Genderang perang ditabuh oleh Luis Enrique. Pelatih Paris Saint-Germain itu tak terima timnya dibobol sebanyak empat kali oleh Newcastle di laga penyisihan Grup F Liga Champions musim 2023/24. Maka dari itu, Enrique secara terbuka menyatakan kalau timnya akan membalas dendam di pertemuan kedua nanti.
Pertemuan kedua antara PSG dan Newcastle United akan terjadi di pertengahan pekan ini. PSG yang kali ini bertindak sebagai tim tuan rumah pasti sudah menyiapkan siasat untuk membungkam wakil Inggris tersebut. Tapi, jika dilihat kondisinya saat ini, apakah PSG benar-benar bisa membalaskan dendam dan memperbesar peluang lolos ke babak 16 besar?
Daftar Isi
Pertemuan Terakhir
Pertemuan kedua nanti memang benar didasari oleh dendam kesumat. Karena PSG asuhan Luis Enrique benar-benar dipermalukan ketika bertandang ke St. James Park. Klub asal Paris itu digilas 4-1 oleh Newcastle United yang notabene sudah lama nggak berlaga di kompetisi sebesar Liga Champions.
Selain menyedihkan, kekalahan tersebut justru menjadi sebuah ironi di tengah pembelian pemain yang jor-joran PSG musim ini. Tampil dengan skuad terbaik plus Kylian Mbappe sejak menit awal, PSG nyatanya tak berkutik di markas The Magpies. Entah kesambet apa, PSG benar-benar menampilkan permainan di bawah standar kala itu.
Namun, pertandingan itu sudah lebih dari sebulan lalu. Kini, pasukan Luis Enrique pasti sudah introspeksi diri. Sang pelatih bahkan berkelakar kalau dirinya mempelajari bagaimana Newcastle bermain lebih rajin dari biasanya. Itu jadi salah satu modal agar mempermudah penggunaan strategi nanti.
PSG Sedikit Diunggulkan?
Di pertemuan kali ini PSG akan bertindak sebagai tim tuan rumah. Jadi, di atas kertas PSG harusnya lebih diunggulkan, mengingat tim yang langganan juara Liga Prancis ini superior apabila bermain di Parc des Princes. Bahkan musim ini PSG baru kalah sekali di kandang. Itu juga dari OGC Nice yang sedang moncer-moncernya.
Sedangkan di Liga Champions, kekalahan kandang terakhir yang dialami PSG terjadi musim lalu saat takluk 1-0 dari Bayern Munchen di babak 16 besar. Musim ini, setelah memainkan dua pertandingan kandang, PSG tercatat selalu menang apabila bermain di kandang sendiri. Ini jadi catatan yang mesti diingat-ingat betul oleh pasukan Eddie Howe.
PSG juga bakal mendapat kekuatan tambahan dari fans. Kita semua tahu, atmosfer Parc des Princess juga tak kalah mengerikan dari St. James Park. Para fans PSG diperkirakan akan menciptakan situasi mencekam bak di neraka bagi para pemain The Magpies.
Terlihat makin diunggulkan karena Newcastle United kesulitan saat bermain tandang di Liga Champions. Musim ini, The Magpies sudah memainkan dua pertandingan tandang dan tak ada satu pun yang mereka menangkan. Newcastle hanya meraih satu poin dari dua pertandingan itu.
Makin terlihat memprihatinkan karena Miguel Almiron cs belum mencetak satu pun gol di laga tandang. Mereka hanya imbang dengan skor 0-0 di kandang AC Milan dan kalah 2-0 kala bertandang ke Signal Iduna Park, markas Borussia Dortmund.
Selain dengan misi balas dendam, pertandingan ini jadi misi pembersihan nama baik Qatar di kancah Eropa. Kita semua tahu kalau PSG adalah kepunyaan dari Qatar, sedangkan Newcastle adalah klub yang mendapat pengaruh kuat dari Arab Saudi. Kedua negara Timur Tengah itu kerap bersaing di berbagai sektor, salah satunya sepakbola. Oleh karena itu, PSG tak ingin lampu sorot kembali berpindah ke Newcastle.
Kelebihan dan Kekurangan PSG
Jika tampaknya sangat berambisi menang, lantas sejauh apa persiapan PSG menjelang pertandingan ini? Setelah menelan kekalahan 4-1 atas Newcastle, PSG seperti telah melampiaskan kekesalannya kepada tim-tim Prancis. Mereka tercatat belum terkalahkan di enam pertandingan Ligue 1 sejak pulang dari Inggris. PSG bahkan menang meyakinkan dengan skor 5-2 saat menjamu salah satu penantang gelar, AS Monaco.
Sedangkan secara gaya bermain, PSG era Enrique mengandalkan penguasaan bola untuk mendikte permainan lawan. Di pertemuan pertama dengan Newcastle saja, PSG mampu menguasai 74% penguasaan bola. Ketika aliran bola cepat dan dinamis telah dimainkan, Newcastle bisa terhanyut dalam permainan PSG.
Pergerakan tanpa bola dari pemain-pemain depan PSG jadi ancaman serius bagi Newcastle United. Permainan PSG yang cenderung mengepung pertahanan akan memaksa lawan harus meningkatkan kewaspadaan. Jika ada satu saja yang lolos, pemain tengah PSG akan cepat mengirimkan bola daerah sehingga menciptakan situasi satu atau dua lawan satu dengan penjaga gawang lawan.
Sayangnya PSG dilatih oleh sosok yang kolot macam Luis Enrique. Meski bisa menguasai bola sejak sepak mula, tapi jika Newcastle bisa memberikan efek kejut di babak pertama, maka PSG akan kesulitan. Enrique sendiri merupakan tipe pelatih yang cukup jarang mengubah strategi di pertengahan laga.
Jadi, ketika menemui kebuntuan PSG bisa terjebak dalam permainannya sendiri. Ini jadi celah yang bisa dieksploitasi Eddie Howe. Jika Newcastle mampu bermain lebih sabar, bukan tidak mungkin PSG akan kembali frustrasi. Itu terbukti di laga melawan AC Milan kemarin. PSG sulit mengembangkan permainan ketika menghadapi Milan yang cenderung lebih menunggu.
Kelebihan dan Kekurangan Newcastle
Jika PSG sedang dalam tren positif, Newcastle justru kebalikannya. Mereka sedang mengalami pasang surut performa. Pasca menang telak atas PSG, The Magpies justru mengalami inkonsistensi di Liga Inggris. Diawali dengan hasil imbang melawan West Ham United, Newcastle United hanya mengantongi tiga kemenangan. Sisanya, satu kali kalah dari Bournemouth dan satu lagi imbang di kandang Wolves.
Demikian juga di Liga Champions. Newcastle United gagal menang di dua pertandingan terakhir melawan Borussia Dortmund. Kondisi yang sedang tak stabil ini bisa dimanfaatkan PSG untuk mengambil inisiatif menguasai pertandingan. Apalagi Newcastle datang tidak dengan skuad terbaik.
Beberapa pilar utama macam Sandro Tonali hingga Jacob Murphy harus absen dengan alasan yang beragam. Makin parahnya, Newcastle kehabisan stok bek di sisi kiri. Tercatat, hanya Lewis Hall yang tersedia.
Meski terlihat rapuh, skuad asuhan Eddie Howe tak akan semudah itu membiarkan PSG menang. Ambisi mereka untuk menjadi tim kejutan di Liga Champions musim ini pasti akan jadi bahan bakar tambahan untuk memberikan perlawanan sengit. Bukan jadi tim yang mengandalkan penguasaan bola, Newcastle diperkirakan akan mengandalkan etos kerja tinggi untuk membuat pemain PSG tak nyaman saat menguasai bola.
Newcastle juga akan mengandalkan serangan balik cepat yang biasanya digawangi oleh Anthony Gordon di sayap kiri dan Miguel Almiron di sayap kanan. Dua pemain ini patut diwaspadai oleh barisan pertahanan PSG. Tak cuma itu, The Magpies juga piawai memanfaatkan situasi bola mati. PSG harus meminimalisir jumlah pelanggaran di area kotak penalti jika tak ingin dibuat pusing oleh bola yang dikirimkan oleh Kieran Trippier.
Prediksi
Pertandingan ini jadi kunci sebelum memasuki pekan terakhir babak penyisihan grup Liga Champions. Jika PSG menang, mereka bisa memperbesar peluang untuk lolos ke 16 besar. Begitupun Newcastle. Jika mendapat tambahan tiga poin, itu bisa menjaga asa mereka untuk bertahan lebih lama di kompetisi Liga Champions.
Meski di atas kertas PSG diunggulkan, tentu tak etis jika kita mendahului takdir. Hasil pertandingan baru bisa ditentukan dalam 90 menit ke depan. Toh PSG punya riwayat buruk kala menghadapi tim asal Inggris. Mereka sudah enam kali kalah dari delapan pertemuan dengan tim asal Liga Inggris.
Sumber: Sport Mole, The Athletic, ESPN, Khelnow


