad Timnas Indonesia yang mayoritas berisikan pemain-pemain muda.

Timnas Indonesia U-23 sendiri tergabung di Grup A bersama Taiwan, Hong Kong, Laos dan  Palestina. Melihat sederet lawan yang dihadapi, Timnas Indonesia U-23 memiliki kans besar untuk melaju ke babak 16 besar.

Melebur Dengan Skema Luis Milla

Tak sulit bagi Fano untuk nyetel dengan Luis Milla yang mana menganut sepakbola menyerang. Guna memperlancar skema permainannya, Luis Milla juga mengutamakan kekompakan tim, supaya tim dapat mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan baik.

Milla menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga jarak antar lini dan antar pemain agar selalu berdekatan. Hal itu akan membuat lawan kesulitan untuk menembus pertahanan. Dengan jarak antar pemain yang tidak terlampau jauh dan cenderung berdekatan, situasinya akan membuat pemain Indonesia selalu unggul jumlah ketika penguasaan bola.

Nah, di sinilah tugas Stefano Lilipaly. Dengan formasi 4-2-3-1 ia bermain sebagai gelandang serang atau second striker di belakang Beto. Ia oleh Luis Milla diplot sebagai penghubung antar lini. Hal itu dilakukan karena Luis Milla tahu Fano mampu memangkas jarak antara lini tengah dan lini serang dengan baik. 

Pergerakan Fano yang mobile juga sangat membantu untuk menekan lawan, sehingga mereka tak nyaman saat menguasai bola di areanya sendiri. Dengan kualitas yang dimiliki Fano, ia tak kesulitan untuk melebur dengan skema permainan sepakbola Spanyol khas Luis Milla.

Superior di Penyisihan Grup

Perjalanan Stefano Lilipaly CS di Asian Games 2018 dimulai kala menjamu Taiwan, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 12 Agustus 2018. Laga ini jadi kali pertama Lilipaly berduet dengan Beto yang baru saja merampungkan proses naturalisasinya.

Sesuai dugaan, dalam pertandingan perdana Asian Games 2018 tersebut Indonesia berhasil menang dengan skor telak 4-0 dan Lilipaly menjadi bintang dengan memborong dua gol serta satu assist.

Bermain di depan publik sendiri, Lilipaly bak seorang performer yang sedang menampilkan keindahan mengolah si kulit bundar di atas panggung. Bahkan pesona Lilipaly pun menenggelamkan nama-nama seperti Zulfiandi dan Irfan Jaya yang juga menunjukan performa impresif.

Keran Gol Lilipaly baru terbuka di babak kedua. Menyambut umpan bola mati Febri Haryadi, Lilipaly yang berada di tiang dekat berhasil menanduk bola masuk ke gawang Taiwan.

Lalu pada menit 70, seorang Beto Goncalves mungkin saja tak mampu mencetak gol andai Lilipaly tak memberi umpan berkelas ke arahnya. Fano yang menusuk ke dalam kotak penalti mengirimkan umpan kepada Beto untuk membuat Indonesia unggul 2-0.

Itu saja sudah mengesankan, tapi seorang Fano tentulah tidak puas hanya dengan satu gol. Lilipaly lalu kembali menunjukan kelasnya. Rezaldi Hehanusa yang melakukan overlap mengirim umpan cantik kepada Fano. 

Dalam keadaan terkepung, Fano menyambut umpan itu dengan tendangan sepeda terbalik yang membuat kiper Chinese Taipei sulit menjangkaunya. Di akhir laga, gol Hargianto melengkapi kemenangan telak 4-0 Indonesia atas Chinese Taipei.

Praktis setelah laga yang luar biasa itu, Fano tak pernah berhenti mencetak gol dan assist. Kontribusi golnya hanya absen kala Indonesia harus mengakui keunggulan Palestina dengan skor 1-2.

Pemain bernomor punggung 10 itu mengakhiri babak penyisihan Grup A dengan catatan 3 gol dan 3 assist, sekaligus berhasil membawa Timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar untuk menantang Uni Emirat Arab. 

‘90+3

Pada babak 16 besar Asian Games, sinar Lilipaly masih berlanjut. Tak ada sedikit pun tanda-tanda sinar itu akan temaram. Namun, untuk melihat sinar itu agak sulit. Karena lawan anak asuh Luis Milla adalah Uni Emirat Arab. 

Menghadapi wakil timur tengah tersebut, Luis Milla meminta anak asuhnya untuk bermain tenang dan tetap menguasai. Itu berhasil, tapi sayangnya Indonesia terlalu sibuk dalam penguasaan bola, sampai-sampai harus tertinggal lebih dulu lewat gol penalti Zayed Al-Almeri di menit ke-20.

Sempat disamakan oleh Beto di awal babak kedua, petaka pun datang saat wasit Shaun Evans memberikan penalti kedua buat UEA. Zayed Al-Almeri yang kembali menjadi algojo sukses membawa tim tamu kembali unggul.

Jelang laga berakhir, kebiasaan buruk pemain-pemain Timur Tengah pun muncul. Mereka melakukan intrik-intrik yang bermaksud untuk mengulur waktu. Namun, di menit-menit akhir, Lilipaly muncul sebagai antitesis. Dari sinilah sinar itu memancar.

Tepatnya di menit 90+3, umpan silang dari Saddil Ramdani di sisi kiri berhasil dibelokan dengan sentuhan tipis Lilipaly. Sontak gol itu membuat Stadion Wibawa Mukti bergetar. Suporter Indonesia larut dalam kegembiraan merayakan gol tersebut. Gol Lilipaly memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Menyedihkannya, timnas Indonesia harus kalah. David Maulana dan pemberi umpan Lilipaly, Saddil Ramdani gagal menunaikan tugasnya. Indonesia pun gugur, sedangkan Uni Emirat Arab lolos ke babak berikutnya.

Kekalahan atas UEA jelas membuat target ke semifinal tak terpenuhi. Meski begitu jelas, kita masih akan mengingat momen itu. Momen di mana Stefano Lilipaly menjadi sosok penting di skuad Luis Milla. Dan bukan tidak mungkin kita akan melihatnya lagi di era Shin Tae-yong. Vamos, Stefano!

Sumber: Indosport, Bola, VIVA, BolaSport Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru