Rotasi Gagal Meski Punya Skuad Mewah! Arsenal Keok Memalukan, Rice Jadi Korban Olokan Mantan

spot_img

Arsenal sebenarnya punya rekor mengesankan saat melawan West Ham. Dari delapan pertandingan sebelumnya, Arsenal berhasil menang enam kali dan imbang dua kali. Tapi rekor tak terkalahkan itu harus berakhir sama seperti harapan Arsenal di Carabao Cup.

Tim tuan rumah berhasil membuka keran gol ketika laga baru berjalan 16 menit lewat gol bunuh diri Ben White. Kemudian di menit 50, Mohamad Kudus menggandakan keunggulan West Ham. Jarrod Bowen mencetak gol ketiga sepuluh menit kemudian. Arsenal hanya bisa membalas lewat gol Odegaard yang datang dari bangku cadangan.

Starting Eleven yang diturunkan Arteta di laga ini memang bukan susunan pemain utama. Tapi itu seharusnya tidak jadi alasan. Sebab salah satu misi Arteta adalah menjadikan Arsenal sebagai tim yang punya kedalaman skuad mumpuni musim ini. Tapi menggunakan pemain cadangan malah membuat mereka menampilkan permainan terburuk musim ini. Kekalahan ini juga jadi mimpi buruk reuni Declan Rice.

Reuni Declan Rice

Salah satu poin pembicaraan yang paling ramai sebelum laga ini berlangsung adalah soal reuni Declan Rice di markas West Ham. Rice adalah kapten the hammers yang memimpin mereka sampai juara UEFA Conference League.

Tapi musim panas kemarin Rice memilih pindah ke klub sebelah. Ia mengungkapkan alasan terbesarnya adalah tertarik dengan proyek jangka panjang Arteta di Arsenal. Tapi tidak bisa dipungkiri juga kalau Rice pasti tergoda dengan transfer sebesar 105 juta pounds. Itu membuatnya jadi pemain termahal dalam sejarah Inggris.

“Dia adalah anggota tim yang sangat brilian. Memimpin tim dengan baik dan berperilaku sempurna sebagai kapten West Ham. Saya sangat menantikan bisa bertemu kembali dengan Dec.” Begitu ucap David Moyes sebelum pertandingan.

Dapat Hujatan Dari Mantan Fans

Tanggapan Moyes yang menantikan mantan anak asuhnya bermain itu sepertinya tidak sejalan dengan para fans. Sejak peluit kick off dibunyikan, penonton tuan rumah menyoraki nama Declan Rice dengan nada mengejek. Saat gol pertama tercipta, para fans West Ham bernyanyi “Apakah kamu menonton Declan Rice?”

Ketika Rice muncul dari bangku cadangan untuk melakukan pemanasan, cemoohan para pendukung West Ham masih berlanjut. Tapi uniknya ketika Rice sudah masuk, cemoohan berubah jadi tepuk tangan. Seolah mereka tidak bisa membenci mantan kapten yang mereka cintai.

Dan 3 menit setelah Rice masuk, tepuk tangan tambah meriah karena gol ketiga West Ham tercipta. Para pendukung Arsenal yang awalnya menyanyikan nyanyian “Declan Rice. Dia pergi karena klub mu jelek”, kini jadi terdiam.

Memasukkan Declan Rice memang jelas menambah kualitas permainan the gunners. Perubahan jelas terlihat dari build up Arsenal. Tapi itu tidak cukup untuk Arsena merubah keadaan.

“Seiring jeleknya penampilan Arsenal di lapangan, fans West Ham jadi semakin kreatif untuk mengejek mantan kaptennya itu. Para pendukung the hammers pun sempat menyanyikan “Kamu harusnya pindah ke klub besar” Kemudian dengan nyanyian yang mengejek Arsenal “Juara Eropa, kalian tidak akan pernah menyanyikan itu”

Setelah pertandingan berakhir, nyanyian para pendukung the hammers makin keras. Mereka bernyanyi “Declan, berapa skornya?”. Well, jelas ini bukan reuni yang diimpikan Rice.

Rencana Jadi Tim Jago Rotasi Tapi Gagal

Ketika musim 2022/23 kemarin berakhir, Arteta menegaskan kalau saat ini mereka berada di fase keempat dari lima fase pembangunan Arsenal yang direncanakan. Fase keempat yang Arteta maksud adalah menjembatani kesenjangan kualitas tim dengan Manchester City yang jadi treble winner.

Rencana Arsenal musim ini adalah meningkatkan kualitas pemain di beberapa sisi dan menambah pemain di posisi lainnya. Musim kemarin, Arteta tercatat melakukan rotasi pemain lebih sedikit daripada para pelatih Premier League lainnya. Dengan musim yang lebih sibuk di musim ini, Arteta ingin membentuk kelompok inti yang terdiri dari 17 atau 18 pemain yang bisa ia percaya

Di pertandingan ini Arteta membuat enam rotasi di dalam timnya. Ia memasukan Fabio Vieira, Aaron Ramsdale, Reiss Neilson, Leandro Trossard, Jorginho, dan Gabriel sebagai starter. Beberapa pemain terbaik Arteta seperti Odegaard, Saka, Martinelli, dan Rice harus masuk sebagai pemain cadangan.

Saat sudah tertinggal 2-0, Arteta baru memasukkan para pemain intinya. Dimulai dari Declan Rice yang menggantikan Jorginho. Tapi momentum sudah hilang. West Ham bahkan bisa menambah keunggulan jadi 3-0. Baru ketika Odegaard masuk di menit 80, Arsenal bisa mencetak gol. Sayangnya itu sudah terlambat.

Lini Serang Arsenal Yang Tumpul

Jika memang benar rencana Arteta musim ini adalah menambah kualitas kedalaman skuad, maka yang paling perlu diperhatikan adalah lini serang. Eddie Nketiah diturunkan sebagai starter ujung tombak di laga ini. Ia memang jadi pahlawan Arsenal setelah mencetak hattrick di pertandingan lawan Sheffield minggu lalu.

Tapi di pertandingan ini, jadi malam yang sangat buruk untuk Nketiah. Juga bagi tiga penyerang Arsenal yang sering berubah-ubah. Kali ini trio Eddie Nketiah, Leandro Trossard, dan Reiss Nelson tidak berhasil.

Ketiganya pun tidak bermain 90 menit penuh. Awalnya Arteta mengira kalau sisi sayap lah masalahnya. Trossard dan Nelson pun keluar duluan. Mereka digantikan oleh Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli. Tapi itu tidak memberikan perubahan berarti. Bahkan setelah Odegaard masuk menggantikan Nketiah, hasil akhir tidak berubah.

Penyerang lainnya yang jadi sorotan adalah Kai Havertz. Ia dibeli seharga 65 juta pounds tapi belum ada kontribusi nyata berbentuk apapun di lapangan. Havertz baru mencetak satu gol, itupun dari penalti dan lawannya Bournemouth.

Di laga ini ia cukup terlibat dalam permainan. Tapi ia tidak punya ketajaman di area penalti lawan. Mungkin sudah saatnya Arteta mengakui Havertz adalah pembelian gagal.

Ramsdale Gagal Berikan Pembuktian

Setelah dianggap kalah saing dengan David Raya, Ramsdale harus rela bermain di Carabao Cup untuk mengais sisa-sisa menit bermain. Tapi di malam yang harusnya jadi pembuktian, serangkaian kesialan malah tercipta.

Pertama gol bunuh diri Ben White yang tidak bisa ia antisipasi. VAR juga tidak menganggap pemain West Ham yang menarik bajunya itu sebagai pelanggaran. Kemudian dipaksa harus menerima serangan West Ham secara bertubi-tubi.

Pemain timnas Inggris itu tampak kaku dan gugup saat menguasai bola. Terkadang membuat rekan satu timnya berada dalam bahaya. Kebobolan dua gol lagi melengkapi hari Ramsdale. Kembali menjadi starter di Premier League masih tampak seperti mimpi yang jauh dari kenyataan.

Pupus Satu Harapan Dapat Piala Musim Ini

Carabao Cup memang jauh dari predikat trofi bergengsi di Inggris. Tapi turnamen ini menawarkan kesempatan. Sudah banyak tim besar keluar dari turnamen. Harusnya Carabao bisa jadi peluang besar Arsenal untuk dapat trofi musim ini. Apalagi Man City juga sudah tersingkir.

Tapi kalau mau ambil sisi baiknya juga boleh. Arsenal kini jadi lebih fokus untuk kompetisi-kompetisi yang bisa dibilang lebih penting. Target utama Arsenal tentu saja Premier League. Tapi diharapkan pula Arsenal bisa melangkah jauh di Champions League.

Sumber referensi: Standard, West Ham, Mirror, Telegraph, One

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru