Ngerinya Aston Villa di Tangan Unai Emery Musim 2023/24

spot_img

Pernah menonton anime yang berjudul “Kimi no Na wa”? Sebuah anime yang menceritakan dua remaja yang bertukar jiwa saat sedang bermimpi. Jika pernah, kira-kira begitulah yang terjadi di laga antara Aston Villa dan Manchester City. Kedua klub tersebut bak sedang bertukar jiwa. Peraih treble musim lalu itu tiba-tiba terlihat seperti tim medioker di hadapan Villa.

Padahal Manchester City lah yang biasanya mendominasi lawan-lawannya. Tapi di laga tersebut, Villa justru tampil dominan dengan melepaskan 22 tembakan sedangkan City hanya dua tembakan. Ya, dua tok!

Skuad Unai Emery akhirnya bisa menutup laga dengan kemenangan 1-0. Itu membuat Villa memantapkan diri di posisi tiga klasemen sementara Liga Inggris 2023/24. Ini jadi suatu hal yang jarang dilakukan Villa. Karena tim yang bermarkas di Villa Park ini dulunya lebih dikenal sebagai tim medioker.

Tak Cuma di Inggris

Kegemilangan Aston Villa sudah terlihat sejak musim lalu. Kala itu, Ollie Watkins cs berhasil mengamankan peringkat tujuh, sekaligus satu tempat di kompetisi kasta ketiga Eropa, UEFA Conference League. Dengan keharusan untuk membagi konsentrasi antara kompetisi Eropa dan kompetisi domestik, performa Villa justru kian melesat.

Tak cuma mempertahankan performa apik di Liga Inggris, skuad asuhan Unai Emery juga memperlihatkan kedigdayaan mereka di kompetisi Eropa. Sebagai informasi tambahan saja, kalau diingat-ingat klub yang berjuluk The Villans ini terakhir kali merasakan tampil di kompetisi Eropa itu sekitar 15 tahun lalu. Tepatnya pada musim 2008/09 saat Aston Villa berpartisipasi di Piala UEFA atau sekarang yang kita kenal sebagai Europa League.

Aston Villa memang sudah lama absen di kompetisi Eropa, tapi di tahun comeback-nya, mereka tak terlihat grogi sedikit pun. Villa justru tampil pede. Tergabung dalam Grup E bersama wakil Polandia, Legia Warszawa, wakil Bosnia Zrinjski Mostar, dan klub Belanda, AZ Alkmaar, Aston Villa tampil mendominasi.

Meski kalah 3-2 di laga pembuka melawan Legia Warszawa, skuad asuhan Unai Emery tampil apik di laga-laga berikutnya. Setelah kekalahan itu, Villa belum merasakan kekalahan lagi di empat pertandingan berikutnya. Villa menang 1-0 atas Mostar, menang besar 4-1 atas AZ Alkmaar, dan sempat membalaskan kekalahan atas Legia dengan skor 2-1 di kandang.

Pau Torres dan kawan-kawan juga tergolong sebagai tim yang produktif di babak penyisihan grup. Dari lima pertandingan yang sudah dimainkan, Aston Villa berhasil mencatatkan 11 gol dan baru kebobolan enam gol. 

Kini, The Villans berada di puncak klasemen sementara Grup E dengan perolehan 12 poin. Jumlah poinnya masih bisa bertambah karena Villa masih menyimpan satu laga away melawan Mostar. Namun, dengan jumlah poin tersebut, Villa sudah bisa dipastikan lolos ke fase gugur. 

Unai Emery Jadi Kunci Transformasi Villa

Kegemilangan Aston Villa dalam membagi konsentrasi di dua kompetisi tak lepas dari tangan dingin Unai Emery. Pelatih yang kerap disamakan dengan Loki ini memberikan warna tersendiri setelah kedatangannya pada November 2022 kemarin.

Datang menggantikan Steven Gerrard yang dinilai tak mampu menduplikat hasil kinerjanya yang luar biasa bersama Glasgow Rangers, Emery dituntut untuk segera membawa perubahan di skuad Aston Villa. Berbekal pengalaman melatih di Arsenal, pelatih asal Spanyol itu menunjukan proses adaptasi yang begitu cepat di lingkungan Villa Park.

Pelatih berpenampilan necis ini jadi kunci transformasi Aston Villa. Mewarisi pemain dari Gerrard, alih-alih merombak secara drastis, Emery justru menyesuaikan secara perlahan. Sama halnya dengan Loki yang berusaha menjaga garis waktu tetap berada di lintasannya, Emery berusaha mengembalikan performa ke jalan yang lurus setelah sempat menyimpang.

Hal pertama yang jadi perhatian sang pelatih adalah mengubah identitas bermain Aston Villa. Setelah lebih sering menggunakan 4-3-3 atau 4-3-1-2, pola permainan Villa diubah menjadi 4-2-2. Konsentrasinya adalah membuat tim yang kuat secara bertahan maupun menyerang. Di tangan Emery, Villa jadi tim yang bermental menyerang, bukan hanya menunggu bola di area sendiri. 

Villa pun jadi tim kedua paling produktif di Inggris dengan catatan 34 gol. Meski lebih rajin menyerang, Emery membuat pertahanan Villa tetap rapat. Itu dibuktikan dengan baru kebobolan 20 gol dari 15 pertandingan. Catatan itu jadi yang terbaik keempat di Liga Inggris musim ini.

Singkirkan yang Tak Perlu

Emery juga tergolong pelatih yang tak kenal kompromi. Ia tak segan menyingkirkan pemain yang tak berkompeten atau sekadar tak masuk dalam skema permainannya. Contohnya saja sewaktu di Arsenal ketika dirinya menendang keluar sosok Aaron Ramsey dan Jack Wilshere.

Hal yang sama juga ia lakukan ketika berada di Aston Villa. Emery tanpa basa-basi menyingkirkan pemain yang memiliki performa di bawah rata-rata yang diinginkan. Di Aston Villa, Emery berani melepas pemain-pemain warisan macam Anwar El Ghazi, Danny Ings, Ashley Young, hingga Philippe Coutinho yang kini sedang dipinjamkan ke Al-Duhail.

Unai Emery menggantinya dengan pemain-pemain yang sesuai dan bisa menunjang skema bermain tim. Di sektor bertahan, Emery mendatangkan dua mantan pemain Liga Spanyol, yakni Clement Lenglet dan Pau Torres. Nama terakhir jadi permintaan khusus Emery karena sang pemain pernah jadi anak asuhnya di Villarreal.

Sedangkan di lini tengah, pelatih berusia 52 tahun itu menambahkan sosok gelandang kreatif, yakni Youri Tielemans dan Nicolo Zaniolo. Sementara di lini depan, Emery mendatangkan Moussa Diaby dari Bayer Leverkusen untuk menjadi tandem Ollie Watkins. Dengan strategi yang tepat, pemain yang didatangkan pun bisa dengan cepat beradaptasi dengan gaya main Aston Villa

Pemain Kunci

Dalam prosesnya ada beberapa pemain yang diandalkan Unai Emery. Ollie Watkins contohnya. Pemain yang dijuluki Harry Kane versi lite ini kontribusinya jadi makin terlihat di bawah asuhan Unai Emery. Selama kurang lebih satu tahun ditangani oleh Emery, Watkins tercatat sudah berkontribusi 41 gol di semua kompetisi.

Selain Watkins, masih ada Leon Bailey yang performanya kembali membaik di musim ini. Ia sudah terlibat dalam 14 gol musim ini. Lalu Douglas Luiz sebagai jendral lapangan tengah. Luiz jadi pemain yang mengatur distribusi bola dan merangkap jadi orang pertama yang akan menghadang serangan lawan.

Peluang Aston Villa

Buah dari perubahan itu adalah performa yang menawan di paruh pertama musim 2023/24. Kini, Villa bercokol di urutan ketiga klasemen sementara Liga Inggris. Selisih dua poin dari Liverpool di peringkat kedua. Ini jadi kali pertama Villa menembus empat besar lagi setelah empat tahun selalu berada di balik bayang-bayang big six.

Klub yang bermarkas di Villa Park itu mencapai peringkat tiga dengan status belum terkalahkan di kandang. Angin seakan sedang berpihak pada Villa dan Unai Emery. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin yang akan finis di empat besar adalah Aston Villa bukan Tottenham, apalagi Chelsea.

Sementara di kompetisi Eropa, Villa juga minim pesaing di Conference League. Paling, lawan mereka sebenarnya adalah tim buangan dari Europa League. Jadi, dengan performa seperti sekarang, Villa cukup diunggulkan untuk melaju ke final Liga Konferensi. Terlebih masih ada jeda musim dingin di mana mereka masih bisa mendatangkan beberapa pemain lagi guna menciptakan kedalaman skuad yang apik.

Sumber: Talksport, Daily Mail, ESPN, Eurosport

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru