Timnas Indonesia berhasil melibas sang mantan, Timor Leste dengan skor 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 27 Januari 2022 kemarin. Indonesia yang sempat tertinggal lewat gol pemain kontroversial, Gali Freitas akhirnya mampu membalikan keadaan di akhir laga.
Sebelum laga itu dimulai, pelatih Timnas Indonesia memanggil setidaknya 27 pemain. Mayoritas pemain yang dipanggil adalah alumni ajang AFF 2020, dan ada pula beberapa pemain muda yang dipanggil guna memenuhi kebutuhan skuad.
Diturunkan di laga melawan Timor Leste, Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan menjadi debutan termuda Timnas Indonesia saat ini! 🇮🇩
Semangat berproses, anak muda! ❤#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/PcAL2SJS0U
— PSSI (@PSSI) January 28, 2022
Menariknya, dari nama-nama pemain muda yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Senior Indonesia di laga itu, sang juru taktik asal Korea Selatan memanggil penyerang muda berdarah Indonesia-Liberia, Ronaldo Kwateh. Menariknya, di laga kontra Timor Leste, Kwateh mampu berkontribusi. Lantas, siapa sebenarnya sosok Ronaldo Kwateh?
Siapakah Ronaldo Kwateh?
Nama Ronaldo Kwateh mencuri perhatian penikmat sepak bola Indonesia, saat melakoni debut bersama Timnas Senior asuhan Shin Tae-yong di usianya yang masih sangat belia. Kwateh tampil cukup apik dengan berkontribusi dalam terciptanya gol penyeimbang yang dicetak oleh Ricky Kambuaya.
Pemain yang bernama lengkap Ronaldo Joybera Kwateh ini baru berusia 17 tahun. Ia adalah anak dari mantan pemain asing Liga Indonesia, Roberto Kwateh. Tak ayal masyarakat awam mengira ia adalah pemain asing atau salah satu hasil proyek naturalisasi milik PSSI.
Namun, Ronaldo Kwateh adalah pemain asli kelahiran Indonesia. Kwateh lahir di Yogyakarta pada 19 Oktober 2004. Bahkan karena itu pula, logat medok khas Jawa akan kelihatan ketika Kwateh berbicara. Sebab ia sendiri memang besar di Jawa, mengikuti karier ayahnya.
Memiliki darah sepak bola dari sang ayah, Ronaldo Kwateh sudah menyukai sepak bola sejak usia empat tahun.Dan nama Ronaldo Kwateh sejatinya sudah muncul di persepakbolaan Indonesia pada tahun 2019 saat tampil di kompetisi Elite Pro Academy U-16 bersama Persib Bandung junior.
Penampilan apiknya di kompetisi Elite Pro Academy menarik minat klub Madura United. Semusim berselang, Madura United pun akhirnya mengamankan tanda tangan Ronaldo Kwateh yang masih berusia 16 tahun, praktis Ronaldo jadi rekrutan termuda Laskar Sape Kerap.
Rapor Ronaldo Kwateh di Timnas U-18
Selain untuk mempersiapkan tim menuju AFF U-23 dan Sea Games 2021 di Vietnam nanti, Ronaldo Kwateh yang masih berusia 17 tahun sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan pemain-pemain muda Liga 1 lainnya. Ia mendapat kepercayaan pelatih tampil sebanyak sembilan kali bersama Madura United di BRI Liga 1. Jadi wajar saja kalau ia akhirnya dipanggil Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas U-18.
Shin Tae-yong memanggil Ronaldo Kwateh untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-18 di Turki. Pemusatan latihan selama dua pekan di Turki adalah batu loncatan pertama bagi Timnas Indonesia U-18 itu sendiri untuk mempersiapkan Piala Dunia U-20 yang diundur hingga 2023 nanti.
🚨 BREAK THE RECORD!🇮🇩
Penyerang muda Madura United, Ronaldo Kwateh membukukan diri sebagai debutan termuda Timnas Indonesia!
17 Tahun 3 Bulan 8 Hari 🔥
Ronaldo masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua saat Timnas Indonesia meladeni Timor Leste dalam tajuk Uji Tanding pic.twitter.com/JHO9Ly2rGM
— #YukVaksinasi 👌 (@Indostransfer) January 27, 2022
Hasilnya, Ronaldo Kwateh menjadi bintang di setiap penampilan Timnas Indonesia U-18. Laga perdana melawan Antalyaspor U-18, Ronaldo mencetak dua gol.
