Piala Afrika 2021 tidak hanya dipenuhi para bintang sepak bola yang sudah mapan dan profesional. Namun, para talenta muda juga turut memeriahkan ajang dua tahunan di Benua Afrika ini. Bahkan para pemain muda itu beberapa di antaranya sudah dibidik klub-klub kenamaan.
Apalagi, Benua Afrika merupakan salah satu eksportir penari lapangan hijau terbanyak untuk kompetisi Eropa. Di antara 24 negara yang berkata di Piala Afrika tahun ini, bahkan sudah melahirkan pemain muda yang sudah bermain di Eropa.
Nah, dari para pemain muda itu, berikut prediksi startingeleven.id, tentang pemain muda yang akan moncer di Piala Afrika 2021.
Edmond Tapsoba (Burkina Faso)
Edmond Tapsoda adalah pemain Bayern Leverkusen. Catatan penampilannya bersama Die Werkself selama tiga musim sebanyak 48 kali. Penampilan impresif di Bundesliga menjadi bekal pemain 22 tahun untuk menjaga pertahanan Les Etalons di Piala Afrika 2021.
Edmond Tapsoba merupakan pemain belakang dengan kemampuan long pass dari pertahanan. Fbref mencatat pemain bertahan Bayer Leverkusen dalam dua musim terakhir sebanyak 875 kali dengan persentase keberhasilan 83%.
Wishing Edmond Tapsoba and Odilon Kossounou all the best as the Africa Cup of Nations gets underway today! pic.twitter.com/tdsdrVUk7x
— Bayer 04 Leverkusen (@bayer04_en) January 9, 2022
Skill pemain bertahan di era modern tidak sekadar bertahan, Edmond Tapsoba mampu menjadi pemain yang mampu build up dari pertahanan. Bek dengan tinggi 194 cm dilengkapi dengan kemampuan dribble untuk mengatur ritme permainan di lapangan.
Pemain dengan 20 caps internasional juga memiliki kemampuan blocking dan tekel yang baik. Posisinya sebagai bek tengah selama tiga musim terakhir berhasil mencatatkan 185 tekel dan 242 clearances.
Di bawah pelatih Kamou Malo, ia akan bahu-membahu dengan Steeve Yago, Issoufou Dayo, Yacouba Coulibaly, dan Patrick Malo di lini belakang untuk lolos penyisihan grup A yang tergabung dengan Kamerun, Ethiopia dan Cape Verde.
Mohammed Kudus (Ghana)
Pria kelahiran Acra itu telah mencatatkan 28 penampilan dengan 14 gol dan 3 asis bersama Ajax Amsterdam.
Berposisi sebagai midfielder, dan berperan sebagai kunci dalam skema Ajax di bawah Erik Ten Hag. Menjadi pengatur serangan dan mengalihkan bola dari tepi kanan ke kiri dalam proses menyerang tim lawan.
Pemain yang diproyeksikan menggantikan peran De Jong itu memiliki kemampuan intelegensi saat transisi. Kemampuan dalam menutup ruang agar pemain lawan tak melakukan akselerasi dan sirkulasi dalam fase bertahan.
#TeamGhana update: Milovan Rajevac says 🇬🇭 Mohammed Kudus will join the team "in a week's time"
Good news #AFCON2021 pic.twitter.com/n4QBI68gO8
— Owuraku Ampofo (@_owurakuampofo) January 9, 2022
Pun saat Ajax Amsterdam mengalirkan bola ke rekannya untuk mengeliminasi pertahanan lawan. Kemampuan passing Kudus didukung dengan keseimbangan yang baik saat melindungi bola dari tekanan lawan. Sehingga sirkulasi bola dari fase bertahan ke menyerang mampu berjalan dengan baik.
Ia tercatat melakukan passing 44 dengan persentase 91.7% per 90. Selain itu, kemampuan melakukan shooting selama berseragam de Joden adalah 12 per 90. Angka tersebut merepresentasikan kemampuan melakukan sirkulasi dan menciptakan peluang saat ia diturunkan oleh pelatih.
Pemain berusia 21 tahun memiliki 10 caps bersama Ghana, dan dapat menjadi salah satu andalan Pelatih The Black Star, Charles Akonnor dalam mengarungi Piala Afrika 2021 di grup C.
Bersama seniornya, Thomas Partey, ia akan bahu-membahu membuat lini tengah Ghana kokoh saat bersua Maroko, Gabon dan Comoros.
Saidou Sow (Guinea)
Pemain bertahan Saint-Etienne telah mencatatkan namanya sebanyak 28 penampilan semenjak debut di tim senior.
Pria asal Guinea merupakan jebolan akademi Saint-Etienne berposisi natural sebagai bek tengah. Kemampuannya sebagai pemain belakang hybrid modern yang mampu menggabungkan kelihaian bertahan dan melakukan build up untuk menyerang.
Fbref mencatat kemampuan melakukan intercept 23 kali dan clearances 36 kali pada musim ini. Catatan tersebut ia bubuhkan dengan bermain 9 kali.
OFFICIEL : 𝖫𝖾 𝗃𝖾𝗎𝗇𝖾 𝖽𝖾́𝖿𝖾𝗇𝗌𝖾𝗎𝗋 𝗀𝗎𝗂𝗇𝖾́𝖾𝗇 Saïdou Sow (18) 🇬🇳 a 𝗉𝗋𝗈𝗅𝗈𝗇𝗀𝖾́ 𝗌𝗈𝗇 𝖼𝗈𝗇𝗍𝗋𝖺𝗍 𝖺𝗏𝖾𝖼 𝗅’𝖠𝖲 𝖲𝖺𝗂𝗇𝗍-𝖤́𝗍𝗂𝖾𝗇𝗇𝖾 (@asseofficiel). pic.twitter.com/x75L79TBLP
— crack.guinea (@mercato224) May 26, 2021
Kuartet bertahan didukung dengan kecepatan dan pembacaan permainan guna menggagalkan lawan dalam proses serangan lawan menjadi salah satu kunci.
Pria bertinggi 1,85 meter itu memiliki karakter sebagai bek proaktif yang dapat diandalkan oleh Pelatih Syli Nationale, Didier Six saat bersua Malawi, Senegal dan Zimbabwe untuk lolos penyisihan di Grup B.
Caps ke 6 nya di Guinea akan berpasangan dengan bek senior Issiaga Sylla, Abdoulaye Cisse, Ibrahima Conte guna menjaga garis pertahanan National Elephants.
Pape Matar Sarr (Senegal)
Pria kelahiran Thiaroye, Senegal telah melakukan debut bersama timnas Senegal 26 Maret 2021 melawan Kongo pada kualifikasi Piala Afrika 2021 yang berakhir dengan skor kacamata.
Gelandang Tottenham Hotspur yang sedang dipinjamkan ke Metz ini telah bermain 4 kali untuk Les Lions de la Teranga.
Fbref mencatat selama bermain untuk Metz ia telah melakukan lari progresif 2.52 per 90 di Ligue 1 musim lalu. Kecepatan yang dimiliki oleh g,elandang ini ditopang dengan kemampuan dribble. Kala menggiring bola ke daerah lawan ia akan coba mengeliminasi pemain lawan.
𝗦𝘁𝗮𝘆 𝗳𝗼𝗰𝘂𝘀𝗲𝗱 ! 🦁🇸🇳
🏟 Stade de Kégué
🇸🇳 19H00
🇫🇷 20H00——
PMS#TOGSEN #WCQ2022@VacommAgency pic.twitter.com/Pn8bv8ttc7— Pape Matar Sarr (@papematarsarr15) November 11, 2021
Ia pandai bergerak untuk menemukan ruang di area tengah, dan menerima umpan kala tim melakukan build-up. Kemampuannya dalam melindungi bola dari pemain lawan yang menekannya. Pun kekuatannya untuk mempertahankan penguasaan bola didukung teknik menggiring bola saat tim nya mempertahankan penguasaan bola.
Pemain berusia 19 tahun alias termuda di skuad Senegal dapat menjadi salah satu amunisi ampuh di lini tengah oleh Pelatih Senegal, Aliou Cisse untuk lolos dari babak Grup B. Singa Teranga akan melawan Senegal, Malawi dan Zimbabwe.
Pape Sarr juga akan berduet dengan pemain tengah lainnya, seperti Idrissa Gueye, Joseph Lopy, Moustapha Name, dkk untuk memastikan lini tengah Senegal dapat menyuplai bola kepada lini serang.
Kehadiran pemain-pemain muda di skuad Piala Afrika menjadi penanda bahwa regenerasi di timnas, dengan cara bermain di klub luar negeri menjadi tradisi yang digenggam erat-erat. Penampilan mereka selain menambah caps juga bakal dipantau oleh scout, sehingga menampilkan kemampuan terbaik jadi satu-satunya pilihan.
Sumber : FBref, scouteftbl, breaking the lines, total football analysis, ligue1, TFA, Football France


