Setelah Manchester United mengumumkan nomor punggung Casemiro. Berita yang mengatakan bahwa mereka tengah mengupayakan transfer pemain asal Brazil lainnya, yakni Antony kian santer terdengar. United bahkan dikabarkan sudah dua kali memberikan tawaran tinggi pada Ajax. Namun, juara Eredivisie belum rela melepas sang pemain.
Jika itu beneran terjadi, katakanlah Ajax melunak, maka Antony akan jadi pemain kesekian yang merapat ke Manchester United. Well, padahal kalau dilihat sejarahnya, pemain Brazil di Manchester United kerap mengalami penurunan karir. Beberapa dari mereka bahkan bisa disebut “Gatot” atau gagal total. Mau bukti? Berikut daftar pemain Brazil yang bernasib buruk di Manchester United.
Daftar Isi
Anderson
Meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2008, membuat Anderson digadang-gadang mampu menggantikan Paul Scholes di lini tengah Manchester United. Namun, apa daya, manajemen United hanya bisa berandai-andai. Kenyataanya, Anderson tak pernah berada di level yang cukup untuk menjadi penerus Scholesey.
Anderson mengawali musim debutnya dengan baik. Ia tergabung dengan skuad MU yang masih berisikan Wayne Rooney, Rio Ferdinand, Michael Carrick, hingga Cristiano Ronaldo. Anderson pun menjadi bagian dari kesuksesan United di Inggris maupun Eropa.
Sayangnya, cedera dan masalah kebugaran sangat mengganggu perkembangan karirnya di Old Trafford. Hal tersebut membuat Anderson kesulitan untuk kembali mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Penurunan performa dan peningkatan berat badan yang drastis, membuat ia harus rela menjalani masa peminjaman, di sisa-sisa waktunya bersama United. Setelah dirasa tak mampu menemukan kembali sentuhan terbaiknya, Anderson memutuskan untuk pensiun di klub Turki saat usianya baru menginjak 31 tahun.
Alex Telles
Alex Telles didatangkan ke Old Trafford pada Oktober 2020 setelah mencatatkan 13 gol dan 11 assist dalam satu musim bersama FC Porto. Telles didatangkan dengan maksud untuk menjadi pesaing kuat bagi Luke Shaw di sisi kiri Manchester United. Namun, rencana tersebut tak berjalan baik bagi Telles.
HERE WE GO CONFIRMED ✅
Per @FabrizioRomano, Alex Telles is leaving Man Utd. for Sevilla on a loan through 2023 👀 pic.twitter.com/r56bbGYl4N
— ELEVEN Football (@ElevenSportsFB) August 3, 2022
Ia harus menunggu Luke Shaw cedera terlebih dahulu baru bisa tampil. Ditambah dengan pergantian kursi kepelatihan ke Erik Ten Hag, United justru mendatangkan Tyrell Malacia dari Feyenoord. Telles kian tersisih, dan akhirnya dipinjamkan ke Sevilla hingga akhir musim nanti.
Usut punya usut, salah satu alasan mengapa Telles dibuang ke Sevilla adalah karena perselisihannya dengan pemain muda United, Hannibal Mejbri. Pihak United memutuskan untuk memisahkan mereka berdua dengan membuang Telles, dan lebih mempertahankan Hannibal.
Andreas Pereira
Andreas Pereira telah menjadi pemain Manchester United selama kurang lebih sepuluh tahun sejak tiba dari raksasa Liga Belanda, PSV Eindhoven pada tahun 2012. Namun, nasibnya tak lebih baik dari pemain Brazil lainnya. Pereira tidak pernah benar-benar menjadi pemain reguler skuad utama Setan Merah.
Meski terkadang mencetak gol spektakuler yang membuat media-media Inggris menyamakannya dengan Paul Scholes, Pereira hanya menjadi pemain pinjaman abadi di MU. Ia pernah dipinjamkan ke beberapa klub termasuk Flamengo, Lazio, hingga Valencia. Selama kurang lebih 10 tahun berseragam United, Pereira hanya mengantongi 75 pertandingan di semua kompetisi.
Not the Birthday I had planned. pic.twitter.com/pCwUoayGgG
— Andreas Pereira (@andrinhopereira) January 1, 2020
Akhirnya pada musim panas kali ini, pemain berusia 26 tahun itu dilepas dengan bandrol 10 juta euro (Rp148 miliar) ke klub promosi Liga Inggris, Fulham. Di level persaingan tim yang lebih rendah, ia mampu menjadi pilihan utama di skuad The Cottagers.
Kleberson
Selanjutnya ada Jose Kleberson. Mungkin nama ini cukup asing bagi generasi Z yang mengidolakan MU. Namun, asal kalian tahu, Kleberson ini didatangkan United dari Atletico Paranaense bersamaan dengan Cristiano Ronaldo muda dari Sporting Lisbon. Meski demikian, perjalanan karirnya jauh berbeda dengan Ronaldo.
Mañana puede debutar CASEMIRO 🇧🇷 como el 8vo Brasileño en el #United🔴🔴
1-Kleberson
2-Anderson
3-Rodrigo Possedon
4-Rafa y Fabio
5-Andreas Pereira
6-Alex Telles
7-FredQuien fue el Mejor?🤔 @United_Cuba pic.twitter.com/LYoKjm4Y20
— Garotos da Cuba (@GarotosCuba) August 27, 2022
Nasib sial langsung ia alami ketika melakoni laga kedua bersama MU. Kleberson ketika itu mengalami cedera parah. Cedera itu pada akhirnya mengganggu performa Kleberson. Ia pun jarang dimainkan. Kleberson hanya tampil di 30 pertandingan Setan Merah, selama dua tahun berada di sana.
Dilansir Planet Football, Kleberson mengakui bahwa di MU, ia mengalami masa-masa yang sulit. Ia justru mendapat banyak cedera saat harus memperjuangkan tempatnya di skuad utama. Akhirnya, United melepasnya ke Besiktas pada tahun 2005.
Fabio Da Silva
Siapa yang tak mengenal si kembar dari Brazil, Rafael dan Fabio Da Silva. Mereka berdua didatangkan dari Fluminense pada tahun 2008 silam. Beda halnya dengan Rafael yang masih terpakai untuk mengisi sektor bek kanan sepeninggalan Gary Neville. Fabio justru jadi pemain yang gagal mengamankan slot di skuad utama United.
Meskipun Fabio dianggap sebagai prospek yang lebih cerah daripada Rafael, ia tidak dapat memantapkan dirinya sebagai pemain reguler di tim utama. Karena ia tak mampu menggeser Patrice Evra di sektor kiri. Tak mendapat menit bermain yang cukup, membuat Fabio dipinjamkan ke QPR pada tahun 2012.
Setelah menghabiskan musim 2012/2013 di Queens Park Rangers, Fabio hanya membuat 3 penampilan lagi untuk Setan Merah. Total ia hanya mengantongi 56 pertandingan di semua kompetisi bersama United, sebelum akhirnya didatangkan Cardiff City pada tahun 2014. Kala itu, Cardiff masih ditukangi oleh legenda Manchester United, Ole Gunnar Solskjær.
Rodrigo Possebon
Rodrigo Possebon dianggap pemain berprospek tinggi ketika bergabung dengan Manchester United pada 2008. Namun, nasibnya apes ketika ia mendapat tekel keras dari Emmanuel Pogatetz di ajang Piala Liga. Setelah tekel itu, Possebon tak pernah pulih 100 persen.
Setelah mengalami cedera yang mengerikan itu, ia hampir tak pernah tampil berseragam United lagi. Possebon hanya tampil delapan kali bersama tim senior selama dua setengah musim di Old Trafford. Kemudian ia kembali ke Brazil untuk memperkuat Santos pada 2010.
Next up, Rodrigo Possebon, remember him? He was supposed to be brilliant. But he never made it. Almost getting his leg broken in his first start probably didn’t help: https://t.co/lNdUdiYbQp Out of interest, he’s 29 now and playing in Vietnam. 🇧🇷 pic.twitter.com/4ZIwwRmOyy
— Scott Patterson (@R_o_M) June 5, 2018
Setelah dari MU, karir Possebon berantakan. Pada tahun 2018, ia sempat bergabung dengan tim asal Vietnam, Ho Chi Minh City. Namun, ia malah dilepas setelah hanya bergabung selama satu bulan. Setelah itu ia memutuskan untuk pensiun dini di usia yang belum genap 30 tahun.
Fred
Frederico Rodrigues de Paula Santos, atau akrab dipanggil Fred didatangkan Jose Mourinho dari Shakhtar Donetsk pada tahun 2018. Nasib Fred bisa dibilang paling mending daripada pemain-pemain Brazil sebelumnya. Ia tercatat masih menjadi andalan di lini tengah United hingga sekarang.
Setelah mengalami tahun-tahun yang buruk, Fred sempat menjadi salah satu pemain kunci MU di era Ole Gunnar Solskjaer. Namun, Fred ini tipe pemain yang tak bersahabat dengan kata “konsisten”. 30 menit pertama ia bisa menampilkan performa yang oke, tapi 30 menit setelahnya? Tak ada yang tahu. Pasti ada aja lawak yang ia pertontonkan di tengah lapangan.
Meski sering menjadi pilihan utama Ten Hag, duetnya dengan Scott Mctominay musim ini telah menjadi bulan-bulanan fans United. Karena mereka berdua tak piawai menyaring serangan dengan baik.
Maka dari itu, dengan datangnya Casemiro, fans berharap rekan senegaranya itu bisa mendongkrak performa Fred. Dan semoga saja, Casemiro tak meniru tingkah kocak Fred di lapangan. Tidak justru ikutan melawak dan menjadi pemain Brazil yang bernasib buruk berikutnya di Manchester United.
https://youtu.be/FmX1aRP0aYI
Sumber: Planetfootball, Footballfaithfull, Goal, Unitedinfocus