Kemudian, di laga uji coba kedua kontra Alanyaspor U-18, Ronaldo Kwateh sukses melesakkan gol pembuka di menit pertama. Gol selanjutnya dicetak di menit ke-18. Garuda muda bisa saja menambah keunggulan, namun pertandingan dihentikan di menit ke-50 karena cuaca buruk.
Di pertandingan ketiga kala menang melawan MMK Football Club, Kwateh kembali mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut. Ronaldo Kwateh tercatat mengemas lima gol dalam tiga pertandingan uji coba yang dilakoni Timnas selama TC di Turki.
Dengan rapor manis Kwateh bersama Timnas Indonesia U-18, Shin Tae-yong pun tertarik untuk mengirim staf kepelatihan untuk mengawasi langsung perkembangan Kwateh ketika kembali ke Madura United. Setelah mengamati beberapa penampilan Ronaldo Kwateh, Shin Tae-yong melihat potensi di diri Kwateh dan akhirnya ia memanggil Kwateh untuk terbang ke Bali guna bergabung dengan TC Timnas Senior.
Timnas Indonesia Krisis Pemain Depan
Apabila berkaca pada kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Meskipun kembali ditekuk Thailand dengan agregat 6-2, Indonesia menjadi tim yang paling produktif dalam hal mencetak gol. Tercatat Indonesia mampu mencetak 20 gol, lebih banyak dari sang juara Thailand, mereka cukup mencetak 18 gol untuk menyegel gelar juara AFF 2020.
Okelah, pencetak gol di Timnas Indonesia merata dan tidak hanya bergantung pada penyerang saja. Namun, satu hal yang harus kita garis bawahi. Untuk urusan mencetak gol harusnya sudah menjadi tugas utama bagi para striker. Tapi nyatanya dari 20 gol yang tercipta, hanya dua yang berasal dari striker milik Timnas Indonesia.
Kala itu Shin tae-yong membawa empat striker murni, namun hanya Ezra Walian yang mampu mencetak gol di Piala AFF kemarin. Tak ayal Shin Tae-yong pun mengakui bahwa posisi striker merupakan posisi paling lemah dari Timnas Indonesia. Coach Shin mencoba untuk melakukan regenerasi Timnas Indonesia. Hal yang tidak dilakukan pelatih-pelatih timnas sebelumnya, seperti Simon McMenemy. Bahkan di era Simon rataan usia Timnas Indonesia hampir menyentuh angka 30 tahun.
Dengan dipanggilnya Ronaldo Kwateh ke Timnas Senior juga karena itu. Sosok Kwateh akan menambah opsi bagi Shin Tae-yong dalam menentukan pemain depan. Meskipun ia bukan penyerang murni dan masih berusia sangat muda. Namun, dengan berbekal postur tubuh yang cukup bagus dan masih berada di masa pertumbuhan, Ronaldo Kwateh bisa jadi investasi jangka panjang bagi lini serang Timnas Indonesia.
Evan Dimas ingin Marselino Ferdinand dan Ronaldo Kwateh bermain di luar negri.
Kapten timnas Indonesia di Piala AFF 2020 itu tidak ingin kedua bintang menyesal dikemudian hari 🙏#MegaBintang #AFFSuzukiCup2020 https://t.co/Q8yZ4CVASK pic.twitter.com/bvtgdFjuGi
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) January 26, 2022
Tentu Ronaldo Kwateh juga harus mulai berpikir untuk berhenti bermain di Liga Indonesia. Cobalah untuk berusaha dilirik klub-klub dari luar negeri. Karena kalau sudah dipanggil timnas dan nanti kembali ke klub lokal, itu namanya mubazir, memaksimalkan potensi diri. Jangan seperti angkatan Evan Dimas CS, sempat digadang gadang akan menjadi generasi emas Indonesia, tapi setelah juara Piala AFF U-19 mereka hilang entah kemana, praktis hanya menyisakan Evan Dimas yang masih konsisten membela Timnas hingga sekarang.
Regenerasi yang cepat dari tahun ke tahun dirasa cukup bagus bagi ekosistem sepak bola Indonesia. Persaingan guna mendapatkan slot di skuad timnas senior pun semakin ramai. Siapa pun yang lengah dan nggak mau naik level dengan bermain di luar negeri akan tersingkir dan digantikan dengan pemain muda lainnya.
https://youtu.be/0im0e6FePNg
Sumber: Transfermarkt, PanditFootball, Tribunnews


