Penyerang Bernaluri Pembunuh Dengan Nomor 9! Siapa Saja Mereka?

  • Whatsapp
Penyerang Bernaluri Pembunuh Dengan Nomor 9
Penyerang Bernaluri Pembunuh Dengan Nomor 9

Sepanjang sejarah sepakbola, terdapat banyak pemain bernomor punggung 9 dengan kualitas luar biasa. Pemain bernomor punggung 9 sendiri identik dengan posisi seorang striker murni. Tugas utamanya tentu saja mencetak gol. Dahulu, pemain bernomor 9 banyak dijumpai.

Namun di era sepakbola modern seperti sekarang ini, striker murni menjadi barang yang langka. Kini, ruang gerak para striker lebih luas. Mereka menjelajah semua sektor dan lini serta berinteraksi dengan para gelandang untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Bacaan Lainnya

Bahkan, di zaman sekarang, pemain bernomor 9 tidak selalu seorang striker, meski demikian, tugasnya tetap sama, yakni membawa rekan satu tim ke dalam permainan dan mencetak gol.

Untuk itu, kali ini starting eleven akan sajikan deretan striker bernomor punggung 9 dengan naluri mencetak gol yang tinggi dalam sejarah sepakbola. Siapa saja mereka?

Gerd Muller (Jerman Barat)

Pemain asal Jerman, Gerd Muller secara luas dianggap sebagai salah satu penyerang paling klinis sepanjang masa. Torehan 68 gol dari 62 caps bersama tim nasional Jerman Barat menjadi bukti betapa hebatnya seorang Gerd Muller.

Muller adalah titik fokus serangan timnas Jerman dan Bayern Munchen pada era 60an hingga 70an. Ia merupakan pemain yang gesit dan lincah yang sulit dihadang oleh bek-bek lawan.

Sepanjang karirnya, Muller berhasil memenangkan sejumlah gelar bergengsi, seperti Bundesliga Jerman, serta trofi piala eropa dan piala dunia. Selain itu, ia juga pernah menyabet penghargaan Ballon D’or pada 1970 serta sejumlah penghargaan lainnya.

Ian Rush (Wales)

Tak dapat dibantah lagi bahwa Ian Rush merupakan salah satu striker paling berbahaya di dunia. Pada generasinya, Rush adalah salah satu striker terbaik. Karir terbaiknya tentu saja saat ia membela Liverpool

Pemain internasional Wales itu menjadi striker penting untuk klub yang bermarkas di Anfield. Ia berjasa besar mengantarkan Liverpool meraih kejayaan pada era-80 hingga awal 90-an. Tercatat 19 trofi sudah ia persembahkan untuk The Reds. Secara keseluruhan, Rush mencetak 346 gol untuk Liverpool dan menjadi partner ideal Kenny Dalglish pada 1980-an. Duetnya bersama King Kenny sangat ditakuti pada waktu itu.

Marco Van Basten (Belanda)

Sama seperti Ian Rush, Marco van Basten juga hidup di periode 80-an. Van Basten adalah salah satu striker terbaik di dunia pada waktu itu. Ia pernah bersinar bersama klub Ajax Amsterdam, AC Milan dan tim nasional Belanda. Ia adalah penyerang utama timnas Belanda saat memenangkan turnamen Euro 1988 dan gaya permainannya membuatnya mendapat julukan ‘The Swan of Utrecht’.

Van Basten mencetak 24 gol dalam 58 caps untuk Belanda dan memenangkan Ballon d’Or dalam tiga kesempatan. Selain itu, ia juga meraih tiga trofi Liga Champions, dan 4 gelar Scudetto bersama AC Milan.

Romario (Brasil)

Siapa yang tak mengenal Romario. Sebelum kemunculan Ronaldo, Romario adalah striker utama tim nasional Brasil. Ia mengenakan kostum nomor 9 di level klub dan nomor 11 di timnas. Meskipun tubuhnya pendek, namun ia mampu berkembang sebagai penyerang tengah yang hebat, kelebihannya terdapat pada kecepatan, gerakan dan kemampuannya dalam penyelesaian akhir.

Ringkasnya, Romario adalah sosok penyerang yang ditakuti lawan pada era 90-an. Mantan bintang Vasco Da Gama, PSV, dan Barcelona itu mencetak 55 gol dalam 70 caps untuk Brasil. Sepanjang perjalanan karirnya, Romario telah menorehkan banyak prestasi membanggakan, salah satunya yakni trofi piala dunia 1994. 

George Weah (Liberia)

Sebelum munculnya generasi Samuel Eto’o dan Didier Drogba, Afrika pernah melejit di kawasan eropa berkat satu nama, yakni George Weah. Weah termasuk di antara sejumlah striker yang merevolusi peran Nomor 9 di tahun 1990-an, dengan lebih menekankan pada keterampilan dan kecepatan.

Pemain asal Liberia itu masih tercatat sebagai satu-satunya pemain asal Afrika yang mampu memenangkan Ballon D’or. Weah dianggap sebagai salah satu pemain Afrika terhebat sepanjang masa berkat penampilan gemilangnya bersama AC Milan, Paris Saint-Germain dan Monaco, serta Liberia.

Alan Shearer (Inggris)

Bagi penggemar timnas Inggris, nama Alan Shearer tentu sudah tidak asing lagi. Shearer, adalah seorang juru gedor yang cerdas dan tangguh, ia merupakan salah satu penyerang terbaik Inggris dan terkenal karena kemampuannya dalam menyundul bola.

Shearer sudah lama pensiun, tapi dia masih memegang rekor sebagai top scorer abadi Premier League hingga sekarang. Koleksi total 260 golnya sangat susah dipecahkan. Selain torehan jumlah golnya yang sangat luar biasa, Shearer juga pernah membawa klub semenjana, Blackburn Rovers merebut gelar EPL tahun 1995. Di level internasional sendiri, Shearer mencetak 30 gol dari 63 pertandingan untuk The Three Lions.

Ronaldo (Brasil)

Dikenal sebagai ‘The Phenomenon’ di Brasil, Ronaldo dianggap sebagai salah satu nomor 9 terbaik yang pernah ada. Tinggi, kuat, dan memiliki kecepatan yang luar biasa, Ronaldo memukau para pemain bertahan saat bermain untuk Barcelona, ​​Inter Milan, dan Real Madrid.

Kehadiran ronaldo di tahun 90an membawa evolusi nyata dalam peran nomor 9, ia membawa banyak dinamika dan membuat bek-bek lawan tenggelam dalam ketakutan.

Sepanjang karirnya, dia telah mencetak lebih dari 400 gol, termasuk 62 gol untuk negaranya.

Meski di ujung karirnya sering diserang cedera parah, namun kemampuan mencetak gol Ronaldo adalah hal yang tak bisa ditampik, apalagi di kancah kompetisi internasional bersama tim samba, ia sukses membawa negaranya menjuarai dua turnamen Piala Dunia.

Gabriel Batistuta (Argentina)

Sampai mendapat julukan Batigol, Gabriel Batistuta adalah salah satu striker bernomor 9 paling komplit yang pernah ada. Power, tendangan keras, sundulan akurat, insting mencetak gol hingga kemampuan mengeksekusi free kick terangkum jadi satu dalam dirinya. 

Batistuta memang striker yang menakutkan, ia bisa mencetak gol dari arah manapun, baik dari tepi kotak penalti atau dengan sundulan- dia bisa melakukan semuanya. 

Bahkan, karena kemampuannya yang luar biasa, Batistuta jadi pemegang rekor top scorer Fiorentina dan timnas Argentina. Dia juga menempati peringkat 10 dalam daftar top scorer sepanjang masa Serie A.

Ruud Van Nistelrooy (Belanda)

Ruud van Nistelrooy, tak perlu diragukan lagi merupakan salah satu striker mematikan pada dekade 2000-an.

Tubuhnya yang tinggi membuat ia jadi target man yang ideal dan kemampuan teknisnya mampu membawa rekan setimnya untuk ikut serta membantu serangan di sepertiga lapangan lawan

Mengawali karirnya sebagai pemain bernomor 10, tetapi ia menjelma menjadi salah satu penyerang tengah terbaik di dunia. Ia menjadi bintang di klub-klub besar eropa macam PSV, Manchester United dan Real Madrid. Selain itu, ia juga menjadi andalan timnas Belanda dengan catatan 70 penampilan dan mencetak 35 gol. 

Robbie Fowler (Inggris)

Satu lagi legenda Liverpool yang menyandang status sebagai salah satu striker bernaluri pembunuh. Dia adalah Robbie Fowler, yang selama karirnya di Anfield diperlakukan layaknya seorang dewa.

Kaki kiri menjadi andalan pemain kelahiran 1975 tersebut. Sayangnya, sejak hijrah dari Liverpool ke Leeds United pada 2001, karier Fowler diwarnai sederet cedera dan dia tak pernah bisa kembali ke performa terbaiknya.

Andai tak diserang cedera, eks bintang Liverpool itu bisa saja menjadi pencetak gol terbaik dalam sejarah sepakbola Inggris. 

Pemain yang pensiun pada 2012 itu berhasil mencetak total 183 gol untuk Liverpool, dan 128 di antaranya adalah gol liga. 

Dan itulah deretan striker bernomor punggung 9 yang punya naluri ‘pembunuh’ dalam sejarah sepakbola.

 

Sumber referensi : Goal, Bola.com, Kaskus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *