Sambutlah! Mesin Gol Baru Manchester City, Phil Foden

spot_img

Tampil tanpa Erling Haaland dan Kevin De Bruyne, Manchester City tetap terlalu superior bagi Aston Villa. Skor 4-1 untuk kemenangan City pun tersaji di akhir laga. Jika Pep Guardiola sama sekali tak menurunkan Haaland dan De Bruyne, lalu siapa yang menjadi aktor di balik kemenangan ini?

Dia adalah Phil Foden. Putra daerah Manchester tersebut menjadi pemain paling bersinar di laga kontra Villa. Foden bahkan berhak membawa pulang bola di laga ini usai mencetak hattrick. Jebolan akademi Manchester City itu mencetak gol kedua, ketiga, dan keempat The Sky Blue. Ketiganya pun dicetak dengan cara yang indah.

Ini hattrick kedua Foden di Liga Inggris musim ini. Menariknya, Foden bukan seorang target man seperti Erling Haaland. Dia hanyalah seorang versatile yang bisa bermain di berbagai posisi. Lantas, bagaimana Pep Guardiola menyulapnya menjadi pencetak gol ulung musim ini?

Sebelum masuk ke pembahasan, kalian boleh subscribe dan nyalakan lonceng agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.

Proyek yang Sudah Direncanakan

Suatu saat Pep Guardiola pernah berkata bahwa dalam sepakbola, gol tidak datang sebagai pemberian dari Sinterklas. Menurutnya, gol tercipta melalui skema serangan yang terstruktur. Dengan memanfaatkan setiap celah yang ada, peluang untuk mencetak gol akan tercipta. Bahkan naluri untuk mencetak gol sejatinya bisa dilatih dan diasah. Bukan cuma pemberian Tuhan semata.

Pep Guardiola membuktikannya melalui Phil Foden. Proyek pengembangan kemampuan mencetak gol Foden sudah dimulai sejak dua musim lalu. Krisis striker pada tahun 2021 memaksa Pep Guardiola untuk mencari solusi agar produktivitas City tetap terjaga meski tanpa striker jempolan.

Saat itu dan bahkan hingga sekarang, City masih memiliki gelandang-gelandang hebat. Namun, Pep telah melihat potensi besar dalam diri Foden. Alhasil, sang pelatih mencari siasat agar Foden tak mubazir karena terus berada di balik bayang-bayang Bernardo Silva dan Kevin De Bruyne. 

Fokus Pep adalah bereksperimen dan terus mengeksplor posisi bermain dari Foden. Lalu Pep menyadari bahwa Foden memiliki potensi dalam menemukan ruang dan melakukan penyelesaian klinis menggunakan kaki kirinya. Maka dari itu, Pep meminta Foden untuk mengambil porsi latihan finishing lebih banyak dari rekan-rekan lainnya.

Perlahan namun pasti, Foden mulai menunjukan kemajuan. Seiring dengan meningkatnya menit bermain, efektivitas dan produktivitas golnya pun terus melonjak. Dari yang hanya mencetak sembilan gol di Liga Inggris musim 2021/22 menjadi sebelas gol di musim 2022/23. 

Cederanya Kevin De Bruyne

Musim 2023/24 jadi momen pembuktian bagi Phil Foden. Kevin De Bruyne yang mengalami cedera hamstring di matchday pertama harus absen cukup lama. Otomatis dirinya berpeluang besar untuk menggantikan peran KDB sebagai inisiator serangan Manchester City.

Ketika isu ini mencuat ke permukaan, banyak yang meragukan kapasitas Foden. Beberapa pengamat sepakbola merasa Foden bukanlah Kevin De Bruyne. Gaya bermain kedua pemain memiliki perbedaan yang cukup kontras. Foden lebih nyaman bermain di sektor sayap, sedangkan De Bruyne bisa mengirimkan bola dari mana pun ia berdiri.

Tapi bukan Pep Guardiola namanya jika tak menentang logika berpikir para kritikus. Foden tetap dipilih menjadi poros permainan meski beroperasi di sektor sayap. Tugasnya sedikit berbeda dari De Bruyne. Foden tidak hanya diplot sebagai pelayan bagi Erling Haaland, tapi juga sumber aliran gol tambahan di lini depan. 

Pep kembali membuat para pengamat sepakbola terbungkam. Foden langsung memberikan dampak di gameweek kedua Premier League musim 2023/24. Bukan gol memang, ia hanya menghasilkan assist untuk satu-satunya gol yang tercipta dari kaki Julian Alvarez. 

