Kompetisi 2.Bundesliga, kasta kedua Liga Jerman musim ini, memang masih menyisakan satu pertandingan pamungkas. Namun, dua jatah tiket promosi langsung ke Bundesliga musim depan sudah dipastikan menjadi milik FC St. Pauli dan Holstein Kiel.
Keberhasilan St. Pauli sudah diprediksi sejak jauh-jauh hari dan bukan merupakan kejutan. Akan tetapi, tidak dengan Holstein Kiel.
Two fresh faces in the Bundesliga next season as St. Pauli and Holstein Kiel celebrate promotions 🆙📈🇩🇪 pic.twitter.com/ZYlrxLHtb4
— 433 (@433) May 12, 2024
Ya, keberhasilan Holstein Kiel meraih 1 tiket promosi langsung ke Bundesliga musim depan adalah sebuah kejutan. Dan, andai bukan St. Pauli yang menemani mereka promosi, Holstein Kiel adalah bintang utamanya.
Lantas, bagaimana kisah perjuangan Holstein Kiel menembus Bundesliga? Berikut kisahnya.
Sejarah dan Profil Holstein Kiel
Holstein Kiel adalah klub yang berasal dari Kota Kiel, sebuah kota pelabuhan di utara Jerman yang merupakan ibukota dari negara bagian Schleswig-Holstein. Kiel adalah kota kecil. Populasinya hanya sekitar 247 ribu jiwa saja. Sama halnya dengan kota mereka, Holstein Kiel juga merupakan klub kecil di Jerman.
🇩🇪 Holstein Kiel have become the first side from Schleswig-Holstein (Germany’s most northern state) to be promoted to the Bundesliga!
In doing so they will be the most northern side to have ever played in the Bundesliga, taking that title away from Hansa Rostock. pic.twitter.com/GXnmNRGnMM
— The European Football Express (@TheEuroFE) May 14, 2024
Holstein Kiel yang kita lihat hari ini adalah hasil penggabungan dari dua klub lokal, yakni Kieler Fußball-Verein dan SV Holstein. Kedua klub tersebut sejatinya baru bergabung pasca Perang Dunia Pertama, tepatnya pada 7 Juni 1917.
Akan tetapi, klub ini secara resmi mengadopsi tanggal pendirian dari Kieler Fussball Verein yang lebih dulu berdiri pada 7 Oktober 1900. Sedangkan warna, seragam, lambang, lapangan, dan nama Holstein itu sendiri diadopsi dari SV Holstein. Dari situlah kemudian terbentuk KSV Holstein atau yang lebih umum dikenal sebagai Holstein Kiel.
Holstein Kiel sendiri bermarkas di Holstein-Stadion, sebuah stadion kecil yang masuk dalam jajaran 20 stadion tertua di Jerman. Stadion ini telah ada sejak tahun 1911 dan dalam perjalannya sudah beberapa kali mengalami renovasi. Yang terakhir terjadi di tahun 2019 yang membuat stadion ini kini berkapasitas 15.034 penonton.
Jauh sebelum terbentuknya Bundesliga, bahkan sebelum Jerman dipimpin oleh Nazi, Holstein Kiel adalah klub yang cukup berpestasi. Mereka pernah jadi juara nasional di tahun 1912 dan jadi runner-up di musim 1910 dan 1930. Namun, setelah era tersebut, Holstein Kiel tak lebih dari sekadar klub medioker yang tak pernah menembus kasta teratas Liga Jerman.
Saat Bundesliga diperkenalkan pada tahun 1963, Holstein Kiel ditempatkan di divisi 2. Sejak saat itu, klub yang berjuluk “Die Störche” alias “Bangau” ini selalu konsisten naik turun kasta.
Pada saat Borussia Dortmund menjadi raja Jerman sedekade lalu, tim ini bahkan masih berlaga di Regionalliga, divisi 4 Liga Jerman. Dan, sebelum promosi ke 2.Bundesliga di tahun 2017, Holstein Kiel berkutat di divisi 3 dan 4 selama 36 tahun lamanya.
Dua Kali Gagal Promosi Ke Bundesliga
Promosi ke 2.Bundesliga di tahun 2017 menjadi titik balik bagi prestasi Holstein Kiel. Momen tersebut mendekatkan mereka dengan impian seumur hidupnya, yakni promosi ke Bundesliga. Dan, sejak berlaga di 2.Bundesliga, “Die Störche” selalu berhasil tampil mengejutkan.
Kisah bak dongeng cinderella pun nyaris terjadi di musim perdana mereka di 2.Bundesliga. Di bawah asuhan Markus Anfang, Kiel berhasil finish di peringkat ketiga dengan rekor 71 gol. Lolos ke babak playoff promosi-relegasi, mimpi Holstein Kiel kandas di tangan Wolfsburg.
Setelah itu, Holstein Kiel kembali nyaris promosi di musim 2020/2021. Asa untuk meraih tiket promosi ke Bundesliga kala itu bahkan jauh lebih besar. Di bawah asuhan Ole Werner, Kiel sudah menghuni peringkat 2 sejak pekan ke-12. Sayangnya, tiket promosi langsung yang sudah di depan mata sirna usai mereka takluk di dua laga pamungkas.
Finish di peringkat ketiga, Holstein Kiel kembali harus menjalani laga palyoff promosi-relegasi. Kejutan terjadi tatkala mereka berhasil berhasil menang 1-0 di laga leg pertama kontra FC Köln. Namun, impian seumur hidup itu kembali kandas usai di leg kedua mereka takluk 1-5.
