Sukses tidaknya sebuah klub sepakbola bukan hanya bergantung pada pelatih atau pemain, yang terjun langsung dalam medan pertempuran di lapangan. Melainkan juga sedikit banyak dipengaruhi oleh mereka yang ada di balik layar.
Tentu saja ada banyak pihak di balik layar itu. Dalam sepakbola modern ada direktur teknik, direktur olahraga, kepala rekrutmen, dan lain sebagainya. Namun, jauh di luar itu ada presiden atau pemilik klub.
Kenapa presiden atau pemilik klub? Karena tidak semua klub memiliki presiden, dan tidak semua klub dipimpin oleh pemilik. Nah, presiden atau pemilik inilah yang punya pengaruh cukup besar dalam kesuksesan sebuah klub.
Sebab biasanya, presiden atau pemilik yang lihai, akan membawa kejayaan di sebuah klub. Begitu pula sebaliknya. Terkait hal itu, berikut ini adalah pemilik dan presiden klub tersukses di Eropa. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Andrea Agnelli
Pada 19 Mei 2010, Andrea Agnelli datang ke Juventus. Sejak saat itu, situasi di tubuh Bianconeri berubah drastis. Mulai saat itu, Agnelli menulis sepak terjangnya di salah satu klub legendaris di Italia. Ia mulai menapaki karier sebagai presiden Juventus.
Kelak sosok Agnelli inilah yang mengembalikan marwah Juventus. Mengantarkan mereka ke prestasi yang gemilang. Sampai hari ini di bawah kendali Agnelli, La Vecchia Signora sudah meraih sembilan kali scudetto secara berturut-turut.
Total, Agnelli sudah memimpin Juventus kurang lebih 12 tahun. Dan sejak pertama kali ia datang, Juventus banyak sekali melakukan perubahan. Dengan ambisi, tekad, dan dorongan, Agnelli secara masif menaruh pondasi untuk memastikan masa depan Juventus yang lebih cerah.
Andrea Agnelli wayoboraga ikipe ya Juventus nawe areguye🙄#europeansuperleague irasiga byinshi😎 pic.twitter.com/xPcHYXqkhN
— B&B FM-Umwezi (@bbfmumwezi) April 20, 2021
Agnelli menuntun Si Nyonya Tua keluar dari masa-masa sulit. Membuka jalan bagi salah satu era kesuksesan La Vecchia Signora. Meski belum menyumbangkan trofi di level Eropa, seperti Liga Champions, Agnelli berhasil membuat Juventus perkasa di kancah domestik. Selain scudetto, ada 5 trofi Coppa Italia dan 5 trofi Piala Super Italia di lemari Juve sejak dipimpin Agnelli.
Silvio Berlusconi
“Saya presiden paling sukses dalam sejarah Eropa”. Kalimat yang keluar dari mulut Silvio Berlusconi itu terekam jelas dalam laporan La Gazzetta dello Sport, yang juga dikutip Goal. Tentu saja pernyataan Berlusconi itu tidak berlebihan.
Sah-sah saja, kalau tokoh di balik kesuksesan AC Monza naik ke Serie A itu menyebut dirinya presiden paling sukses di Eropa. Terlebih Silvio Berlusconi, sejauh ini telah menata reputasinya sebagai presiden hebat. Ia memulai karier sebagai presiden klub sepakbola pada tahun 1986.
Pada waktu itu, sang politisi Italia mengambil alih kendali AC Milan. Di bawah kendali Berlusconi, Rossoneri tidak langsung moncer. Bahkan il Diavolo Rosso menuai kegagalan terlebih dahulu. Mereka tidak meraih scudetto selama tiga tahun, antara 1988 sampai 1991.
Silvio Berlusconi’s #ACMilan tenure:
🏆 Serie A x8⃣
🏆 Supercoppa x7⃣
🏆 Champions League x5⃣
🏆 UEFA Super Cup x5⃣
🏆 Coppa Italia🔴⚫️ pic.twitter.com/s6KfFRYZML
— MilanData📊 (@acmilandata) September 29, 2017
Namun, seorang Berlusconi belum mencapai batasnya. Ia terus berusaha merajut kesuksesan AC Milan. Setelah tiga tahun gagal, Berlusconi menunjuk Fabio Capello menukangi AC Milan. Ia juga mendatangkan pemain seperti Daniele Massaro, Marco Simone, sampai Sebastiano Rossi.
Akhirnya AC Milan di bawah Berlusconi meraih kembali scudetto pada musim 1991/92. Sejak saat itu, AC Milan di era Berlusconi pun memulai kejayaan. Total ada 9 kali scudetto yang diraih. Selain itu, AC Milan juga memenangi lima kali Liga Champions. Kesuksesan Berlusconi pun berlanjut di AC Monza.
Sheikh Mansour
Manchester City memiliki perkembangan yang signifikan setelah Sheikh Mansour mengakuisisi klub tersebut. Tahun 2008, ia datang untuk membawa uang Abu Dhabi ke Manchester City. Dana investasinya, ketika itu 2,5 miliar poundsterling atau Rp43,8 triliun kurs sekarang.
Sejak saat itu, City yang jadi klub gembel di Liga Inggris secara signifikan merangsek jadi tim hebat. Mereka merajai Eropa. Bahkan karena Manchester City, Liga Inggris yang persaingannya ketat itu, bisa menjadi liga petani. Karena The Citizens saat ini mendominasi Premier League.
Manchester City owner Sheikh Mansour has bought the oldest surviving FA Cup trophy. pic.twitter.com/jk19fmTWuH
— Tiwa Pelumi (@pelumi_tiwa) January 8, 2021
Sudah ada 6 trofi Premier League dari tahun 2008. Selain itu, ada pula 2 trofi Piala FA, 3 trofi Community Shield, sampai 6 trofi Piala Liga. Meski belum meraih trofi kancah Eropa, tapi Manchester City berkembang drastis.
Salah satunya, nilai klub yang turut meroket. Majalah bisnis dan ekonomi, Forbes mencatat, pada tahun 2021 nilai Manchester City mencapai 4,6 miliar dolar (Rp68,5 triliun) Oleh karena itu, wajar bila surat kabar AS menyebut Sheikh Mansour sebagai pemilik sepakbola Eropa paling sukses sepanjang masa.
Nasser Al-Khelaifi
Sosok Nasser Al-Khelaifi sangat lekat di telinga penggemar sepakbola. Yup, ia adalah salah satu pemilik klub sepakbola tersukses di Eropa. Sejak mengambil alih Paris Saint-Germain tahun 2011, bersama Qatar Sports Investments (QSI), ia mendulang banyak kesuksesan.
Al-Khelaifi berhasil membangun PSG dari klub tanggung menjadi klub raksasa. Melalui QSI, ia mendatangkan pemain elit ke Les Parisiens. Kylian Mbappe, Neymar, Zlatan Ibrahimovic, David Beckham, sampai tentu saja Lionel Messi semua merapat.
The trophy 🏆 to celebrate 1️⃣0️⃣0️⃣ goals for @KMbappe handed in person by President Nasser Al-Khelaïfi! pic.twitter.com/hGhbK8QsLK
— Paris Saint-Germain (@PSG_English) December 13, 2020
Di eranya, PSG juga jadi banyak meraih trofi. Sejak musim 2012/13, PSG mendominasi Ligue 1, dengan 8 trofi. Tidak hanya itu. PSG juga bisa menabung 6 trofi Piala Liga Prancis, 6 trofi Piala Prancis, dan 9 trofi Piala Super Prancis.
Selain itu, karier Nasser Al-Khelaifi sendiri mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 ia terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif UEFA. Dan itu memecahkan rekor sebagai orang non-Eropa pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Roman Abramovich
Kurang ajar rasanya kalau tidak memasukkan nama Roman Abramovich dalam daftar ini. Ia adalah mantan bos Chelsea. Taipan Rusia itu membeli Chelsea pada tahun 2003 dari Ken Bates seharga 140 juta poundsterling atau sekitar Rp2,4 triliun kurs sekarang.
Sejak saat itu, ia mulai membangun Chelsea menuju tangga kejayaan. Uang itu ia gelontorkan untuk membangun fasilitas klub, mendatangkan manajer top, dan menggaji pemain. Abramovich menjadi sosok di balik kiprah mengesankan Chelsea di domestik maupun di kancah Eropa.
Di eranya, Chelsea meraih 5 kali trofi Liga Inggris, 5 gelar FA Cup, dan 2 mahkota Liga Champions. Hal itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Abramovich adalah pemilik yang hebat. Dan tentu saja, kita bisa melihatnya sebagai sosok pemilik yang visioner.
Chelsea’s men’s team have now won every possible trophy in the Roman Abramovich era.
Putting the Blues on the map. 🗺 pic.twitter.com/hbTXfYq234
— Squawka (@Squawka) February 12, 2022
Florentino Perez
Secara prinsip, kita mengenal Florentino Perez sebagai salah satu presiden yang penuh kontroversi. Buktinya, ia jadi dalang munculnya ide Liga Super Eropa, untuk menyaingi UEFA. Namun, bagaimana lagi, itulah Florentino Perez.
Terlepas dari itu, ia menjadi sosok paling berpengaruh di Real Madrid. Dua kali menjabat sebagai presiden, menunjukkan bahwa Perez benar-benar luar biasa. Ia adalah sosok yang visioner dan cenderung bisa menyelesaikan masalah.
Florentino Perez be like “I know a spot” and he takes you to the trophy room. #HalaMadrid #ynadamas #vamosreal #losblancos #RealMadrid pic.twitter.com/HRWrfP9zID
— MadridistaCostel🇷🇴1️⃣4️⃣🆑 (@RMCostel) July 10, 2020
Di eranya, tidak jarang Real Madrid mengalami masa sulit finansial. Apalagi ketika Perez membangun proyek Galacticos yang masyhur seantero dunia itu. Namun, Perez selalu bisa menyelamatkan situasi Real Madrid. Ia selalu bisa menemukan solusi terhadap permasalahan Los Merengues.
Kendati solusi yang diambil juga bisa beresiko. Seperti menjual tak sedikit aset untuk melunasi hutang Real Madrid. Sampai hari ini, Perez masih duduk di pucuk pimpinan. Dan Real Madrid menjadi rajanya klub di Eropa. Soal trofi, Real Madrid sudah meraih setidaknya 14 trofi UCL, 35 kali juara La Liga, 19 trofi Copa del Rey, 12 Piala Super Spanyol, dan sisanya silakan menghitungnya sendiri.
https://youtu.be/rmSNSJsXBi8
Sumber: Whoateallthepies, Juventus, BR, LatinaAmericanPost, Vice, StartingEleven


