Perkembangan Pesat Yang Ditunjukkan Achraf Hakimi, Setelah Dibuang Madrid

spot_img

Siapa yang menyangka bila nama Achraf Hakimi bakal menjadi idola baru di Giuseppe Meazza. Memang benar bila dia tampil sangat baik di Borussia Dortmund, namun mudahnya Madrid ketika melepas sang pemain ke Italia juga perlu dipertanyakan.

Tepat pada musim 2020/21 ini, Hakimi resmi mewujudkan mimpinya untuk bergabung dengan salah satu klub paling bersejarah di Eropa. Inter Milan, yang masih terus berjuang untuk kembali merebut trofi scudetto begitu ngotot untuk bisa mendapatkan Hakimi. Ternyata, menurut pengamatan manajemen serta pelatih Antonio Conte, Hakimi yang merupakan tipe pemain cepat bakal sangat berguna bila bergabung dengan tim racikan eks pelatih Juventus.

Selain itu, pihak Inter juga mengaku kalau mereka sudah sejak lama memantau perkembangan sang pemain.

Saat Inter resmi mendatangkan Hakimi, mereka harus merogoh kocek sekitar 40 juta euro atau setara dengan 689 miliar rupiah. Kemudian, I Nerazzurri juga harus menanggung beban gaji sang pemain yang mencapai lima juta euro per musim. Bukan nilai yang kecil. Bahkan, dalam hal ini, kedatangan Hakimi harus mengorbankan sejumlah pemain untuk kehilangan tempat, seperti Victor Moses, Danilo D’Ambrosio, hingga Cristiano Biraghi. Kedua nama, Moses dan Biraghi malah sudah bertempat di destinasi baru.

Achraf Hakimi merupakan pemain jebolan akademi Real Madrid. Dia memiliki mimpi besar bersama el Real. Sayangnya, dia tak cukup tangguh untuk mempertahankan posisinya di sayap kanan. Walhasil, dia menjadi satu dari sekian banyaknya pemain Los Galacticos yang dilepas dengan status pinjaman.

Saat itu, Hakimi mendapati Borussia Dortmund sebagai pelabuhan barunya. Dalam hal ini, dia sempat menolak Napoli hingga Juventus sebelum akhirnya memilih klub Jerman. Dengan status pinjaman selama dua musim, Hakimi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, demi bisa mengembangkan performanya di atas lapangan.

Benar saja, dengan semangat juang tinggi, Hakimi mampu berkembang begitu pesat. Dia mampu mencetak 12 gol plus 17 assist untuk tim berjuluk Die Borussen.

Sebuah catatan yang sama sekali tidak bisa diremehkan bagi seorang pemain sayap kanan.

Achraf Hakimi seolah menepati janjinya sendiri untuk bisa menjadi seorang pemain jempolan. Pemuda Maroko yang membuat keputusan besar untuk mengadu nasib di Jerman pantas mendapatkan apa yang telah ia raih sampai sejauh ini. Dia yang mengalami perkembangan performa diminati oleh banyak sekali klub Eropa, termasuk Arsenal hingga FC Bayern.

Bermain untuk Dortmund, Hakimi disebut sebagai salah satu pemain sayap terbaik di Eropa. Di kompetisi Jerman, Hakimi dipercaya hanya kalah dari pemain sayap macam Alphonso Davies dan juga Filip Kostić. Namun dia telah berhasil menunjukkan kualitasnya yang tidak hanya pandai bertahan, namun juga membantu serangan secara signifikan.

Dengan kecepatan, kekuatan, kelincahan, serta keyakinan yang terus menggebu, Hakimi berhasil menjadi salah satu pemain sayap kanan terbaik ketika itu. Dibawah asuhan Lucien Favre, Hakimi menjadi salah satu momok menakutkan bagi tim lawan.

Salah satu momen terbaiknya, yang mungkin membuat Inter Milan kepincut adalah dua golnya ke gawang klub asal Italia tersebut di ajang Liga Champions Eropa pada 2019 silam. Saat itu, Dortmund ketinggalan dua gol dari Inter Milan. Namun mereka mampu membalikan keadaan melalui dua gol Hakimi dan satu gol tambahan dari Julian Brandt.

Hakimi mengaku tampil habis-habisan dan terus menyerang saat itu, dan merasa beruntung bisa membawa timnya meraih kemenangan.

Selama berkarir di kompetisi Bundesliga, Hakimi juga rata-rata terlibat dalam 4,09 sentuhan di kotak penalti lawan dalam 90 menit pertandingan. Hal itu menjadi yang terbaik diantara pemain lain yang memiliki posisi serupa. Maka wajar bila dengan memanfaatkan speed turbonya, Hakimi mampu menghasilkan banyak assist, bahkan mencetak gol langsung ke gawang lawan.

Terkait masalah bertahan, Hakimi juga tentu memiliki kemampuan tersebut. Meski menjadi pemain yang lebih sering melakukan serangan, Hakimi tetap memiliki catatan apik ketika dihadapkan pada posisi bertahan. Dia mengandalkan kecepatan luar biasanya untuk segera kembali ke garis pertahanan saat tim kehilangan bola. Dengan begitu, dia beberapa kali tercatat sebagai pemain tercepat dalam sebuah laga.

Dia mencatatkan setidaknya 53,6 persen tekel di Borussia Dortmund. Bila dirata-rata, dia melakukan sebanyak 1,28 tekel per laga.

Masa-masa Hakimi di Signal Iduna Park jelas mengalami sukses besar. Dia banyak diperbincangkan hingga seperti yang sudah disinggung di awal, menjadi buruan banyak klub Eropa.

Sayangnya, setelah menciptakan sebuah momen luar biasa, Real Madrid tak mampu memanfaatkan keadaan. Mereka malah membiarkan sang pemain pergi hingga Inter Milan menjadi pihak yang sangat diuntungkan.

Real Madrid melalui Zinedine Zidane mengungkapkan bahwa mereka punya alasan untuk tidak memulangkan sang pemain. Meski masih berusia muda dan punya potensi besar, Zidane mengaku ini bukan murni keputusannya sendiri. Namun juga ada pihak manajemen dan beberapa yang ikut didalamnya. Secara garis besar, Zidane mengaku bila masalah ekonomi menjadi salah satu penyebabnya.

Setelah mendengar alasan klub yang sempat memberinya kesempatan besar, Hakimi lantas tak lagi mendengar celotehan mereka.

Ketika Inter datang memberi tawaran, Hakimi tanpa pikir panjang langsung membubuhkan tanda tangannya.

Dia begitu senang menyambut masa depannya di Italia. Real Madrid hanya menjadi masa lalunya. Dia tak menyalahkan siapapun dan menjunjung tinggi rasa optimis untuk bisa terus mengembangkan potensi besarnya.

Musim 2020/21 ini, bersama Antonio Conte, Hakimi menjadi pemain andalan. Dia selalu masuk ke dalam skuad Inter yang akan berlaga dan mampu menjawab segala tanggung jawab serta kepercayaan yang diberikan.

Hakimi mencintai Inter Milan. Dia juga merasa cocok dengan strategi yang diterapkan pelatih. Lebih dari itu, dia punya ambisi besar untuk meraih gelar juara bersama Inter Milan, dan membawa negaranya tampil di ajang Piala Dunia.

Dalam setidaknya 17 laga yang dijalani bersama Inter Milan di ajang Serie A, Hakimi sudah mengemas sebanyak 6 gol dan 4 assist. Setiap pertandingan, dia juga mampu menciptakan sebanyak 45,6 sentuhan, 5 peluang bersih, satu tembakan dan 1,3 tekel per laga.

Dia memberi warna berbeda dan sukses membuat mata para penggemar terbelalak. Kini, tugasnya hanya tampil secara konsisten. Hadangan masih sangat berat. Bahkan, untuk bisa terus bertahan di tim utama saja butuh perjuangan besar.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sKITuL0k7lg[/embedyt]

 

Sumber referensi: Tifo Football, Footballwhispers

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru