Belum lama ini, Bayern Munchen membantu Barcelona untuk bisa tampil di Europa League usai menaklukkannya dengan skor telak 3-0. Di laga yang berjalan di Allianz Arena itu, gawang Barca dirobek Thomas Muller, Leroy Sane, dan pemain muda Jamal Musiala.
Sementara itu, di laga lain, Benfica mampu meraih kemenangan 2-0 atas Dynamo Kiev. Kemenangan ini membawa wakil Portugal tersebut melewati poin Barcelona di klasemen akhir grup E Liga Champions 2021/22.
Barcelona memang tampil tidak konsisten pada musim ini, termasuk di kompetisi Liga Champions Eropa. Mereka bahkan sampai memecat Ronald Koeman di kursi kepelatihan sebelum akhirnya menunjuk Xavi Hernandez sebagai pengganti. Namun begitu, sampai saat ini Barca masih belum menemukan performa terbaiknya untuk bisa unjuk gigi di level tertinggi.
Barcelona will play in the Europa League in 2022 😳 pic.twitter.com/b6Qp0IDF9k
— GOAL (@goal) December 8, 2021
Maka bukan sesuatu yang mustahil apabila Barcelona terbuang dari Liga Champions Eropa. Bobroknya performa Barcelona sudah kelihatan, bahkan sebelum dikirim ke Europa League oleh skuad asuhan Julian Nagelsmann. Statistik sudah membuktikan itu, jadi tidak perlu kaget.
Daftar Isi
Meraih Kemenangan Tersedikit di Fase Grup UCL dalam Sejarah Klub
Selama berpartisipasi di UCL musim ini, Barcelona diberi kesempatan menang dua kali saja dan itu oleh satu klub doang, Dynamo Kyiv. Barca menang atas Kyiv dalam dua matchday beruntun. Kemudian ketika menghadapi FC Hollywood, Blaugrana pun dikuliti.
Saat menghadapi Barcelona, Bayern Munchen seperti tengah melawan tim zona degradasi Bundesliga. Skuad Die Roten menghabisi Barca 3-0 baik saat dilatih Koeman maupun Xavi.
Sementara di laga melawan FC Bayern, mereka harus menelan kekalahan telak 3-0, baik ketika ditangani Koeman maupun Xavi.
Lalu, Barcelona kelimpungan mengatasi perlawanan wakil Portugal, Benfica. Di laga pertama, meski banyak peluang, tak ada satu pun yang bisa dikonversi Barca menjadi gol. Sedangkan di laga kedua, Barca justru harus sadar diri setelah kalah 3-0 atas Benfica.
Full Time #BayernBarça pic.twitter.com/NbtiSnhJjl
— FC Barcelona (@FCBarcelona) December 8, 2021
Kalah dalam Tiga Pertandingan Grup Untuk Pertama Kalinya
Kekalahan 3-0 atas Bayern beberapa waktu lalu merupakan kekalahan ketiga yang didapat Barcelona di fase grup musim ini, serta kalah dalam dua pertandingan pertama dengan skor yang sama (3-0).
Jumlah kekalahan sebanyak tiga kali di fase grup menjadi yang terbanyak dalam sejarah FC Barcelona. Sebelumnya, mereka paling banyak kalah dalam dua pertandingan saja. (musim 2004/05)
Kalah melawan Bayern benar-benar menjadi titik terendah bagi Barcelona dalam sejarah Liga Champions mereka di fase grup.
Xavi after managing Barcelona for a couple of games. pic.twitter.com/jZF6evP4Wt
— Footy Humour (@FootyHumour) December 8, 2021
Kalah dalam Dua Pertandingan Pertama di Fase Grup
Kalah telak melawan FC Bayern dan Benfica di dua laga pertama memberi pukulan keras bagi FC Barcelona. Hasil itu merupakan terburuk dari yang pernah mereka terima dalam dua pertandingan awal Liga Champions Eropa. Selain itu, kalah melawan FC Bayern di matchday pertama juga menandai kekalahan pertama mereka di laga pembuka grup Liga Champions, usai terakhir kali tumbang melawan Newcastle United dengan skor 3-2 di tahun 1997.
Mulanya para penggemar berharap tim kesayangan mereka bisa bangkit di laga kedua. Namun, mengecewakan sudah terlanjur menjadi nama belakang FC Barcelona. Apalagi Blaugrana harus takluk melawan tim yang seharusnya kepayahan ketika bertemu dengan mereka. Tiga gol yang dicetak Benfica cukup memberi pesan bahwa, sudah waktunya bagi FC Barcelona pensiun dari gelaran UEFA Champions League.
Losing to Bayern. Benfica winning. Heading to Europa League.
Barcelona mood. pic.twitter.com/YXH1CBauim
— B/R Football (@brfootball) December 8, 2021
Mengumpulkan Poin Paling Sedikit Dalam Sejarah Klub
Barcelona hanya mengumpulkan sebanyak tujuh poin di babak grup musim ini, berkat kemenangan beruntun atas Dynamo Kyiv, dan hasil imbang tanpa gol di pertandingan melawan Benfica. Hal itu lantas tidak mengejutkan ketika tahu Barcelona memang tampil buruk dengan mendapat kekalahan terbanyak, sekaligus kemenangan paling sedikit dalam sejarah.
Koleksi tujuh poin yang didapat Barcelona menjadi yang tersedikit sejauh ini, setelah terakhir kali mereka hanya mendapat enam poin di fase grup pada musim 1994/95. Namun, perlu dicatat bahwa saat itu format masih memberlakukan aturan dua poin untuk setiap kemenangan yang diraih.
Barcelona will be playing in the Europa League for the first time in 17 years 😳 pic.twitter.com/f7uWRBtKs5
— ESPN FC (@ESPNFC) December 8, 2021
Kebobolan Terbanyak
Barcelona sejatinya dikenal sebagai klub superior. Selain memiliki deretan penyerang terbaik di dunia, mereka juga punya kumpulan bek hebat hingga mampu membuat pertahanan tim sulit ditembus. Namun pada musim ini, Barcelona bukan lagi tim yang sama. Mereka cenderung lemah dengan sisi pertahanan mudah dieksploitasi lawan.
Pada musim ini saja mereka kebobolan sebanyak sembilan gol dari total enam pertandingan yang dimainkan. Enam gol disumbangkan oleh FC Bayern, sementara tiga gol lainnya hadir dari Benfica yang juga sempat menekuk Barca dengan skor 3-0.
Rekor pertahanan terburuk FC Barcelona di fase grup sebelumnya terjadi pada musim 2008/09 ketika mereka kebobolan sebanyak delapan gol. Namun, saat itu Barca berhasil keluar sebagai juara.
HT: Bayern Munich 2-0 Barcelona.
While Benfica lead 2-0 at home vs Dynamo Kyiv. pic.twitter.com/fTE8vRYBgw
— 𝐀𝐅𝐂 𝐀𝐉𝐀𝐗 💎 (@TheEuropeanLad) December 8, 2021
Mencetak Gol Tersedikit Dalam Sejarah Klub
Selain kebobolan terbanyak dalam sejarah, Barcelona juga gagal menunjukkan produktivitas tinggi di kompetisi Liga Champions Eropa musim ini. Mereka hanya mampu mencetak dua biji gol saja saat melawan Dynamo Kyiv dalam dua laga.
Di musim ini, hanya Dynamo Kyiv dan Malmo saja yang menjadi tim dengan jumlah gol lebih sedikit dari FC Barcelona (1). Selain hanya mencetak dua gol saja, Barcelona juga sekaligus mencatat rekor buruk lainnya. Mereka gagal mencetak gol di empat laga fase grup Liga Champions Eropa.
Once upon a time at FC Barcelona pic.twitter.com/OC26hZUHJd
— 𝐏𝐞𝐚𝐤 𝐅𝐨𝐨𝐭𝐲 ⚽️ (@PeakFooty) December 10, 2021
Gagal Mencapai Fase Gugur Untuk Pertama Kalinya Sejak Tahun 2000
Di era Lionel Messi, Barcelona selalu berhasil lolos ke fase gugur Liga Champions Eropa. Tapi setelah pemain andalan itu pergi dari Camp Nou untuk pertama kalinya, Barca gagal mencapai babak 16 besar Liga Champions Eropa.
Tersingkirnya Barca dari fase grup Liga Champions menjadi yang terburuk bagi mereka sejak musim 2000/01. Bisa dikatakan ini adalah puncak dari rentetan performa buruk yang ditampilkan skuad Blaugrana sepanjang gelaran.
Di musim terakhir mereka gagal lolos ke babak 16 besar adalah karena tersingkir dari tim semacam AC Milan dan Leeds United di grup H. Setelah itu terlempar ke kompetisi kelas dua, Barcelona kalah di babak semifinal melawan Liverpool.
Barcelona were 10 points behind Real Madrid when they appointed Xavi.
Then Xavi changed everything in the team, implemented 10 rules, like extra 2 hours training everyday, no late coming , cutting grass and brought back Tiki Taka.
Now Barcelona are 16 points behind Real Madrid. pic.twitter.com/yPTwaP4JoP
— Football Trolls (@FootballlTrolls) December 6, 2021
Statistik-statistik tadi membuktikan bahwa Liga Champions Eropa terlalu ganas untuk diarungi FC Barcelona. Jadi, lebih baik simpan kagetmu untuk hal-hal penting lainnya daripada kaget melihat Barca tersingkir dari UCL. Apalagi kalau Blaugrana tak segera berbenah. Bukan tidak mungkin, kalau Barca memang layak pensiun dari UCL, dan harus mulai terbiasa bermain di liga malam Jumat, bertemu dengan tim-tim medioker lainnya.


