Begini Jadinya Strategi MU Bila Sancho BergabungBegini Jadinya Strategi MU Bila Sancho Bergabung
Sudah berapa tahun lamanya nama Jadon Sancho dihubungkan dengan Manchester United. Sejak pemuda Inggris itu tampil ciamik bersama Borussia Dortmund, nyaris setiap jendela transfer dibuka, selalu ada nama Sancho dalam daftar pemain yang diinginkan United.
Sancho, sejak tak dipedulikan City dan resmi bergabung dengan Borussia Dortmund, terus menjadi magnet penggemar sepakbola di seluruh dunia. Dia menjadi remaja yang terus kesankan penggemar. Tak hanya melalui assist yang diciptakannya, Sancho yang punya kecepatan luar biasa juga tak jarang mencetak gol penentu kemenangan Die Borussen.
Bersama klub yang bermarkas di Signal Iduna Park, bakat Sancho mampu berkembang dengan sangat baik. Kompetisi Bundesliga yang memang ramah dengan para pemain muda seolah memberi kesempatan bagi Sancho untuk terus tumbuh. Benar saja, setelah terus menjadi bintang di kasta tertinggi kompetisi Jerman, dia langsung menarik banyak minat klub Eropa, yang salah satunya hadir dari Manchester United.
Penantian Panjang Berujung Kebahagiaan
Pada tahun 2020 lalu, Sancho sejatinya nyaris bergabung dengan Manchester United. Ole Gunnar Solskjaer begitu berminat untuk dapatkan tanda tangan Sancho guna memperkuat lini serang Setan Merah. Akan tetapi minat MU terhenti setelah Dortmund menginginkan setidaknya 120 juta euro atau tidak kurang dari 2 triliun rupiah, kepada siapapun yang berminat datangkan Sancho.
Usaha Manchester United untuk bisa menurunkan harga sang pemain sia-sia, karena Dortmund tetap berada pada pendirian. Akhirnya MU mundur dari jalur perburuan Sancho dan mengarahkan bidikan pada sosok Amad Diallo dan Facundo Pellistri sebagai gantinya.
Meski terus diselimuti kegagalan, rasa penasaran MU terhadap Sancho masih terus berlanjut. Seakan muak dengan kabar yang terus memberitakan Sancho, Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc, kemudian mengkonfirmasi bahwa Sancho tidak akan meninggalkan Signal Iduna Park.
Namun pada akhirnya, setelah saga transfer pemain berusia 21 tahun ini terus membanjiri headline media, sampailah pada sebuah muara yang ditandai dengan nada “here we go..”
Ya, kalimat sakti yang berasal dari jurnalis kenamaan Fabrizio Romano itu muncul pada berita transfer Jadon Sancho menuju Manchester United. Fabrizio melaporkan bahwa Manchester United dan Borussia Dortmund sudah mencapai kata sepakat akan transfer Sancho.
“Jadon Sancho akhirnya bergabung dengan Manchester United, Here we go,” kata Fabrizio (via Twitter)
Jadon Sancho to Manchester United… HERE WE GO! 🚨🏴 #MUFC#Sancho
Done deal confirmed. Agreement reached between Manchester United and Borussia Dortmund.
€90m with add ons. Agents fee and personal terms agreed, contract until 2026.
Dikabarkan bahwa kesepakatan yang terjadi antara pihak Setan Merah dan Die Borussen berujung pada angka 1,5 triliun rupiah plus sejumlah tambahan. Mulai dari metode pembayaran dan biaya transfer semuanya sudah disepakati dan Sancho akan di kontrak hingga Juni 2026, dengan opsi perpanjangan sampai 2027.
Dalam transfer ini, Manchester City juga dilaporkan bakal menerima dana sekitar 13 juta euro atau setara 223 miliar rupiah.
Bagaimana Strategi MU Ketika Sancho Datang?
Dengan bergabungnya Sancho ke Manchester United, para penggemar Setan Merah, khususnya yang berbasis di dunia maya, benar-benar bersorak kegirangan. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana hebatnya kekuatan MU yang bakal dihuni oleh Bruno Fernandes, Paul Pogba, Marcus Rashford, Edinson Cavani, dan Jadon Sancho itu sendiri.
Bila melihat dari segi strategi, ada beberapa skema yang bisa digunakan MU untuk mengakomodir kedatangan Sancho.
Pertama adalah skema 4-2-3-1. Dalam skema semacam ini, sisi sayap kanan sering menjadi kelemahan MU. Daniel James dan Mason Greenwood selalu kesulitan untuk tampil optimal. Dengan adanya Sancho, pemain yang memang kerap beroperasi di sisi tersebut bisa menjadi solusi terbaik dari kelemahan yang selama ini dialami MU.
Dengan Sancho berposisi di sayap kanan, dia akan ditemani Bruno Fernandes yang tentu akan berperan sebagai gelandang serang. Sementara Rashford akan mengisi pos sayap kiri untuk semakin mempertajam seluruh serangan MU yang berasal dari sisi lapangan. Dengan kombinasi pemain tersebut, Edinson Cavani yang berdiri sebagai ujung tombak tampaknya tak akan kesulitan untuk menciptakan gol.
OFFICIAL: Borussia Dortmund CEO confirms a deal has been agreed with Manchester United for Jadon Sancho 📝 pic.twitter.com/kUI3I0ZD0O
Berikutnya adalah skema 4-3-3, dimana Sancho akan tetap berperan sebagai penyerang sayap kanan. Melalui skema tiga pemain depan, dia akan menemani Marcus Rashford di sisi seberang dan menyokong peran penyerang utama yang bisa dihuni oleh Mason Greenwood.
Pogba yang berposisi sebagai gelandang kanan tentu tak akan segan untuk semakin mempermudah tugas Sancho. Bruno Fernandes yang berdiri di posisi gelandang kiri juga tak akan segan untuk membantu serangan. Selanjutnya, McTominay yang begitu dinamis akan bertindak sebagai penyeimbang permainan dari lini tengah.
Berikutnya ada skema tradisional 4-4-2.
Tidak menutup kemungkinan bagi Ole Gunnar Solskjaer untuk menggunakan formasi klasik Manchester United, yang telah memberi banyak kejayaan di era Sir Alex Ferguson. Peran gelandang yang begitu kuat dan pergerakan pemain sayap yang tak jarang merepotkan pertahanan lawan, berpotensi membuat MU tampil menakutkan.
Serangan yang dilakukan akan tampak lebih maksimal dengan peran dua pemain yang ditempatkan di lini depan.
Sancho yang dalam skema ini ditempatkan sebagai pemain sayap bisa bekerja sama dengan McTominay dan Bruno Fernandes yang berperan sebagai gelandang. Sementara Daniel James akan menusuk dari sisi sayap kiri, dengan dua pemain Marcus Rashford dan Anthony Martial bisa jadi pilihan untuk diduetkan di lini serang.
Skema yang tak kalah menarik, yang bisa digunakan adalah opsi tanpa Bruno Fernandes. Tidak bisa dipungkiri bila Manchester United kerap kesulitan ketika tampil tanpa pemain asal Portugal tersebut. Dengan datangnya Sancho, MU bisa menggunakan skema 4-3-1-2, dimana pemain Internasional Inggris itu berperan sebagai gelandang serang.
Jadon Sancho has won most penalties in Bundesliga .
Ditempatkan sebagai gelandang serang, Sancho bisa menjadi penyokong dua penyerang yang bisa diisi oleh nama Marcus Rashford dan Anthony Martial. Di belakang Sancho, terdapat tiga gelandang yang juga akan membantunya mendapatkan bola. Dalam skema ini, Paul Pogba bisa ditempatkan sebagai gelandang tengah, yang akan dibantu Fred dan McTominay sebagai gelandang sayap.
Skema terakhir yang bisa digunakan United dengan adanya Sancho adalah opsi mengistirahatkan Marcus Rashford.
Memiliki kondisi fisik mumpuni, MU kerap mengandalkan kecepatan Rashford untuk tampil di tim utama. Akan tetapi, pemain tersebut juga butuh istirahat. Dengan datangnya Sancho yang memiliki kecepatan luar biasa, dapat ditempatkan di posisi sayap kiri untuk menutup ruang yang ditinggalkan Rashford.
Jadon Sancho has now provided 10+ assists in each of the last three Bundesliga campaigns:
Kualitasnya tentu tak akan berbeda jauh dengan Rashford. Dia dipercaya bisa berakselerasi dengan baik untuk menggedor lini pertahanan lawan, untuk kemudian memberi umpan atau menembak langsung bola ke dalam gawang.
Dengan sejumlah skema yang bisa dimainkan bersama Sancho, membuktikan bahwa pemain tersebut memang cocok untuk Manchester United. Dia bahkan tidak hanya berpengaruh bagi strategi yang berpotensi dimainkan United, namun juga hal lain, seperti berpotensi menaikkan pamor klub dan juga kompetisi Liga Primer Inggris.
MU yang sudah dikenal luas sebagai salah satu tim terbesar di dunia akan semakin menarik banyak minat para penggemar, usai berhasil mendapatkan tanda tangan Sancho. Pasalnya, Sancho merupakan pemain yang selama ini menjadi buruan klub-klub Eropa, termasuk Chelsea, FC Barcelona, hingga FC Bayern.
Maka menjadi pemenang dari perburuan maha sulit ini akan memberi kesan positif tersendiri bagi MU.
Kira-kira, akankah kedatangan Sancho bakal membuat lini serang MU kian menakutkan