Di tangan Arsene Wenger, Arsenal meraih kejayaan, terutama di kancah domestik. Wenger adalah sosok pelatih yang cakap memoles pemain. Tidak hanya itu, mantan pelatih Nagoya Grampus ini juga tahu kapan harus melepas pemain.
Namun, pada masa-masa terakhirnya di Arsenal, Wenger membiarkan beberapa pilar The Gunners pergi. Nah, berikut ini adalah nasib mereka, para pemain yang dulu dijual Arsene Wenger sebelum tinggalkan Arsenal. Kira-kira masih pada sukses, nggak ya?
Daftar Isi
Alexis Sanchez
Arsenal membeli Alexis Sanchez tahun 2014 dari Barcelona, memenangi perebutan dengan Manchester City. The Gunners membayar sekitar 42 juta euro (Rp700 miliar) untuk memboyongnya dari Camp Nou.
Selama tiga musim, dari musim 2014/15 hingga 2016/17, Alexis menjadi andalan The Gunners. Ia mengemas 103 kaps di Liga Inggris. Pemain Chile tersebut juga mencetak setidaknya 53 gol. Namun, masanya habis di penghujung tahun 2017 dan awal tahun 2018.
Alexis Sanchez wishing Sir Arsene Wenger a happy birthday through his Instagram 💛 pic.twitter.com/vKhSJjQ6vW
— 🎙 TheGoonerNation (@TheGoonerNation) October 22, 2020
Pada musim 2017/18, Alexis memang mencatatkan 19 kaps dan 7 gol di Arsenal. Namun, ia disebut memiliki sikap yang toksik di ruang ganti. Ia juga beberapa kali tidak dimainkan oleh Arsene Wenger. Di tempat latihan, Alexis Sanchez juga terlibat pertengkaran dengan Aaron Ramsey.
Ia pun akhirnya dilepas oleh Wenger. Setelah tidak di Arsenal, Alexis berseragam MU. Tapi nasibnya di Manchester United tidaklah mulus, sampai akhirnya dilepas ke Inter. Di Inter, Alexis Sanchez meraih tiga trofi prestisius: Scudetto, Coppa Italia, dan Super Coppa Italia. Setelah tidak di Inter, nasibnya kini terdampar di klub Ligue 1 Prancis, Marseille.
Olivier Giroud
Olivier Giroud adalah salah satu striker terbaik yang pernah berseragam Arsenal. Total selama di Arsenal, Giroud mengemas 253 kaps, 105 gol, dan 41 asis. Akan tetapi, kedatangan Pierre-Emerick Aubameyang pada Januari 2018 membuatnya tersingkir dari skuad.
Arsene Wenger menganggap kehadiran Giroud membuat lini depan Arsenal surplus. Jadi, ia pun melepas Giroud ke Chelsea. The Blues menebus Giroud dengan harga 17 juta euro (Rp284 miliar). Yang mengejutkan, 18 bulan setelahnya, Giroud justru menggagalkan upaya Arsenal buat juara Piala Eropa musim 2018/19.
Kala itu, Giroud berhasil mencetak gol pembuka untuk Chelsea. Setelah itu keran gol Chelsea terbuka. Arsenal hanya bisa mencetak satu gol, sedangkan Chelsea menyarangkan 4 gol ke gawang Petr Cech yang sudah berseragam Arsenal.
Betul bahwa di final tersebut Arsenal sudah tak dilatih Arsene Wenger, tapi Unai Emery. Namun, Giroud berhasil menunjukkan bahwa Arsene Wenger salah menjualnya. Sayang, nasibnya di Chelsea tidak jauh berbeda saat di Arsenal.
Selama di Stamford Bridge, Giroud mengemas 199 kaps dan mencetak 39 gol. Namun, Giroud sering bermain dari bangku cadangan. Kendati begitu, ia pernah merasakan juara Liga Champions bersama Chelsea pada musim 2020/21.
Olivier Giroud, France striker, only missing one match for the entire tournament, ends world cup 2018 with not even one goal on target and the world cup trophy. https://t.co/6titzHPIGU pic.twitter.com/suzmUwv2PR
— ard (@churchbackyard) March 8, 2020
Setelah itu, Giroud melanjutkan petualangannya di AC Milan. Kiprahnya masih moncer. Setelah menjadi juara Piala Dunia tahun 2018 bersama Prancis, di AC Milan ia juga meraih scudetto.