Pemahaman Instruksi Pep

Pep menjadikan cederanya Kevin De Bruyne sebagai ajang uji coba proyek yang sudah dibangun selama dua tahun. Hasilnya cukup memuaskan. Football IQ dan fleksibilitas yang baik dari Foden membuat instruksi yang diberikan sang pelatih dapat diaplikasikan dengan baik di lapangan. 

Foden disulap menjadi pemain yang mampu menebar ancaman dari posisi mana pun. Meski di atas kertas dirinya lebih sering diturunkan sebagai sayap kanan, Pep kerap memberikan instruksi khusus agar memudahkan Foden dalam bergerak dan membongkar pertahanan lawan. Itu sudah dibuktikan di beberapa pertandingan termasuk saat melawan Manchester United Maret lalu.

Pep yang memprediksi bahwa United akan fokus dengan pergerakan Haaland, menginstruksikan Foden untuk lebih sering terlibat dalam pola serangan. Hasilnya, Foden melepaskan sembilan tembakan, dua diantaranya berbuah gol. Nah, salah satu golnya itu buah dari kecerdasan Foden dalam mencerna instruksi pelatih.

Selepas pertandingan, Foden mengungkapkan bahwa Pep sempat berteriak dari pinggir lapangan meminta dirinya bertukar posisi dengan Bernardo Silva yang berada di sisi kiri penyerangan City. Foden pun langsung paham bahwa arahan ini bertujuan untuk memecah konsentrasi bek MU.

Dan benar saja, hilangnya konsentrasi bek MU membuat Foden tak terkawal di babak kedua. Merangsek melalui area yang sebelumnya dihuni Bernardo, Foden leluasa melepaskan tendangan yang berbuah gol keduanya di laga tersebut. Laga pun berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan The Citizens.

Aksi di Area Pertahanan Lawan

Kontribusi Phil Foden yang kian krusial membuktikan bahwa kembalinya Kevin De Bruyne ke skuad utama Manchester City bukan masalah yang berarti baginya. Karena memang pada dasarnya, Foden sedari awal tak pernah merebut posisi De Bruyne. Foden tetap beroperasi dari sektor sayap.

Seperti yang sudah disampaikan tadi, keterlibatan Foden lebih dari sekadar pelayan bagi para penyerang City. Foden lah sang mesin gol itu. Pep menciptakan tim yang tak lagi hanya bergantung pada Haaland seperti musim lalu. Ia tak mau timnya jadi tim yang terlalu mudah ditebak permainannya.

Mantan pelatih Bayern Munchen itu menjadikan Foden sebagai solusi efektif apabila Haaland menemui kesulitan di kotak penalti. Kita bisa melihat dari heat map pergerakan Foden di area pertahanan lawan. Meski berposisi sebagai sayap, dirinya lebih banyak bergerak di area tengah tak jauh dari setengah lingkaran kotak penalti.

Dari posisi itu Foden lebih sering melepaskan tembakan. Mengutip data dari Fotmob, Foden sudah melepaskan 90 tembakan dengan akurasi mencapai 40,7% musim ini. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat lebih banyak dari jumlah tembakannya musim lalu yang hanya 46 tembakan.

Musim ini Foden sering memanfaatkan ruang yang terbuka lantaran bek lawan terlalu fokus pada pergerakan Haaland. Seperti yang disampaikan Pep Guardiola kepada Daily Mail, Foden mengurangi kecepatan apabila sudah memasuki kotak penalti. Jika semua bek lawan tertuju pada bola, maka Foden akan menunggu di area titik buta untuk mengeksekusi bola.

Finishing Satu Sentuhan

Nah, di sinilah momentumnya. Ketika menerima bola, Foden mengandalkan atribut spesialnya. Atribut tersebut adalah penyelesaian satu sentuhan. Terlihat mudah dan tak begitu spesial. Tapi, kemampuan ini nyatanya butuh keahlian khusus untuk menguasainya. 

Jika dilihat lebih cermat, teknik ini bukan hanya memantulkan bola ke arah gawang, melainkan butuh presisi, kecepatan berpikir, dan pengambilan keputusan yang baik. Di tengah aliran bola yang begitu cepat, Foden harus memutuskan akan mengutamakan power atau penempatan bola.

Posisi kaki juga harus pas, karena bola yang datang tak selalu mudah. Itu yang membuat teknik ini hanya bisa dilakukan oleh Foden. Berbekal peran baru dan kemampuan spesialnya itu, Foden telah mencetak 14 gol di Liga Inggris musim ini tanpa satu pun dari titik putih. Gimana, pantaskah menyebut musim 2023/24 sebagai musim terbaik Foden?

Sumber: The Analyst, Daily Mail, Fotmob, Goal, Man City

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru