Satu tahun yang lalu, banyak orang mungkin tak mengenal siapa itu Edouard Mendy. Namun, sekarang dunia sedang mengelu-elukan namanya. Mendy mulai banyak mendapat sorotan dan dibicarakan khalayak ramai. Pasalnya, penjaga gawang timnas Senegal itu mampu menampilkan performa terbaiknya bersama salah satu klub raksasa Inggris, Chelsea.
Chelsea membeli Mendy dari Rennes dengan biaya 25 juta pounds atau setara Rp 436 miliar. Kiper berusia 28 tahun itu dikontrak selama lima tahun di Stamford Bridge.
Chelsea menjadi klub profesional kelima yang dibela Mendy sepanjang karirnya. Pemain kelahiran Montivilliers, Prancis pada 1 maret 1992 itu sebelumnya banyak menghabiskan waktu di klub-klub Prancis, seperti Cherbourg, Marseille B, Reims dan Rennes. Meski telah lama malang-melintang di Liga Prancis. Akan tetapi, Mendy baru mencicipi kompetisi level teratas, Ligue 1, sejak 2018/19 bersama Reims dan bermain gemilang di kompetisi tersebut.
Sejak bergabung dengan Chelsea, Mendy telah diturunkan oleh Frank Lampard dalam empat pertandingan. Ia menggusur posisi Kepa Arrizabalaga yang tampil buruk. Kepa, yang didatangkan The Blues dari Athletic Bilbao dengan transfer 80 juta euro pada 2018, dan menjadikannya sebagai kiper termahal dunia membuat blunder saat Chelsea takluk di kandang dari Liverpool pada pekan kedua Liga Inggris 2020/21.
Alhasil, Lampard mulai mempercayakan kiper Chelsea kepada rekrutan anyar, Edouard Mendy. Sejauh merumput bersama Chelsea, penampilan terbaik Mendy adalah ketika The Blues memetik hasil kacamata melawan Manchester United di Old Trafford pada pekan keenam Liga Inggris.
Mendy tampil gemilang dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Dari Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Juan Mata, hingga Edinson Cavani, semua dibuat ‘mati kutu’ oleh aksi heroiknya. Total Mendy membuat 4 penyelamatan di laga itu. Berkat aksi gemilangnya pula Mendy pun dinobatkan sebagai Man of The Match.
Hadirnya Mendy membuat pelatih Chelsea, Frank Lampard sedikit bernafas lega. Pasalnya, Kepa Arrizabalaga -penjaga gawang utama Chelsea– dalam beberapa pertandingan terakhir kerap bikin ‘ulah’. Kiper asal Spanyol itu beberapa kali membuat kesalahan yang membahayakan gawangnya sendiri. Keberadaan Mendy setidaknya membuat Kepa lebih berhati-hati. Pasalnya, bukan tak mungkin Mendy bakal menjadi kiper utama The Blues, jika Kepa tak kunjung berbenah diri.
Apalagi juga banyak pihak yang menyebut Mendy lebih baik daripada Kepa. Seperti yang diungkapkan oleh legenda Chelsea, Frank Leboeuf. Leboeuf menegaskan Mendy adalah pemain yang tepat untuk menggantikan kiper termahal Chelsea itu. “Ya, membandingkan apa yang kami lihat dari Kepa, dan Kepa melakukan yang terbaik, yaitu kesalahan, ya Mendy jauh lebih baik dari itu,”
Pernyataan Leboeuf tidak berlebihan. Mendy memang bukan penjaga gawang sembarangan. Kiper asal Senegal ini memiliki sejumlah statistik meyakinkan. Persentase penyelamatannya bersama Rennes musim lalu mencapai 79 persen, yang merupakan terbaik ketiga di Liga Prancis. Angka itu jauh di atas Kepa yang hanya menorehkan 54,5 persen penyelamatan sepanjang musim 2019/20 lalu atau terendah di Liga Inggris.
Selain itu, berkat posturnya yang menjulang, Mendy sangat andal dalam mengantisipasi umpan silang lawan. Dia mampu mengintersep sebanyak 10,2 persen dari umpan silang yang dihadapinya musim lalu. Catatan ini lebih baik dari sejumlah kiper top Eropa seperti Thibaut Courtois (8,8 persen), Alisson Becker (8,1 persen), Ederson (6,9 persen), dan Jan Oblak (5,5 persen). Kepa sendiri musim lalu cuma mencatatkan 7,2 persen saja.
Statistik mengagumkan Mendy yang lain adalah ia sukses membuat 23 Clean Sheet di Liga Prancis dalam dua musim terakhir. Musim lalu, meski Mendy delapan kali lebih sedikit main dibanding Kepa, dari catatan clean sheet lebih baik. Mendy catatkan 12 kali clean sheet, sementara Kepa hanya 10. Mendy juga punya catatan kebobolan lebih baik, dengan hanya 32 kali memungut bola dari gawangnya. Sementara Kepa 59 kali kebobolan.
Aspek lain dimana Mendy lebih unggul dari Kepa adalah akurasi umpannya. Mendy punya akurasi 71,6 persen dari 836 umpan. Di sisi lain, Kepa punya akurasi 76,7 persen, namun dari 1190 umpan. Performa apik Mendy ini membawa Rennes ke posisi tiga musim lalu dan memastikan tempat di Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah mereka.
Mendy adalah kiper hebat yang refleksnya luar biasa dan salah satu kekuatannya adalah menahan tembakan dari luar kotak penalti. Chelsea sendiri dilaporkan sudah memonitor Mendy selama dua tahun terakhir. Usut punya usut, rupanya Mendy merupakan pilihan dari Direktur Olahraga Chelsea, Petr Cech. Pria asal Republik Ceko yang juga sebagai legenda kiper Chelsea ini diketahui juga pernah memperkuat klubnya Mendy, Rennes.


