Nggak Ada Lawan! Emerson Palmieri Layak Disebut Raja Kompetisi Eropa

spot_img

West Ham membersihkan nama baiknya di laga final kontra Fiorentina kemarin. The Hammers berhasil keluar sebagai juara Conference League musim 2022/23 setelah mengatasi perlawanan sengit La Viola dengan skor 2-1. Raihan gelar ini setidaknya bisa jadi pelipur lara setelah musim yang buruk di Liga Inggris. 

Ada rekor yang tercipta di balik kemenangan itu. Setelah menjuarai Conference League, salah satu bek West Ham, yakni Emerson Palmieri mendapat predikat sebagai pesepakbola pertama yang menjuarai semua trofi kompetisi Eropa. Catatan menarik ini tak didapat Emerson secara instan. Suka duka pun mengiringi sang pemain meraih rangkaian gelar tersebut.

Emerson Palmieri

Untuk yang belum mengenal Emerson Palmieri, ia adalah pemain yang cukup unik. Meski lahir di Brazil, Emerson merupakan warga negara Italia. Jadi tak heran apabila ia memulai karir Eropa melalui klub-klub Italia. Emerson sendiri merupakan talenta binaan klub lokal Brazil, Santos. Setahun membela tim utama Santos, ia dipinjamkan ke Palermo pada tahun 2014.

Nah, ketika menjalani masa peminjaman di Palermo itulah, bakat Emerson mulai menarik beberapa klub Serie A. Kecepatan dan etos kerja yang terlihat dalam transisi bermain telah membius publik Italia kala itu. Namun, AS Roma jadi yang terdepan untuk mengamankan jasa bek kiri tersebut. Emerson bergabung Roma dengan status pinjaman tahun 2015.

Semusim menjalani masa peminjaman, Giallorossi puas dengan performa Emerson. Sebagai pelapis dari Lucas Digne, ia tampil apik. Emerson bahkan mencetak satu gol dalam sembilan penampilan. Akhirnya pada tahun 2016, Roma mempermanenkan Emerson dengan biaya 2 juta euro atau setara Rp31 miliar.

Di musim keduanya, ia menggantikan peran Lucas Digne yang memutuskan hengkang ke PSG. Ia tampil cemerlang. Sebagai bek sayap posisinya hampir tak tergantikan hingga akhirnya ia mengalami cedera ligamen menjelang akhir musim 2016/17. Karena cedera itu ia melewatkan sebagian besar pertandingan musim 2017/18.

Chelsea dan Trofi Eropa Pertama

Meski cedera sepanjang musim 2017/18, pelatih Chelsea saat itu yakni Antonio Conte paham betul kualitas Emerson. Conte akhirnya mendatangkan Emerson sebagai pesaing Marcos Alonso. Langkah ini dilakukan karena Chelsea baru saja melepas Baba Rahman ke Schalke sebagai pemain pinjaman.

Di sinilah sejarah itu dimulai. Bermain untuk klub yang tampil di berbagai kompetisi baik domestik maupun Eropa membuat Emerson mendapat banyak menit bermain. Karena Conte tak mau membebani Alonso untuk selalu tampil di setiap pertandingan yang dimainkan Chelsea, Emerson diberi jatah main di Europa League.

Pembagian Conte cukup adil. Emerson hampir tak tergantikan dan mencatatkan 11 penampilan di Europa League musim 2018/19. Kontribusi golnya memang sangat minim, tapi assist-nya kepada Olivier Giroud kala menghadapi Arsenal di partai puncak jadi momen paling penting di turnamen tersebut.

Chelsea menang telak 4-1 atas rival sekotanya itu. Dengan hasil tersebut, Emerson berhasil meraih trofi Eropa pertamanya sekaligus trofi Europa League kedua untuk The Blues. Setelah kemenangan ini, trofi Emerson mulai mengalir deras.

Liga Champions

Menjuarai Europa League membuat Emerson cs berlaga di Liga Champions musim 2019/20. Kursi kepelatihan berganti ke tangan Frank Lampard justru membuat Chelsea tak berdaya di kompetisi Eropa. Perjalanan Chelsea harus terhenti di babak 16 besar karena kalah telak dari Bayern Munchen.

Meski demikian, karena Chelsea finis di urutan keempat klasemen akhir Liga Inggris musim 2019/20, mereka berhak tampil lagi di Liga Champions musim depan. Ini jadi kesempatan kedua Emerson untuk membawa pulang trofi Eropa keduanya. Dan nampaknya Tuhan mengijabah doa-doa Emerson.

Pada awalnya, Emerson masih jadi pilihan utama Lampard di Liga Champions. Tapi, ketika Lampard dinilai tak cukup baik dan akhirnya dipecat, Emerson bukan lagi pilihan utama sang pelatih baru, Thomas Tuchel. Karena Tuchel merasa Chilwell lebih siap, Emerson sama sekali tak mendapat kesempatan.

Akhirnya Emerson harus melihat Chelsea melangkah hingga hingga final dengan mengalahkan tim-tim macam Atletico Madrid, Porto, hingga Real Madrid dari bangku cadangan. Menantang Manchester City di final, Emerson tetap tak jadi pilihan Tuchel. Cukup mengecewakan, tapi Emerson tetap menerima. Kebutuhan tim jadi yang paling utama. 

Melewati pertandingan yang ketat, akhirnya Chelsea berhasil mengalahkan City dengan skor 1-0. Meski tak bermain di hampir separuh jalannya kompetisi, Emerson tetap memenuhi syarat untuk menerima medali juara Liga Champions 2020/21. Trofi tersebut jadi trofi Eropa kedua Emerson bersama Chelsea.

Dua Trofi Eropa Lainnya

Tidak puas dengan dua trofi, Emerson Palmieri melanjutkan kegemilangannya di level internasional. Keahlian dan sedikit keberuntungan membuatnya menjadi bagian integral dari kesuksesan Timnas Italia di Euro 2020. Lagi-lagi, awalnya Emerson bukan pilihan Roberto Mancini di Euro. Tapi semua berubah di laga kontra Belgia.

Memasuki babak perempat final, Italia dipertemukan dengan tim kuat, Belgia. Seperti biasa, Mancini lebih memprioritaskan Leonardo Spinazzola di sektor bek sayap kiri. Namun, Dewi Fortuna sedang tak bersama Spinazzola. Ia justru mengalami cedera parah. Tendon Achilles-nya putus dan tak bisa melanjutkan pertandingan.

Emerson lah yang menggantikan peran Spinazzola di sisa laga. Karena Spinazzola harus meninggalkan venue turnamen lebih cepat dari rekan-rekannya, Emerson lah yang melanjutkan perjuangan rekannya itu. Ia jadi pemain utama di dua laga sisa menghadapi Spanyol dan Inggris.

Meski bermain di markas Timnas Inggris, yakni Wembley Stadium. Emerson cs tak gentar. Mereka menunjukan semangat api membara. Para pemain Italia bahkan menyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang untuk menggetarkan mental lawan. Laga berjalan alot, sehingga Italia harus menuntaskan perlawanan Inggris melalui babak adu tos-tosan. Dengan skor 4-3, Emerson membawa pulang trofi EURO 2020.

Tak sampai di situ, 2021 memang jadi tahunnya Emerson. Chelsea sebagai juara Liga Champion harus menghadapi Villarreal yang berstatus juara Europa League di musim yang sama di laga UEFA Super Cup. Chelsea memenangkan laga tersebut melalui drama adu penalti. Jadi di tahun 2021, Emerson mengantongi tiga trofi Eropa sekaligus.

Conference League

Sayangnya, prestasi tersebut tak cukup meyakinkan bagi Thomas Tuchel. Menurut pelatih asal Jerman itu, kualitas Emerson tak pernah lebih baik dari Ben Chilwell. Toh Chelsea juga mendatangkan Marc Cucurella dari Brighton jadi klub tanpa ragu untuk melepasnya ke West Ham awal musim 2022/23. Tapi yang namanya rejeki bisa datang dari mana saja.

Bermain di klub papan tengah macam West Ham, Emerson menjuarai UEFA Conference League, kompetisi kasta ketiga di Eropa. Kita semua tahu, skuad asuhan David Moyes bukan unggulan di Liga Inggris musim ini. Namun, Emerson cs memberikan pembuktian di Eropa.

Meski sempat terseok-seok di papan bawah, Emerson jadi saksi di mana The Hammers berjaya di kompetisi Eropa. Kemenangan atas Fiorentina di final membuat nama Emerson masuk di buku rekor. Ia jadi pesepakbola pertama yang menjuarai lima kompetisi Eropa baik di level timnas maupun klub.

Sumber: West Ham, The Athletic, Sky Sport, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru