Raih Gelar Liga Duluan, Balas Dendam Sempurna Granit Xhaka untuk Arsenal

spot_img

Ada yang tersenyum lebar setelah Bayer Leverkusen meraih juara Bundesliga. Ya, dia adalah Granit Xhaka. Gelandang Swiss tersebut emosinya meluap-luap saat merayakan sejarah klub barunya meraih gelar. Yang menarik, ia merayakannya dengan menyenggol mantan klubnya, Arsenal. Momen tersebut makin membuat Gooners iri dan muak terhadap pemain yang pernah dicemooh di Emirates tersebut.

Sebelum membahas Xhaka yang sukses juara liga, alangkah baiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story

Granit Xhaka Dicemooh Fans

Bukan Granit Xhaka namanya kalau tak bermental baja. Sejak 2016 hingga 2023 ia sudah merasakan pahitnya dicemooh fans Arsenal. Tujuh tahun pengabdian di Emirates telah ia lalui dengan penuh tekanan.

Termasuk ketika Xhaka ditunjuk menjadi kapten Meriam London pada tahun 2019. Saat performanya naik turun sebagai kapten tim, ia mengalami banyak cemoohan dari fans. Xhaka dianggap fans sebagai pemain yang tak punya kompetensi memimpin skuad Arsenal, baik di lapangan maupun luar lapangan.

Xhaka pernah disoraki ketika ditarik keluar di laga melawan Aston Villa pada September 2019 gara-gara performanya sebagai kapten kurang meyakinkan. Tak hanya kali itu saja, di laga melawan Crystal Palace Oktober 2019, ia kembali mendapat cemoohan dari fans berkat inkonsistensi performanya.

Namun Xhaka juga manusia. Ia juga punya perasaan. Ketika kerap kali dicemooh dan disoraki, ia pernah berbalik melawan. Seperti di laga melawan Crystal Palace tersebut. Ia sempat memperlihatkan gestur tangannya ke kuping yang ditunjukan kepada para fans Arsenal.

Dicopot Ban Kaptennya

Hubungan fans Arsenal dengan sang kapten pun semakin tak harmonis. Pada akhirnya ban kapten yang melekat di lengan Xhaka itu dicopot dan diserahkan ke Aubameyang. Alih-alih marah, Xhaka tak baperan ketika ban kaptennya itu dicopot.

Ia malah bersikap legowo. Gelandang kelahiran Basel tersebut mengaku apalah artinya sebuah ban kapten kalau tak bisa menunjukan performa terbaik di lapangan. Xhaka mengaku lebih nyaman bermain tanpa mengenakan ban kapten di lengannya.

Saat Xhaka banyak dicemooh fans, juga muncul kabar bahwa ia akan meninggalkan Emirates di tahun 2020. Namun ketika Xhaka ditanya soal kabar tersebut, dirinya malah menjawab bahwa ia bukan seorang pengecut. β€œSelama saya berada di klub ini, saya akan berikan segalanya. Saya tidak akan melarikan diri begitu saja,” kata Xhaka.

Xhaka mengaku sempat merasakan rasa sakit dan trauma berat ketika beberapa kali mendapat cemoohan dari fans. Namun, ia mencoba bersikap profesional. Malahan, hal tersebut dijadikan cambuk baginya untuk bangkit.

Arsenal Punya Sikap Terhadap Xhaka

Setelah tak lagi menyandang ban kapten, perlahan performa Xhaka makin konsisten. Terutama setelah Mikel Arteta datang. Ya, salah satu faktor Xhaka terus bertahan di Emirates hingga tahun 2023 adalah sosok Mikel Arteta yang berulang kali meyakinkannya. Xhaka merasa lebih nyaman bermain di bawah arahan Mikel Arteta.

Kenyamanan tersebut ditunjukkan dengan semakin naiknya performa Xhaka. Xhaka menjelma bagian penting di lini tengah Arsenal bersama Thomas Partey. Puncaknya di musim lalu. Ia menunjukkan penampilan terbaiknya selama tujuh tahun berseragam Arsenal. Pemain 31 tahun tersebut mencetak 9 gol dan 7 assist dan mengantarkan The Gunners kembali ke Liga Champions.

Namun dengan pencapaian tersebut, tak serta-merta membuatnya dipertahankan Arsenal. Arsenal diam-diam telah mencari opsi gelandang baru dengan mengincar beberapa gelandang muda seperti Moises Caicedo maupun Declan Rice.

Melihat kabar tersebut, Xhaka merasa masa pengabdiannya di Emirates harus ia sudahi. Saat itu gelandang Swiss mengaku tertantang hijrah dari Liga Inggris. Ia tertarik pada tawaran bermain kembali di Bundesliga dari Leverkusen. Menurut Xhaka, proyek jangka panjang Leverkusen bersama Xabi Alonso sejalan dengan keyakinannya.

Pembuktian Granit Xhaka

Arteta pun tak bisa menghalanginya pergi. Akhirnya, Xhaka pun pergi ke Jerman. Perginya Xhaka ke Die Werkself sama sekali tak disesali sebagian fans Arsenal. Mereka bahkan sempat menganggap Xhaka tak akan bisa berhasil di Leverkusen. Namun dasarnya Xhaka bermental baja, ia malah ingin membuktikan bahwa anggapan itu salah.

Benar saja, di bawah gemblengan Xabi Alonso ia menjelma sebagai ruh lini tengah Die Werkself musim ini. Berduet dengan Palacios maupun Robert Andrich di format 3-4-2-1 atau 3-4-3, posisi double pivot Leverkusen terbukti solid musim ini.

Peran Xhaka dalam menyeimbangkan pertahanan dan mengontrol permainan sangat berpengaruh. Ya, melesatnya performa Leverkusen musim ini tak bisa lepas dari peran gelandang bertahan Swiss yang kokoh ini.

Jadi Juara Di Leverkusen

Di balik penampilan apik Xhaka musim ini, ia tetap mengaku tak mau terlalu jumawa. Ia berkaca pada pengalamannya musim lalu yang gagal total menjadi juara liga bersama Arsenal. Bagi Xhaka, pengalaman pahitnya tersebut coba ia jadikan cermin musim ini bersama Leverkusen.

Xhaka tak mau terlena dan gagal untuk kedua kalinya menjadi juara liga. Ketika poin Leverkusen sudah unggul jauh dari Munchen, ia tetap merendah dan tak mau terlena.

Ya, pelajaran yang dipetik dari pengalaman tersebut akhirnya berbuah hasil. Xhaka terus tancap gas bersama Die Werkself. Ia terus berikan pengaruh kemenangan demi kemenangan bagi Leverkusen.

Sampai pada akhirnya waktu yang dinanti pun tiba. Leverkusen menciptakan sejarah berhasil juara Bundesliga untuk kali pertama sebelum Bundesliga berakhir. Gelar juara yang diraih juga dengan cara yang fantastis, yakni 29 laga tak terkalahkan.

Betapa bahagianya Xhaka saat ini. Keputusan yang ia yakini ketika meninggalkan Arsenal terbukti benar. Xhaka kini sudah merasakan gelar juara liga domestik sebelum Arsenal meraihnya.

Xhaka bukan orang pertama yang meninggalkan Arsenal lalu mendapat gelar liga domestik bersama klub barunya. Sebelumnya sudah ada Van Persie, Gael Clichy, Fabregas, bahkan hingga Wojciech SzczΔ™sny. Hmmm… Apakah Bukayo Saka, Martin Odegaard berencana hengkang dari Arsenal mengikuti jejak sukses mereka?

Bikin Fans Arsenal Menyesal?

Bagi para fans Arsenal yang dulu pernah mencemooh Xhaka pasti sekarang iri dan muak melihat pencapaiannya. Apalagi momen menarik saat perayaan gelar juara Leverkusen di ruang ganti.

Saat perayaan di ruang ganti, Jeremie Frimpong berteriak memanggil Xhaka lalu merangkulnya dan berkata. “Katakan pada mereka, kita memenangkan liga! Granit, kamu datang dari Arsenal dan kamu memenangkannya di sini!”

Lalu tanpa canggung, perkataan dan ajakan Frimpong tersebut direspons oleh Xhaka. Gelandang Swiss itu lalu tertawa lebar mendengar perkataan Frimpong tersebut dan tambah meluap-luap merayakan pesta di ruang ganti.

Yang lebih menyakitkan, saat Xhaka berpesta, di Liga Inggris, Arsenal mengalami kekalahan 0-2 oleh Aston Villa di Emirates. Hmmm, apa nggak tambah muak tuh para Gooners?

Oh iya, gelar juara Bundesliga ini mungkin bukan satu-satunya gelar yang berpeluang bisa diraih Xhaka musim ini. Masih ada DFB Pokal dan Europa League. Jadi Arsenal, menyesal nggak nih melepas Xhaka?

Sumber Referensi : footballlondon, skysports, footballlondon, goal, theathletic, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru