Ronaldo yang Menjemput Karmanya Sendiri

spot_img

Cristiano Ronaldo membuktikan pepatah “Mulutmu, harimaumu” benar adanya. Usai melakukan wawancara dengan Piers Morgan, yang di dalamnya mengungkap semua borok Manchester United membuatnya harus didepak dari klubnya sendiri. Belum lama ini, Setan Merah mengeluarkan pernyataan yang mencengangkan.

Belum genap musim 2022/23 tuntas, Cristiano Ronaldo dipaksa angkat kaki dari Theatre of Dream. MU memecat sang mega bintang. Perjalanan Ronaldo di klub lamanya itu langsung kandas. Tak butuh waktu lama bagi Cristiano Ronaldo untuk menjemput karma karena omongannya sendiri. Pemecatan ini jadi semacam ujung dari drama Ronaldo di Manchester United.

Disambut Bak Legenda

Drama Ronaldo diawali ketika ia memutuskan untuk hengkang dari Juventus, dan akan kembali ke Kota Manchester namun dengan warna yang berbeda. Agen sang pemain, Jorge Mendes bahkan sudah menjalin komunikasi dengan “Si Tetangga Berisik”, Manchester City. Namun, di tengah pemberitaan yang membuat fans United kesal itu, Fabrizio Romano mengeluarkan sabda yang menenangkan fans MU.

Fabrizio menuliskan kalimat saktinya “Here We Go”. Tak lama setelah itu, akun Twitter resmi Manchester United secara terbuka mengumumkan, bahwa mereka resmi mengantongi kata sepakat untuk menyambut kepulangan sang superstar. Sontak para fans pun kegirangan dan tak sabar menantikan debut Ronaldo di Old Trafford.

Hari yang dinanti pun tiba, Cristiano Ronaldo melakukan debut keduanya di Old Trafford kala menjamu Newcastle United, September 2021 lalu. Kepulangan si anak hilang membuat Peter Drury tak kuasa menahan kata-kata indahnya ketika diplot menjadi komentator pertandingan tersebut.

Ronaldo disambut bak legenda, tapi itu tampak tak berlebihan untuknya. Ia layak menerima itu. Publik Old Trafford dibuat bergemuruh ketika sang pemain berjalan keluar dari tunnel. Ronaldo pun melengkapi laga debutnya itu dengan mencetak brace luar biasa guna membantu United menang 4-1 atas tim tamu.

Di musim pertamanya bersama United, Ronaldo menjadi sosok paling penting di lini depan. Ia menjadi tumpuan skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer dalam urusan mencetak gol. Tak jarang, Ronaldo yang sudah berusia 36 tahun saat itu, justru jadi penyelamat wajah United dari kekalahan.

Sepanjang musim 2021/2022, Cristiano Ronaldo memainkan 38 pertandingan di semua kompetisi. Dan ia berhasil membukukan 24 gol dan tiga assist bersama Manchester United. 18 di antaranya dicetak di Premier League, itu hampir sepertiga dari 57 gol yang dicetak United selama musim tersebut.

Bawel Minta Dijual

Drama berlanjut di awal musim ini. Ronaldo udah ngebet ninggalin klub karena merasa terlalu menggendong Manchester United di musim lalu. Namun, di luar dugaan,tak ada satu pun klub yang ingin memboyong pria 37 tahun.

Sang agen padahal sudah menjajakan sang pemain ke beberapa klub top Eropa, macam Chelsea, Bayern Munchen, dan sebagainya. Kriteria utama yang dicari adalah klub yang bermain di Champions League, bukan seperti United yang hanya bermain di Europa League.

Pemilik anyar Chelsea, Todd Boehly sebetulnya sangat berminat untuk mendatangkan Ronaldo. Ia ingin sang pemain menjadi penanda kedatangannya di sepakbola Inggris. Namun, pelatih Chelsea kala itu, Thomas Tuchel menolak keras keputusan Boehly. Pelatih asal Jerman itu merasa tidak membutuhkan Ronaldo. Tuchel lebih memilih Aubameyang ketimbang Ronaldo.

Lalu, Jorge Mendes juga sempat menawarkan kliennya ke rival Real Madrid, yakni Atletico Madrid. Namun, para penggemar Los Rojiblancos menolak keras kedatangan mantan punggawa Real Madrid tersebut.

Performa Kian Merosot

Tak bisa dipungkiri, Cristiano Ronaldo sebetulnya sudah mengalami penurunan performa sejak meninggalkan Real Madrid pada tahun 2018 lalu. Namun penurunan yang paling ketara ketika ia memutuskan untuk pindah dari Juventus menuju Manchester United. 

Selama berseragam La Vecchia Signora, Ronaldo masih sanggup mencetak setidaknya 29 gol dari 33 pertandingan di Serie A. Namun di musim pertamanya setelah kembali ke Old Trafford, golnya menyusut hanya menjadi 18 gol dari 30 pertandingan. Bagaimana dengan musim kedua? Makin nggak karuan.

Menyambut musim baru dengan pelatih baru, yakni Erik Ten Hag performa Cristiano justru semakin tak terselamatkan. Ronaldo sangat jarang masuk ke line up Erik ten Hag. Pelatih asal Belanda itu bahkan sempat menjatuhkan sanksi larangan terlibat kegiatan latihan dan pertandingan skuad utama kepada Ronaldo setelah sang pemain kedapatan meninggalkan laga melawan Tottenham Hotspur lebih dulu.

Torehan golnya pun kian merosot. Gol perdana Ronaldo muncul di di Liga Malam Jumat, itu pun boleh dapet dari gosok voucher tendangan penalti. Sedangkan di kompetisi Liga Inggris, Ronaldo baru bisa mencetak gol di pekan kesepuluh saat bertandang ke Goodison Park, markas Everton. Dan setelah itu, Ronaldo belum mencetak gol lagi hingga jeda Piala Dunia 2022.

Curhat yang Membawa Petaka

Situasi Ronaldo bersama Manchester United kian runyam. Jelang laga kontra Fulham pekan lalu, sang pemain dinyatakan tak masuk skuad lantaran ada gangguan pada kebugarannya. Namun di waktu yang hampir bersamaan, muncul berita bahwa Ronaldo sedang melakukan sesi wawancara dengan presenter TV dan jurnalis asal Inggris, Piers Morgan. 

Melalui akun Twitternya, Piers Morgan melabeli wawancaranya dengan Ronaldo sebagai “wawancara paling eksplosif”. Mengapa demikian? Ya karena Ronaldo memang terlihat sangat meledak-ledak di sesi wawancara tersebut. Bak burung Murai Batu, mulut Ronaldo sangat gacor sampai-sampai membahas “dapur” Manchester United.

Dalam wawancaranya itu, CR7 mengatakan kalau dirinya selalu menjadi kambing hitam di United. Ia merasa, di klubnya saat ini banyak pihak yang ingin menyingkirkannya. Menurut Ronaldo, yang ingin menyingkirkannya bukan hanya Ten Hag, tapi juga staff bahkan legenda klub. Maka dari itu ia merasa dikhianati

Pemain bernomor punggung tujuh itu juga mengungkapkan keresahan kepada sang pelatih, Erik Ten Hag. Ronaldo merasa hubungan mereka tidak berjalan dengan baik. Ronaldo sendiri sudah merasakan tiga kali pergantian manajer di Manchester United. Dari ketiga manajer itu, ia hanya mengakui sosok Ole Gunnar Solskjaer yang juga mantan rekannya. Ronaldo bahkan tidak mengakui Rangnick sebagai seorang pelatih.

Sebuah Akhir yang Tragis

Setelah sesi wawancara itu viral di berbagai media sosial, pihak Manchester United pun mengambil sikap untuk menegur sang pemain. Direksi bersama staf kepelatihan pun mengadakan pertemuan khusus untuk membahas pernyataan Ronaldo yang kontroversial itu.

Buntut dari wawancara eksplosif itu, Manchester United akhirnya merilis pernyataan perpisahan dengan Cristiano Ronaldo pada website resmi mereka. Pihak Setan Merah memutuskan untuk berpisah dengan Ronaldo secara baik-baik alias kesepakatan bersama. 

Fabrizio Romano juga menambahkan, perpisahan Cristiano Ronaldo dengan Manchester United itu terjadi secara bersih. Yang mana pihak United tidak mengeluarkan uang kompensasi sepeser pun untuk Ronaldo. Hmmm, kira-kira klub mana yang mau nampung Bang Do? 

Sumber: MEN, Goal, Mirror, The Athletic

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru