Pembelian Musim Panas 2021 Paling Buruk Sejauh Ini

  • Whatsapp
Pembelian Musim Panas 2021 Paling Buruk Sejauh Ini
Pembelian Musim Panas 2021 Paling Buruk Sejauh Ini

Bursa transfer musim panas 2021 telah banyak ciptakan kejutan. Mulai dari kepergian Lionel Messi dari klub kesayangannya, FC Barcelona, sampai kepulangan paling dramatis yang dilakukan Cristiano Ronaldo ke Old Trafford. Beberapa nama lainnya yang sempat hebohkan bursa transfer musim panas kemarin adalah Gianluigi Donnarumma yang putuskan bergabung dengan Paris Saint Germain, pulangnya Antoine Griezmann ke Wanda Metropolitano, dan hengkangnya Saul Niguez dari Atletico Madrid.

Setelah semua disibukkan dengan jual beli pemain, kini, ketika kompetisi sudah bergulir, mulai muncul kabar tentang kurang maksimalnya kontribusi seorang pemain di tim tertentu. Tidak maksimalnya penampilan pemain tersebut, membuat banyak yang memprediksi bila mereka akan sulit berkembang.

Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan coba menyajikan deretan pembelian musim panas 2021 paling buruk sejauh ini.

Sergio Ramos

Kita semua tentu masih ingat ketika Sergio Ramos memutuskan untuk pergi dari klub yang telah lama dibela, Real Madrid. Kontraknya yang tidak diperpanjang membuat sejumlah klub berkantong tebal pasang badan. Akhirnya, setelah banyak rumor yang beredar, Paris Saint Germain muncul sebagai tim yang berhasil memberikan tawaran.

Ramos resmi digaet PSG dengan nilai nol rupiah, namun mendapat kontrak sampai 2023. Di usia yang kini menginjak 35 tahun, Sergio Ramos juga masih mendapat bayaran sebesar 15 juta pounds atau setara 289 miliar rupiah per musim.

Bergabungnya Ramos dengan Paris Saint Germain pun menjadi salah satu transfer paling fenomenal sepanjang sejarah. Namun sayangnya, meski awalnya Ramos diprediksi bakal berikan kontribusi besar di lini pertahanan PSG, pemain yang sudah malang melintang di berbagai kompetisi besar ini belum juga menunjukkan batang hidungnya.

Usut punya usut, Sergio Ramos yang tak kunjung masuk ke skuad PSG tengah mengalami gangguan pada fisiknya. Sejatinya kondisi Ramos memang sudah tidak ideal ketika menjalani musim terakhirnya bersama Real Madrid. Dia kerap cedera dan bolak-balik ruang perawatan.

Mantan pemain PSG, Jerome Rothen, kemudian ikut mengomentari situasi Ramos di klub Paris. Menurutnya, Ramos tidak akan bisa mencapai level terbaiknya bersama PSG mengingat cedera betis yang dialami terbilang parah. Apalagi hal itu terjadi di penghujung karirnya.

“Ketika seorang pemain mencapai usia tertentu, dia perlu memainkan sejumlah pertandingan untuk kembali ke performa terbaik. Apakah dia bisa kembali ke level teratas jika terus-menerus merasakan sakit di betis? Aku sangat meragukan hal itu,”

Sampai saat ini, meski dalam banyak kesempatan Ramos dikabarkan bakal segera lakoni debut, nyatanya hal itu belum pernah terjadi adanya. Dengan situasi yang mengkhawatirkan itu pula, banyak pihak yang menyebut bila Sergio Ramos akan menjadi rekrutan gagal.

Saul Niguez

Saul Niguez, menjadi salah satu transfer yang cukup menghebohkan beberapa waktu lalu. Pemain berusia 26 tahun itu mengatakan ingin mencari pengalaman baru dan merasa sudah tak cocok dengan skema yang dimainkan Diego Simeone. Akhirnya, setelah masa depan sang pemain terus dispekulasikan, Chelsea berhasil meresmikan transfer pemain asal Spanyol dengan status pinjaman selama satu musim, dengan opsi perpanjangan kontrak.

Kedatangan Saul di Stamford Bridge sangat membuat para penggemar antusias. Banyak yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan performa pemain yang begitu berjaya bersama Atletico Madrid ini. Dia yang memiliki kemampuan tingkat tinggi diprediksi bakal memberi persaingan sempurna bagi pemain seperti Jorginho, Kante, hingga Kai Havertz.

Namun nahas, penampilan Saul di laga debut sangat tidak memuaskan. Dia kerap kehilangan bola hingga mendapat kritik keras dari banyak pihak, tak terkecuali Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu cukup menyayangkan performa pertama Saul hingga membuatnya menarik keluar sang pemain di tengah laga.

Sampai saat ini pun Saul belum lagi mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. Dia hanya tampil sekali di liga dan sekali di Piala Liga.

Mengenai hal tersebut, Tuchel yang memilih untuk mempertahankan Saul di bangku cadangan menjelaskan bahwa memang, Saul masih butuh banyak adaptasi.

“Ini adalah kehidupan di Chelsea dan kami harus terus berjalan dan membuat semua orang tetap positif. Saul (Niguez) memiliki segalanya. Waktunya (dia menjadi starter) akan tiba,”

Meski ucapan sang pelatih sedikit banyak telah memberikan harapan bagi semua, tetap saja, banyak yang meragukan bila Saul bakal mampu berkontribusi besar bagi the Blues Chelsea.

Luuk de Jong

Setelah ditinggal nama Lionel Messi dan Antoine Griezmann, Barcelona terus mencoba untuk melakukan pembenahan. Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah dengan mendatangkan Luuk de Jong. Di usia 31 tahun, Luuk diboyong dengan status pinjaman sampai akhir musim tahun depan.

Bahkan, el Barca memiliki opsi permanen bila penampilan sang pemain terbilang memuaskan. Dalam hal ini, banyak penggemar yang cukup meragukan penampilan Luuk de Jong sejak awal, meski memang bintang asal Belanda itu memiliki pengalaman yang cukup di kompetisi La Liga. Namun Ronald Koeman selaku pelatih selalu meyakinkan bahwa Luuk de Jong memiliki kualitas terbaik untuk diandalkan.

Ternyata, nasib lebih berpihak kepada keraguan para penggemar.

Datang dengan catatan 19 gol dari 95 penampilan bersama Sevilla, Luuk de Jong belum mampu tunjukkan performa maksimal. Dia baru menceploskan sebanyak satu gol dari enam laga yang telah dijalani.

Hal itu pun berujung pada keraguan dan komentar negatif dari para penggemar, yang menyebut bila pemain seperti Luuk de Jong sangat tidak pantas untuk tampil bersama tim sekelas FC Barcelona.

Eric Garcia

Eric Garcia resmi pulang ke Camp Nou setelah didatangkan dari Manchester City. Pemain berusia 20 tahun ini datang dengan status free transfer. Eric Garcia yang merupakan produk asli La Masia diikat dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu sampai tahun 2026 mendatang. Keseriusan FC Barcelona dalam mengamankan jasa Garcia juga terlihat ketika mereka mencantumkan angka 400 juta euro sebagai syarat jika ada klub lain yang ingin membajak sang pemain di masa depan.

Barcelona dianggap sangat yakin dengan bakat sang pemain. Mereka berharap Eric Garcia bisa menjadi penerus Gerard Pique yang juga pernah berkompetisi di Inggris sebelum kembali ke Catalan.

Namun sayangnya, kemampuan Eric Garcia gagal membuat lini pertahanan Barcelona kokoh. Salah satu legenda sepakbola, Alvaro Benito, bahkan mengatakan bila Garcia harus bisa meningkatkan kemampuannya lagi. Dia dianggap masih kurang layak untuk bermain di tim sekelas FC Barcelona. Masih minimnya kemampuan Garcia juga terlihat ketika dia tidak diberi banyak kesempatan oleh Pep Guardiola di Etihad Stadium.

Dalam enam laga yang dijalani bersama el Barca, statistik yang dicatat memang terbilang buruk. Eric Garcia tercatat sudah mengoleksi sebanyak dua kartu merah, dimana satu diantaranya didapat pada laga melawan Benfica ketika Barcelona kalah dengan skor telak 0-3.

Garcia diusir keluar lapangan karena kartu kuning kedua. Performanya juga tidak cukup memuaskan sepanjang beraksi di lapangan.

Kartu merah keduanya sendiri didapat pada laga La Liga melawan Athletic Bilbao.

Selama Garcia bermain dalam enam laga yang telah disebutkan, Barcelona sudah kebobolan sebanyak sepuluh gol.

Pos terkait