Setelah dua kegagalan tersebut, mimpi seumur hidup Holstein Kiel akhirnya terwujud di musim ini. Seperti yang kami singgung di awal, keberhasilan Holstein Kiel promosi ke Bundesliga musim depan adalah hasil yang mengejutkan. Bahkan sebetulnya, kisah mereka dalam mendapatkan tiket promosi jauh lebih mengesankan ketimbang St. Pauli.
Kunci Keberhasilan Holstein Kiel Promosi
Keberhasilan Holstein Kiel musim ini bukanlah sebuah keberuntungan, melainkan buah dari kemampuan mereka memanfaatkan sumber daya yang terbatas. Lama terseok-seok di level bawah Liga Jerman membuat kemampuan finansial “Die Störche” bisa dibilang pas-pasan. Nilai skuad mereka musim ini berada di urutan ketujuh, sedangkan tagihan gaji mereka berada di urutan kesembilan.
Dari sisi finansial tersebut, Holstein Kiel seharusnya tak masuk dalam tim yang diperhitungkan. Mereka tak lebih baik dari Hertha Berlin, Hamburg SV, Fortuna Düsseldorf, FC Nürnberg, St. Pauli, bahkan Schalke 04 yang jadi deretan tim yang difavoritkan bakal bersaing ketat untuk meraih tiket promosi.
Selain itu, Holstein Kiel juga tak punya bintang dalam skuadnya. Benedikt Pichler, Philipp Sander, Tom Rothe, Jann-Fiete Arp, dan Shuto Machino jelas bukanlah nama-nama yang cukup populer.
Selain mereka, beberapa pemain andalan Holstein Kiel musim ini adalah mantan pemain Schalke yang terbuang. Seperti Timon Weiner di posisi penjaga gawang. Timo Becker di posisi bek tengah. Steven Skrzybski di posisi gelandang serang. Serta Lewis Holtby di posisi gelandang tengah.
Tak kalah asing dari para pemainnya, pelatih Holstein Kiel, Marcel Rapp, juga bukan sosok yang populer. Maklum saja, selama menjadi pemain, ia menghabiskan kariernya di level bawah.
Layaknya Julian Nagelsmann, Marcell Rapp memulai langkah pertamanya di dunia kepelatihan dengan menjadi pelatih tim U-17 Hoffenheim pada tahun 2013. Pada musim 2016/2017, ia naik pangkat menjadi pelatih tim U-19 menggantikan Domenico Tedesco.
Pada musim 2019/2020, Marcel Rapp bersama dua rekannya sempat menjadi pelatih caretaker Hoffenheim di Bundesliga dan meraih 3 kemenangan dalam 4 laga. Setelah itu, ia kembali ke tim U-19 dan mundur dari jabatannya pada Oktober 2021 untuk menerima tawaran Holstein Kiel.
Der Coach ist heiß! ❤️🔥
_
29. | 1:0 | #KSVF95 #KielAhoi pic.twitter.com/sGSIZgUkO9— HOLSTE1N K1EL (@Holstein_Kiel) May 11, 2024
Di dua musim pertamanya, Rapp hanya mampu mengantar Holstein Kiel finish di urutan 9 dan 8. Dan akhirnya, di percobaan ketiga, ia berhasil membawa Holstein Kiel ke hasil yang jauh lebih baik.
Pekan ke-13 2.Bundesliga musim ini jadi titik baliknya. Kemenangan 4-2 atas Hamburg SV membuat Kiel yang pada awalnya tak diunggulkan mulai diperhitungkan. Pasalnya, sejak kemenangan tersebut, “Die Störche” tak pernah terlempar dari zona promosi.
Agresif saat menyerang, serta solid saat bertahan jadi kunci keberhasilan mereka musim ini. Dari catatan statistik, mereka jadi tim dengan pertahanan terbaik kedua dan tim dengan catatan clean sheets terbaik di liga.
Selain itu, Kiel jadi tim kedua yang paling banyak menghasilkan peluang dan paling banyak memenangkan bola di sepertiga akhir lapangan. Meski bukan yang terproduktif, tetapi 18 pencetak gol berbeda yang dihasilkan Holstein Kiel adalah yang terbaik di liga dan jadi bukti betapa kompaknya mereka musim ini.
Konsistensi yang mereka tampilkan musim ini akhirnya berbuah manis di pekan ke-33. Menghadapi Fortuna Düsseldorf di hadapan para pendukungnya yang memadati Holstein-Stadion, “Die Störche” bermain imbang 1-1. Meski hanya meraih 1 poin, tetapi hasil tersebut sudah cukup untuk membuat belasan ribu penggemar setia Holstein Kiel turun ke lapangan usai wasit meniup peluit akhir.
NUR HOLSTEIN! #KielAhoi pic.twitter.com/tuexozMC25
— Holstein Kiel English (@HolsteinKielEN) May 11, 2024
Dengan koleksi 65 poin, hasil dari 20 kemenangan dan 5 kali imbang dalam 33 pertandingan, perolehan poin Holstein Kiel sudah tak bisa dikejar tim manapun. Tak peduli hasil apa yang diraih di pekan terakhir, satu tiket promosi langsung ke Bundesliga musim depan sudah pasti jadi milik mereka.
Mimpi seumur hidup itupun akhirnya terwujud. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Holstein Kiel promosi ke Bundesliga. Hasil itupun bakal membuat Holstein Kiel jadi klub pertama dari negara bagian Schleswig-Holstein dan klub paling utara yang bakal berlaga di kasta teratas Liga Jerman.
***
Referensi: Fotmob, Bundesliga, ASB Zeitung, Bundesliga, DW.


