Pep Guardiola adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Itu juga berkat Pep selalu melatih tim-tim terbaik dengan pemain-pemain kelas dunia. Bagaimana jika para pemain yang paling sering bermain di bawah Pep digabungkan dan jadi satu tim? berikut starting eleven pemain andalan Pep Guardiola.
Daftar Isi
Kiper: Ederson
Selama empat tahun di Barcelona, Victor Valdes adalah kiper favorit Pep Guardiola. Tapi Ederson jumlah penampilan yang lebih banyak di bawah Pep. Dengan lebih dari 280 penampilan, ia adalah kiper yang paling sering digunakan oleh Pep.
Saat pertama kali datang ke Etihad, langkah paling kontroversial yang dibuat Pep adalah menyingkirkan Joe Hart. Ia digantikan oleh Claudio Bravo, tapi Pep juga tidak puas dengan kiper Chile itu. Pep menginginkan kiper yang bisa ikut dalam proses build up penyerangan.
Didatangkanlah Ederson di tahun 2017 dari Benfica. Kemampuannya dalam memainkan bola dan mengoper bola jauh ke depan membuat ia jadi penjaga gawang andalan Pep.
Bek Kanan: Kyle Walker
Kyle Walker tiba di Etihad bebarengan dengan Ederson. Ia dibeli dari Tottenham dengan harga 45 juta pounds. Sejak tiba di tahun 2017, ia langsung jadi pemain andalan Pep. Kecepatan, ketahanan dalam bertahan, dan Insting menyerangnya memang sangat cocok dengan Pep yang suka main menyerang.
Ia sudah mengalahkan Dani Alves dari Barcelona sebagai bek kanan paling sering dimainkan Pep. Tapi di musim 2022/23 ia mengalami pengurangan menit bermain secara drastis. Sebab disitu Pep mulai sering bereksperimen menggunakan formasi 3-2-4-1. Kyle Walker dinilai tidak cocok bermain di sistem itu.
Bek Tengah: John Stones
Ketika Pep datang ke Man City, misi utamanya adalah membuat City bisa bermain ball possession. Dibelilah John Stones dari Everton seharga 47 juta pounds. Stones adalah salah satu pemain di masa-masa awal Pep di Man City. Ia juga salah satu pemain yang pertama dibeli Pep di Etihad. Sejak kedatangannya di tahun 2016 ia selalu jadi pilihan utama bek tengah Guardiola.
A moment to treasure for John Stones 💙 pic.twitter.com/K8RjpBPqSM
— Manchester City (@ManCity) May 22, 2023
Selain jadi bek tengah, Stones juga bisa dimainkan di beberapa posisi. Selain jadi bek tengah dalam skema 4 bek atau 3 bek, Stones juga pernah jadi bek kanan. Ia juga terampil jadi gelandang bertahan bersama Rodri.
Sudah 220 lebih penampilannya bersama Pep. Mengingat usianya yang masih 28 tahun dan kepiawaiannya bermain di berbagai posisi, tidak heran jika ia masih jadi andalan Pep di musim-musim setelahnya. Kontraknya di City juga baru habis di tahun 2026.
Bek Tengah: Gerard Pique/Aymeric Laporte
Ketika Pep masih baru menjabat jadi pelatih Barca, ia punya beberapa keputusan yang patut dipertanyakan. Menyingkirkan Eto’o contohnya. Tapi salah satu keputusan terbaiknya adalah memulangkan Gerard Pique dari MU kembali ke Barca.
Sejak kedatangannya di tahun 2008, Pep dan Pique memenangkan segalanya. Tapi menurut Pique, hubungannya dengan Guardiola tidak seindah trofi-trofi yang dimenangkan. Pique seringkali tidak cocok dengan filosofi Pep yang menuntut para pemainnya terobsesi dengan sepakbola.
Tapi terlepas dari itu, Pique tetaplah bek tengah andalan Guardiola. 183 dari 616 penampilannya bersama Barca adalah di bawah Pep Guardiola. Di musim 2022/23, Pique makin tidak dapat tempat di Barcelona. Ia pun memilih pensiun di usia 36 tahun daripada harus pindah klub.
Mengingat Pique sudah pensiun, pilihan lain adalah Aymeric Laporte. Ia adalah bek tengah yang paling sering main bersama Pep setelah Stones dan Pique. Laporte sudah bermain lebih dari 170 pertandingan bersama Guardiola
Bek Kiri: Eric Abidal/Zinchenko
Guardiola pernah punya banyak bek kiri yang hebat selama di City. Seperti Joao Cancelo, Zinchenko, Fabian Delph, atau Gael Clichy. Tapi bek kiri yang paling sering bermain di bawah Pep adalah Eric Abidal sewaktu di Barcelona.
Abidal punya banyak memori indah bersama Pep. Salah satunya adalah menjuarai Liga Champions 2011. Sayangnya itu jadi karya terakhir Abidal. Ia divonis menderita kanker setelah itu dan sering absen membela Barcelona. Ia akhirnya pensiun di tahun 2014 bersama Olympiakos.
Director of Football Eric Abidal has left Barcelona
— Sky Sports News (@SkySportsNews) August 18, 2020
Karena Abidal sudah pensiun, mungkin Zinchenko bisa jadi pengganti. Pemain asal Ukraina itu sudah mengoleksi 128 laga bersama Pep sebelum akhirnya pindah ke Arsenal.
Gelandang Bertahan: Fernandinho/Rodri
Sergio Busquets adalah pemain yang jadi jantung permainan tiki taka Guardiola di Barcelona. Tidak diragukan lagi kehebatannya. Tapi, penampilan Fernandinho bersama Pep sudah melampaui catatan Busquets.
Fernandinho sudah di City jauh sebelum Pep datang, yaitu sejak tahun 2013. Meskipun Pep melakukan perombakan tim begitu ia tiba di tahun 2016, Fernandinho bisa bertahan. Ia langsung cocok dengan gaya permainan Pep.
Fernandinho sudah memenangkan lima gelar Liga Inggris selama delapan tahun bersama City. Empat diantaranya ia raih bersama Pep Guardiola. Fernandinho mengaku Pep membuatnya jatuh cinta lagi kepada sepak bola.
Fernandinho sekarang bermain di liga Brasil. Pilihan lain yang tepat untuk mengisi posisi gelandang bertahan adalah Rodri. Ia telah mencatatkan penampilan yang lebih banyak daripada gelandang kesayangan Pep lainnya, Sergio Busquets. Rodri juga masih jadi andalan Pep sebagai gelandang bertahan Manchester City.
Gelandang Tengah: Ilkay Gundogan
Pep sudah mengidolakan Gundogan sejak ia masih melatih Bayern Munchen. Saat itu, ia sering melihat Gundogan yang berseragam Dortmund selalu merepotkan timnya. Setelah Pep tiba di City, ia langsung memboyong Gundogan dari Jerman.
Meskipun musim debutnya kerap diwarnai cedera, ia cepat beradaptasi. Begitu pulih, ia langsung jadi gelandang box to box andalan Pep.
Gelandang Tengah: Kevin De Bruyne
Dari segala posisi yang tersedia, mungkin Pep punya paling banyak pemain hebat di posisi gelandang tengah. Xavi dan Iniesta contohnya yang jadi sumber kreativitas Pep di Barcelona. Atau Thomas Muller dan Toni Kroos di Bayern Munchen. Tapi yang mengejutkan adalah para pemain itu tidak ada di daftar ini.
Very proud to have played my 300th game for this club. On to many more pic.twitter.com/x4e9QkdBNy
— Kevin De Bruyne (@KevinDeBruyne) April 20, 2022
Tapi Kevin De Bruyne bukanlah alternatif yang buruk. De Bruyne adalah satu-satunya pemain City yang diwariskan ke Pep dan masih bertahan sampai musim 2022/23. Ia bahkan jadi pemain pertama yang mencapai 300 penampilan bersama Pep Guardiola.
Penyerang Kanan: Lionel Messi
Tidak heran melihat Messi di daftar ini. Ia adalah anak emas Pep di Barcelona. Tak banyak yang perlu dijelaskan soal Messi. Dia adalah GOAT.
Penyerang Tengah: Gabriel Jesus/Erling Haaland
Di Barcelona, Pep sering punya masalah dengan pemain nomor 9. Sebut saja Samuel Eto’o dan Zlatan Ibrahimovic. Tapi perlu diakui Pep selalu punya penyerang tengah paling mematikan di Eropa. Seperti Lewandowski di Bayern Munchen dan Erling Haaland di Man City. Tapi penyerang tengah yang mencatatkan paling banyak mencatatkan penampilan dibawah Pep adalah Gabriel Jesus.
Ia membuktikan kalau dirinya penyerang yang hebat bersama City. Tapi ia tersingkirkan setelah Haaland datang. Melihat dirinya yang sudah pindah dan Haaland yang jadi andalan Pep di musim 2022/23, sepertinya Jesus akan segera tersingkirkan dari daftar ini.
Penyerang Kiri: Raheem Sterling
Pemain yang palings sering bermain bersama Pep kedua setelah De Bruyne adalah Raheem Sterling. Sayap Inggris itu telah mencatatkan 120 gol dan 85 assist dari 292 penampilan bersama Pep. Itu catatan yang menakjubkan.
Raheem Sterling had to give his former teammates a guard of honour 😬 pic.twitter.com/A6rNjBLIYr
— ESPN UK (@ESPNUK) May 21, 2023
Banyak yang mengangkat alis ketika Sterling hengkang dari City untuk bergabung dengan Chelsea. Itu keputusan yang patut dipertanyakan. Tapi Sterling mengaku harus mengambil langkah itu sebab ia merasa semakin jarang dimainkan oleh Pep.


