Pemain Ini Pernah Ditolak MU, Tapi Gacor Di Klub Lain

spot_img

Kelemahan MU akan kebijakan transfernya yang sering kemahalan dalam mendapatkan pemain mungkin sudah menjadi rahasia umum. Namun, ternyata ada juga kelemahan lain manajemen MU dalam melihat pemain.

Pernah beberapa tahun silam, pemain-pemain berikut bakal datang ke Manchester United. Namun yang terjadi MU justru menolaknya. Nah, pemain tersebut usai ditolak MU, kariernya malah menanjak. Hmm..siapa saja mereka?

Pedro

Angel Di Maria gagal memenuhi harapan di Old Trafford. Ia kemudian dijual ke PSG pada tahun 2015. United lantas memiliki dana segar 46 juta pounds untuk dibelanjakan pemain pengganti di posisi sayap.

Pelatih MU ketika itu Louis van Gaal, menyarankan manajemen Setan Merah untuk mengincar pemain Barcelona, Pedro sebagai pengganti Di Maria. Tetapi ,manajemen United dilaporkan tidak bersedia untuk menebus klausul pelepasan Pedro yang hanya senilai 23 juta pounds dalam kontraknya.

Manajemen United menilai Pedro terlalu kemahalan. Pedro seharusnya berharga sekitar 17 juta pounds, dan manajemen United merasa bahwa pemain berusia 28 tahun itu akan susah memiliki masa depan, dan tidak memiliki nilai jual kembali kedepannya.

Akhirnya dengan kondisi seperti itu, datanglah penawaran dari klub rival Chelsea yang tidak memiliki kekhawatiran yang sama dengan United, dan segera memenuhi klausul pelepasan Pedro. Pedro pun diboyong ke Stamford Bridge.

Kemudian Pedro selama di Chelsea berhasil mencetak total 43 gol, dan membantu Chelsea memenangkan gelar Premier League, Piala FA dan Europa League.

United jelas dihantui rasa penyesalan tidak mendapatkan jasa Pedro. Akan tetapi ada benarnya juga tentang penerawangan mengenai nilai jual kembali Pedro yang terbukti memang kecil.

Eden Hazard

Setelah membintangi Lille di Liga Prancis, Eden Hazard ketika itu menjadi salah satu pemain paling dicari di Eropa dan selalu dikaitkan dengan klub-klub Inggris macam United maupun City.

Tapi justru klub London Chelsea-lah yang secara diam-diam serius melakukan pengejaran terhadap pemain sayap Belgia tersebut. Setan Merah pun ketika itu tidak berkutik menandingi tawaran finansial yang diajukan Chelsea kepada Hazard.

“Ada batasnya dalam penandatanganan pemain yang bagus untuk United. Saya melihat beberapa nilai pada pemain, seperti Hazard misalnya. Bagi saya itu berlebihan. Dia pemain bagus, tapi,harganya? 34 juta poundsterling?” Kata Sir Alex Ferguson

Ferguson mengatakan sama sekali tidak iri dengan kesepakatan yang dibuat Chelsea ketika itu. Ia merasa tidak khawatir. Ferguson lebih berpikir berkesempatan mendapatkan pemain lainnya yang dibeli ketika itu yakni Shinji Kagawa yang dibeli dari Dortmund.

Bagaimanapun, kiprah Hazard terbukti berhasil selama kurang lebih delapan tahun di Stamford Bridge. Ia memenangkan gelar Premier League, Europa League, dan Piala FA.

David Villa

Salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa Spanyol, El Guaje atau David Villa lama menghabiskan masa karirnya di Valencia. Meskipun menjadi mesin gol untuk klub dan negara, ia tetap setia di Mestalla.

Sir Alex Ferguson adalah salah satu pengagum pemain yang waktu itu masih berusia 28 tahun. Tetapi Valencia membandrol sekitar 40 juta pounds bagi setiap klub yang mau meminangnya.

Dan manajemen United ketika itu masih berpikir, mereka harus menego harga David Villa supaya tidak menjadi penghalang finansial klub yang sedang memiliki banyak utang ketika itu.

Ferguson pun mendesak bahwa MU harus membeli pemain baru lagi di posisi depan setelah United ketika itu mendapatkan dana segar 80 juta pounds dari penjualan Cristiano Ronaldo ke Madrid.

David Villa pun akhirnya didekati Barcelona dan segera setelah itu resmi hengkang ke Camp Nou. Ia pun meraih banyak trophy di klub catalan tersebut.

