Bursa transfer pemain sudah dimulai. Tak hanya mendatangkan pemain top yang sudah bersinar, klub-klub top Premier League juga biasanya mencari pemain muda berbakat dari liga-liga yang levelnya lebih rendah darinya. Salah satunya adalah Championship. Liga level dua, setingkat di bawah Premier League.
Klub-klub Premier League termasuk hobi mendatangkan pemain-pemain yang pernah mentas di Championship. Seperti yang dikutip dari The Athletic, Championship menghasilkan pemain top yang mana mereka bermain di sana pada awal karirnya
Oleh karena itu, wajar jika divisi ini akan selalu dipantau saat musim transfer tiba. Lantas, siapa saja lulusan Championship yang akhirnya menjadi pemain elit di Premier League?
Daftar Isi
Kyle Walker
Pada musim panas 2008, Kyle Walker dipromosikan ke skuad senior Sheffield United dan langsung dipinjamkan ke Northampton yang kala itu bermain di League One. Namun, peminjaman tersebut hanya berjalan setengah musim. Sebab, pada Januari 2009 Walker ditarik pulang ke Bramall Lane berkat performa apiknya bersama Northampton.
Setelahnya, Walker hampir membantu Sheffield United promosi ke Premier League jika mereka tak kalah di final play off melawan Burnley di Wembley. Kala itu, Sheffield United kalah tipis berkat gol semata wayang Wade Elliott. Berkat performa apiknya tersebut Walker langsung dipinang Tottenham Hotspur.
Meskipun sudah dipinang oleh Spurs, Walker masih dipinjamkan selama setengah musim lagi ke Bramall Lane. Total, Walker bermain sebanyak 35 kali berseragam The Blades dan mencetak 4 assist.
Another landmark for Sheffield United Academy as graduate Kyle Walker wins the Premier League with Manchester City! Class @kylewalker2 #TwitterBlades #SUFC pic.twitter.com/mYhgqQAfUB
— Bobbie French (@Bobbie_French) April 15, 2018
Kieran Trippier
Kieran Trippier memang merupakan lulusan dari akademi Manchester City. Namun, warga lokal Manchester Raya tersebut memulai semua pencapaian yang telah diraihnya dari Championship. Divisi level dua tersebut adalah tempat Trippier belajar.
Menurut catatan Transfermarkt, Trippier muda dipinjamkan ke Barnsley pada Februari 2010. Setelah dipromosikan ke Manchester City pada 2009, Trippier tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk bermain. Roberto Mancini yang kala itu menukangi The Citizens, meminjamkannya ke liga level dua untuk mendapatkan bermain.
Setengah musim pertamanya di Barnsley tidak berbuah banyak kesempatan untuknya. Lalu, pada musim panas 2010, Barnsley kembali meminjamnya dari Mancini. Barulah di musim 2010/11 ini Trippier mulai mendapatkan menit bermain yang cukup reguler.
Pemain yang kala itu berusia 20 tahun tersebut bermain 36 kali atau sekitar 3281 menit di Championship 2010/11. Trippier juga mencetak 2 gol dan 6 assist. Performa apiknya ini giliran membuat Burnley tertarik untuk meminjamnya dari The Blue Moon. Musim selanjutnya, Trippier bermain ke Burnley, kota yang hanya berjarak sekitar 45 menit dari Manchester.
Pada tengah musim pertamanya, Trippier langsung dipermanenkan. Trippier bermain selama 4 musim di Burnley. Pada musim 2013/14 Burnley berhasil promosi dan 2014/15 adalah musim pertama Trippier di Premier League dan musim terakhirnya bersama Burnley sebelum pindah ke Tottenham Hotspur di musim berikutnya. Total, 185 laga telah dijalaninya bersama The Clarets.
Kieran Trippier: “People can complain about Burnley’s style, Atlético’s style, but it keeps you in the Premier League and it gets us into the Champions League. That’s all that matters.” pic.twitter.com/7Gx4AsJPTP
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) February 24, 2021
John Stones
Sebagai pemuda lokal, John Stone mengawali karirnya bersama Barnsley. Setelah debut di Championship pada umur 17 tahun di musim 2011/12, John Stone total bermain 24 kali di Championship. Bakatnya yang diendus oleh Everton, membuat The Toffees yang kala itu diasuh David Moyes tak pikir panjang untuk memboyongnya.
Pada Januari 2013, Everton merampungkan transfer John Stone dari Barnsley. Dilansir dari BBC, transfer John Stones memakan biaya sekitar 3 juta pounds. Nilai tersebut masih bertambah untuk Barnsley. Seperti yang dikutip dari Eurosport, Barnsley masih mendapatkan uang sekitar 6,6 juta pounds dari penjualan John Stone ke Manchester City.
Wishing former Barnsley Academy graduate John Stones a successful tournament at @UEFAEURO 2016! Good luck Stonesy! pic.twitter.com/yKxzyVkycj
— Barnsley FC (@BarnsleyFC) June 8, 2016
Jack Grealish
Produk asli Birmingham, Jack Grealish memancarkan sinar cerahnya saat dirinya bermain di Championship. Meskipun sempat bermain di Premier League dari 2013 hingga 2016 sebagai pemain pelapis di Aston Villa, keran gol dan kegemilangannya baru dimulai ketika mereka terdegradasi ke Championship.
Aston Villa harus berjuang selama 3 musim untuk bisa kembali ke Premier League. Andai pada laga final play off 2017/18 mereka menang melawan Fulham, The Lions hanya butuh 2 musim saja untuk kembali ke Premier League.
Namun, 3 musim The Lions di Championship adalah berkah bagi Jack Grealish untuk mengasah kemampuannya. Total, 14 gol dan 19 assist dicetak Grealish selama 95 kali berlaga di Championship dan play off menuju Premier League. Dikutip dari Yahoo Sport, talenta dan konsistensinya adalah modal Grealish di Championship.
UTV 😎 #10YearChallenge pic.twitter.com/y8tXmWD9iX
— Jack Grealish (@JackGrealish) January 17, 2019
Jarrod Bowen
West Ham akhirnya mengakhiri puasa gelarnya selama puluhan tahun berkat gol Jarrod Bowen di final Conference League 2022/23. Bowen adalah pembelian paling penting David Moyes di West Ham. Bowen didatangkan pada Januari 2020.
Performa briliannya bersama Hull di Championship adalah alasan utama The Hammers menggaetnya. Bermain untuk Hull City sejak 2016, pemain lulusan Hereford United tersebut bermain sebanyak 117 kali serta menorehkan 52 gol dan 12 assist di Championship. Edan!
🅰️ 1⃣3⃣1⃣ Appearances
⚽️ 5⃣4⃣ Goals
🏆 2⃣ 𝐱 Player of the YearHappy 2⃣5⃣th Birthday to former 🐯 Jarrod Bowen! #hcafc | #theTigers pic.twitter.com/o9fxrivZwh
— Hull City (@HullCity) December 20, 2021
Ollie Watkins
Setelah tampil apik di League Two bersama Exeter City selama 4 musim. Brentford yang kala itu bermain di Championship mendatangkannya sebagai juru gedor. Brentford hanya merogoh kocek 1,8 juta pounds saja untuk mendatangkan pemuda yang kala itu berusia 22 tahun pada musim 2017/18.
Uang receh yang dikeluarkan Brentford kepada Exeter City ternyata menghasilkan untung besar. Selama 3 musim bermain di Championship, Watkins menunjukkan kepada publik sepak bola Inggris bahwa Brentford telah membeli monster. Bagaimana tidak? Selama 3 musim tersebut 46 gol dan 16 assist diciptanya hanya dalam 135 laga di Championship dan play off Premier League.
Akhirnya, investasi Brentford terhadap Watkins berbuah hasil ketika striker Tim Tiga Singa tersebut diboyong Aston Villa. Dilansir dari BBC, Watkins dibayar oleh Aston Villa sebesar 28 juta pounds pada musim panas 2020. Nilai yang naik 15 kali lipat dari biaya yang dikeluarkan untuk kedatangannya.
Aston Villa FC wants to express its support for Ollie Watkins and with the utmost respect for the big majority of Brentford fans and for the club, we ask the authorities to investigate this incident to find this individual. Zero tolerance to abuse in football. pic.twitter.com/zcoLbTZRDv
— Aston Villa (@AVFCOfficial) December 17, 2023
Eberechi Eze
Performa apiknya di Championship membuat Eberiche Eze dilirik oleh tim-tim di Premier League. Adalah Crystal Palace, klub yang akhirnya bisa memboyongnya ke Premier League dari Queens Park Rangers. Eze berpindah dari London Barat ke London Selatan pada musim panas 2020.
Selama bermain di Championship sejak musim 2017/18, Eze telah mencetak 20 gol dan 13 assist. 14 gol dan 8 assist-nya dicetak pada musim terakhirnya di Championship. Musim 2019/20 adalah musim ketika Eze tampil menggila. Performa briliannya pada musim tersebut itulah yang membukakan jalan untuk bisa unjuk gigi di Premier League.
Eberechi Eze: Completed 10 dribbles in QPR’s 1-0 loss to Barnsley, a record in a Championship match this season pic.twitter.com/BKv0Z3PtUi
— WhoScored.com (@WhoScored) June 21, 2020
Jude Bellingham
Sebagai bonus, kita harus juga membahas Jude Bellingham. Meskipun hingga saat ini dirinya belum pernah mentas di Premier League. Megabintang Timnas Inggris tersebut dipromosikan dari tim junior Birmingham City ke tim utama pada musim panas 2019, ketika pemuda lokal Birmingham itu baru genap berusia 16 tahun.
Meskipun begitu, pada satu-satunya musim yang dijalaninya di Championship, Bellingham langsung menjelma sebagai pilar penting Birmingham City. Pemuda berumur 16 tahun tersebut bermain sebanyak 41 kali serta mencetak 4 gol dan 2 assist.
Tak kurang, 2709 menit telah Bellingham habiskan di Championship. Waktu yang apabila dijumlahkan belum setara dengan 2 hari. Namun, waktu yang singkat tersebut adalah pelajaran berharga yang menjadi bekal bagi Bellingham untuk menaklukan dunia.
“I never got the chance to say goodbye, until tonight! I’m back to finally say thank you.” – @BellinghamJude.
Jude will be pitchside at 7.45pm! Don’t miss it. 🙌🔵 pic.twitter.com/YD46wuIXsZ
— Birmingham City FC (@BCFC) December 16, 2022
Sumber: The Athletic, Yahoo Sport, Transfermarkt, BBC, dan Euro Sport


