Kegacoran Bellingham memang tak ada obatnya. Selang beberapa hari setelah brace-nya yang spektakuler di El Clasico, Bellingham dianugerahi Kopa Trophy 2023. Apa sih penghargaan Kopa Trophy itu? Pasalnya penghargaan ini tak banyak diperbincangkan di tengah hiruk pikuk siapa pemenang Ballon d’Or yang itu-itu saja. Lalu apakah Bellingham pantas menyandang penghargaan tersebut?
BREAKING: Jude Bellingham has won the 2023 Kopa Trophy! 🌟 pic.twitter.com/KXixFeUhHn
— Sky Sports News (@SkySportsNews) October 30, 2023
Daftar Isi
Seluk Beluk Kopa Trophy
Kalau ada yang baru tahu penghargaan Kopa Trophy sepertinya wajar. Karena penghargaan ini baru saja dimulai pada tahun 2018. Ditambah, penghargaannya yang dihelat bersamaan dengan Ballon d’Or menjadikannya kurang terekspos.
🔝1️⃣0️⃣ Throwback
— Ballon d'Or #ballondor (@ballondor) August 4, 2022
Let's see the 2018 Kopa Trophy ranking 👀#ballondor #kopatrophy pic.twitter.com/CnPZz8JXx8
Penghargaan ini diinisiasi oleh France Football. Dengan tujuan untuk mengakomodasi para pemain muda terbaik di bawah usia 21 tahun. Sama dengan kategori penilaian nominasi Ballon d’Or, penilaian Kopa Trophy juga dilihat dari performa pemain selama satu musim penuh, baik di klub maupun negara.
Kopa Trophy ini berbeda dengan penghargaan Golden Boy. Kalau Golden Boy hanya untuk pemain Eropa saja. Tapi kalau Kopa Trophy diperuntukan bagi seluruh pemain muda di penjuru dunia. Lalu kok bisa dinamai Kopa Trophy? Kopa itu diambil dari nama legenda Prancis, Raymond Kopa. Pemain legendaris yang pernah meraih Ballon d’Or di tahun 1958.
Raymond Kopa, our 1958 Ballon d'Or! 😍#ballondor pic.twitter.com/wLLPadaNd1
— Ballon d'Or #ballondor (@ballondor) June 14, 2023
Bellingham Orang Pertama Inggris
Sampai sekarang penghargaan ini sudah lima musim berjalan. Minus tahun 2020 yang dihentikan karena pandemi Covid-19. Sudah ada lima pemenang yang menyabet Kopa Trophy. Di antaranya Kylian Mbappe, Matthijs De Ligt, Pedri, dan Gavi. Kini pada tahun 2023, mesin gol Real Madrid, Jude Bellingham meraih penghargaan itu.
Here are all the Kopa trophy winners!#ballondor pic.twitter.com/lxaq0p7KHV
— Ballon d'Or #ballondor (@ballondor) October 30, 2023
Musim ini Bellingham mengalahkan Jamal Musiala dari Bayern Munchen yang ada di peringkat kedua, serta Pedri dari Barcelona yang ada di peringkat tiga. Ini adalah penghargaan spesial bagi Bellingham. Pasalnya, untuk pertama kalinya Kopa Trophy diraih oleh pemain dari Inggris. Lalu mari kita lihat, apakah musim ini Bellingham memang benar pantas meraih penghargaan tersebut dari pada para pesaing-pesaingnya?
Kenapa Bellingham?
Dilansir Goal, penilaiannya secara umum yang dilihat hampir sama dengan Ballon d’Or. Pertama adalah segi performa selama satu musim penuh, kemudian gelar individu, serta dampak pemain bagi klub atau negara yang dibela. Lalu yang berikutnya adalah penilaian keseluruhan dari karier si pemain.
The 2023 Kopa Trophy full ranking! #TrophéeKopa #ballondor pic.twitter.com/pd1HcVlhbL
— Ballon d'Or #ballondor (@ballondor) October 30, 2023
Kalau melihat beberapa kategori tadi, Bellingham memang pantas unggul. Pertama karena performa. Menurut Transfermarkt, Bellingham musim lalu bersama Dortmund telah mengemas 14 gol dan 7 assist dari 42 penampilannya di seluruh kompetisi.
Secara prestasi individu di klub, ia termasuk yang menggendong Dortmund musim lalu. Ia menjadi top skor klub, sekaligus mengantarkan Dortmund hampir juara Bundesliga hingga pekan terakhir. Dari segi trofi atau penghargaan selama di Dortmund, Bellingham memang hanya memiliki satu trofi Piala Jerman musim 2020/21 dan satu penghargaan Player Of The Year Bundesliga musim lalu.
Namun kalau di Timnas Inggris, ia lebih baik daripada pesaing terdekatnya. Ia membawa The Three Lions hingga babak perempat final, serta menciptakan satu gol dalam debut pertamanya di Piala Dunia 2022.
Lalu dari kriteria berikutnya yakni akumulasi dari seluruh kariernya bellingham hingga sekarang. FYI aja, Bellingham ini bukan hanya sekali ini saja masuk nominasi Kopa Trophy. Sudah sejak 2021 lalu ia masuk nominasi. Bahkan di 2021 ketika Pedri yang menang, Bellingham ada di urutan kedua.
Apalagi musim ini ketika ia dibeli mahal oleh Real Madrid. Bellingham di musim pertamanya bersama Los Blancos sungguh luar biasa. Hingga meraih Kopa Trophy, ia sudah mencatatkan 13 gol dan 3 assist dari 13 penampilannya di seluruh kompetisi.
Jude Bellingham stat this season at Real Madrid compared to last season in Dortmund. Total upgrade 👏👏👏👏👏 pic.twitter.com/oGzUVXkFlV
— ACQUASON 💎🙏🏿🐐 (@EBENEZERACQU) October 29, 2023
Bagaimana Musiala?
Selanjutnya mari melihat track record pesaing terdekat Bellingham musim ini. Jamal Musiala yang ada di peringkat kedua, dari segi performa musim lalu bersama Munchen juga tak kalah sensasional. Musiala menciptakan 16 gol dan 16 assist dari 47 laga di semua kompetisi.
⚽Bundesliga⚽
— E8 (@E8ArtBank) May 27, 2023
Match day (34)
Full Time | FC Koln 1-2 Bayern Munich
🌑Coman 8'
🌑Musiala 89'
🔴Ljubicic 81'
Bayern Munich secured their 11th consecutive Bundesliga title a dramatic way, after BVB held by Mainz. Koln almost ruin Bayern's joy, thanks to Musiala winning goal. pic.twitter.com/cCXNuQ1qFM
Artinya secara total kontribusinya bagi klub harusnya Musiala lebih unggul dari Bellingham. Ditambah dari segi gelar musim lalu. Musiala membawa Munchen meraih gelar juara Bundesliga di menit akhir lewat golnya. Sumbangan satu golnya di Final Piala Jerman melawan Leipzig musim lalu juga mengatakan Die Roten meraih trofi.
Dari segi kriteria berikutnya yakni pencapaian kariernya selama berseragam Munchen, ia juga pernah masuk peringkat tiga pada penghargaan Kopa Trophy tahun 2021, di bawah Bellingham.
Jude Bellingham and Jamal Musiala were once youth teammates for England 🏴
— ESPN UK (@ESPNUK) October 30, 2023
They've just finish 1st and 2nd in the Kopa Trophy 🏆
The future is now ⭐️ pic.twitter.com/swSuiXzEis
Tapi orang lupa bahwa Musiala secara pengaruh dalam tim, tergolong hampir sama dengan para pemain Munchen lainnya di tim. Munchen tak dipungkiri banyak bintang hebat yang bisa membuat Musiala selalu jadi hebat di lapangan. Berbeda dengan Bellingham, ketika ia di Dortmund jadi tulang punggung tim. Bellingham mengemban beban berat tim di usia yang masih sangat muda.
Hal itu dapat juga dibuktikan dari menit bermain. Musim lalu Bellingham lebih unggul dari pada Musiala, yakni 3557 menit. Sedangkan Musiala yang sering kena rotasi, hanya mengoleksi 3024 menit.
The Golden Boy of our hearts. Jamal Musiala.
— Complaxes (@Complaxes) October 30, 2023
pic.twitter.com/r1RpbbvLTL
Lalu dilihat dari segi pengaruhnya di timnas. Jerman tak dipungkiri kandas lebih dulu di babak grup Piala Dunia 2022 lalu. Pengaruh Musiala juga hampir tak terlihat. Musim ini Musiala juga tak begitu moncer di Munchen. Ia baru menciptakan 4 gol dan 3 assist di 11 laga. Menit bermainnya pun tak selalu full seperti Bellingham. Lalu bagaimana dengan Pedri yang berada di peringkat ketiga?
Bagaimana Pedri?
Sudah jelas, Pedri kalah segalanya. Dari segi performa musim lalu, ia juga tak begitu mentereng meski meraih gelar La Liga bersama Barca. Peraih Kopa Trophy 2021 itu hanya lesakkan 7 gol dan 1 assist dari 35 penampilan di seluruh kompetisi musim lalu.
Pedri picked up a thigh injury in Barcelona's Europa League play-off first leg against Manchester United which is set to rule him out for four weeks.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) February 19, 2023
🧵 Here's why that's such bad news for #FCB after they appeared to be hitting peak form this season… pic.twitter.com/DGD2pe9qRW
Menit bermainnya juga sedikit daripada Bellingham dan Musiala, yakni 2715 menit. Ia lebih sering mendekam di meja perawatan karena cedera. Di musim ini pun sama saja kondisinya, ia lebih sering absen. Jadi jelas, Pedri sudah kalah segalanya dari Bellingham maupun Musiala.
Bellingham Ballon d’Or Selanjutnya?
Sebagai peraih Kopa Trophy satu-satunya dari Inggris, tak lupa Bellingham mengucapkan banyak terima kasih pada klub yang telah membimbingnya termasuk Birmingham. Lalu tak lupa kepada Dortmund sebagai tim yang membuat ia berada pada level yang makin matang.
Beautiful night at the Balond’or for the first time. Very honoured to be awarded with the Kopa Trophy. Thank you to all teammates, members of staff and coaches who have helped and shown me support up until this point of my journey and especially in the past year. Finally,… pic.twitter.com/YGdez69YBc
— Jude Bellingham (@BellinghamJude) October 30, 2023
Kata Bellingham, fokusnya kini setelah mendapat penghargaan Kopa Trophy adalah bergelimang prestasi bersama Timnas Inggris dan Real Madrid. Ya, kini Bellingham adalah rajanya pemain muda dunia.
Tak dipungkiri ia akan menjelma di beberapa tahun kemudian sebagai pesaing Mbappe atau Haaland dalam meraih Ballon d’Or. Meski kini masih berada di peringkat 18 Ballon d’Or, bukan tidak mungkin jika ia konsisten gacor seperti sekarang ini, Ballon d’Or itu mungkin dengan sendirinya akan ada dalam pelukannya.
« Winning this trophy means a lot »
— Ballon d'Or #ballondor (@ballondor) October 30, 2023
💬 @BellinghamJude winner of the Kopa Trophy#ballondor pic.twitter.com/dDdBdtkLny
Sumber Referensi : dailymail, en.as, skysports, eurosport, transfermarkt, transfermarkt


