Julian Alvarez dikabarkan angkat kaki dari Etihad Stadium. Dikabarkan dari Goal, biaya perpindahannya diperkirakan bisa menembus 80 juta euro (Rp 1,39 triliun). Pep Guardiola mengaku kaget terhadap keputusan Alvarez pergi dari Manchester City. Keputusan penyerang yang turut membawa City meraih treble sangat mengejutkan sekaligus aneh.
Bisa-bisanya Julian Alvarez meninggalkan tim yang bisa menjaminnya trofi?! Padahal selama ini banyak penyerang yang akhirnya mengalami nasib buruk setelah pergi dari Manchester City. Beberapa bahkan kariernya terjun bebas. Dan inilah para penyerang itu.
Daftar Isi
Emmanuel Adebayor
Emmanuel Adebayor datang ke Manchester pada musim panas 2009. Dilansir The Guardian, Adebayor merupakan salah satu pemain yang didatangkan di awal masuknya uang minyak ke Kota Manchester. Kala itu, Adebayor diperkenalkan oleh Mark Hughes, selaku juru latih The Citizens. Hal yang paling dikenang dari Adebayor dan Manchester City adalah kegigihannya berlari sepanjang lapangan hanya untuk melakukan selebrasi provokatif di hadapan fans Arsenal.
Setelah Mark Hughes dipecat pada akhir tahun 2009, sang pembuka kejayaan didatangkan ke Manchester. Ialah Roberto Mancini, pelatih yang beberapa tahun sebelumnya mendobrak sepak bola Italia. Namun, kisah Adebayor dan Mancio tak berjalan lama.
Adebayor memang sering bermain di musim pertamanya dan mencetak 14 gol. Namun, di musim kedua, mantan striker Arsenal tersebut bukanlah pilihan utama Mancio. Alhasil, pada Januari 2011, Adebayor dipinjamkan ke Real Madrid. Meskipun masuk ke daftar peraih Copa del Rey 2010/11, karir Adebayor di sana tak bisa dikenang.
Musim 2011/12 Adebayor kembali dipinjamkan. Kini ke Tottenham Hotspur. Pada musim pertamanya di Spurs, Adebayor kembali gacor sehingga Spurs membelinya di akhir musim. Namun, sejak musim itu karir Adebayor terjun payung. Dirinya menjadi musafir dan baru pensiun pada Mei 2023 di Togo.
On this day, 8 years ago:
Emmanuel Adebayor scored for Man City and ran the length of the pitch to celebrate in front of Arsenal fans. pic.twitter.com/eixvp9991r
— Soccer AM (@SoccerAM) September 13, 2017
Roque Santa Cruz
Kedatangan Edin Dzeko dan Sergio Aguero membuat posisi Roque Santa Cruz di Manchester City makin tersisih. Dirinya didatangkan dari Blackburn Rovers di musim panas yang sama dengan Adebayor. Sebelumnya, Santa Cruz memang tampil cukup oke.
Peraih sebuah trofi Champions League bersama Bayern Munchen tersebut nasibnya hampir mirip dengan Adebayor. Dirinya mulai dipinjamkan sejak Januari 2011. Bedanya, karir Santa Cruz di Manchester tak bisa dikenang dan periodenya sebagai pemain pinjaman berjalan lebih lama dari Adebayor.
Santa Cruz sempat dipinjam kembali ke Blackburn. Sempat dipinjamkan ke Real Betis, Santa Cruz kemudian bergabung ke Malaga. Setelahnya, dirinya mengelana ke Meksiko dan pensiun di Paraguay.
⏮ El año 👕 de @RoqueSantaCruz 🇵🇾
🔵 #MCFCEspañol | https://t.co/EthAjgGL5o pic.twitter.com/8kWoiWchrx
— Manchester City (@ManCityES) December 2, 2020
Mario Balotelli
Satu hal yang menghambat kesuksesan Mario Balotelli adalah keinginannya sendiri untuk tidak sukses. Ia adalah striker Italia paling diberkati setelah masa-masa keemasan Serie A. Pemain yang diberi debut oleh Roberto Mancini di Inter tersebut, dibawa sang guru ke Manchester pada musim panas 2010. Setelah Super Mario berpesta treble bersama Inter.
Meski karirnya di Etihad terbilang singkat, Super Mario akan selalu dikenang dengan segala kekonyolannya. Dari selebrasi ikonik “why always me?” hingga mengajak Kompany, Boateng, Tevez, dan Micah Richards berkelahi saat latihan.
Bersama The Citizens, Super Mario berhasil meraih satu trofi Premier League dan FA Cup. Namun, ia akhirnya pergi. Dilansir dari Bleacherreport, Mancio menyebutkan bahwa kepergian Mario dari Etihad adalah keinginan Mario. Seperti yang diketahui, Super Mario pindah ke AC Milan pada Januari 2013.
Hingga musim panas 2024, Super Mario belum pernah sekalipun meraih sebuah trofi lagi. Sejak meninggalkan Manchester, dirinya berkelana ke sana kemari. Dari klub besar hingga klub-klub yang jarang orang dengar. Tentunya dengan tujuan, jalan-jalan. Main bola hanya kegiatan opsional.
🗓️ On this day 12 years ago, Mario Balotelli’s “Why Always Me?” celebration was born
Can you name a more iconic celebration? 🤔 pic.twitter.com/0NHVyxnVcI
— SPORTbible (@sportbible) October 23, 2023
Carlos Tevez
Carlos Tevez adalah striker periode awal uang minyak yang bertahan cukup lama di Etihad Stadium. Striker yang menghentak Premier League bersama West Ham tersebut datang pada periode waktu yang sama dengan Emmanuel Adebayor dan Santa Cruz. Carlitos berpanji The Blue Moon hingga akhir musim 2012/13.
Torehan trofi Carlitos di Manchester City hampir sama dengan yang diraih oleh Mario Balotelli. Bedanya, Carlitos memiliki satu trofi tambahan, yakni Community Shield 2012/13. Bersama The Citizen, Carlitos mampu mencetak 73 gol dan 32 assist dalam 148 laga.
Carlitos adalah sedikit dari pemain yang sukses setelah pergi dari Etihad. Bergabung dengan Juventus, Carlitos mengacak-acak Italia. 2 scudetto, 1 Coppa Italia, dan 1 Supercoppa Italiana berhasil ia persembahkan untuk Si Nyonya Tua.
Setelahnya, dirinya berkelana hingga ke negeri China dan kelak kembali pulang ke Argentina. Baik di China dan Argentina, Carlitos masih mampu menyabet piala.
A Carlos Tevez classic! 🔥
📆 #OnThisDay 2010#ManCity pic.twitter.com/I8lgbhUZrE
— Manchester City (@ManCity) January 11, 2022
Alvaro Negredo
Secara teknis, Alvaro Negredo hanya bermain semusim untuk The Citizens. Dirinya didatangkan pada musim panas 2013 dari Sevilla. Pada musim panas berikutnya, Negredo dipinjamkan ke Valencia dan setelahnya dipermanenkan.
Semusim berseragam The Citizens, Negredo berhasil mencetak 23 gol dan 6 assist. Di musim tersebut dirinya ikut andil menyabet Premier League dan Piala Liga. Setelahnya, karir Negredo berpindah-pindah ke banyak tempat dari Turki hingga Spanyol. Piala yang berhasil diraihnya sejak meninggalkan Etihad hanyalah Piala Liga Uni Emirat Arab 2019/20 kala membela Al-Nasr SC.
The turn 😵💫
The finish ☄️Alvaro Negredo with a stunner against Spurs! 💪 pic.twitter.com/a3r3iNrXxy
— Manchester City (@ManCity) November 30, 2023
Edin Dzeko
Penampilan gemilangnya di Bundesliga membuat Edin Dzeko diperebutkan oleh banyak klub Eropa. Pada akhirnya, fans fanatik FK Zeljeznicar tersebut didapatkan oleh Manchester City pada Januari 2011. Bersama The Citizens, Dzeko berhasil meraih 2 Premier League, 1 FA Cup, 1 Piala Liga, dan 1 Community Shield. Dirinya juga berhasil mencetak 72 gol dan 28 assist selama 4,5 tahun di Manchester.
Sebenarnya, karir Dzeko setelah pergi dari Etihad tidak buruk-buruk amat. Seperti yang dilansir oleh Sky Sport, Dzeko dipinjamkan dengan opsi permanen ke AS Roma pada musim 2015/16. Musim keduanya di Italia, Dzeko malah meraih titel capocannoniere karena berhasil mencetak 29 gol di Serie A.
Saat bergabung ke Inter, Dzeko malah banjir trofi. Selama dua musim di Giuseppe Meazza, Dzeko meraih 2 Coppa Italia dan 2 Supercoppa Italiana. Bahkan pada musim 2022/23, Dzeko berhasil membawa La Beneamata tembus ke final Champions League. Meskipun mimpinya dipatahkan oleh gol semata wayang Manchester City. Kini, Dzeko berstatus sebagai pemain Fenerbahce, setidaknya hingga Juni 2025.
Who could forget this goal? 😏
Happy Birthday, @EdDzeko! 🇧🇦🎉💙#ManCity pic.twitter.com/bs3AbNKEE5
— Manchester City (@ManCity) March 17, 2022
Stevan Jovetic
Pada musim panas 2013, Manchester City mendatangkan pemuda asal Montenegro, Stevan Jovetic dari Fiorentina. Meski bermain selama dua musim dan berhasil meraih sebuah gelar Premier League dan Piala Liga untuk The Citizen, karir Jovetic tak banyak dikenang. Sebab, dirinya lebih sering tampil sebagai pelapis.
Pada musim panas 2015, Jovetic dipinjamkan ke Inter dan kemudian dipermanenkan di sana. Setelahnya, Jovetic bergabung ke Sevilla, AS Monaco, hingga Hertha Berlin. Pada musim 2023/24, Jovetic baru mendapat sebuah gelar lagi ketika Olympiacos secara mengejutkan bisa menjadi jawara Conference League setelah mengalahkan mantan klubnya, Fiorentina.
FULL-TIME Man City 3-1 Liverpool. Stevan Jovetic (2) & Sergio Aguero seal an impressive win for the champions #MCILIV pic.twitter.com/ObQb7jDOrd
— Premier League (@premierleague) August 25, 2014
Sergio Aguero
Sergio Aguero adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah Manchester City. Eks menantu Diego Maradona tersebut didatangkan ke Manchester dari Atletico Madrid pada Juli 2011. Dirinya bermain selama 10 musim di Etihad dan menorehkan 260 gol dan 65 assist. Serta koleksi piala dengan rincian: 5 Premier League, 1 FA Cup, dan 6 Piala Liga.
Pada Juli 2021, Aguero yang kontraknya habis bergabung ke Barcelona. Namun, karirnya di sana hanya bertahan hingga akhir tahun. Pertengahan Desember 2021, Aguero menyatakan pensiun. Dilansir oleh ESPN, Aguero pensiun karena ada masalah dengan jantungnya.
AGUEROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO pic.twitter.com/NuYrQ5X3e5
— Manchester City (@ManCity) May 13, 2022
Gabriel Jesus
Setelah didatangkan dari Palmeiras pada Januari 2017, Gabriel Jesus perlahan menunjukkan dirinya sebagai striker kelas atas. Bersama Manchester City, Jesus menorehkan 95 gol dan 45 assist dalam 236 laga. Selain itu, dirinya juga ikut andil dalam torehan 4 Premier League, 1 FA Cup, 4 Piala Liga, dan 2 Community Shield yang The Blue Moon dapatkan.
Pada Juli 2022, Mikel Arteta yang sudah kepincut dengannya akhirnya berhasil mendaratkan Jesus ke Arsenal. Sayang, keputusan pindah ke Arsenal seperti belati yang ia tusukkan ke perut sendiri. Gabjes bahkan belum meraih satu trofi di Emirates. Tidak hanya itu, ia juga mulai jarang dipakai oleh Mikel Arteta karena cedera.
🇧🇷 Gabriel Jesus leaves Man. City for Arsenal 🤝
“I feel like I am a better player now than when I arrived – and to win 11 trophies has been amazing.”#UCL pic.twitter.com/c5iqV23dyF
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) July 4, 2022
https://youtu.be/4Xau37KqCSk
Sumber: Goal, The Guardian, Bleacherreport, Sky Sport, dan ESPN


