Di era Sir Alex Ferguson, hanya ada satu bos di Old Trafford, yaitu Sir Alex Ferguson. Selain banyak penghargaan yang ia dapatkan, ia juga terkenal dengan “hairdryer treatmentnya.” Meskipun begitu, ternyata ada beberapa pemain MU yang pernah berani melawan Sir Alex.
Daftar Isi
Roy Keane
Pemain pertama yang berani kurang ajar adalah Roy Keane. Ferguson bisa jadi orang yang paling dibenci oleh Roy Keane. Dan ia tidak ada masalah untuk mengatakannya di depan publik. Apalagi setelah dirinya sudah pensiun dan sekarang sering tampil di tv sebagai pundit. Roy Keane pernah berkata bahwa dirinya tidak akan pernah memaafkan pelatih asal Skotlandia itu.
Kebencian mereka berada pada puncaknya pada 29 Oktober 2005. Kala itu MU harus menelan kekalahan memalukan 4-1 melawan Middlesbrough. Penampilan anak asuh Sir Alex sangat kacau malam itu. Setelah pertandingan, Roy Keane pun diwawancarai oleh MUTV mengenai pendapatnya soal pertandingan itu.
Tidak disangka, Roy Keane meluapkan semua kemarahannya di wawancara itu. Tidak seperti wawancara pasca-pertandingan pada umumnya, Roy Keane mengkritik secara langsung para rekan setimnya itu karena telah bermain buruk. Itu tentu tidak bisa diterima oleh Sir Alex.
It was the interview that fractured Roy Keane’s relationship with Sir Alex Ferguson and led to the skipper being sacked by #MUFC.
Nobody outside the club has seen Keane’s infamous interview with MUTV. Almost certainly, nobody ever will.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) March 1, 2022
Beberapa hari kemudian, Sir Alex memanggil Roy Keane beserta pengacara datang ke kantornya. Roy Keane sudah tahu, bahwa setelah apa yang terjadi, kontraknya tidak akan diperpanjang lagi. Tapi pertemuan itu berubah jadi medan perang cacian. Diantara cacian itu, Fergie menuduh Roy Keane telah mengkhianati rekan setimnya.
Wayne Rooney mengaku lihat Fergie sampai lompat dari meja kerjanya untuk menyerang Keane. Itu jadi masa-masa terakhirnya di MU. Pemain asal Irlandia itu pun didepak begitu saja dari Old Trafford. Meskipun dirinya sudah mengabdi selama 12 tahun dan menyumbangkan 17 trofi bergengsi, ia pun dilepas pada tahun 2006.
Jaap Stam
Pemain lain yang karir di MU nya berakhir setelah berani macam-macam dengan Sir Alex adalah Jaap Stam. Selama waktunya di theatre of dreams, ia adalah salah satu bek tengah terbaik di dunia. Ia membangun dinding pertahanan yang begitu kokoh hingga mendapatkan gelar Liga Champions dan hattrick Liga Inggris selama tahun 1998-2001. Termasuk treble winner yang terkenal itu di tahun 1999.
Tapi banyak yang percaya karirnya yang pendek di Old Trafford itu ada hubungannya dengan apa yang diucapkan di autobiografinya. Di bukunya itu, Stam mengatakan bahwa Fergie sempat memintanya dan beberapa pemain lainnya untuk melakukan diving di salah satu laga Champions League.
“Fergie mengatakan kepada kami: ‘Jangan berdiri kalau kamu ditendang sedikit di kotak penalti” ungkap Stam. Pemain asal Belanda itu paham bahwa Sir Alex hanya ingin mengikuti permainan tim eropa yang banyak melakukan diving. Meskipun begitu, ia tetap enggan melakukannya.
Bagian dalam buku itu sampai ke telinga Fergie. Ia pun memanggil Stam ke kantornya untuk mendapatkan klarifikasi. Tidak lama setelahnya, Stam dikabarkan bahwa dirinya sudah dijual ke Lazio dengan harga 15 juta poundsterling.
#OTD in 2001: Sir Alex Ferguson controversially sold Jaap Stam to Lazio for £16.5M.
He later admitted it was one of the biggest mistakes in his managerial career. One of the great all-time Premier League defenders, winning three consectuive PL titles in three seasons. #MUFC pic.twitter.com/moqJV8Jy3H
— UnitedReds (@UnitedRedscom) August 25, 2020
Stam curiga kalau alasan sebenarnya ia dijual adalah untuk menghindarkan MU dari kebangkrutan. Dan permasalahan atas autobiografinya adalah dalih yang sempurna. Terlepas dari itu, Sir Alex mengakui kalau menjual Stam adalah salah satu hal yang paling ia sesali.
Wayne Rooney
Wayne Rooney adalah salah satu dari sedikit nama yang bisa kita sebut sebagai anak emas Fergie. Dibeli dari Everton sejak umur 18 tahun, Rooney langsung jadi pemain favorit para publik Old Trafford. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa setan merah.
Tapi itu tidak menghilangkan fakta bahwa kehidupannya di Old Trafford selalu adem ayem. Ia pernah berseteru dengan Sir Alex pada tahun 2010. Disebabkan dirinya sempat ingin hengkang dari MU. Saat itu Rooney sudah serius memikirkannya sampai ia menuliskan surat permintaan transfer.
Sir Alex Ferguson confirms Wayne Rooney wants to leave Manchester United; denies having argument with the player
— BBC Breaking News (@BBCBreaking) October 19, 2010
Alasan ia ingin pindah adalah Rooney sudah merasa tidak nyaman bersama setan merah. Terlebih setelah Sir Alex melepas Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo. Rooney merasa hilangnya dua pemain itu sangat mempengaruhinya di lapangan. Rooney juga ragu apakah MU masih bisa jadi yang terbaik di Premier League.
“Saya hanya ingin jaminan bahwa setelah kami menjual pemain-pemain itu, siapa yang kami beli? Apakah kami akan siap untuk tiga tahun kedepan? Pada dasarnya saya ingin pemain yang sudah terbukti kehebatannya.”
Wayne Rooney’s career stats for Manchester United 👹
Best United player in history? 🤔 pic.twitter.com/izioGzRviO
— LiveScore (@livescore) September 28, 2022
Menanggapi keluhan sang pencetak gol andalan, Sir Alex hanya mengatakan bahwa itu bukan urusannya. Untungnya tidak seperti dua pemain sebelumnya di daftar ini, Rooney tidak membantah Sir Alex lebih lanjut. Dan seperti yang sudah kita ketahui, Rooney pun memperpanjang kontraknya. Dan ia menjadi legenda yang diakui di Manchester.
Peter Schmeichel
Rooney mungkin memang anak baik-baik. Tapi tidak dengan Peter Schmeichel. Kiper asal Denmark itu memang terkenal dengan tempramen nya yang sering naik. Temperamen itu juga yang hampir mengakhiri karirnya di MU. Schmeichel adalah pahlawan MU dalam merengkuh treble di tahun 1999.
Peter Schmeichel and Alex Ferguson. pic.twitter.com/oHTmfXApmS
— 90s Football (@90sfootball) August 23, 2021
Tapi dirinya pernah hampir dijual pada tahun 1994. Ini terjadi ketika MU imbang melawan Liverpool dengan skor 3-3. Fergie ternyata tidak puas dengan hasil itu. Ia bahkan ngamuk karena MU bisa kebobolan tiga kali oleh rival abadinya, Liverpool.
Di ruang ganti setelah pertandingan, Fergie langsung menghampiri Schmeichel. Selain kebobolan, Fergie tidak suka dengan Schmeichel yang tidak becus dalam melakukan tendangan gawang. Sang kiper tentu tidak suka disalahkan, mereka pun terlibat argumen hebat di ruang ganti.
Argumen itu begitu parah sampai keesokan harinya, Sir Alex memanggil Schmeichel dan berkata “Saya harus memecatmu.” Yang dijawab dengan Schmeichel dengan kalimat “Baik, biarkan saya pergi.”
Ia tahu ia tidak punya pilihan lain dan itu jadi akhir ceritanya di Old Trafford. Ia pun pergi ke ruang ganti untuk menjumpai para rekan setimnya. Schmeichel meminta maaf dengan tulus kepada para pemain atas tingkah lakunya. Ia juga mengakui di hadapan teman-temannya bahwa ia salah telah berbicara tidak sopan dengan Sir Alex.
