Penebusan Dosa Thibaut Courtois

spot_img

Pada Juli 2020 lalu, kiper Real Madrid, Thibaut Courtois dipastikan menjadi penjaga gawang terbaik di La Liga Spanyol 2019/20. Penampilan Courtois yang mampu membukukan 18 clean sheet dan 20 kali kebobolan menjadikannya layak menyabet trofi Zamora di musim 2019/20.

Pencapaian yang dilakukan Courtois itu lantas membuatnya mencetak sejarah baru. Tepatnya kiper berusia 28 tahun itu menjadi kiper pertama yang berhasil mendapatkan trofi Zamora untuk dua klub Raksasa Madrid, yakni Atletico Madrid dan Real Madrid. Sebelumnya, Courtois memang sudah pernah mencicipi gelar trofi Zamora saat masih di Atletico. Bahkan saat masih membela Atletico, Courtois dua kali menjadi kiper terbaik La Liga Spanyol, tepatnya pada musim 2012/13 dan 2013/14.

Jadi, penghargaan kiper terbaik di La Liga Spanyol musim ini adalah trofi ketiga Courtois di sepanjang kariernya tampil di kompetisi tersebut. Hal itu tentu menjadi sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa bagi Courtois, yang pada musim pertamanya di Madrid justru tampil mengecewakan.

Memang benar bila Courtois menjadi salah satu pemain yang paling menonjol di kubu el Galactico. Dia menutup musim dengan dua titel juara seperti La Liga dan Piala Super Spanyol. Pemain asal Belgia ini banyak catatkan penampilan gemilang dalam membantu armada Zinedine Zidane dalam meraih kemenangan.

Salah satu penampilan terhebatnya di Real Madrid musim ini adalah saat ia tampil di laga final Piala Super Spanyol melawan Atletico. Dia menjadi tokoh protagonis dengan intervensi-intervensi hebat, dan membendung satu tendangan penalti hingga membawa tim meraih titel juara.

Thibaut Courtois resmi tiba di Madrid tepat setelah dia menyabet penghargaan kiper terbaik di ajang Piala Dunia 2018. Sejak saat itu, dia telah melakoni 78 partai di tim dan mengangkat satu gelar Piala Dunia Antar Klub, satu gelar Liga dan satu Piala Super Spanyol.

Jika menilik perjalanan karir sang kiper, Courtois memang layak disebut sebagai salah satu yang terhebat. Ia lahir pada 11 mei 1992 di Bree, Belgia. Courtois tergolong ke dalam bocah yang sangat pemalu. Ia sering terdiam kala diminta untuk melakukan sesuatu.

Courtois merupakan anak dari seorang pemain voli profesional. Namun begitu, ia sama sekali tidak tertarik untuk menggeluti olahraga tersebut, meski berulang kali menonton langsung pertandingan voli di lapangan. Dia lebih memilih untuk menekuni olahraga sepak bola yang dianggapnya lebih menantang.

Pada usia 8 tahun, potensinya dicium oleh pemandu bakat klub sepak bola Genk. Dia didatangkan Genk dari akademi Blizen FC. Di Genk, Courtois bertransformasi menjadi seorang penjaga gawang yang sangat lihai dalam menepis segala serangan.

Tampil sebagai seorang kiper, Courtois mampu tampil apik dan saat berusia 16 tahun 341 hari, ia melakukan debut di tim utamanya pada 17 April 2009 melawan Gent. Setelah menolak transfer ke Hoffenheim, Courtois menjadi penjaga gawang pilihan pertama untuk musim 2010/11. Pada musim tersebut, Courtois menjadi pemain kunci ketika Genk menjadi juara di Liga Belgia. Performa apiknya membuatnya dinobatkan sebagai Kiper of the Year dan Genk Player of the Year, dengan hanya kebobolan 32 gol selama 40 pertandingan liga dan catatkan 14 clean sheet.

Melihat bakatnya yang begitu luar biasa, seperti biasa, banyak sekali klub yang menginginkan jasanya. Hingga tepat pada Juli 2011, Courtois bergabung dengan klub Liga Primer, Chelsea dengan biaya transfer senilai 9 juta euro. Dia menandatangani kontrak di Stamford Bridge selama lima tahun.

Sebelum bermain untuk Chelsea, Courtois lebih dulu menjalani masa peminjaman. Hal itu bertujuan untuk memberinya banyak pengalaman dan jam terbang tampil di kompetisi teratas. Seminggu setelah resmi menandatangani kontrak dengan klub berjuluk The Blues, Courtois dikirim dengan status pinjaman selama satu musim ke Atlético Madrid. Ketika itu ia diberi kaos bernomor 13 oleh Atlético, yang sebelumnya dipakai oleh David de Gea yang telah hijrah ke Manchester United.

Ia melakoni debut untuk Atlético dengan kemenangan 4-0 atas Vitória de Guimarães di kompetisi Liga Europa. Tiga hari kemudian, dia mencatatkan clean sheet pada debutnya di La Liga, dengan hasil imbang tanpa gol melawan Osasuna di Stadion Vicente Calderón.

Menyusul penampilannya yang sangat luar biasa, Atletico tidak ragu untuk memperpanjang masa baktinya di klub ibukota Spanyol. Selama masa peminjamannya di Atletico, kiper asal Belgia itu berhasil persembahkan satu titel La Liga, Copa Del Rey, dan Liga Europa. Jangan lupakan pula ketika ia meraih dua trofi kiper terbaik La Liga.

Dengan segala atribut yang dimiliki, Courtois resmi kembali ke Chelsea dan melakoni debut pada 18 agustus 2014 dalam laga melawan Burnley. Lalu sebulan kemudian, Courtois resmi menandatangani kontrak baru selama lima tahun dengan Chelsea.

Dia tampil sangat meyakinkan di Chelsea. Satu trofi Piala Liga dan trofi Liga berhasil didapatkannya.

Performa Courtois dibawah mistar gawang The Blues semakin temui kecemerlangan di musim 2016/17. Hal itu dibuktikan dengan dia menerima penghargaan sebagai kiper terbaik Premier League, setelah mengantarkan klub london biru meraih gelar liga

Musim demi musim ia lewati dengan sangat baik. Courtois layak menyandang predikat sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Liga Inggris. Malah, lebih dari itu, dia juga layak disebut sebagai kiper terbaik di dunia. Selama memperkuat Chelsea, ia tampil sebanyak 154 kali dengan mempersembahkan dua trofi Liga Primer, satu piala FA, dan satu piala Liga.

Sebuah capaian yang sudah membanggakan bagi seorang kiper memang punya perjalanan luar biasa.

Seperti diketahui pula, perjalanan karirnya di klub berbanding lurus dengan ketika ia membela tim nasional Belgia. Courtois membela tim nasional Belgia sejak di level u-18. Ia lalu melakukan debutnya untuk timnas senior pada oktober 2011 di usia 19 tahun saat Belgia melawan Prancis di Stade De France. Hal itu, menjadikannya penjaga gawang termuda yang bermain untuk Belgia.

Sempat membawa Belgia ke semifinal Piala Eropa 2016, dua tahun berselang Courtois menampilkan permainan terbaiknya saat di Piala Dunia 2018. Ketika itu, ia dan kawan-kawan membantu Belgia menduduki peringkat ketiga. Di turnamen itu juga, sekali lagi, Courtois membuat 27 penyelamatan penting, dan diganjar dengan penghargaan Golden Glove.

Segala raihan, perjalanan, serta cerita luar biasanya itu pada akhirnya membawanya menuju klub asal ibukota. Klub yang digadang-gadang menjadi tujuan utama setiap pemain sepak bola itu rela menebus sang penjaga gawang dengan biaya sekitar 35 juta euro atau setara 613 miliar rupiah.

Namun, menjadi kiper di salah satu tim terbaik di dunia bukanlah hal sepele. Dia harus menerima tekanan yang datang tidak hanya dari dalam lapangan saja. Berbagai seruan sumbang dari luar lapangan juga banyak mencatut namanya. Di musim pertamanya, dia bahkan dikritik habis-habisan menyusul performa buruk yang ditampilkan.

Tidak bisa dipungkiri memang jika dia tampil sangat buruk di musim pertama. Diharapkan bisa menggantikan Keylor Navas sebagai kiper utama, Courtois malah jeblok. Tampil 35 kali di seluruh kompetisi, dia kebobolan 48 gol, atau hampir satu gol lebih per pertandingan. Bahkan dia cuma mencatatkan 10 clean sheet.

Performa buruk Courtois ini jelas membuatnya disorot habis, meski tak dipungkiri bahwa kondisi internal Madrid juga turut mempengaruhi.

Akan tetapi, performa Courtois berubah 180 derajat pada musim 2019/20.

DI tampilkan performa gemilang hingga diganjar penghargaan kiper terbaik La Liga. Bahkan, Marca menyebut kalau Courtois akan memakai nomor punggung yang berbeda. Dia akan memakai nomor punggung 1 pada musim depan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru