Level kita sudah Asia. Kalimat itu tak cukup sekali dua kali menjadi bualan optimisme Erick Thohir soal Timnas Indonesia. Memang betul, kita perlu menatap level yang lebih tinggi, walaupun di Asia Tenggara saja masih mengkis dua.
Siapa tahu, setelah kegagalan demi kegagalan di level Asia Tenggara, Indonesia malah menjadi lebih baik di level yang lebih tinggi. Yah, walau untuk juara pun rasanya masih agak sulit.
Setidaknya kelolosan Indonesia di kompetisi ini-itu yang levelnya di atas Asia Tenggara, termasuk putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, bagai magnum opus alias karya besar yang layak dipamerkan ke sesama negara Asia Tenggara.
Melaju ke level yang lebih tinggi, Indonesia pun banjir perhatian dari dunia. Tak terkecuali para pelatih dari tim-tim raksasa dan langganan ke Piala Dunia. Kalau Indonesia cuma menjuarai Piala AFF apalagi cuma mengumpulkan rekor runner-up, mana mungkin mereka memperhatikan kita, ya apa tidak?
Nah, berikut ini respons pelatih tim-tim lain di Asia setelah Timnas Indonesia gegerkan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Daftar Isi
Amir Ghalenoei, Pelatih Iran
Sebelum bergulirnya Piala Asia 2023 lalu, Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong melakukan sejumlah persiapan. Tak terkecuali melakoni partai uji coba. Awal tahun 2024, beberapa hari sebelum kick off Piala Asia di Qatar, Indonesia menggelar laga uji coba melawan Iran.
Ya, Iran. Bisa dipastikan kamu tidak salah dengar. Iran yang sebagian pemainnya bermain di liga-liga Eropa. Bayangkan, selama ini lawan Indonesia paling-paling Kamboja, ini tim yang sejak 2014 tidak pernah absen di Piala Dunia. Tak mengejutkan kalau Indonesia akhirnya dihajar lima gol tanpa balas.
Selesai laga, pelatih Iran, Amir Ghalenoei memuji penampilan tim Garuda. Ia terkejut dengan kemajuan pesat Timnas Indonesia. Menurut Ghalenoei, dikutip TV One News, Indonesia tidak hanya lawan yang tangguh, namun juga memiliki semangat dan determinasi yang tinggi.
Salah satu yang menjadi sorotan pelatih yang meraih tiga gelar Liga Iran bersama Esteghlal FC itu adalah kemampuan bertahan anak asuh Shin Tae-yong. Kata Ghalenoei, anak-anak Garuda juga punya serangan balik cepat. Oleh karena itu, sebelum undian putaran ketiga kemarin, ia cemas apabila segrup dengan Indonesia.
𝐉𝐄𝐋𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐑𝐀𝐖𝐈𝐍𝐆 𝐊𝐔𝐀𝐋𝐈𝐅𝐈𝐊𝐀𝐒𝐈 𝐏𝐈𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀 𝐑𝐎𝐍𝐃𝐄 𝟑, 𝐏𝐄𝐋𝐀𝐓𝐈𝐇 𝐈𝐑𝐀𝐍🇮🇷 𝐂𝐄𝐌𝐀𝐒 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐉𝐔𝐌𝐏𝐀 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀🇮🇩.
Pelatih Iran🇮🇷 Amir Ghalenoei justru cemas apabila timnya bertemu Timnas Indonesia🇮🇩 di Kualifikasi Piala Dunia… pic.twitter.com/ymVhpPSdrM
— Suka Bahas Bola (@bahaspemainbola) June 26, 2024
Jesus Casas, Pelatih Iraq
Perhatian khusus juga datang dari pelatih Iraq, Jesus Casas. Ia boleh dibilang salah satu pelatih top di Asia. Gelarnya banyak. Dan itu dikumpulkan ketika bekerja di Barcelona. Ingat Barcelona juara Liga Champions 2015? Nah, Casas ada di staf kepelatihan Barca saat itu.
Iraq asuhan Casas bertemu Indonesia tiga kali. Di tiga laga itu, jumlah skor kemenangan Iraq atas Indonesia menyusut. Dari 5-1 di pertemuan pertama, 3-1 di Piala Asia, dan yang terakhir Iraq cuma menang 2-0.
Di laga terakhir, Casas merasa kesulitan membongkar pertahanan Indonesia. Bahkan di babak pertama, sebiji gol pun tak bisa disarangkan pemain Iraq ke gawang Ernando Ari. Rampung laga, Jesus Casas mendoakan Indonesia lolos ke putaran ketiga.
Namun, Casas berharap tidak satu grup lagi dengan Indonesia. Hm, sebuah pernyataan yang mungkin menandakan kalau mantan asisten Luis Enrique tersebut kapok menghadapi pasukan Shin Tae-yong. Tenang Pak Casas, di putaran ketiga nanti tim ente nggak ketemu Indonesia, kok. Tapi Korea Selatan.
Pelatih timnas Irak, Jesus Casas:
“Saya tidak berharap ketemu tim kalían (timnas Indonesia) untuk ketiga kalinya, tetapi semoga lolos. Cuma jangan sampai kita satu grup lagi.”