Tidak hanya itu, ia juga masih menjadi kepingan berharga di skuad Prancis yang meraih UEFA Nations League dan membawa Prancis ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Alex Oxlade-Chamberlain
Setelah enam tahun berada di Arsenal sejak 2011, Alex Oxlade-Chamberlain mendapati kontraknya tinggal setahun lagi di penghujung masa kepemimpinan Arsene Wenger. Namun, Chamberlain tahu dirinya berada di situasi yang sulit, sama seperti dua rekannya, Mesut Ozil dan Alexis Sanchez.
Arsene Wenger berencana melepas salah satu dari tiga pemain tersebut pada Bulan Agustus 2017. Chamberlain lah yang kala itu dilepas oleh Arsene Wenger. Ia dijual ke Liverpool dengan harga 38 juta euro (Rp633,5 miliar).
Official: Alex Oxlade-Chamberlain has joined Liverpool from Arsenal on a five-year deal for a fee in the region of £35m. #afc pic.twitter.com/nIw3q5fb21
— afcstuff (@afcstuff) August 31, 2017
Namun, sejatinya Wenger tidak ingin melepasnya. Ia berharap sang pemain mau memperpanjang kontraknya di Arsenal. Namun, Chamberlain memilih untuk pergi ke Anfield. Ia merasa pengabdiannya untuk klub London sudah cukup. Wenger pun menghormati keputusan itu.
Benar saja, Chamberlain meraih lebih banyak trofi lagi. Jika di Arsenal ia ‘hanya’ meraih 3 trofi Piala FA dan 3 trofi Community Shield, di Liverpool ia meraih setidaknya lima trofi yang berbeda. Mulai dari Liga Inggris, Piala Liga, Liga Champions Eropa, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
Kini meski sering menjadi pelapis, tapi peran Chamberlain cukup vital. Minimal saat lini depan Liverpool sedang morat-marit, Chamberlain bisa menjadi alternatif Jurgen Klopp.
Serge Gnabry
Serge Gnabry menjadi salah satu talenta hebat yang disia-siakan Arsenal begitu saja. Ia dibeli dari Stuttgart dengan biaya yang sangat murah, yakni 100 ribu euro (Rp1,6 miliar). Akan menjadi kisah luar biasa ketika ia masuk ke skuad utama Arsene Wenger.
Namun, riwayat cedera membuatnya tak banyak bermain untuk The Gunners. Tahun 2016, Gnabry mulai dipinjamkan ke klub lain. Ia dipinjamkan ke West Bromwich Albion. Akan tetapi, masa peminjamannya di West Brom tidak mengesankan. Ia dipulangkan ke Arsenal.
Arsène Wenger on Serge Gnabry: “We tried to extend his contract for a very long time & I think that Bayern manipulated behind the scenes, that if he went to Bremen, he would join Bayern after.” [BeIN] #afc pic.twitter.com/JnKVVZgObs
— afcstuff (@afcstuff) October 9, 2019
Akan tetapi, riwayat cederanya bikin Wenger ragu. Selain itu, masa peminjaman di West Brom yang buruk, membuat Gnabry tak yakin bisa bermanfaat untuk Arsenal. Oleh Wenger, ia padahal ditawari kontrak, namun Gnabry memilih hengkang.
Total di Arsenal ia hanya mencatatkan 18 kaps dan mengemas 1 gol dan 2 asis. Ia memilih hengkang ke Werder Bremen sebelum akhirnya merapat ke Bayern Munchen.
Di Munchen, Gnabry meraih 4 kali juara Bundesliga, 2 kali juara DFB Pokal, dan 4 kali trofi Piala Super Jerman. Ia juga meraih trofi UCL, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub bersama Die Roten.
‘Winning that trophy is the best thing that could have happened’
Bayern Munich winger, Serge Gnabry reflects on incredible rise from Arsenal flop to #UCL winner 😍 pic.twitter.com/BYbJjBM2VS
— Merrybet (@merrybetsports) August 24, 2020
Wellington Silva
Wellington Silva sudah menarik minat Arsenal ketika masih berseragam Fluminense. Sosoknya terendus pencari bakat Arsenal, Sandro Orlandelli yang sekarang jadi direktur teknik Red Bull Bragantino. Namun, Arsenal tidak bisa begitu saja membawanya pergi.
Kala itu, Arsenal tidak bisa membawa Wellington sebelum ia berusia 18 tahun. Ini mengacu pada aturan FIFA kala itu. Setelah cukup umur, Wellington pun diangkut Arsenal. The Gunners saat itu membayar 4 juta euro (Rp66,4 miliar) untuk membawa Wellington.
Pemain muda Arsenal yg dijuluki ‘The New Neymar’, Wellington Silva kemarin juga ikut berlatih bersama skuat Arsenal pic.twitter.com/HonGDkXn0H
— Arsenal News Ind (@ArsenalNews_Ind) July 8, 2015
Namun, nasibnya cukup menyedihkan. Ia selalu dipinjamkan ke klub lain. Wellington Silva bahkan tidak pernah bermain di ajang resmi. Pada 2016, ia pun dikembalikan ke Fluminense dengan banderol lebih murah, yaitu 3 juta euro (Rp49,8 miliar).
The Gunners sebenarnya ingin melepasnya ke Bordeaux dengan mengaktifkan klausul pembelian kembali. Namun, hal itu urung terjadi karena sang pemain tidak lolos tes medis di klub Ligue 1 tersebut.
Akhirnya, Wellington pun hanya bermain di klub masa kecilnya sebelum pada 2018 dipinjamkan ke Internacional. Kini ia justru nyasar ke J-League dengan berseragam Gamba Osaka. Juara Liga Champions Asia itu membeli Wellington dari Fluminense tahun 2021 secara gratis.
WELLINGTON SILVA (🇧🇷🇪🇸). Delantero. 29 años. Ex
– Fluminense (🇧🇷)
– Arsenal (🏴)
– Levante (🇪🇸)
– Alcoyano (🇪🇸)
– Ponferradina (🇪🇸)
– Real Murcia (🇪🇸)
– Almería (🇪🇸)
– Bolton Wands. (🏴)
– Inter RS (🇧🇷)
– Gamba Osaka (🇯🇵)Títulos obtenidos: 2 🏆🏆
Actualmente sin club. pic.twitter.com/3AIEPX7Ggu
— Jugador Sin Club (@JugadorSinClub) December 29, 2022
Wojciech Szczesny
Szczesny merupakan pemain berikutnya yang dijual Arsene Wenger. Uniknya, ia dijual bukan karena penampilannya yang buruk. Tapi karena perilakunya yang tidak disukai oleh Wenger.
Wojciech Szczesny has just been caught smoking again http://t.co/5up0SFdfmc pic.twitter.com/kRrwQJIL1Z
— Complex UK (@complex_uk) June 4, 2015
Kiper Polandia itu termasuk perokok berat. Pemain kelahiran Warszawa itu kedapatan merokok di ruang ganti. Hal yang tidak disukai oleh Arsene Wenger. Dilansir Football Italia, ia mengakui melakukan itu karena emosi pertandingan dan ketika tim masih ada di dalam ruang ganti.
Seseorang melaporkan tindakan Szczesny ke Wenger. Ia pun dilepas ke Juventus. Sebelumnya, Szczesny pernah dipinjamkan ke AS Roma. Kini ia berseragam Juventus. Pada Piala Dunia 2022 lalu, ia tampil gemilang dan membawa timnya lolos ke 16 besar. Ia bahkan pernah disebut sebagai kandidat kiper terbaik di Piala Dunia.
Wojciech Szczęsny is easily 🇵🇱 best player at the 2022 World Cup.
He deserves the Golden Glove award.
Two penalty saves 🔥🔥#FIFAWorldCup pic.twitter.com/w0G9My9Od9
— Scouting Polska (@ScoutingPolska) December 1, 2022
Kieran Gibbs
Kieran Gibbs datang ke Arsenal tahun 2004 dari MK Dons. Ia tergabung dalam Arsenal U-18 sebelum akhirnya naik ke tim senior pada Juli 2007. Gibbs sempat menjadi andalan Arsenal. Namun, kehadiran Nacho Monreal dan Sead Kolasinac menggesernya.
Wenger pun melepas sang pemain ke West Bromwich Albion pada tahun 2017. Ia bermain luar biasa bersama The Baggies, sampai-sampai membantu tim mengamankan tiket promosi ke Liga Inggris pada musim 2019/20.
👚 The versatile Vassilev trained with Inter Miami this morning.
As for fellow recent signings Kieran Gibbs and Nick Marsman, neither has joined the team yet.
Next game on July 17 vs. the New York Red Bulls.#InterMiamiCF #MLS pic.twitter.com/KvJZAchktE
— Franco Panizo (@FrancoPanizo) July 7, 2021
Namun, setelah masuk ke Liga Inggris kembali, perjuangan Gibbs kian terjal. Selain berkutat dengan cedera, West Brom pun terdegradasi pada musim 2020/21. Setelah tak di Inggris, ia bergabung ke Inter Miami dengan status bebas transfer. Total, selama di Arsenal Gibbs sudah mencatatkan 229 kaps, mencetak 6 gol dan 24 asis, serta mengoleksi setidaknya 20 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Sumber: PlanetFootball, BR, Independent, Metro, Goal, TheAthletic, Football-Italia, Transfermarkt