Yang tidak ia ketahui, Sir Alex ternyata berdiri di luar dan menguping pembicaraan itu. Ia pun dimaafkan dan tidak jadi di jual. Schmeichel memenangkan beberapa Liga Inggris setelahnya.
Ruud Van Nistelrooy
Pencetak gol terbaik untuk Manchester United. Untuk beberapa generasi tertentu, Ruud Van Nistelrooy tersimpan di hati para penggemar setan merah bahkan sampai saat ini. Jauh sebelum Van Persie datang, ia adalah pemain Belanda yang paling dicintai publik Old Trafford.
Tapi siapa sangka, dirinya dan Sir Alex dulu pernah punya hubungan yang panas. Pertengkaran mereka bahkan tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Seperti pada laga derby Manchester di tahun 2002. Saat itu Manchester City bukan tim yang bisa diperhitungkan, tapi anak asuh Sir Alex dihabisi dengan skor 3-1.
Melihat anak asuhnya dikalahkan Manchester City yang belum “lahir” waktu itu membuat Fergie naik pitam. Tapi tidak separah ketika ia masuk ke ruang ganti. Di ruang ganti, Sir Alex melihat van Nistelrooy memegang jersey City.
Pemain bertukar jersey setelah pertandingan itu hal yang biasa. Tapi kali ini Fergie tidak bisa menerimanya. Ia langsung meledak dan memarahi Van Nistelrooy di tempat. Ia bahkan berkata “Jika saya melihat kamu membawa jersey City lagi, tidak usah bermain untuk United.”
Itu memang masa-masa awal Van Nistelrooy, jadi ia hanya nurut dan tidak berani berulah. Tapi ia berubah pada masa akhir karirnya di Old Trafford. Terutama setelah dirinya semakin tergantikan dengan kedatangan Ronaldo.
Ferguson vs Van Nistelrooy
Unfortunately for him, he picked a fight with the man that is “the greatest.”
The Ronaldo-van Nistelrooy war started after a training ground argument where Ruud told the young Ronaldo to “go and cry to your daddy.” pic.twitter.com/fY07vHI1dQ— Ibro Lion🦁 (@ibro_okanrende) December 18, 2020
Ia sempat bertengkar dengan Ronaldo di tempat latihan setelah Fergie tidak memainkanya di Piala Liga tahun 2005. Yang kemudian membuatnya bertengkar dengan Fergie. Tak butuh waktu lama bagi Sir Alex untuk menjualnya ke Real Madrid setelah itu.
Bertahun-tahun kemudian, tepatnya di tahun 2010, hubungan mereka kembali membaik. Setelah Van Nistelrooy menelpon Sir Alex secara pribadi. Lewat telpon, ia meminta maaf kepada Sir Alex atas kelakuannya di akhir karir bersama MU
Carlos Tevez
Pemain selanjutnya, sebenarnya agak sedikit berbeda cerita. Carlos Tevez tidak pernah dikabarkan punya hubungan buruk dengan Fergie selama ia bermain untuk setan merah. Hubungan Tevez dan Sir Alex meledak setelah dirinya bergabung dengan Manchester City.
Melepas Tevez ke dari Old Trafford dan membiarkannya bergabung dengan Man City memang menambah daftar dosa besar Sir Alex. Setelah tampil gemilang berjersey merah selama dua tahun sebagai pemain pinjaman, ia memilih menyebrang ke sisi lain Manchester.
Dan pilihannya tidak salah, ia jadi bagian bersejarah Manchester City dalam merengkuh gelar Liga mereka di musim 2011/12. Dan dalam pawai kemenangan City tersebut, Tevez terlihat mengangkat tinggi-tinggi sebuah kertas bertuliskan “RIP Fergie.”
🗣| Carlos Tevez on RIP Fergie stunt:
“It seems like Ferguson is the president of England. When he speaks badly about a player, nobody says he has to apologise. But when someone comes out with a joke about him, you have to say sorry. I don’t say sorry!” pic.twitter.com/Ey3HRjDQSS
— City Chief (@City_Chief) January 7, 2020
Kejadian tersebut jadi perhatian publik pada saat itu. Manchester City langsung meminta maaf kepada Sir Alex atas nama Tevez. Tapi tidak dengan sang pemain. Ia berkata tidak sudi untuk meminta maaf kepada Sir Alex. Ia berkata “Ferguson seperti presiden Inggris saja. Ketika dia berbicara buruk tentang saya, dia tidak pernah dituntut untuk meminta maaf.”
Satu musim kemudian, Tevez dijual ke Juventus. Ia menjalani beberapa musim di Turin sebelum akhirnya kembali ke Argentina untuk memperkuat Boca Junior. Sebelum akhirnya ia pensiun di tahun 2022.
Gabriel Heinze
Liverpool adalah rival terbesar United dalam sejarah. Jadi, ketika ada pemain United yang ingin hengkang ke Liverpool, Fergie tidak akan membiarkannya begitu saja. Itu yang terjadi pada Gabriel Heinze pada tahun 2007.
Gabriel Henzie adalah bek sayap berbakat yang pernah dimiliki MU. Ia bahkan mendapatkan penghargaan pemain MU terbaik di musim debutnya. Tapi di musim setelahnya, ia mengalami cedera. Cedera itulah yang membuat Fergie harus membeli pengganti Henze, yaitu Patrice Evra.
Evra ternyata tidak kalah bagusnya dengan Heinze, ia pun mulai jadi pilihan utama Fergie sebagai bek kiri. Bahkan setelah Heinze sudah sepenuhnya pulih dari cedera, Fergie tetap lebih memilih Evra. Hingga di musim panas 2007, Henzie ingin hengkang.
ON THIS DAY: In 2007, Sir Alex Ferguson objected to Gabriel Heinze’s request to join Liverpool. He was later sold to Real Madrid. pic.twitter.com/tagW040gU4
— MUFC Data (@MUFCData) July 20, 2018
Klub yang paling tertarik adalah Liverpool yang dimanajeri Rafael Benitez. Tapi Fergie tidak sudi menjualnya ke rival. Meskipun Heinze memprotes Sir Alex, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Keputusan sang bos sudah bulat.
“Dia sangat marah. Ferguson adalah bos United dan siapapun yang menentangnya akan disingkirkan.” Ungkapnya dikutip di The Guardian. Ia pun tidak jadi dijual ke Liverpool, melainkan ke Real Madrid.
Paul Ince
Seperti kata Heinze, di Old Trafford bosnya cuma satu, ia adalah Sir Alex Ferguson. Jadi ketika Paul Ince datang dengan ego besarnya, itu tidak membuat Fergie senang. Jangan salah, Ince adalah pemain andalan MU dan bagian penting kesuksesan MU di era 90-an.
Sir Alex Ferguson & Paul Ince. @ManUtd pic.twitter.com/XVnUaozHg3
— Nostalgia Futbolera ® (@nostalgiafutbo1) October 5, 2021
Tapi seperti yang sudah disebutkan di awal, ia punya ego yang besar. Ince bahkan menuntut teman-temannya untuk memanggilnya dengan sebutan “Bos”. Pertengkaran Fergie dengan gelandang bertahan itu pecah di ruang ganti setelah suatu pertandingan.
Fergie memarahi Ince karena kehilangan bola yang bisa saja menyebabkan timnya kebobolan di ujung laga. Tapi Ince menganggap Fergie berlebihan karena mereka sudah menang dengan skor 3-1. Mereka pun bertengkar sampai harus dipisahkan oleh salah satu staff.
Fergie kemudian berkata “Hanya ada satu bos di sini, Ince. Dan bukan kamu orangnya.” Mereka berdua tidak berbicara satu sama lain selama lima hari. Tidak lama kemudian, ia dijual ke Inter Milan. Setelah 281 pertandingan dan 6 tahun bersama MU, ia dibuang begitu saja. Ia mengaku bahwa itu membuatnya sakit hati. Di tahun 1997, Ince kembali ke Premier League. Tapi dengan Jersey Liverpool.
Sumber referensi: Sportbible, Guardian, Guardian 2, Guardian 3, Balls, Sky, Manutd, Giveme, Daily, Talk, Planet