📝: bolanet pic.twitter.com/xUnlE1BZJ3
— Berita Sepakbola Dunia (@gilabola_ina) June 7, 2024
Roberto Mancini, Pelatih Arab Saudi
Mustahil bagi Roberto Mancini, pelatih yang membawa Italia juara di Piala Eropa 2020 lalu, datang ke Stadion Bukit Jalil buat menyaksikan Piala AFF. Namun, sangat mungkin bagi Mancini, yang saat ini menukangi Arab Saudi hadir di Stadion Abdullah bin Khalifa di Qatar untuk menonton pertandingan Piala Asia U-23.
Itulah yang terjadi tatkala Indonesia menghadapi Iraq di perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23. Mancini rawuh di Stadion Abdullah bin Khalifa dan sempat menonton pertandingan tersebut. Tidak hanya itu, Mancini juga bercengkerama dengan Tenaga Ahli Kemenpora RI, Hamdan Hamedan.
Sang allenatore mengakui kalau permainan Indonesia cukup baik. Ia juga terpukau dengan aksi Marselino Ferdinan di atas lapangan. Mancini mencatat empat nama pemain Indonesia yang layak diwaspadai. Hamdan memamerkan catatan itu.
📲 sedikit cerita dari pak Hamdan Hamedan, staff Kemenpora yang bertemu dengan Roberto Mancini dan Fausto Salsano saat Indonesia U-23 menghadapi Irak kemarin. 🗣️
4 pemain yang menarik perhatian beliau:
• MARSELINO FERDINAN
• JUSTIN HUBNER
• IVAR JENNER
• NATHAN TJOE-A-ON pic.twitter.com/zIIblOqeiG— Extra Time Indonesia (@idextratime) May 5, 2024
Keempat nama pemain tersebut adalah Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, dan Justin Hubner. Ketika Hamdan bertanya ke eks pelatih Inter itu, soal apakah keempat pemain tadi layak main di Serie B, ia menjawab, tentu saja.
Catatan itu bisa jadi berguna bagi Mancini, karena takdir mempertemukan Arab Saudi dengan Indonesia di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pemain yang dicatat Mancini, besar kemungkinan masuk skuad Shin Tae-yong. Untung sudah punya catatannya, ya, uda.
Graham Arnold, Pelatih Australia
Australia kini berada di peringkat 23 FIFA berada di atas Austria. Indonesia ada di posisi 134. Namun, tak sekali pun Graham Arnold menurunkan tingkat kewaspadaannya pada Timnas Indonesia. Sebelum melawan Tim Garuda di Stadion Jassim bin Hamad, Arnold sudah waspada. Walaupun akhirnya bisa melibas Indonesia.
Nah, di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia nanti, Australia akan kembali beruluk salam dengan Indonesia. Graham Arnold sekali lagi tidak mau memandang Indonesia sebelah mata. Bukan karena ia tak mengidolai Jaja Miharja, namun karena memang, skuad Garuda telah mengalami kemajuan level yang amat signifikan.
Di 16 besar Piala Asia lalu, meski timnya menang telak, Arnold merasa Indonesia merepotkan. Hal itu mau tak mau, membuat mantan pelatih Vegalta Sendai tersebut mesti ancang-ancang dan berhati-hati dalam menyusun strategi demi menghadapi Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Usai pertandingan, Graham Arnold selaku pelatih Australia mengaku laga melawan Timnas Indonesia tidak mudah.
Ia turut memuji fisik para pemain Garuda yang besar dan kuat. pic.twitter.com/C5LwMUJ0LD
— MakanBola Indonesia (@makanbolaID) January 29, 2024
Hajime Moriyasu, Pelatih Jepang
Timnas Indonesia juga mulai masuk catatan lawan sulit buat Jepang. Usai mengalahkan Indonesia di fase grup Piala Asia lalu, Hajime Moriyasu berbicara dengan Shin Tae-yong. STY memberi selamat dan memuji skuad Jepang yang bagus. Sementara itu, Hajime mengatakan bahwa permainan Indonesia begitu apik.
Menurutnya, Indonesia adalah tim muda yang baik. Memang, skuad senior Indonesia pada waktu Piala Asia lalu merupakan tim termuda. Rata-rata usia pemain Garuda di turnamen itu adalah 24,33 tahun. Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia nanti, Jepang kembali satu grup dengan Indonesia.
Shin Tae-yong usai laga Indonesia vs Jepang:
“Selamat untuk Coach Hajime Moriyasu. Saat saya mengatakan ‘Jepang adalah tim bagus’. Beliau menjawab ‘Indonesia pemain nya masih muda-muda & bermain bagus, kualitasnya meningkat. Lalu saya jawab ‘terima kasih’.”
Via: MSN Korea pic.twitter.com/aJpkFBSNsm
— Berita Sepakbola Dunia (@gilabola_ina) January 28, 2024
Nah, setelah undian keluar, Hajime bilang bahwa itu adalah grup yang sangat sulit. Jepang, menurut Hajime, akan tampil maksimal, siapa pun lawannya, tak terkecuali ketika menghadapi Indonesia. Dengan kata lain, pelatih 55 tahun itu memandang bahwa untuk melawan Indonesia, Jepang wajib menurunkan kekuatan penuh.
Sampai sini, kita pun tahu bahwa tim yang mewaspadai Indonesia tidak lagi tim-tim modelan Vietnam apalagi Brunei Darussalam. Tapi Australia, Jepang, hingga Iran. Bayangkan, kapan lagi kita diwaspadai tim yang sedikit banyak makan asam garam Piala Dunia seperti mereka, ya nggak football lovers?
Sumber: TVOneNews, Bolasport, Bolacom, Suara, Bolasport, Okezone, TVOneNews