Ia juga pernah berkesempatan membuktikan pada United bahwa mereka salah tidak membelinya. El Guaje mencetak gol bagi Barcelona melawan United di Wembley pada final Champions League 2011.

Sneijder

Berikutnya ada Wesley Sneijder. Pemain Timnas Belanda ini memang tidak pernah bermain untuk United. Akan tetapi, namanya selalu dikenang oleh para pendukung Setan Merah. Hal ini tidak lepas dari munculnya nama Sneijder sebagai calon pemain baru United di setiap bursa transfer.

Bahkan rumor kepindahan Sneijder ke United berlangsung hingga tiga generasi kepelatihan yaitu di zaman Sir Alex Ferguson, David Moyes, dan Louis van Gaal.

Awal mula saga transfer Sneijder ke United muncul pada tahun 2008. Setelah ketika itu dianggap performanya flop bersama Real Madrid, Madrid pun ketika itu mengalami surplus pemain bintang ketika Ronaldo dan Kaka datang.

Sneijder sendiri dikatakan akan menjadi bagian dari kesepakatan pertukaran dengan Cristiano Ronaldo menuju Real Madrid. Namun, manajemen MU tidak membuka penawaran resmi, mereka lebih mengandalkan kesepakatan dengan cara barter untuk menjadi salah satu opsi kepindahan Sneijder ke MU.

Akhirnya Sneijder pun bergabung dengan Inter Milan dengan uang yang ditebus dari bandrol yang diminta El Real sebesar 15 juta euro pada Agustus 2009. Di Inter Sneijder akhirnya bangkit menjadi salah satu gelandang serang terbaik di dunia. Sebuah penandatanganan yang mengubah tim Jose Mourinho menjadi peraih Treble Winner ketika itu.

Mesut Ozil

Pemain berikutnya adalah Mesut Ozil. Ketika itu pelatih MU Sir Alex Ferguson terlihat tertarik menonton performa Ozil ketika pertandingan Werder Bremen ketika melawan Fulham dalam pertandingan persahabatan pra-musim.

United sedang mempertimbangkan untuk mengubah minat mereka pada Mesut Ozil menjadi tawaran resmi. Asalkan Ferguson dapat meyakinkan manajemen bahwa pemain internasional Jerman itu tersedia dengan harga tidak lebih dari 13 juta pounds.

Ferguson tampaknya tidak mampu meyakinkan manajemen, karena klub pemilik Ozil waktu itu menginginkan harga lebih dari 13 juta pounds. Karena itulah Madrid datang dengan tawaran lebih dan Ozil justru bergabung dengan Real Madrid.

Pemain internasional Jerman itu kemudian mencatatkan 47 assist hanya dalam tiga musim di ibu kota Spanyol itu. Ozil juga menjadi penggerak utama ketika Los Blancos asuhan Mourinho menjatuhkan Barcelona dari juara pada musim 2011/12, dengan rekor 100 poin.

Sergio Aguero

Pemain terakhir adalah Sergio Aguero. Aguero memiliki reputasi sebagai salah satu bintang sepak bola Eropa yang sedang naik daun selama waktunya sebagai anak muda yang produktif di Atletico Madrid. Tentu saja, United sangat terkait dengan pemain sekaliber itu.

Namun harga yang dipatok Atletico dan agennya bagi United terlalu mahal. “Agennya menuntut harga yang tidak siap kami bayar,” kata Ferguson. Harga yang dimaksud yakni 35 juta pounds.

Pemain Argentina itu kemudian malah menyelesaikan transfer senilai 38 juta pounds ke tetangga berisik United, yakni Manchester city. Dan akhirnya Aguero pun selama di City menjadi batu sandungan United selama 10 tahun.

Dia tidak hanya mencetak sembilan gol saat melawan Setan Merah dalam 16 penampilan derby Manchester, tetapi juga mencetak gol penentu yang membuat United gagal meraih gelar Liga Inggris musim 2011/12 lewat gol dramatisnya di menit akhir melawan QPR.

Mungkin dari deretan nama-nama yang disebutkan ada lagi lainya yang bernasib sama seperti mereka. Beberapa peristiwa itu ternyata sangat kontradiktif dengan kondisi sekarang ini di MU. Di mana MU sekarang lebih berani beli pemain meskipun itu terlalu mahal harga maupun gajinya.

https://youtu.be/81Kkk6-FKYY

Sumber : planetfootball, 90min, joe.co

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru