Liga Champions Eropa masih akan, dan terus menjadi kompetisi paling bergengsi bagi klub-klub seantero benua biru. Kompetisi tersebut menjadi tujuan bagi setiap pemain untuk tingkatkan popularitas. Selain itu, Liga Champions juga sekaligus menjadikan nama sebuah klub naik popularitasnya.
Ketika berhasil meraih gelar juara, praktis, sebuah klub akan masuk ke dalam sejarah yang tak akan terlupakan dunia.
Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan final terbaik yang pernah tersaji dalam kompetisi tersebut. Kira-kira pertandingan mana sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.
Daftar Isi
Barcelona vs Manchester United (2011)
Barcelona berhasil meraih gelar Liga Champions keempat mereka setelah sukses menaklukkan Manchester United di laga final. Final yang terjadi pada Mei 2011 itu digelar di Stadion Wembley. Kedua tim sama-sama berstatus sebagai sang juara liga. Uniknya lagi, laga ini juga merupakan ulangan dari tahun 2009 ketika kedua tim bertemu di Roma.
Skuad asuhan Sir Alex Ferguson datang dengan misi balas dendam. Mereka juga difavoritkan karena tampil di tanah sendiri. Namun bukan hal mudah bagi mereka untuk mendapatkan piala. Pasalnya, sang lawan, FC Barcelona mampu tampil superior. Buktinya, Pedro Rodriguez berhasil membuka keunggulan el Barca pada menit ke 27, sebelum akhirnya MU mampu membuka asa setelah Wayne Rooney berhasil menyamakan kedudukan.
Sayangnya, MU gagal menambah gol dan malah kembali kebobolan dengan keperkasaan Barca. Kali ini, Lionel Messi membawa Barca unggul pada menit ke 54, sebelum David Villa menutup kepahitan Setan Merah 15 menit berselang.
Skor 3-1 ditutup dengan sebuah trofi juara untuk Barcelona. Lebih dari itu, Lionel Messi juga mengukuhkan diri sebagai top skor dengan torehan 12 gol, plus menggondol gelar pemain terbaik turnamen.
Real Madrid vs Bayer Leverkusen (2002)
2002 menjadi tahun bersejarah bagi Real Madrid, setelah mereka berhasil mengumpulkan gelar Liga Champions Eropa ke 9!
Laga final yang mempertemukan el Real dengan Bayer Leverkusen ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik karena memang menyajikan laga yang amat luar biasa. Tak hanya atmosfer pertandingannya saja yang luar biasa, namun juga sebuah momen indah yang diciptakan bintang mereka ketika itu, Zinedine Zidane.
Laga baru berjalan 8 menit, Los Galacticos sudah berhasil menjebol gawang lawan melalui gol Raul Gonzales. Namun secara mengejutkan, wakil asal Jerman mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Lucio.
Hingga tepat pada menit akhir babak pertama, Zinedine Zidane datang sebagai pahlawan dengan sebuah gol yang begitu menggelegar. Sang jawara dunia 1998 sukses menciptakan sebuah gol voli indah yang sampai saat ini masih sangat diingat oleh siapapun. Di laga final itu, Zidane keluar sebagai pemain terbaik, sekaligus semakin mengokohkan status Real Madrid sebagai rajanya Eropa.
Internazionale vs Bayern Munich (2010)
Sampai saat ini, Internazionale Milano masih menjadi tim Serie A terakhir yang sukses menjuarai gelar Liga Champions Eropa. Inter, yang saat itu telah merajai kompetisi Italia terlebih dulu, berhasil meneruskan sukses di benua biru.
Jose Mourinho boleh dibilang sebagai dalang keberhasilan Inter di tahun 2010. Betapa tidak? Selain mampu membawa Inter juara Eropa, Mou juga sukses membawa serta dua piala domestik yang begitu diperebutkan.
Final Liga Champions 2010 ketika itu memang begitu dinanti. Inter yang pada perjalanannya berhasil membungkam tim superior milik Pep Guardiola harus berhadapan dengan FC Bayern yang sama-sama punya kekuatan menggelegar. Final tersebut sangatlah dinanti, mengingat kedua tim sama-sama mengejar status tim dengan raihan tiga gelar juara dalam satu musim kompetisi.
Saat itu, Santiago Bernabeu menjadi lokasi bagi dua tim superior Eropa untuk tunjukkan eksistensi. Wesley Sneijder dan Arjen Robben, saling sikut di stadion yang dulunya pernah mereka tapaki.
Kedua tim tampil sangat brilian di babak pertama. Sama-sama saling jual beli serangan, baik Inter maupun Bayern terus mengancam gawang lawan. Pada akhirnya, tepat di menit ke 35, Diego Milito, yang saat itu menjadi andalan I Nerazzurri, berhasil mencetak gol pertama berkat kreasi Wesley Sneijder. Umpan cantik playmaker asal Belanda mampu dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang berwajah rambo.
Setelah memimpin 1-0 di babak pertama, Inter nyaris kebobolan bila Thomas Muller lebih bisa memanfaatkan peluang saat itu. Karena terus termotivasi oleh nyanyian para pendukung, Inter Milan mampu menggandakan keunggulan, yang kembali diciptakan oleh Diego Milito.
Ketinggalan dua gol membuat Louis van Gaal, pelatih FC Bayern, memasukkan Mario Gomez. Namun strategi tersebut langsung direspon oleh Jose Mourinho yang mengganti Goran Pandev dengan Sulley Muntari. Dalam hal ini, Mou ingin mempertahankan keunggulan dua gol. Benar saja, sampai 90 menit waktu normal, Inter mampu membuat Bayern frustasi karena tak mampu mencetak gol.
Dengan keunggulan itu, Inter sampai saat ini masih menjadi satu-satunya tim Italia yang sukses meraih treble winner.
Borussia Dortmund vs Juventus (1997)
Borussia Dortmund bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Meski saat ini mereka seringkali berada di bawah bayang-bayang FC Bayern, tim berjuluk Die Borussen pernah mengukir cerita indah di tahun 1997, tepat di final Liga Champions Eropa.
Borussia Dortmund menghadapi pertandingan dengan misi yang sangat sulit. Pasalnya, mereka harus berhadapan dengan Juventus, yang merupakan pemegang gelar juara edisi sebelumnya. Juve, datang dengan skuad mewah. Materi pemain Si Nyonya Tua berisikan nama-nama seperti Zinedine Zidane, Didier Deschamps dan Alessandro Del Piero. Jelas mereka layak dianggap sebagai favorit juara.
Akan tetapi, nama besar Juve, plus materi pemain luar biasa yang dimiliki tim asal Italia, sama sekali tidak membuat Borussia Dortmund gentar. Mereka datang dengan percaya diri dan terus mengusung misi meraih gelar juara.
Dalam hal ini, mereka juga boleh datang dengan percaya diri, karena pada pertandingan semifinal, tim sekelas Manchester United sukses mereka tumbangkan dengan agregat 2-0.
Bertempat di Olympiastadion Muenchen pada 27 Mei 1997, dua tim langsung bermain dengan tempo tinggi. Jual beli serangan tak bisa terbendung. Rasa ingin meraih gelar juara tampak jelas dari raut muka para pemainnya. Berkat pola serangan yang begitu ciamik, Borussia Dortmund berhasil memecah kebuntuan pada menit ke 29 lewat aksi luar biasa Karl-Heinz Riedle. Sepakan kerasnya di dalam kotak penalti ketika itu sukses menggetarkan gawang Juventus yang dijaga Angelo Peruzzi.
Unggul satu gol sama sekali tak membuat Dortmund mengendurkan serangan. Hasilnya, pada menit ke 34, mereka berhasil menggandakan keunggulan lewat aksi pemain yang sama.
Juventus sempat memperkecil keunggulan pada menit ke 65, melalui sepakan bocah ajaib bernama Alessandro Del Piero. Sayang, Dortmund segera mengunci gelar, pasca Lars Ricken memastikan keunggulan Borussia Dortmund menjadi 3-1.
Real Madrid vs Liverpool (2018)
Real Madrid dan Liverpool bertemu di final Liga Champions Eropa pada tahun 2018. Final yang begitu ideal, mengingat kedua tim masih berada dalam puncak performa mereka. Bertanding di Stadion Olimpiyskiy, Kiev, Real Madrid dan Liverpool sama-sama tampil dengan skuad penuh.
Disaksikan oleh lebih dari 65 ribu penonton, kedua tim tampil ngotot sejak awal. Sayangnya, bintang Liverpool, Mohamed Salah, harus keluar lapangan lebih awal karena mendapat pelanggaran serius dari Sergio Ramos. Sejak insiden tersebut, pertandingan seolah berubah. Madrid mampu mengembangkan permainan, sementara Liverpool seperti kehilangan momen.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Real Madrid mampu membuka keunggulan usai penyerang mereka, Karim Benzema, mampu memanfaatkan blunder yang dibuat Loris Karius. The Reds sebenarnya sempat memperkecil keunggulan lewat Sadio Mane, namun Gareth Bale yang masuk sebagai pemain pengganti segera membawa Real Madrid unggul.
Pemain asal Wales ini mencetak gol melalui sebuah sepakan akrobatik setelah berhasil memanfaatkan umpan Marcelo. Usai mencetak gol pertama, Gareth Bale mampu mencetak gol kedua nya pada laga itu. Bola yang disonteknya dari jarak jauh tak mampu dibendung Loris Karius hingga membuat Madrid unggul 3-1.
Madrid berhasil mengakhiri laga dengan skor 3-1 sekaligus merebut trofi Liga Champions ke 13 nya. Lebih dari itu, mereka juga berhasil menjadi jawara di kompetisi tertinggi antar klub Eropa itu sebanyak tiga kali secara beruntun.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=UFUwLCt-O9Q[/embedyt]
Sumber referensi: 90min-football


